Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
214. Selalu saja


Amora terlihat kesal sekali karena kembali rencananya yang sudah dia susun begitu rapi ternyata tidak membuahkan hasil sama sekali untuk kali ini.


" Selalu saja! Setiap rencana yang kususun serapih apapun, semuanya berantakan dan seperti yang mental begitu saja. Sungguh menyebalkan sekali!" Amora melemparkan gelas Wine yang ada di tangannya untuk melampiaskan emosi di hatinya.


Hati Amora benar-benar kesal setengah mati dengan hasil yang di dapatkan setelah dia setengah mati menyelundupkan kemeja berlipstik ke dalam pakaian kotor yang ada di hotel yang ditempati oleh Farel dan Siska saat mereka honey moon di sana.


Sampai 1 minggu ditunggu olehnya tidak ada kabar berita apapun tentang pasangan itu. Amora bahkan melihat mereka yang semakin mesra dan harmonis menghadiri begitu banyak perjamuan bisnis.


Hati Amora kembang kempis melihat kebersamaan mereka yang sepertinya sangat sulit untuk dipisahkan.


" Farel. Apakah dia begitu mencintai Siska? Kenapa mereka kelihatan begitu bahagia? Seakan tidak pernah ada masalah di dalam kehidupan rumah tangga mereka. Menyebalkan sekali!" rutuk Amora yang tidak terlalu jauh dari Farel dan Siska berdiri.


Wajah Amora saat ini berbeda jadi tidak ada yang mengenalinya. Andreas yang datang mendampingi istrinya untuk datang ke gala peluncuran film terbaru yang dibintangi oleh Amora.


" Selamat ya, film Anda benar-benar sangat bagus dan Anda sangat mahir dalam berakting." tiba-tiba saja seseorang menghampiri Amora yang sejak tadi terus memperhatikan Siska dan Farel dari kejauhan.


'Abian? Ya Tuhan! Apa yang dia lakukan di sini? Semoga saja dia tidak mengenaliku. Aku harus berusaha untuk menutupi suaraku agar dia tidak mengenali.' Amora berusaha untuk menghindari Abian. Dia memanggil Andreas untuk menanganinya.


Bagaimanapun Abian pasti bisa mengenal suaranya. Walaupun dia berusaha keras untuk menutupinya. Karena Abian pernah menjadi suaminya walaupun hanya beberapa bulan saja. Tapi Abian cukup mengenali Amora.


Andreas yang tadi sedang berbicara dengan kenalannya langsung mendekati Amora. Andreas mengenal siapa itu Abian yang pernah menjadi suami dari istrinya.


" Maaf! Ada yang bisa saya bantu?" tanya Andreas ketika dia sudah berhadapan dengan Abian yang sontak terkejut melihat kedatangannya.


Farel dan Siska hanya menatap keributan yang mereka timbulkan, tapi tidak peduli dengan mereka semua.


" Ada apa itu sayang?" tanya Siska pada Farel.


Farel hanya melirik sekilas kepada mereka. Terlihat bahwa Farel bersikap begitu acuh dengan sekitarnya. Di mata Farel saat ini hanya Siska yang penting dan dia tidak mau ambil pusing dengan segala keributan yang terjadi di sekitarnya.


Abian terlihat tidak suka dengan Andreas yang menghalanginya untuk berbicara dengan Amora. Sementara itu Meri yang baru saja kembali dari toilet mengerutkan keningnya melihat suaminya yang saat ini sang ribut dengan tamu lainnya.


" Ada apa ini?" tanya Mery merasa heran melihat suaminya yang sepertinya marah.


Melihat kedatangan Merry, Abian pun langsung meninggalkan mereka bertindak tanpa mengatakan apapun.


Merry meminta maaf kepada Andreas dan Amora karena suaminya tadi yang terlalu temperamental sehingga sudah merusak suasana pesta yang di laksanakan oleh perusahaannya sebagai sponsor utama film yang di bintangi oleh Amora.


Setelah kepergian Abian, Amora juga meninggalkan pesta. Karena dia sudah gemetar dan ketakutan.


Andreas hanya mengikuti istrinya kemanapun dia pergi.


