Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
107. Bahagia


Farel dan Siska yang saat ini sudah kembali ke Indonesia dan mulai melanjutkan hidup baru mereka untuk melanjutkan perusahaan Handoyo yang telah ditinggalkan oleh ibunya untuk Farel dan cucunya.


Entah karena Meiliana yang sudah memiliki firasat atau karena memang kebetulan saja. Tetapi Meliana sudah menyiapkan sebuah surat wasiat yang ditinggalkan untuk Farel dan juga cucunya.


Surat wasiat itu menyatakan kalau Meiliana telah menyerahkan perusahaan Handoyo sepenuhnya kepada Farel dan cucunya.


" Kita harus bersyukur masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk kembali lagi ke Indonesia dan menjalani kehidupan normal tanpa mendapatkan gangguan dari Amora!" ucap Siska yang saat ini benar-benar merasa bahagia karena akhirnya keluarga kecilnya bisa menjalani kehidupan normal seperti rumah tangga orang lain.


" Iya tuhan baik sekali kepada kita karena semuanya berjalan begitu lancar setelah kita mengalami begitu banyak kesulitan untuk perjuangan cinta kita berdua!" ucap Farel ketika mereka sedang membereskan barang-barang mereka yang sekarang dipindahkan ke kediaman keluarga Handoyo.


Mereka sangat senang karena sekarang Aaron sudah mulai bisa hidup dengan normal kembali bahkan keadaan tubuhnya sekarang sudah kembali seperti sedia kalah sebelum diculik oleh David dan diperlakukan tidak manusiawi olehnya.


Sekarang Siska dan Farel menjalani kehidupan mereka dengan penuh rasa syukur.


Siska meminta bantuan kepada Adrian dan Steven untuk mencarikan Baby Sister yang bisa dipercaya dan bisa mengasuh Aaron dengan baik.


Bagaimanapun Siska memiliki tanggung jawab untuk mengurus dan memanage perusahaan Prayoga yang berada di bawah kepemimpinannya.


Siska dan Farel sama-sama sibuk untuk mengurus perusahaan mereka masing-masing dan Aaron sekarang sudah mempunyai seorang pengasuh yang baik.


Seorang ibu paruh baya yang memang tidak mempunyai seorang anak. Dia hidup sebatang kara dan hanya mengandalkan dirinya sendiri untuk hidup.


Steven yang menemukan dia di jalanan di saat ibu itu sedang mengemis dan tampak sakit. Steven mengobati ibu itu sampai sembuh Dan akhirnya bisa kembali normal.


Steven memberikan pekerjaan kepada Ibu tersebut karena merasa kasihan kepadanya yang hidup sebatang kara di dunia tanpa sanak saudara maupun anak dan suami.


" Semoga ibu bisa betah ya, bekerja dengan keponakan saya. Ibu jangan khawatir mereka adalah orang-orang baik yang pasti akan menghargai pekerjaan Ibu asal ibu bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjaga anaknya dengan baik!" ucap Steven ketika dia mengantarkan Ibu itu ke rumah Siska untuk mengasuh Aaron.


Jelas ibu yang bernama Sulastri itu sangat bahagia. Karena diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk bekerja di rumah sebagus dan sebesar itu.


" Jangan khawatir Tuan Saya pasti akan berusaha untuk bekerja sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan mereka!" ucap Sulastri dengan mata berkaca-kaca karena sangat berterima kasih sudah diberikan pekerjaan.


Apalagi dirinya yang selama ini hanya hidup sendiri dan tidak memiliki siapa-siapa. Diberikan pekerjaan sebagai pengasuh Aaron benar-benar sebuah hiburan tersendiri untuk dirinya dalam menghadapi masa tuanya.


Mulai hari itu Sulastri bekerja bersama dengan Siska dan Farel untuk menjaga Aaron.


Sukacita selalu dialaminya dengan penuh rasa syukur.


" Aaron Ayo kita mandi dulu Sayang. Sebentar lagi mama dan papa akan pulang. Pasti mereka ingin bermain denganmu nantinya kalau kau masih kotor dan bau mereka pasti akan kecewa denganmu!" ucap Sulastri sambil menggendong Aaron dengan penuh kasih sayang.


Sulastri benar-benar memperlakukan Aaron seperti cucunya sendiri dia sangat bahagia sekali menghabiskan hari-harinya bersama dengan Aaron yang sangat tampan dan sangat lucu.


Tepat pukul 05.00 sore di saat Siska dan Farel kembali ke rumah Aaron sudah wangi dan juga bersih sehingga membuat pasangan itu merasa senang dan percaya kepada Sulastri dalam menjaga anaknya.


" Wah anak mama sudah tampan rupanya!" ucap Siska sambil mencium pipi gembul Aaron yang sekarang semakin lincah dan semakin berisi.


Kalau orang yang tidak mengetahui sejarahnya, pasti tidak akan percaya kalau Aaron pernah selama berbulan-bulan disekap oleh David dan diperlakukan tidak layaknya seperti manusia.


Aaron adalah bayi yang sangat hebat dan juga sangat kuat dan dia sampai saat ini masih hidup dengan sehat. Walaupun di masa bayinya dulu, Dia pernah menjalani kehidupan yang sangat sulit dan menjadi korban penculikan.


