Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
217. Mencari Amora


Keesokan paginya Andreas tampak begitu kusut wajahnya. Karena dia tidur dalam keadaan lelah dan juga lapar.


" Sayang, apakah aku boleh minta minum? Aku haus sekali!" Andreas tampak memicingkan matanya karena merasa selow dengan sinar matahari yang masuk dari sela-sela jendela kamarnya.


" Sayang, kau belum bangun atau sudah bangun?" tanya Andreas yang merasakan Kepalanya pusing sekali.


Karena merasa haus sekali, Andreas kemudian bangun secara perlahan dan mencari minuman yang biasanya ada di atas nakas yang ada di samping ranjangnya.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Andreas pun kemudian meletakkan kembali gelas yang tadi dia gunakan untuk minum kembali di sana. Mata Andreas tertuju ke sebuah kertas kecil yang tadi ada di bawah gelas yang dia gunakan.


" Apa ini?" tanya Andreas yang belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.


Andreas menepuk wajahnya berusaha untuk bisa sadar 100% dari rasa kantuk dan pusing di kepalanya agar bisa hilang sejenak. Karena sejujurnya saat ini Andreas benar-benar sangat penasaran dengan kertas kecil itu.


Andreas menarik nafas panjang. Kemudian dia mengambil kembali Kertas yang tadi ada di atas nakas yang tadi malam ditinggalkan oleh Amora di sana untuk dirinya.


Secara perlahan Andreas membaca semua yang ditulis oleh Amora. " Ya Tuhan! Apa yang kau lakukan sayang?" Andreas auto melotot membaca semua yang tertulis di dalam kertas kecil itu.


Andreas sontak menuju ke parkiran mencari mobil yang biasa digunakan oleh Amora. " Tidak ada?" Andreas seketika lemas tubuhnya setelah menyadari bahwa Amora benar-benar sudah pergi dari hidupnya sesuai dengan apa yang tertulis di dalam kertas.


" Ya Tuhan! Apa yang sudah kau lakukan Andreas? Sehingga Amora meninggalkanmu seperti ini? Dasar bodoh! Apa yang sudah kau lakukan selama ini? Sehingga membuat istrimu meninggalkanmu? Ya Tuhan!! Amora!! Kenapa kau begitu tega meninggalkan aku?" Andreas sampai melorot tubuhnya ke lantai di sebelah mobil yang biasa digunakan.


Biasanya di sebuah mobil itu, mobil milik Amora terparkir cantik di sana. Tapi sekarang tidak ada apa-apa di sana.


" Amora! Ke mana kamu sayang? Kenapa kamu meninggalkan aku?" Andreas berusaha sekuat tenaga untuk bangkit agar bisa sampai ke apartemennya kembali.


Andreas ingin menghubungi Amora dengan menggunakan ponselnya. Dengan langkah tertatih dan juga berusaha keras Andreas Akhirnya sampai juga di unit apartemen yang sudah diberikan oleh Amora untuknya Sesuai dengan surat kecil yang ditinggalkan olehnya.


Seperti orang linglung Andreas mencari ponsel yang dia lupa ditaruh di mana tadi malam. " Ya Tuhan dimana ponsel sialan itu? Kenapa saat dibutuhkan dia malah pergi dan menghilang?" Andreas terus menggerutu sendiri sambil mencari ponselnya yang masih belum juga dia temukan.


Setelah berusaha sekitar 1 jam lamanya, mencari keberadaan sang ponsel yang ternyata ada di bawah meja. Rupanya tadi malam saat Andreas merasa pusing kepalanya tanpa sengaja kalau misalnya itu jatuh dari takut celananya ke bawah meja.


Setelah menemukan ponselnya Andreas langsung menghubungi kamu orang akan tetapi nomor teleponnya ternyata sudah tidak aktif lagi. Andreas ingat kalau dirinya pernah memasang GPS di ponsel sang istri untuk bisa selalu melacak keberadaannya.


Ketika mendapatkan lokasi terakhir keberadaan ponselnya Amora, Andreas pun segera meluncur ke sana untuk menemukan keberadaan Amora.


Akan tetapi ketika Andreas sampai di konter di mana Amora menjual ponselnya tadi malam, saat hendak keluar dari kota Jakarta. Andreas merasa sangat kecewa karena tidak menemukan Amora di sana.