Ya!! Walaupun Amora sekarang sudah berbeda wajah dan membuang identitasnya sebagai Amora. Tetapi dia tetap takut saat melihat tatapan mata Abian yang begitu tajam menusuk jantungnya.


" Kita pulang saja. Aku takut kalau laki-laki tadi kembali mendatangiku." ucap Amora memberikan perintah kepada Andreas.


Andreas hanya bisa menghela nafas dan mengikuti semua yang diinginkan oleh Amora tanpa banyak tanya ataupun protes.


Andreas juga merasa tidak melihat Amora yang gemetar ketakutan seperti itu setelah bertemu dengan Abian.


" Aku akan mengantarkanmu dulu ke apartemen kita. Setelah itu aku harus kembali lagi ke pesta itu. Bagaimanapun pesta itu diadakan untuk merayakan kesuksesan film yang kau bintangi. Rasanya tidak sopan kalau di antara kita berdua tidak ada yang hadir di pesta itu sampai selesai. Nanti aku akan mengatakan kepada produser kalau kau sedang sakit." Amora hanya diam saja dan lebih memilih memejamkan matanya daripada menggubris apa yang dikatakan oleh Andreas.


Saat ini di kepala Amora hanya ingin tidur dan melupakan apa yang terjadi di pesta tersebut.


' Aku harus segera kembali ke Australia. Aku tidak bisa membiarkan Abian menemukan keberadaanku di sini. Dia bisa membunuhku tanpa ampun kalau mengetahui Aku ada di sini. Ya Tuhan! Siapakah b******* itu yang sudah membebaskan Abian dari penjara? Sungguh berani mati!' bathin Amora yang merasa gemas luar biasa.


Setelah sampai di apartemennya, Amora langsung masuk ke dalam kamar dan tidur sementara Andreas kembali ke pesta.


Andreas bertemu kembali dengan Mery selaku produser dari film yang dibintangi oleh Amora sang istri sekaligus bintangnya karena status Andreas di luar adalah sebagai asisten dan juga manajer artisnya.


Tidak banyak yang mengetahui kalau Andreas adalah suami Amora kecuali orang-orang terdekat mereka.


Putri mereka ditinggalkan di Australia bersama dengan kedua orang tua Andreas di desa. Itu karena Amora yang tidak mau karirnya terganggu gara-gara seorang anak yang hadir di dalam hidup.


Awalnya Andreas menolak tetapi kemarahan Amora selalu bisa membuatnya mengikuti apapun yang diinginkan oleh sang istri.


Sampai saat ini Andreas masih belum bisa menaklukkan hati Amora 100%. Karena Amora masih memikirkan tentang Farel hingga saat ini.


Kesabaran dan ketelatenan Andreas dalam menghadapi tabiat buruk Amora memang patut diberikan empat jempol.


Tidak banyak orang yang bisa menghadapi amarah kalau dia sudah mengamuk dan marah kalau sudah berurusan tentang rencananya untuk memisahkan Farel dan Siska yang menemui kegagalan.


Seandainya Amora tahu bahwa semua itu selalu digagalkan oleh Andreas, dia pasti akan mengamuk besar kepada suaminya sendiri.


Sama seperti saat Amora yang menolong akan tetapi menahan Farel dan Siska di rumah sakit tanpa memberitahukan pihak keluarganya dalam waktu yang lama.


Kalau bukan Andreas yang menelpon polisi dan mengabarkan tentang keberadaan mereka di rumah sakit itu, pasti sampai saat ini Siska dan Farel masih berada di dalam kekuasaan Amora yang sangat terobsesi kepada Farel sejak lama.


Kalau Farel dan Siska tahu ada Andreas yang selalu menjadi guardian angel mereka berdua dari rencana jahat Amora, mereka berdua pasti sangat berterima kasih kepada laki-laki itu karena sudah mempertaruhkan segalanya untuk bisa menolong mereka dan selalu menggagalkan usaha Amora untuk menyakiti mereka berdua.


" Andreas ke mana artismu? Kenapa masih jam segini dia sudah pulang?" tanya Mery sambil mengerutkan keningnya ketika melihat Andreas yang kembali sendirian saja tanpa Amora bersamanya.