Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
236. Kaget


Siska mendapatkan telepon dari kantor polisi bahwa orang yang membunuh Andini sudah tertangkap. Farel dan Adrian yang saat ini dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menangkap Indrana sesuai alamat yang dia berikan melalui Irdina merasa senang mendapat kabar demikian dari Siska.


" Aku akan segera ke kantor polisi untuk mencoba mengkonfirmasi siapa penjahat itu. Semoga saja kita juga bia segera menangkap otak dari rencana Pembunuhan itu," Siska terlihat begitu geram ketika membayangkan Indrana yang begitu arogan dan sombong luar biasa.


" Baiklah sayang hati-hatilah di jalan. Kamu ajaklah Andi dan Anto bersamamu serta beberapa pengawal karena aku khawatir kalau ada orang jahat yang ingin berbuat macam-macam terhadap kamu." pesan Farel sebelum dia menutup telfon tersebut.


" Ya sayang, mau jauh khawatir aku pasti akan jaga diri baik-baik dan terus berhati-hati. Apalagi kan kantor polisi dan rumah kita juga tidak terlalu jauh jaraknya," Farel merasa lega setelah mendapatkan janji dari istrinya yang akan berhati-hati.


Setelah menelpon Farel, Siska pun kemudian mengajak Andi dan Anto ke kantor Polisi untuk melihat pembunuh Andini yang sudah di tangkap.


" Syukurlah kalau pembunuh itu sudah ditangkap. Berarti sekarang kita tinggal menangkap otaknya saja. semoga saja pembunuh itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan dia. Aku sungguh kesal dan marah sekali sama dia!" Andi terlihat mengepalkan tangannya karena emosi yang begitu besar di hati ketika mengetahui tentang pembunuhan kakaknya.


Siska bisa mengerti perasaan mereka yang pasti merasakan kesedihan yang luar biasa setelah kakak mereka satu-satunya meninggal secara tragis.


Siska bisa merasakan semuanya karena dia juga pernah di tempat yang sama. Kehilangan kedua orang tuanya dalam satu waktu. Karena kecelakaan fatal yang sampai sekarang masih belum diketahui siapa pembunuh sebenarnya bahkan sudah hampir 10 tahun lebih. Hal itu karena kurangnya bukti di lokasi kejadian karena mobil yang hancur sehingga pihak penyelidik mengalami kesulitan.


" Tenanglah kami semua pasti akan berusaha untuk menghukum pembunuh itu dan tidak akan mengampuninya begitu saja." Siska menepuk bahu kedua pemuda tampan itu dengan lembut.


" Kami merasa bersyukur memiliki orang-orang baik seperti kalian dalam hidup kami. Kalau tidak ada kalian entah apa yang akan terjadi kepada kami berdua!" Andi menunduk dan terlihat bulir air mata menetes di kelopak matanya.


Siska bisa merasakan kesedihan mereka saat ini yang pasti merasakan kesepian dan juga ketakutan akan masa depan mereka.


Mereka masih terlalu kecil untuk mencari uang walaupun hanya sekedar untuk mencari makan apalagi untuk pendidikan yang layak dan pantas di masa modern seperti sekarang.


" Kalian butuh apapun, katakanlah kepadaku atau kepada Paman Adrian. Kami semuanya pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk kalian." Siska berusaha menghibur dan membesarkan hati kedua pemuda tanggung itu.


" Apakah kalian akan tetap baik kepada kami? Setelah Kak Adrian menikah lagi dengan wanita lain? Aku takut kalian menjadi bosan dan tidak suka lagi kalau kami merepotkan kalian!" Anto benar-benar merasa takut hari itu akan tiba.


" Kalian berdua jangan khawatir dengan hal seperti itu. Kami akan menjamin masa depan kalian kalau kalian merasa takut atau merasa terancam dengan pernikahan Paman Adrian suatu saat nanti, nanti kami akan membuatkan sebuah surat perjanjian untuk pemberian beasiswa kalian sampai nanti lulus kuliah dari perusahaan kami. Tenang ya?" Andi dan Anto saling menatap satu sama lain dan merasa tenang dengan janji yang dibuat oleh Siska kepada mereka berdua.


Mereka sangat tahu bahwa Siska dan juga keluarga lainnya adalah orang-orang berada yang baik dan selalu menepati janji kepada siapapun.


Setelah mereka sampai di kantor polisi. Mereka pun kemudian diantarkan ke sebuah ruangan di mana pembunuh Andini duduk dan sedang diintrogasi oleh tim penyelidik.


" David?" Tiba-tiba saja Siska nyeletuk dan mengagetkan polisi yang saat ini bersamanya.


Siska mengangguk dan dia kemudian menjelaskan semua hal tentang David di masa lalu.


