Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
213. Usaha


Adrian dan Andini yang saat ini sedang melakukan bulan madu ke Jepang. Sementara Rossa dan Steven lebih memilih pergi ke Korea untuk bulan madu mereka.


Kedua pasangan itu terlihat begitu berbahagia dengan pernikahan mereka.


Tidak terasa mereka sudah satu minggu berada di luar negeri menjalani bulan madu mereka yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Sekarang sudah saatnya untuk mereka kembali ke Indonesia.


Mereka sekarang sedang dijemput oleh Siska dan Farel di bandara. Karena mereka memaksa untuk pulang dengan menggunakan pesawat komersial.


Karena itu adalah bulan madu mereka tidak ada yang bisa memaksakan apapun yang ingin mereka lakukan termasuk kedua orang tua Rossa yang terkenal galak sekali pun.


Keluarga Mereka terlihat begitu bahagia saat menjemput kedua pasangan itu yang datang bersamaan dari pintu kedatangan yang berbeda.


Adrian menggenggam telapak tangan Andini dengan begitu erat seakan takut kehilangan istrinya. Begitu pula dengan Stefan yang tidak ingin melepaskan Rosa.


Dedi dan Susan benar-benar merasa bahagia melihat benar kebahagiaan di wajah putrinya saat keluar dari bandara dan menemui mereka yang akan menjemputnya.


" Kelihatannya bulan madu kalian berhasil!" ucap Siska sambil tersenyum kepada kedua paman tampannya yang terlihat begitu berbahagia wajahnya.


" Bukankah kalian berdua juga sama-sama berbulan madu seperti kami? Aku dengar semua ceritanya dari Aaron kalau kalian berdua meninggalkannya di dalam rumah hanya bersama pembantu dan sopir untuk tinggal di hotel. Ckckckc! Tidak mau kalah bersaing rupanya dengan kami yang pengantin baru!" Ucap Steven sambil tertawanya menggoda Farel dan Siska yang hanya bisa tersipu mendengar ucapannya.


" Sudah ayo kita pulang. Kalian pasti sangat lelah kan? Setelah perjalanan yang begitu jauh." Tanya Dedi memisahkan perdebatan mereka berdua.


Mereka pun kemudian mengikuti Dedi untuk pulang ke rumah.


" Rossa selama satu bulan ke depan, kalian tinggallah bersama kami di mansion Mandalika. Setelah itu baru Kalian akan pindah ke rumah yang sudah disiapkan oleh papa dan mama sebagai hadiah pernikahan kalian." Rosa Mandalika dan Stevan saling menatap satu sama lain.


Steven terlihat menjalankan kepalanya kepada Rossa.


" Tapi Mas Stefan sudah membeli apartemen yang akan kami tempati. Bagaimana ini Pah?" tanya Rosa yang terlihat kebingungan.


Steven menghela nafas berat. "Sementara kita akan tinggal di Apartemen kita. Nanti kalau kita sudah punya anak, baru kita akan pindah ke rumah yang diberikan oleh Papa dan Mama. Karena ketika kita sudah punya anak apartemen rasanya masih tidak akan cukup untuk aktivitas mereka bermain." Steven akhirnya memutuskan hal demikian untuk membuat semuanya tidak merasa tersinggung atau merasa tidak dihargai.


Dedi dan Susan terlihat puas dengan keputusan yang diambil oleh Steven.


" Baiklah Lakukanlah apa yang kalian inginkan saat ini. Kalian berdua memang masih dalam tahap bulan madu dan kalian nikmatilah kebersamaan kalian di apartemennya. Semoga tahun depan mansion yang sudah kami persiapkan akan semakin sempurna. Sementara menunggu kalian punya anak Papa dan Mama akan terus merenovasi mansion itu agar menjadi tempat favorit dan juga impian kalian." ucap Dedi sambil tersenyum kepada Susan.


Sementara itu Adrian dan Andini yang berada di dalam mobil Farel dan Siska, mereka diantarkan ke kediaman Prayoga di mana Anto dan Andi sudah berada di sana menunggu mereka.


Sesuai dengan instruksi dari Adrian kepada Siska dan Farel. Untuk memindahkan mereka berdua ke Mansion Prayoga.


