Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
49. Amora Memang Nekat Luar Biasa


Walaupun baru keluar dari rumah sakit, tetapi Amora tetap memiliki semangat yang membara untuk bisa mengejar Farel di manapun pemuda itu berada.


" Aku tidak akan pernah melepaskanmu Farel! Aku tidak rela kalau sampai perempuan itu memilikimu karena hanya aku yang boleh bersama denganmu!" ucap Amora dengan mata berkilat menunjukan amarah di hatinya.


Amora sudah mengerahkan beberapa detektif di Amerika untuk mencari keberadaan Siska dan juga Farel. Saat ini Siska sedang mengepalkan kedua tangannya ketika dia melihat foto yang dikirimkan oleh detektif suruhannya.


" Dasar brengsek! Kenapa perempuan itu tidak terpengaruh sama sekali setelah aku memberikan begitu banyak pukulan telak untuknya? Rupanya dia belum menyerah juga untuk mendapatkan Farel!" Siska membanting barang-barang yang ada di dalam ruangan itu untuk melampiaskan kemarahan di hatinya.


Amora kemudian menghubungi detektif yang tadi mengirimkan foto Farel dan Siska sedang berpelukan di sebuah pantai.


" Cepat kirimkan alamat mereka berdua kepadaku sekarang! Karena aku akan segera ke sana!" ucapan murah dengan amarahnya.


Setelah dia mendapatkan alamat dari detektifnya. Amora langsung meluncur meninggalkan apartemen miliknya yang berada di California.


" Aku pasti akan berhasil memisahkan kalian berdua. Tidak akan kubiarkan laki-laki yang kucintai dimiliki oleh perempuan lain!" ucap Amora kesal sekali.


Amora mengendarai mobilnya dengan sangat kencang. Karena dia ingin segera bertemu dengan Farel. Hatinya sudah sangat rindu dan juga dia merasa cemburu karena berpikir bahwa saat ini Siska dan Farel pasti sedang bermesraan berdua di pantai yang sangat indah dan romantis.


Pantai California memang terkenal sangat indah dan sangat menenangkan untuk pertemuan sepasang kekasih yang saling mencintai. Venice beach memang terkenal dengan keindahan pantai nya dan sering di kunjungi banyak pelancong dari berbagai pengurus wilayah California maupun negara lain sebagai detinasy wisata.


Begitu sampai di Pantai, Amora langsung mencari keberadaan Siska dan Farel sesuai dengan foto-foto yang dikirimkan oleh detektif yang dia sewa.


" Untung aku bisa menemukan mereka. Aku harus segera memisahkan mereka berdua. Jangan sampai mereka berbaikan lagi, setelah susah payah aku memberikan therali shock kepada Siska waktu itu. Benar-benar bebal sekali wanita itu! Tidak aku sangka, dia masih mau menemui Farel setelah apa yang kau lakukan kepadanya!" ucap Amora kesal.


Dengan penuh amarah Amora langsung mendekati Farel dan Siska yang saat ini sudah menikmati makan siang mereka di pinggir pantai.


" Bagus ya Farel! Sayang! Aku mencarimu ke mana-mana. Ternyata kau di sini sedang bersama dengan wanita gatal ini? Kamu jahat sekali sih sayang! Bukankah kau mengajakku untuk berliburan ke California sayang? Lalu kenapa kau malah berakhir di tempat ini bersama perempuan itu?" tanya Amora mulai berakting di hadapan Farel dan Siska.


Farel menggelengkan kepalanya, keningnya mengkerut sangat dalam. Dia benar-benar kehabisan akal untuk bisa berhadapan dengan Amora yang penuh dengan intrik dan juga strategi untuk dapat memisahkan hubungannya dengan Siska.


Farel angsung melindungi Siska karena dia takut kalau Amora akan berbuat hal negatif yang akan menyakiti Siska.


" Pergilah dari sini Amora, karena aku tidak mau bertemu denganmu lagi!" ucap Farel dengan nada baritonnya yang membuat Amora sedikit gemetar.