" Dia adalah orang yang sudah menculik Putra kami ketika kami berada di Amerika. Dia juga lah orang yang telah bekerja sama dengan Amora yang telah membunuh ibunda suamiku. Setahuku dia di penjara di Amerika. Kenapa bisa berada di sini?" tanya Siska ngerti yang merasa bingung dengan semua kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.


Petugas mencatat semua yang dikatakan oleh Siska sebagai bahan tambahan untuk penyelidikan mereka yang pastinya akan dimasukkan ke dalam BAP.


" Jadi kalian memang sudah memiliki masalah sejak dulu?" tanya petugas lagi kepada Siska.


Siska menceritakan segalanya tentang David dan Farel yang entah kenapa tiba-tiba menjadi bermusuhan. Padahal mereka dulunya adalah bos dan asisten yang cukup solid.


" Sampai saat ini saya juga masih belum dimengerti. Kenapa David sampai begitu tega melakukan semua kejahatan itu kepada keluarga kami. Entahlah Pak. Mungkin nanti kalau suami saya sudah kembali dari Surabaya kalian bisa bertanya secara langsung kepadanya yang saat itu mengalaminya sendiri." Siska terus menatap kepada David yang sudah membuat anaknya hidup menderita ketika masih kecil.


Andi dan Anto cukup terkejut mendengar sejarah yang begitu memilukan yang terjadi di dalam keluarga Prayoga.


" Aku tidak menyangka di balik ke menterengan Prayoga group dan keluarga Handoyo grup. Ternyata kalian semua mengalami hidup yang tidak mudah. kalian semua benar-benar sangat hebat karena sampai saat ini masih tetap saling mencintai satu sama lain!" Andi terlihat tersenyum kepada Siska yang saat ini sedang terlihat sedih.


Ya!! Siska merasa sedih ketika melihat David yang mengingatkannya kepada Masa Lalu di mana Dirinya pernah masuk penjara karena fitnah yang dilancarkan oleh David dan Amora yang memberikan kesaksian palsu bahwa dirinya adalah seorang pembunuh Ibu mertuanya.


" Untung saja waktu itu suamiku menemukan bukti yang tak terbantahkan bahwa Amora dan laki-laki itu yang telah membunuh ibu mertuaku." Siska terlihat meneteskan air matanya dan merasa sangat sedih ketika mengingat tentang ibu mertuanya yang sudah menjadi baik kepada dirinya setelah sebelumnya selalu memusuhinya dan selalu berusaha untuk memisahkannya dengan Farel.


Andi dan Anto benar-benar merasa prihatin kepada Siska yang begitu banyak mengalami kesulitan semasa hidupnya bersama Farel.


" Cinta kami berdua diuji dengan seiring berjalannya waktu. karena para penjahat itu yang selalu mengancam kehidupan kami akhirnya kami semua bisa saling memahami bahwa hanya dengan cinta dan kepercayaan terhadap pasangan kami bisa menemukan kebahagiaan di manapun kami berada!" Andi dan Anto semakin mengagumi Siska yang begitu tangguh dan kuat walaupun telah mengalami begitu banyak cobaan di masa lalu.


" Apakah kalian sudah menemukan bukti konkret tentang Keterlibatan David sebagai pembunuh dari Andini?" tanya Siska kepada penyelidik yang saat ini sedang fokus untuk menyelidiki David.


Polisi menjelaskan semuanya bahwa mereka telah menemukan banyak bukti kejahatan David di kontrakannya dan sekarang David sudah naik status sebagai tersangka.


" Oh, ya. Tadi kami juga mendapatkan berita dari Surabaya. Kalau Indrana dan rekannya yang membantu dia untuk melarikan diri sudah ditangkap oleh Polisi. Sebentar lagi kasusnya akan dibuka untuk pengadilan memutuskan hukuman untuk mereka berdua." Andi dan Anto benar-benar merasa senang sekali mendengar kabar itu.


" Benarkah?? Syukurlah semoga segera ada keadilan untuk kakakku yang sudah meninggal! Allah tidak pernah tidur dan pasti akan menghukum mereka sebab-sehatnya karena sudah membunuh kakak kami dan juga calon keponakan kami. Penjahat seperti mereka tidak layak untuk mendapatkan pengampunan." Anto terlihat begitu geram dan marah ketika membicarakan tentang Indrana.


" Oh ya, Pak. Siapa yang membantu Indrana untuk kabur dari polisi?" Siska terlihat begitu penasaran dengan sosok yang membantu Indrana untuk bisa kabur dari kejaran polisi. Ketika hendak ditangkap oleh petugas polisi yang sebelumnya sudah diberikan alamatnya oleh Farel dan Adrian.