Hal itu dilakukan oleh Adrian untuk membuat istrinya tidak selalu khawatir dengan kedua adiknya yang hidup terpisah dengannya.


Andini cukup terkejut ketika melihat Andi dan Anto yang menyambut kedatangannya di depan pintu Mansion Prayoga.


" Anto dan Andi?! Kok bisa ada di sini?" tanya Andini merasa heran karena dia tidak ada mendapatkan pemberitahuan apapun dari Adrian ataupun kedua adiknya selama berada di luar negeri.


" Aku yang sudah meminta tolong kepada Siska dan Farel untuk membawa mereka ke sini agar tinggal bersama kita. Apa kau marah sayang? Aku hanya merasa khawatir kalau kamu menjadi tidak tenang meninggalkan mereka berdua di apartemen kecil itu." Adrian mencoba untuk menjelaskan kepada istrinya agar tidak terjadi salah paham di antara mereka berdua.


Tetapi yang terjadi Andini malah memeluk Adrian sambil menangis tersedu.


" Terimakasih sayang. Karena kamu sudah mengerti kekhawatiran di hatiku tentang kedua adikku." Andini bahkan memberikan hadiah ciuman mesra di bibir Adrian yang sontak membuat Siska dan Steven tersipu dan ikut merasakan kebahagiaan mereka.


Mereka bisa melihat berapa banyak cinta yang dimiliki oleh Adrian dan Andini terhadap satu sama lain.


" Baiklah Paman selamat beristirahat kami berdua kembali ke mansion Handoyo. Andi dan Anto, kami permisi dulu ya?" Siska kemudian berpamitan kepada pengantin baru yang sedang berbahagia.


Setelah kepergian Siska dan Farel, terlihat Adrian dan Andini masuk ke dalam kamar utama yang sudah disiapkan oleh Siska dan Farel dengan nuansa romantis untuk menyambut pengantin baru saat masuk di dalam kediaman Prayoga untuk pertama kalinya.


Ada kelopak bunga mawar merah yang berbentuk hati di atas ranjang dan sebuah surat yang ditinggalkan oleh Siska untuk pamannya.


" Terimalah hadiah kecil dari kami berdua untuk Pamanku yang tercinta. Semoga pernikahan kalian akan selalu bahagia dan segera diberikan momongan untuk menyempurnakan kebahagiaan kalian!" Adrian memeluk pinggang Andini dari belakang saat istrinya membaca surat kecil yang ditinggalkan oleh Siska di atas ranjang mereka.


" Sweet banget! Ya ampun tidak kusangka kalau Nyonya Siska begitu perhatian dengan kita." Ucap Andini dengan suara yang bergetar karena rasa haru yang luar biasa.


" Sayangku! Jangan panggil Siska Nyonya lagi. Sekarang dia adalah keponakanmu. Siska sekarang yang akan memanggilmu bibi karena kau adalah istriku!" ucap Adrian sambil mengendus leher Andini yang membuat pemiliknya kegelian gara-gara perbuatan usilnya itu.


" Ih kau suka sekali melakukan ini. Geli tahu!!" protes Andini sambil berusaha mendorong tubuh Adrian dari dekatnya.


Tapi Adrian benar-benar tidak mau mengalah lagi kepada istrinya kalau sudah bicara dengan hal seperti itu. Adrian akan terus mengejar Andini sebelum mendapatkan apa yang dia mau.


Akhirnya Andini pun pasrah dengan keinginan suaminya ke atas tubuhnya. Walaupun sebenarnya dirinya masih sangat lelah setelah melakukan perjalanan yang begitu panjang dalam pesawat.


Adrian yang selama ini menjaga dirinya dari hal-hal yang haram setelah mendapatkan istri yang halal untuknya benar-benar tidak pernah membiarkan istrinya Istirahat di tengah malam. " Kita termasuk surat terlambat untuk menikah jadi tidak boleh menghabiskan waktu sia-sia. Kita harus rajin produksi setiap malam Agar segera launcing Adrian Junior." Andini sampai terbahak mendengarkan omong kosong diucapkan suaminya kalau sudah minta jatah padanya.


" Ih, produksi segala! Kau kira aku pabrik, hmm?" tanya Andini sambil mencubit hidung suaminya yang bangir yang saat ini sedang memeluk tubuhnya setelah aktivitas mereka yang melelahkan.


