Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
82. Membujuk


Siska bisa merasakan kesedihan yang saat ini sedang dirasakan oleh Meliana Ibu mertuanya yang entah kenapa tidak pernah bisa menerimanya secara tulus dan iklas.


" Aku akan menidurkan Aaron dulu di kamar kalian mengobrol lah," Siska kemudian masuk ke dalam kamar memberikan waktu kepada anak dan ibu itu untuk berbicara dari hati ke hati agar bisa menemukan solusi dari masalah mereka berdua.


" Sebenarnya keinginan Mama apa sih? Kenapa Mama tidak pernah bisa menerima pernikahanku dengan Siska? Aku mencintai Siska mah dan aku tidak tahu bagaimana hidupku ketika aku harus berpisah lagi dengannya dan juga Putra kami!" ucap Farel dengan kesedihan di matanya.


Farel sebenarnya tidak ingin durhaka kepada ibunya dan dia tahu bahwa ibunya sangat menyayanginya. Akan tetapi sekarang Dia adalah seorang suami. Dia mempunyai tanggung jawab untuk membahagiakan keluarganya sendiri.


" Farel anakku. Apakah benar-benar pintu hatimu sudah tertutup untuk tidak peduli lagi dengan Handoyo Group?" tanya Meiliana.


Meliana benar-benar sedih hatinya karena ternyata sangat sulit sekali untuk mengetuk pintu hati Farel yang sudah tertutup karena rasa sakit hati dan juga kecewa terhadap ibunya yang selama ini selalu membuat dia merasa tidak dihargai sebagai seorang anak maupun sebagai seorang suami dari Siska.


" Farel sangat mencintai Siska mah. Entah sampai kapan Mama bisa menerima perasaan Farel terhadap Siska. Apakah mama tidak lelah terus mengganggu kehidupan kami dengan semua opini buruk Mama terhadap Siska?" tanya Farel kepada ibunya.


Meliana tampak bangkit dari duduknya dia bersiap untuk meninggalkan apartemen Farel. dia tahu bahwa akan sangat sulit untuk membujuk putranya yang saat ini benar-benar sedang terluka hatinya.


" Maafkan Mama sekali lagi Farel. Baiklah kalau begitu. Mama akan menuruti semua keinginanmu untuk menyerahkan Perusahaan kita ke tangan manajemen profesional. Mama akan memilih para karyawan hebat yang tidak akan mengecewakanmu." setelah Meiliana mengatakan kata perpisahan untuk pergi dan berpamitan kepada putranya Meiliana kemudian meninggalkan apartemen tersebut dan berniat untuk kembali ke Indonesia.


Tidak ada gunanya juga dia berlama-lama di Amerika. Karena hati Farel sudah benar-benar bulat dan tidak menginginkan untuk kembali lagi ke perusahaan keluarga mereka.


" Maafkan sekali lagi tolong titip salam untuk Siska dan cucuku. Suatu saat ketika cucuku sudah dewasa Handoyo group akan saya wariskan kepada nya. Aaron Handoyo!" ucap Meliana sebelum dia benar-benar meninggalkan apartemen Farel dan Siska.


Sementara itu dari kejauhan tanpa Amora terus memperhatikan mereka berdua dengan menggunakan teropong yang ada di tangannya.


" Aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia Siska. Percayalah aku pasti bisa merebut Farel dari tanganmu dengan cara apapun!" Amora yang merasa kesal sekali karena sekarang Ibunya Farel sudah tidak mau mendukung dirinya lagi untuk mendapatkan Farel.


Rencana sempurna yang disusun malam itu telah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri dan membuat dia sekarang kehilangan dukungan terbesar dari Meliana untuk membantunya mendapatkan Farel.


Amora sudah merencanakan sesuatu yang sangat besar dan siap untuk menjalankan rencana itu. Tampak senyum licik tergambar begitu jelas di wajah Amora.


Setelah merasa yakin bahwa rencananya akan berhasil Amora kemudian menelepon wartawan yang akan mengekspos berita yang telah disusun menurut versinya.


" Bersiap-siaplah menerima bom yang aku kirimkan untukmu Siska. Kita akan lihat apakah kau akan berhasil untuk merendam bom itu atau tidak?" Amora tampak begitu bahagia dengan senyum lecek yang terlihat di wajahnya.


Sejenak Amora terus memperhatikan apartemen Farel yang tiba-tiba ramai didatangi oleh para wartawan. Meiliana yang hendak keluar dari apartemen itu pun merasa terganggu dengan kehadiran para wartawan itu yang bertanya tentang pernikahan Farel dan Amora yang mendasarkan kabar sedang direncanakan.