Walaupun Amora terkenal sebagai seorang yang nekat dan juga selalu berbuat sesuka hatinya. Tetapi dia sangat takut kepada Farel. Dia ketakutan kalau sampai Farel tidak mau bertemu dengannya lagi.


Siska hanya menatap iba kepada Amora yang sepertinya belum bisa menerima kenyataan bahwa sekarang dia tidaklah penting lagi dalam kehidupan Farel. Karena sekarang Farel telah menjadikannya sebagai orang yang penting di atas segalanya.


" Aku mohon kamu untuk pergi dan jangan pernah lagi mengganggu kehidupanku Amora! Karena aku sekarang sudah memiliki kehidupan sendiri! Dan di dalam kehidupan itu tidak ada kamu di dalamnya. Jadi, tolong sekali Amora! Terimalah kenyataan itu dan kembalilah ke Indonesia dan mulailah untuk jalanilah kehidupanmu secara normal!" Ucap Farel sambil menarik tangan Siska untuk meninggalkan tempat itu.


Akan tetapi Amora langsung berlari dan dia menarik tangan Farel dan memisahkannya dari Siska.


" Aku mohon Farel! Tolong kau tinggalkan wanita itu dan kembalilah padaku sayang! Aku berjanji aku akan menjadi kekasihmu yang baik dan aku tidak akan lagi menolak lamaranmu seperti dulu!" ucap Amora dengan berderai air mata.


Siska hanya bisa menatap Amora yang begitu menyedihkan di matanya.


" Hargailah! Ketika sesuatu itu masih menjadi milikmu dan ikhlaskanlah ketika sesuatu itu sudah tidak lagi ada di dalam genggamanmu. Karena ketika kau sudah kehilangannya, sekuat apapun kau ingin mengambilnya kembali, itu tidak akan pernah bisa Kau dapatkan kembali!" ucap Siska pelan, sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Amora yang sekarang sedang menangis di pinggir pantai setelah tangannya ditepis oleh Farel.


Farel mengikuti Siska dan langsung masuk ke dalam mobil. Amora mengejar keduanya seperti orang kesetanan sambil menangis dan menjerit memanggil nama Farel.


Suasana di pantai itu tiba-tiba menjadi ricuh gara-gara perbuatan Amora yang sudah mengundang mata untuk menyaksikan mereka.


Amora tampaknya sudah benar-benar lupa tentang statusnya sebagai seorang modern internasional dia sudah tidak memperdulikan lagi nama baik dan juga reputasinya di dunia modeling.


Amora bahkan tidak sadar bahwa sekarang banyak kamera yang sedang menyorot wajahnya dan langsung memposting semua yang dia lakukan hari ini di media sosial.


Sementara itu Siska dan Farel sudah berada di dalam mobil. Keduanya tampak terdiam satu sama lain. Semuanya tampak sibuk dengan pikiran masing-masing.


Sampai Siska sudah berada di apartemen Farel, baru Siska akhirnya mau juga mengatakan sesuatu.


" Aku tidak tahu kenapa hubunganmu dengan Amora sampai kandas seperti itu. Tapi yang pasti, aku tidak mau berada di antara kalian berdua. Tolong kau selesaikanlah masalahmu dengan Amora. Jangan sampai nanti wanita itu merusak pernikahan kita berdua di masa depan!" ucap Siska pelan sambil berjalan meninggalkan apartemen Farel.


Farel mengejar Siska dan tidak membiarkan gadisnya untuk meninggalkan dia lagi.


" Aku mohon Sayang! Jangan tinggalkan aku lagi. Sayang tolong kau tinggallah di sini bersamaku sampai kita kembali lagi ke Indonesia!" ujar Farel berusaha untuk membujuk Siska agar menetap bersamanya di apartemen itu.


Akan tetapi Siska menggelengkan kepalanya. Karena dia tidak berniat untuk kembali ke Indonesia saat ini. Bagaimanapun dia sudah menerima beasiswa yang ditawarkan oleh kampusnya tempat dia belajar sekarang dan dia tidak mungkin pergi begitu saja hanya karena urusan asmara dengan Farel yang memintanya untuk kembali ke Indonesia