
" Maafkan saya produser! Artis saya sedang sakit. Jadi dia minta izin untuk pulang dan beristirahat di rumah!" Andreas berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Mery yang terlihat tidak senang dengan apa yang dia katakan soal Amora yang pulang duluan sebelum acara selesai.
" Kalau artismu tidak bisa profesional dalam bekerja, kau harus menegur artismu. Jangan mau diatur oleh artismu. Nanti mereka jadi melunjak dan tidak menghargaimu sebagai manajernya!" nasehat Merry kepada Andreas.
Andreas hanya bisa menghela nafas berat mendengarkan nasehat tersebut.
' Seandainya aku bisa melakukan hal seperti itu kepada Amora. Mungkin hidupku tidak akan tertekan seperti sekarang.' batin Andreas yang berusaha semampunya untuk bersikap wajar di hadapan Mery.
" Kenapa?" tanya Mery heran melihat respon Andreas atas nasehatnya.
" Tidak apa-apa. Baiklah produser! Saya permisi dulu. Saya mau mengecek hal yang lainnya di belakang layar!" Andreas kemudian berpamitan kepada Merry yang hanya bisa menatapnya dari kejauhan.
Mery bisa menebak bahwa Andreas adalah tipe manajer yang kalah oleh artisnya. Terlihat tadi olehnya, ketika terjadi keributan di antara artisnya bersama suaminya. Andreas tidak bisa bersikap tegas kepada artis yang berada di bawah naungannya.
Merry hanya menggeleng lemah, lalu Mery memilih untuk meninggalkan tempat itu. Mery kemudian mencari suaminya yang sejak tadi menghilang entah ke mana. Setelah meninggalkan Amora dan Andreas.
Abian yang saat ini sedang berada di rooftop terlihat hanya sendirian saja di sana sambil terus menghisap rokoknya dengan dalam.
Farel yang tadi sempat melihat kepergian Abian mengikuti laki-laki itu sampai ke atas rooftop dalam diam dan senyap.
Ada hal yang benar-benar mengganjal di dalam hati Farel yang harus dia tanyakan secara langsung kepada Abian.
" Apa kau tahu di mana keberadaan Amora sekarang?" tanya Farel ketika dia sudah berdiri di belakang Abian yang masih asyik dengan rokoknya.
Abian mengalihkan pandangannya kepada Farel lalu Abian menghela nafas panjang.
" Kenapa kau menanyakan Amora kepadaku? Setelah aku masuk penjara hingga saat ini, aku belum pernah bertemu dengan Amora." Farel cukup terkejut mendapatkan pengakuan semacam itu dari Abian.
" Bukankah dia itu adalah istrimu? Kenapa kau tidak tahu keberadaannya?" tanya Farel membuat Abian menjadi naik darah.
Bagaimana mungkin Farel bisa mengatakan hal seperti itu kepadanya? Setelah Farel mengetahui semua yang sudah dilakukan oleh Amora kepada dirinya. Amora hanya memberikan penghianatan dan juga penderitaan kepada dirinya.
" Dia sudah lama tidak menjadi istriku. Bukankah kau tahu sendiri? Kalau kami sudah berpisah sangat lama. Bahkan pernikahanku dengannya tidak pernah kami daftarkan. Secara hukum dia bukanlah istriku!" ucap Abian terlihat tidak senang saat membahas tentang Amora yang telah memberikan hari terburuk dalam hidupnya selama ini.
Farel cukup terkejut mendengar pengakuan Abian.
" Jadi selama ini kau hanya dimanfaatkan saja oleh Amora hanya untuk menghancurkan Handoyo group?" tanya Farel merasa kesal luar biasa.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Farel Abian hanya tersenyum kecut.
" Katakan padaku. Bagaimana caranya kau bisa bersama dengan Amora dan menikah dengan dia?" Abian menata tajam kepada para yang tidak tadi terus mengorek-ngorek hatinya yang sedang berdarah gara-gara mengingat tentang Amora.
" Kenapa apa kau masih penasaran dengan uang yang sudah kucuri? Semua uang itu telah dibawa pergi oleh Amora dan tidak bersisa sedikitpun padaku. Bukankah kau melihat sendiri bagaimana nasibku yang berakhir di penjara tanpa bantuan pengacara sama sekali? Wanita siluman itu malah pergi meninggalkanku dan membawa seluruh harta yang telah kucuri dari Handoyo grup!" Abian terlihat begitu geram saat mengingat semuanya.