Wartawan langsung mendatangi Farel ketika melihat Farel yang menunjukkan wajahnya di pintu apartemen. Karena penasaran dengan keributan yang ada di luar sana.


" Tuan Farel Handoyo Tolong konfirmasi Anda Apakah benar kalau pernikahan anda dengan artis cantik Amora akan segera terlaksana?" Farel benar-benar pusing dan tidak mengerti sama sekali. Dari mana berita bohong seperti itu beredar?


" Dapat kabar dari mana Anda yang mengatakan bahwa saya akan menikah dengan Amora? Saya sudah punya istri dan juga punya anak tidak akan mungkin saya menikah lagi dengan wanita lain!" Ucap Farel dengan mata berapi-api karena marah yang sudah membuncah di dadanya.


" Berdasarkan sumber yang telah saya terima katanya anda tidak menikah benar-benar dengan istri Anda. Bahkan kata sumber saya, pernikahan itu tidak direstui oleh ibu anda. Apakah benar yang mengatakan bahwa istri Anda saat ini adalah seorang wanita yang sudah merebut anda dari nona Amora artis cantik itu?" Farel yang hatinya benar-benar sangat panas mendengarkan pertanyaan itu tidak sanggup lagi untuk bertahan.


Farel langsung melayangkan bogem mentah kepada wartawan yang sudah sangat lancang memfitnah istrinya sebagai wanita yang merebut kekasih orang lain.


" Sekali lagi kau mengatakan bahwa Istriku merebutku dari Amora maka akan kupatahkan lengan dan kakimu. Cepat pergi Kalian semua dari sini dasar manusia-manusia sampah!" Farel yang benar-benar sudah kehilangan kesabaran dia langsung mengusir semua wartawan itu dari depan apartemennya dia tidak memperdulikan banyak potret dan kamera yang mereka aksi gilanya itu.


Sementara itu Siska yang berada di dalam kamar yang merasa bingung dengan keributan yang ada di luar pintu dia pun penasaran kemudian keluar dari apartemen mereka.


" Itu lihat. Dia adalah perempuan yang sudah merebut Tuan Farel dari nona Amora artis cantik yang terkenal itu! Hai Nona apakah kau tidak malu karena sudah merebut kekasih orang lain?" tanya seorang wanita yang sebenarnya bukan benar-benar wartawan tetapi orang yang disuruh oleh amarah untuk merusak mood Siska.


" Apa maksud perkataanmu huh? Siapa yang merebut siapa?" Siska berusaha untuk menenangkan dirinya tetapi wartawan itu benar-benar sudah memancing emosinya.


" Masuklah ke dalam sayang. Biar aku yang akan mengurus orang-orang jahat ini!" Ucap Farel berusaha melindungi istrinya yang mulai panik dan merasa tersinggung dengan pertanyaan para wartawan itu yang mengatakan bahwa dirinya perebut kekasih orang lain.


Terlihat Siska yang merasa benar-benar marah kepada para wartawan yang tidak ada kerjaan itu yang telah memfitnahnya dengan sebuah pertanyaan keji yang telah membuat Dia sangat emosi.


" Aku dan suamiku saling mencintai satu sama lain. Hubungan suamiku dan Amora sudah berakhir sejak lama dan dialah yang selalu mengganggu rumah tangga kami. Percayalah! Aku akan pastikan kalau sampai semua fitnah yang kalian lontarkan berakibat buruk terhadap bisnis suamiku. Maka aku pasti akan menuntut kalian semuanya ke pengadilan atas pencemaran nama baik!" setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan Siska pun kemudian menarik tangan suaminya untuk meninggalkan para wartawan yang benar-benar sudah membuatnya jengkel setengah mati.


Sementara itu Meliana tampak merasa kesal sekali melihat para wartawan yang terus saja menteror hidup Siska dan Farel.


" Aku yakin kalau para wartawan itu adalah kiriman dari Amora. Heh, lihat saja kau Amora. Berani-beraninya kau membuat berita palsu tentang Putra dan menantuku!" ibunya Farel benar-benar sangat keram ketika dia menebak Siapa orang yang menjadi dalang dibalik datangnya para wartawan itu dan menanyakan hal-hal yang membuat Siska marah besar kepada Farel saat ini.


Ya benar saat ini Siska sedang marah di hadapan Farel setelah Siska tadi mendengar semua tuduhan keji atas dirinya.


" Kenapa sejak dulu kau tidak membereskan urusanmu dengan Amora huh? Kau lihat semua wartawan gila itu!" teriak Siska emosi.