" Terima kasih Nyonya Saya permisi dulu!" Sulastri pun kemudian mengundurkan diri dari hadapan Siska setelah menyerahkan Aaron kepada kedua orang tuanya sementara dirinya pergi ke dapur untuk membantu temannya yang sama-sama bekerja di kediaman Siska dan Farel.


Sementara itu Siska dan Farel sangat bahagia melihat pertumbuhan Aaron yang semakin hari semakin menyenangkan hati mereka.


" Bagaimana kalau kita bermain ke Bengalow yang ada di Bali yang dihadiahkan oleh kakekku untuk pernikahan kita berdua?" tanya Farel kepada Siska yang saat ini sedang bermain dengan Aaron di lantai kamar mereka.


" Bengalow? Aku malan tidak tahu tentang itu." ucap Siska menatap suaminya yang kemudian mengambil sebuah kotak musik yang dulu dia temukan di dalam kamar kedua orang tua Siska.


" Apa kau tahu tentang kotak musik ini?" Farel pun kemudian memperlihatkannya kepada Siska yang auto melotot sempurna.


" Ya ampun jadi kotak musik ini ada di tanganmu lama sekali aku mencarinya!" ucap Siska yang kemudian mengambil kotak musik itu dari tangan suaminya.


" Apa kau tahu tentang kontak musik itu?" tanya Farel sekali lagi kepada istrinya yang saat ini sedang memperhatikan kotak musik yang sudah lama dia cari.


" Ini adalah kotak musik kuno yang diberikan oleh kakekku. Aku tidak tahu sih bagaimana legendanya tapi yang jelas. Tapi yang jelas, kotak musik ini sudah menjadi temanku sejak aku masih kecil. Kakek bilang ada rahasia di balik kotak musik itu tapi aku tidak tahu bagaimana cara membukanya hingga saat ini." Farel hanya tersenyum karena ternyata Siska tidak mengetahui rahasia yang tersembunyi di balik kotak musik itu.


Saat Farel hendak menjelaskan tentang rahasia kotak musik itu, tiba-tiba saja Sulastri sudah memanggil mereka untuk makan malam.


" Maafkan saya tuh ada Nyonya makan malam sudah siap!" ucap Sulastri sambil terus menatap ke arah kotak musik yang sekarang ada di atas nakas.


" Maafkan saya Nyonya dan Tuan. Apakah saya boleh untuk meminjam kotak musik itu hanya untuk memeriksa dan meyakinkan sesuatu!" ucap Sulastri yang saat ini benar-benar sangat penasaran tentang kotak musik yang pernah dia tahu sekitar 30 tahun yang lalu.


" Ya Bi, sebentar saya ambil dulu!!" Farel pun kemudian mendekati istrinya yang saat ini sedang bermain dengan Aaron.


Setelah mendapatkan kotak musik yang tadi diminta oleh Sulastri, Farel pun kemudian memberikan kotak musik itu.


" Ya allah Dari mana kalian mendapatkan kotak musik ini?" tanya Sulastri dengan mata berkaca-kaca.


" Memangnya ada apa Bu? Kenapa ibu malah sedih melihat kotak musik ini?" tanya Farel benar-benar bingung melihat reaksi dan juga Respon yang ditunjukkan Sulastri ketika dia melihat kotak musik itu.


" Kotak musik ini adalah milik suami saya. Ketika dia masih hidup diberikan kepada anak kami. Tapi sekitar 30 tahun yang lalu kotak musik ini menghilang secara misterius dan kami tidak pernah mengetahui keberadaan kotak musiknya. Saya tidak menyangka kotak musik ini malah berada di sini!" ucap Sulastri sambil menata Farel dan juga Siska satu persatu secara lekat.


" Kotak musik ini adalah milik kakekku! kalau Bibi merasa penasaran dengan sejarah kotak musik ini nanti aku akan membawa Bibi ke Bandung untuk bertemu dengan kakekku!" ucap Siska menjanjikan pertemuan dengan kakeknya sang pemilik kotak musik itu.


Jantung Sulastri tiba-tiba merasa berdetak sangat cepat ketika dia mengetahui siapa kakek dari Siska.


" Bibi tidak apa-apa kan katakanlah kepada kami kalau bibi punya masalah!" ucap Siska sambil mengelus punggung Sulastri yang sekarang terus memperhatikannya dengan mata yang berembun dan seakan hendak menangis karena sedih dan juga bahagia.


Sulastri tidak ingin bertindak gegabah dengan mengakui Siska sebagai cucunya.


" Maafkan saya non Siska laki-laki yang waktu itu mengajak saya kemarin siapakah dia?" tanya Sulastri benar-benar sangat penasaran karena selama ini dia memang tidak pernah bertanya Siapa nama dari penyelamatnya.


" Dia adalah Steven Prayoga! Memangnya ada apa di Sulastri Kenapa Anda terlihat begitu terkejut mendengar tentang sejarah kotak musik?" tanya Farel yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Sulastri yang begitu misterius baginya.


Farel yang memang pada dasarnya memiliki trauma dengan Baby Sister dia mulai memasang ekspresi waspada jangan sampai kecolongan lagi seperti dulu.