Mery dan Andreas yang tanpa sengaja juga berada di tempat itu hanya saling menatap satu sama lain mendengar semua pembicaraan antara Farel dan Abian.
" Siapa Amora yang sedang mereka bicarakan itu?" tanya Andreas merasa penasaran.
Andreas berharap bahwa Amora yang sedang dibicarakan oleh kedua laki-laki tampan itu bukanlah Amora yang sama yang berstatus sebagai istrinya dan juga Ibu dari anaknya.
" Kalau tidak salah, Amora itu adalah mantan kekasih dari Farel Handoyo dan juga mantan istri dari suamiku. Tetapi wanita siluman itu telah mencuri semua aset dan juga uang yang dimiliki oleh suamiku dan membawanya lari entah ke mana. Sampai saat ini mereka berdua terus berusaha mencari Amora untuk mendapatkan kembali harta yang telah dicuri olehnya dari perusahaan keluarga mereka sebesar 100 M." Andreas terkejut bukan kepalang mendengar apa yang dikatakan Merry tentang Amora.
" Apakah menurut anda, Amora yang di maksud oleh mereka adalah Amora yang model dan artis International itu?" tanya Andreas benar-benar merasa kebingungan.
" Ya, wanita itu adalah model internasional ketika menjadi kekasih Farel. Tetapi setelah menjadi istri Abian wanita itu menjadi seorang pengusaha. Ngomong-ngomong, kenapa anda tertarik tentang masalah ini? Apakah anda kenal dengan wanita bernama Amora itu?" tanya Mery menyelidiki Andreas yang gugup seketika mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Merry.
Andreas langsung menggelengkan kepalanya dan meminta maaf kepada Mery kalau telah dianggap lancang olehnya.
" Maafkan saya Produser! Saya hanya merasa penasaran melihat kedua laki-laki tampan itu begitu emosi membicarakan tentang wanita yang bernama Amora itu. Makanya saya bertanya kepada Anda." Andreas kemudian berpamitan kepada Mery karena dia tiba-tiba merasa pening kepalanya ketika mengetahui semua hal tentang Amora di masa lalu.
" Maafkan saya Produser. Saya permisi dulu!" tanpa menunggu jawaban dari Mery, Andreas langsung meninggalkan lokasi itu dan kembali ke apartemen untuk mencari Amora.
Saat berada di apartemen Andreas melihat Amora yang sedang tertidur sambil meringkuk. Andreas seketika luluh hatinya melihat wanita yang dia cintai saat ini sedang tertidur dengan mata yang sembab.
Andreas sering melihat Amora yang menangis di tengah malam. Hatinya seketika luluh hanya dengan melihat bekas jejak air mata di kelopak mata istrinya.
" Apa yang telah kau alami selama ini Amora? Di sini aku melihatmu selalu menderita, sedih, menangis dan kesepian. Sementara di luar sana begitu banyak orang yang membenci dan menghujat kamu. Apa sebenarnya yang telah kau lakukan di masa lalu? Kenapa kau bahkan tidak bisa mencintai Putri kita? Apa kau tahu Putri kita sangat sedih setiap kali melihat tentang kamu yang tidak mau menerima dia sebagai anakmu?" terlihat Andreas menangis sedih ketika melihat Amora yang begitu tersiksa hatinya.
Andreas pun merasakan kepiluan yang luar biasa. Setiap kali mengingat dan melihat air mata putrinya yang mengalir deras. Setiap kali menginginkan ibunya untuk mengelus ataupun menghabiskan waktu bersamanya.
Itulah yang menjadi dasar dan alasan untuk Andreas mengirimkan putrinya untuk tinggal bersama kedua orang tuanya di desa terpencil yang ada di Australia. Putrinya tinggal di kampung halaman, desa kelahiran Andreas di titipkan kepada kedua orang tuanya di sana.
Andreas melakukan itu semua untuk menjaga kewarasan putrinya dan Juga mentalnya agar tidak terganggu gara-gara sikap dingin dan juga tidak bersahabat yang ditunjukkan oleh Amora kepada putri mereka berdua.
Amora selalu menganggap kelahiran putrinya adalah sebuah kesalahan dan kecelakaan dan dia selalu menyesalinya. Karena kelahiran putrinya itulah yang memaksa Amora menikah dengan Andreas.