Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
221. Jelaskan!!


Akan tetapi Indrana tidak mendengarkan sama sekali nasehat adiknya karena saat ini dirinya benar-benar sudah gelap mata.


" Kaka!" Irdina mengejar kakaknya yang sedang berjalan cepat menuju Adrian dan Andini yang masih asyik makan malam di meja mereka.


Tampak kebahagiaan di wajah mereka. " Adrian!! Akhirnya kita bertemu juga di sini!" Terdengar Indrana yang begitu marah ketika melihat Adrian yang sedang menggenggam telapak tangan Andini dan matanya yang tak berpaling sama sekali dari wajah cantik istrinya.


Adrian dan Andini melirik kepada Indrana yang saat ini sedang berdiri di hadapan mereka dengan mata memerah.


Orang-orang yang ada di restoran, yang tadi sibuk dengan makan malam mereka, sekarang terlihat melirik ke arah mereka bertiga. Suasana di sana seketika mencekam.


Irdina menarik tangan kakaknya untuk segera meninggalkan restoran. Karena dia sudah melihat sang Paman dari kejauhan, paman mereka sedang berjalan ke arah mereka.


" Kaka!! Ayo kita pulang Paman sudah ada di sini!" Irdina berbisik di telinga Indrana yang sama sekali acuh dengan semua peringatan dari adiknya.


Adrian melihat Indrana yang saat ini sedang melihat ke arahnya dengan marah.


" Apa yang kau lakukan di sini Indrana?" tanya Adrian sambil menatap tajam kepada indrana yang terlihat begitu marah.


" Kenapa? Apakah aku tidak boleh berada di tempat ini? Apakah hanya pasangan romantis yang penuh cinta seperti kalian yang boleh berada di sini?" tanya Indrana dengan nada sarkas yang membuat Adrian tidak nyaman saat mendengarnya.


Adrian menarik nafas dalam-dalam. Dia melirik kepada Andini yang bertanya tentang identitas Indrana.


" Sayang, siapa dia? Kenapa marah-marah di sini?" Andini merasa tidak nyaman dengan situasi seperti itu.


" Dia adalah mantan kekasihku!" ucap Adrian dengan begitu santai nyaris tanpa beban sama sekali.


Indrana yang mendengar pengakuan dari Adrian sontak melotot karena merasa marah dan juga kesal.


" Mantan kekasih? Apakah iya?" tanya Indrana yang merasa tidak pernah diputuskan oleh Adrian sejak perpisahan mereka beberapa bulan yang lalu.


" Lalu apa namanya kalau bukan mantan kekasih? Aku dan kamu sudah lama tidak pernah berhubungan. Aku juga sekarang sudah punya istri. Tidak mungkin kan kalau mengatakan kalau kau adalah kekasihku? Jangan bercanda di sini Indrana! Karena hal seperti itu tidak lucu sama sekali!" Indrana benar-benar merasakan telinganya begitu panas mendengar jawaban dari Adrian.


" Apa?? Kau kira aku sedang melawak disini? Sungguh konyol!! Setelah semua yang kita lewati. Setelah semua malam-malam panas yang kita lalui, dan hanya itu yang bisa kau katakan padaku?" Adrian benar-benar semua omong kosong yang dikatakan oleh Indrana tentang hubungan mereka sebelumnya.


" Berhenti mengatakan omong kosong yang hanya mempermalukan dirimu sendiri. Aku tidak pernah menyentuh kamu barang satu jengkal tubuhmu. Malam panas apa maksud kamu, huh?" tanya Adrian yang sudah mulai kehilangan kesabaran melihat tingkah laku Indrana yang sedang mempermalukan dirinya sendiri di hadapan umum.


Andini hanya diam saja melihat keributan yang diciptakan oleh Indrana bersama Adrian.


Saat ini Irdina sudah benar-benar frustasi karena sang Paman sudah semakin dekat dengan mereka.


' Habis sudah!! Kalau sampai paman kami mengadukan ini kepada orang tuaku, kami pasti langsung disuruh pulang ke Bandung. Habislah sudah!' Irdina terlihat begitu lemas membayangkan dirinya harus kembali ke Bandung dan tidak bisa lagi melihat Steven dari dekat.


Irdina sama gilanya seperti Indrana yang belum bisa move on dari kisah cinta mereka yang lalu.


" Kau mau mengingkari semuanya? Aku punya semua bukti saat kita menghabiskan malam yang begitu indah. Apa perlu aku tunjukkan kepada semua orang yang ada di restoran ini?" Indrana sepertinya sudah benar-benar kehilangan akal sehingga mengatakan hal-hal yang diluar nalar.


Adrian hanya tertawa mendengar semua yang dikatakan oleh Indrana yang tidak ada kebenaran sama sekali di dalamnya.


" Tunjukkanlah kepada semuanya kalau memang ada bukti yang kau katakan itu. Karena aku sama sekali tidak merasa pernah menghabiskan malam bersama kamu!" Adrian begitu percaya diri.


