Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
9. Menyelidiki


" Pesan dari Kakek apaan, Om?" tanya Siska penasaran sekali dengan pesan apa yang akan disampaikan oleh Steven kepadanya dari sang kakek.


" Besok CEO dari Handoyo group akan mengunjungi Perusahaan kita. Kakek meminta agar kau bisa hadir di perusahaan mengingat posisimu sekarang adalah CEO baru dari Prayoga Group!" ucap Steven sambil tersenyum kepada Siska.


" What?" tanya Siska merasa terkejut.


" Kenapa?" tanya Steven heran dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Siska.


" Tidak apa-apa paman. Apakah Paman juga akan hadir di acara itu?" tanya Siska kepada Paman kesayangannya.


" Ya sudah kamu istirahat sana Paman pergi dulu ya!" ucap Steven sambil mengelus lembut kepala Siska.


Siska hanya menganggukkan kepala saja dengan ucapan paman kecilnya. Setelah kepergian Steven, Siska pun kemudian memutuskan untuk tidur siang saja. Karena dia sudah mengantuk.


Siska sudah selesai melaksanakan ujian nasionalnya Hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan Oleh karena itu dia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah dan bersiap untuk ke kantor sebagai CEO baru dari perusahaan milik ayahnya yang sudah meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang fatal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di ruangan kerja Farel, Farel tampak sibuk berselancar di dunia maya memeriksa akun sosmed milik Siska Prayoga yang membuat dia merasa penasaran.



" Ya ampun! Dia sangat lucu sekali dan senyumnya sangat manis!" puji Farel ketika dia melihat postingan Siska di Instagramnya.


" Tampaknya dia adalah tipe orang yang hidup dengan sesuka hatinya. Dia terlihat tidak pernah memikirkan masalah dalam hidupnya. Senyumnya begitu lepas. Aku suka tipe-tipe wanita setia!" Ucap Farel sambil terus memperhatikan foto-foto pemilik Siska.



( Ini ceritanya Farel sedang memeriksa instagram milik Siska ya reader.. kepo ceritanya dengan calon istri dia. Wkwkwk 😂)


" Ya ampun! Sungguh gadis yang konyol! Tapi aku sangat suka gaya dia yang terkesan apa adanya!" Ucap Farel terus memuji Semua foto-foto yang dia lihat di Instagram milik Siska Prayogo.


" Pesan apa ya yang akan kusampaikan buat dia?" Farel terus berpikir dan berusaha untuk membuat sebuah pesan untuk Siska.


Saat Farel sedang sibuk mengetik pesan perkenalan untuk Siska, tiba-tiba saja asistennya masuk ke dalam ruangannya.


" Ada apa?" karena merasa takut diketahui oleh asistennya kalau saat ini dia sedang mengintip Instagram milik Siska walaupun kemudian langsung menutup aplikasi tersebut dan bersikap cool di hadapan sang asisten kepercayaan dia.


" Maafkan saya Tuan. Kita harus segera pergi ke kantor karena sebentar lagi akan ada rapat direksi dan juga para pemegang saham. Kita akan berdiskusi tentang kunjungan anda ke perusahaan Prayoga group besok." ucap sang asisten dengan suara lembut.


' Dia tidak boleh tahu kalau tujuanku datang ke perusahaan itu hanya untuk bertemu langsung dengan Siska karena aku sangat Penasaran sekali dengan gadis itu!'ucap Farel di dalam hatinya sambil melirik ke arah asistennya yang tampak biasa saja ketika menatapnya.


" Sudahlah! Kau Pergilah ke kantor dan wakili aku. Karena aku malas untuk bertemu dengan mereka yang hanya otaknya isinya uang saja!" Ucap Farel memberikan perintah kepada asistennya.


" Maafkan saya tuan muda! Akan tetapi Tuan besar juga ada di sana dan dia sudah mau bantu-bantu kepada saya agar anda hadir di rapat itu!" ucap sang asisten menyampaikan pesan dari ayahnya Farel.


" Huh! Selalu saja tua bangka itu suka sekali memaksakan kehendaknya padaku. Dia itu sedang menunjukkan eksistensinya sebagai pemilik dari Handoyo Group!" ucap Farel merasa kesal kepada ayahnya sendiri.


" Tuan besar melakukan itu karena ada hal yang sangat penting yang ingin disampaikan kepada anda dan juga pada dewan direksi yang lainnya!" ucap sama asisten dengan nada datar dan terkesan menyebalkan bagi Farel.