Adrian hanya tersenyum manis mendengarkan apa yang dikatakan istrinya.


" Sayang, hubungan suami istri adalah ibadah yang paling nikmat yang dihalalkan oleh Allah ke atas pasangan kita. Penyempurna agama oleh karena itu agama mengatur kepada setiap hamba yang sudah memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menikah agar segera di segerakan bukannya di tunda-tunda. Karena akan selalu ada kebaikan di dalam pernikahan. Tetapi akan ada banyak fitnah dan juga mudharat dalam berpacaran." Adrian mengatakan semua yang dia ketahui kepada Andini yang langsung mengangguk setuju dengan semua yang dia katakan.


" Ya, kadang ketika sudah memutuskan untuk menikah pun setan masih mengganggu kita dengan keragu-raguan dan juga ketakutan. Begitulah cara setan menggoda iman seseorang yang ingin menyempurnakan agama mereka dengan melakukan pernikahan yang suci. Sehingga akhirnya mereka terjerumus dalam kesesatan yang nyata dengan zina mata, zina hati dan zina tubuh. Naudzubillahimindzalik. Semoga keturunan kita akan selalu dilindungi Allah dari perbuatan semacam itu!" doa Andini saat itu.


" Mari kita tidur sayang. Karena besok kita sudah harus mulai kembali bekerja. Kita sudah terlalu lama berlibur. kasihan Siska yang di kantor hanya sendirian harus menghandle semua pekerjaan selama kita mempersiapkan pernikahan, menikah dan berbulan madu." Andini mengikuti apa yang dikatakan oleh Adrian.


***


Siska yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya terlihat Sedang membereskan pakaian yang baru saja selesai dicuci oleh pembantu mereka.


" Sayang, apa ini?" tanya Siska ketika melihat sebuah lipstik yang tercetak di kemeja suaminya yang masih menempel di sana padahal sudah dicuci oleh pembantu mereka.


Farel terlihat mengerutkan keningnya melihat sesuatu yang ditunjukkan oleh Siska.


" Aku tidak tahu Sayang. Kenapa ini ada di sini? Baju siapa ini? Aku tidak merasa memiliki kemeja ini." ucap Farel yang tanpa kebingungan melihat kemeja yang ada di tangan Siska.


" Ini adalah pakaian yang kita bawa dari hotel. Aku juga ingat kalau kita tidak membawa pakaian ini ke hotel saat kita menginap di sana selama seminggu. Tapi kenapa ini ada di sini?" tanya Siska benar-benar merasa heran melihat kemeja asing yang ada di kamar mereka.


Farel terlihat berpikir dan mengingat sesuatu.


" Nanti aku akan meminta asistenku untuk meminta CCTV yang berada di depan kamar kita. Jadi kita akan tahu siapa yang sudah masuk ke kamar kita dan telah lancang memasukkan kemeja itu ke dalam Pakaian kotor kita. Aku yakin sayang. Orang ini pasti sedang berencana untuk memisahkan kita berdua dan membuat kita menjadi salah paham dengan satu sama lain." ucap Farel dengan tetap tenang dan bersikap waspada.


Semenjak Farel memiliki begitu banyak musuh. Farel selalu mewanti-wanti kepada dirinya untuk bersikap tidak ceroboh ataupun sembarangan dalam bertindak.


Semua hal harus ada bukti yang jelas di depan matanya dan tidak meragukan sesuatu yang dia yakini sebuah kebenaran yang nyata di depan matanya. Farel percaya bahwa Siska adalah istri yang setia dan dirinya pun selalu setia kepada sang istri.


Dengan adanya kemeja asing di dalam tumpukan pakaian mereka. Sepertinya orang tersebut sedang menabur benih keraguan di hati Siska maupun Farel akan pemilik kemeja itu yang sesungguhnya.


" Aku akan menyelidiki tentang kemeja ini sampai tuntas sehingga kita tahu siapa musuh yang sedang berusaha untuk menyakiti perasaan kita berdua!" ucap Farel sambil memeluk tubuh istrinya.


Siska hanya mengganggu dan menyetujui semua yang dikatakan suaminya. karena dia yakin bahwa suaminya tidak mungkin berselingkuh di luar sana.