" Ke mana pemilik ponsel ini?" tanya Andreas kepada pemilik konter sambil menunjuk ponsel milik Amora yang terpajang di sana.


" Tadi malam wanita pemilik ponsel ini telah menjualnya pada saya. Ada apa memangnya? Apakah dia telah mencuri ponsel Anda?" tanya pemilik konter tersebut kepada Andreas.


Setelah membayar ponsel itu sesuai dengan yang dibeli oleh sang pemilik konter saat dia membelinya dari Amora, Andreas kemudian meninggalkan tempat itu.


Hati Andreas benar-benar sakit sekali ketika melihat isi ponsel istrinya yang hanya berisi foto-foto Farel yang dicuri secara diam-diam oleh Amora.


" Apakah begitu dalamnya cintamu kepada laki-laki itu? seorang laki-laki tidak pernah menghargai cintamu." Andreas terlihat begitu sedih dan juga gemes melihat isi ponsel milik istrinya.


Saat Amora menjualnya kepada pemilik konter itu, memang sudah malam sekali saat dirinya sedang bersiap untuk menutup tokonya dan dia memang belum sempat untuk menghapus semua file-file yang ada di dalamnya. Jadi Andreas saat ini masih mendapatkan semua file dan foto-foto serrta video milik Amora yang ada di dalam ponsel itu.


Sepanjang jalan mencari keberadaan Amora, di saat beristirahat, Andreas pasti melihat isi ponsel milik Amora.


Andreas bahkan membaca semua pesan-pesan yang ada di dalam ponsel tersebut.


Semua hal yang selama ini ingin diketahui oleh Andreas terjawab di dalam ponselnya milik Amora. " Untung saja pemilik konter itu belum membuka ponsel ini. Kalau tidak, semua rahasia Amora selama ini pasti bisa terbongkar ke publik dan itu benar-benar sangat berbahaya untuk karier Amora kalau suatu saat dia ingin kembali ke dunia hiburan." begitu besar cinta Andreas kepada Amora.


Bahkan ketika dia melihat semua rahasia istrinya di dalam ponselnya. Andreas masih memikirkan kebaikan untuk Amora.


Andreas tidak mau hidup Amora hancur karena rahasia yang ada di dalam ponsel itu terbongkar kepada siapapun Oleh karena itu Andreas memutuskan untuk menyimpan ponsel itu di dalam brankas pribadi yang ada di apartemennya.


Setelah seharian berkeliling kota dan mencari keberadaan Amora, akan tetapi tidak juga ditemukan jejak ataupun keberadaannya akhirnya Andreas pun menyerah dan memilih untuk melaporkannya ke kantor polisi.


Akan tetapi saat dia sudah berada di kantor polisi. Andreas merasa bingung untuk menyerahkan identitas Amora sebagai apa.


Andreas terlihat bengong di depan petugas polisi saat dimintai identitas sang istri.


" Maafkan saya pak. Saya akan berusaha untuk mencarinya dulu. Permisi!" Andreas pun akhirnya memilih untuk meninggalkan kantor polisi dan kembali pulang ke apartemennya.


Andreas menghela nafas dengan berat.


" Ya Tuhan Apa yang harus kulakukan untuk mencari keberadaan Amora? Kalau aku menyerahkan kasus ini ke polisi, polisi pasti akan mengetahui identitas aslinya dan itu benar-benar sangat berbahaya untuknya." Andreas terlihat begitu frustasi ketika memikirkan nasib Amora yang benar-benar malang.


Andreas merasa benar-benar tidak berguna. Karena di saat istrinya menghilang dia tidak bisa melakukan apapun untuk mencarinya. Karena Andreas benar-benar merasa takut kalau sampai Amora akan terkena masalah kalau sampai dia melaporkan bilangnya sang istri kantor polisi.


Farel dan Abian yang saat ini sedang mencari mereka pasti akan dapat melacak keberadaan Amora saat ini dan Andreas tidak mau kalau sampai hal itu terjadi kepada istrinya.


Andreas tidaklah kalau sampai Amora mendapatkan masalah gara-gara dirinya yang ceroboh.


" Baiklah aku akan mencari detektif untuk menemukan keberadaan Amora. Aku rasa saat ini hanya itulah yang bisa kulakukan untuk menemukan keberadaan istriku." Andreas kemudian menghubungi salah satu detektif kepercayaannya. Andreas meminta tolong kepadanya untuk mencari Amora yang menghilang.