Bagi Andini semua itu tidak penting. Masa lalu adalah masa lalu dan tidak perlu untuk dibahas lagi, karena tidak penting sama sekali. Baginya sekarang, yang terpenting adalah Adrian suami yang baik dan sangat mencintainya.


Selama 1 bulan menjadi istri Adrian Andini cukup memahami Bagaimana karakter suaminya. Apalagi sebelumnya dirinya juga pernah menjadi suster Adrian.


Andini tidak pernah melihat Adrian berbuat tidak senonoh kepada dirinya. Adrian selalu menjaga kehormatannya sebagai seorang laki-laki selama dirinya bertugas membantu Adrian untuk bisa sembuh seperti saat ini.


Indrana dengan begitu percaya diri langsung mengambil ponselnya dan menyerahkannya kepada Andini. Adrian langsung merebut ponsel tersebut dari tangan Indrana sebelum sampai ke tangan sang istri.


" Apa yang mau kau tunjukkan pada istriku?" tanya Adrian sambil melemparkan ponsel yang tadi diberikan oleh Indrana kepada istrinya.


Andini hanya melotot sempurna saat tadi sekilas melihat adegan mesum di video itu. Akan tetapi Dia belum terlalu jelas melihat semuanya karena ponsel itu langsung direbut oleh Adrian dan di lemparkan begitu saja olehnya ke lantai hingga pecah berkeping.


" Kau?? Apa kau takut kalau istri mau melihat kebejatanmu di masa lalu?" tanya Indrana dengan suara sinis pada Adrian.


Adrian tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang dikatakan oleh Indrana yang menurutnya sakit jiwa. Karena telah bersikeras mengada-adakan sesuatu yang tidak ada.


" sudahlah Indrana! Pergilah kau dari sini. Jangan coba-coba untuk menghancurkan Rumah tanggaku dengan sifat barbarmu itu! Karena tidak akan mempan sama sekali!" Adrian kemudian menarik tangan Andini untuk meninggalkan restoran itu.


Indrana yang merasa tersinggung dengan ucapan Adrian langsung menarik tangannya.


Sontak Adrian menepiskan telapak tangan Indrana yang tadi meletakkan tangan Adrian ke perutnya.


" Ada anak kita di sini! Adrian!! Kenapa kau tidak mau mengakuinya?" Adrian tertawa mendengar semua lelucon itu.


" Hey, kalau kamu ingin bermain teater jangan di hadapanku karena aku tidak tertarik untuk bermain denganmu. Ayo sayang! Kita pulang saja dan tinggalkan perempuan gila ini!" Adrian mengajak Andini untuk meninggalkan restoran.


Akan tetapi Indrana malah menarik tangan Andini ke arahnya. " Tinggalkan Adrian! Anakku saat ini membutuhkan ayahnya. Bukankah kau seorang wanita? Kau pasti mengerti bagaimana perasaanku bukan?" tanya Indrana dengan tatapan sayu dan sangat menyedihkan.


Ehem ehem


Andini berdehem mendengar semua yang dikatakan oleh Indrana kepadanya.


" Apakah Kau pikir aku adalah seorang wanita yang bodoh? Bagaimana dengan anaknya ada di dalam kandunganku? Apakah dia harus kehilangan ayahnya hanya untuk memberikan Ayah untuk anak yang ada di perut kamu?" tanya Andini sambil tersenyum kepada Indrana yang benar-benar terkejut mendengar ucapan Andini yang di luar ekspektasinya.


Indrana pikir Andini akan marah setelah mendengar apa yang dia ceritakan tentang masa lalunya bersama Adrian.


Dia bahkan sampai dalam mempermalukan dirinya sendiri dengan mengaku-ngaku hamil anak Adrian di depan publik.


Adrian terkejut mendengar perkataan Andini yang mengatakan bahwa dia saat ini sedang hamil." Sayang?? Benarkah kau sedang hamil? Ya Tuhan!! Terimakasih!" Adrian langsung memeluk dan mencium Andini dengan begitu bahagia.


Andini merasa sangat bahagia melihat respon yang diberikan oleh Adrian ketika dia mengatakan kalau dirinya sedang hamil. Berbeda dengan ekspresi Adrian ketika mendengar Indrana yang mengatakan sedang hamil anaknya. Dari hal kecil itu, Andini bisa mengerti garis besar yang sedang terjadi saat ini di hadapannya.


" Kau?? Kau sungguh seorang wanita yang hina! Kau sudah merebut kekasihku dan di sini kau begitu bangga karena hamil anak bajingan ini?" tanya Indrana yang sudah kehabisan akal untuk memisahkan mereka berdua.


Andini tertawa terbahak mendengar semua ucapan yang dikatakan oleh Indrana tentang suaminya yang katanya seorang b******* di mata Indrana yang saat ini sedang menggila karena tidak diperdulikan oleh suaminya.