" Sudah kau pergi sana! Aku akan mandi dulu sebelum berangkat ke kantor! Dasar tua bangka yang menyebalkan! Padahal niatnya aku hari ini ingin mengambil cuti dan bersantai di rumah saja. Hobi sekali dia mengganggu kehidupanku. Padahal aku sudah meninggalkan kediaman utama karena aku menginginkan kebebasan pribadiku. Tapi tetap saja dia seperti hantu yang selalu menguasai kehidupanku!" ucap Farel merasa kesal kepada ayahnya sendiri.


" Tuan Muda! Tolong cepatlah karena rapat saat ini sedang menunggu kehadiran anda!" ucap sang asisten dari balik pintu kamar Farel.


" Ya bawel!" teriak Farel merasa kesal.


Dengan langkah berat dan terpaksa. Pada akhirnya Farel memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan menyelesaikan acara bersih-bersihnya secara instan dan kilat. Karena bagaimanapun juga dia tidak mau mendapatkan omelan dari Ayahnya di hadapan para dewan direksi dan juga pemegang saham.


Setelah selesai bersiap-siap Farel pun kemudian menuju ke meja makan untuk menyantap sarapan paginya yang sebenarnya lebih tepat dengan sebutan makan siang karena sudah terlambat untuk sebuah sarapan.


Farel yang sebenarnya berniat ingin berlibur akhirnya dengan langkah terpaksa harus pergi ke kantor demi menuruti undangan sang ayah yang tiba-tiba saja mengadakan rapat dewan direksi di perusahaan yang sekarang dipimpin.


Asisten Farel tampak begitu sabar menunggu dirinya menyelesaikan sarapan yang terbilang simple dan tidak merepotkan.


Setelah selesai dengan sarapannya. Farel kemudian mengikuti sang asisten untuk pergi ke perusahaan Handoyo Group yang sudah lebih dari 10 tahun dipimpin. menggantikan sang ayah yang sudah pensiun dan lebih memilih menjadi Pimpinan para dewan komisaris di perusahaannya.


" Kau sudah memeriksa agenda apa saja yang akan dibicarakan di rapat itu?" tanya Farel ketika mereka sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk meluncur ke perusahaan.


" Maafkan saya tuan agenda itu hanya Tuan besar yang mengetahuinya karena dia pun tidak memberitahukan agenda rapatnya kepada saya. Kita akan mengetahui hal itu ketika sudah berada di ruang rapat!" ucap sang asisten sambil fokus menyetir.


' Wah apa yah yang akan dilakukan oleh Tuan Farel kalau dia mengetahui Tuhan besar sedang mempersiapkan perjodohannya dengan Siska Prayoga. Putri dari pesaing perusahaan kami yang sudah meninggal. Tuan besar merencanakan untuk bisa menguasai perusahaan itu secara keseluruhan dengan cara menikahkan mereka berdua. Diharapkan dengan adanya pernikahan bisnis ini, maka akan membuat perusahaan itu menjadi milik Handoyo Group. Tuhan besar sedang merencanakan untuk mengakuisi perusahaan itu setelah acara pernikahan mereka berdua!' batin sang asisten sambil terus menyetir menuju perusahaan.


" Cepatlah kau katakan apa yang kau ketahui sebelum aku memecatmu dan menggantikan dengan orang lain! Jangan Kau pikir aku ini orang bodoh yang tidak tahu kalau kau adalah mata-mata yang dikirimkan oleh tua bangka itu untuk selalu mengawasi kegiatanku." ucap Farel dengan sinis.


" Maafkan saya tuan muda saya bukanlah seorang mata-mata saya hanyalah seorang pekerja yang diperintahkan oleh Tuhan besar untuk menjaga anda dan memastikan semua kebutuhan anda tercukupi. Karena anda yang memilih untuk tinggal di luar kediaman utama sehingga Tuan besar dan Nyonya besar tidak bisa memperhatikan Anda secara full time!" ucapnya mencoba untuk membela diri.


" Cih, Emang apa bedanya dengan mata-mata sih? Bukankah kau selalu melaporkan semua hal yang kulakukan kepada tua bangka itu? Dasar menyebalkan kau itu!" ucap Farel sambil melipat kedua tangannya di dada kemudian dia memilih untuk memajamkan matanya daripada harus berdebat dengan sang asisten yang dia tahu adalah utusan dari ayahnya untuk selalu mengawasi kegiatan hariannya di perusahaan maupun di kediaman pribadinya.