
" Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Zaenal kepada anaknya.
" Maksud Papa?" tanya Abian bingung.
" Apa yang akan kita lakukan untuk mengembalikan uang yang sudah kau curi dari perusahaan? Apa kau mau masuk penjara? Dasar bodoh selalu saja kau membuat masalah!" ucap Zaenal merasa kesal sekali kepada anaknya.
" Jadi maksud Papa, papa akan membiarkan aku masuk penjara?" tanya Abian sambil melotot ke arah ayahnya dia benar-benar tidak menyangka kalau Ayahnya akan tega membiarkan dia di penjara.
" Kau harus tahu konsekuensi apa yang harus kau terima ketika kau membuat kesalahan! Apa kau tahu? Gara-gara kebodohan kamu, Farel bahkan sudah mengancam jabatan papa dan juga adik-adikmu di perusahaan Handoyo!" ucap Zaenal dengan begitu geram.
Abian sampai gemetar mendengarkan perkataan ayahnya.
" Bagaimana mungkin Bapak begitu tega untuk membiarkan aku masuk penjara?" tanya Abian merasa frustasi.
" Itu adalah kesalahanmu Abian dan kau juga yang telah menghabiskan uangnya Apakah aku atau adik kamu yang harus dipenjara untuk mempertanggungjawabkan semua kesalahanmu?" tanya Zaenal dengan penuh amarah dan kekesalan kepada Abian.
Abian bahkan sampai kehabisan kata-kata dan tidak bisa menatap ayahnya lagi.
" Baiklah Pah tidak masalah kalau aku dijadikan tumbal oleh kalian!" ucap Abian mulai marah dan tidak menghormati ayahnya lagi karena dia pandang ayahnya tidak sayang dengannya lagi.
" Tumbal kau bilang? Dasar anak kurang ajar! Berani-beraninya kau mengatakan tentang tumbal pada ayahmu. Padahal semua itu adalah kesalahanmu dan perbuatanmu sendiri!" ucap Zaenal kesal.
" Kalau aku bukan tumbal, lalu apa lagi?" tanya Abian mulai memerah matanya karena marah kepada ayahnya
" Kamu anak lancang! kamu yang sudah melimpahkan aib kepada keluarga kita sekarang kau berbicara seakan-akan kau adalah korban. Apa kau tidak mempunyai rasa malu sedikitpun?" tanya Zaenal sambil menatap Abian yang seperti membencinya.
" Aku tidak mau dipenjara Pah! Lebih baik aku kabur dari Indonesia dan meninggalkan kalian semua!" setelah mengatakan itu Abian pun kemudian meninggalkan Zaenal dalam kesedihannya.
" Berhenti Abian kau tidak bisa melakukan itu!Kalau kau pergi maka keluarga kita yang harus menanggung semua kejahatanmu!" ucap Zaenal berusaha untuk mengejar putranya tetapi Abian jauh lebih cepat dan sudah meninggalkan keluarganya.
Tiba-tiba saja Zainal tumbang dan pingsan seketika. Saat itu di dalam ruang kerja tidak ada siapapun sehingga tidak ada yang menolongnya.
Sementara itu istrinya Zainal sedang mencari di mana keberadaan suaminya.
" Ya ampun ke mana suamiku? Sudah malam tidak ada di kamar!" ucapnya mulai misuh misuh karena sudah lelah menjadi suaminya.
" Ah mungkin dia berada di ruang kerjanya. Kenapa aku tidak berpikir ke sana?" wanita paruh baya yang terlihat begitu cantik itu pun kemudian masuk ke ruang kerja suaminya.
Istrinya Zaenal auto menjerit melihat suaminya yang sekarang terkapar di depan pintu dan hampir saja tadi kepalanya kejedot pintu yang dia buka.
" Papa!! Apa yang terjadi denganmu Pah?" tanya Cynthia benar-benar merasa khawatir dengan keadaan suaminya.
Cynthia kemudian memanggil Security dan juga pembantu yang ada di rumahnya untuk membantu dia membawa sang suami ke rumah sakit.
Setelah berada di rumah sakit Cynthia langsung mendaftarkan suaminya untuk mendapatkan perawatan.
" Tolong suami saya dokter tampaknya Dia kena stroke. Saya menemukan dia pingsan di ruang kerjanya!" ucap Sintia ketika berhadapan dengan dokter yang menjadi penanggung jawab untuk merawat suaminya.
Cynthia kemudian berusaha untuk menghubungi Abian dan juga Axel, anaknya.
Akan tetapi Cynthia tidak bisa menghubungi Abian. Walaupun beberapa kali dia mencoba tetapi nomornya selalu gagal.
" Axel Coba kau hubungi kakakmu Dari tadi Mama menghubungi kakakmu tidak bisa!" ucap Cynthia setelah Axel datang ke rumah sakit untuk menjenguk ayahnya.
Axel pun kemudian menghubungi Abian. Akan tetapi sama saja. Nomornya pun tertolak. Tampaknya nomor mereka berdua sudah diblokir oleh Abian yang sekarang sudah kabur ke luar negeri.
" Tidak bisa Mah sepertinya nomor Axel sudah diblokir sama Kak Abian." ucap Axel.
Cynthia terkejut mendengarkan penuturan putranya," Emangnya kenapa Kakak mau sampai memblokir kita berdua ada-ada saja kau ini!" ucap Sintia yang kemudian kembali menelpon anaknya.
Tetapi hasilnya sama saja tidak bisa terhubung.
" Kenapa kakakmu ini sampai melakukan ini kepada kita?" tanya Cynthia benar-benar tidak mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi kepada keluarganya.
" Mah tampaknya Kak Abian kabur meninggalkan Indonesia. Tadi sekretarisnya melaporkan kepadaku kalau Kak Abian meminta dia untuk memesankan tiket pesawat menuju Amerika. Pesawatnya sudah terbang sekitar 5 menit yang lalu!" ucap Axel melaporkan kepada ibunya.
Cynthia seketika lemas mendengarkan kabar itu," Bukankah kamu harus bertanggung jawab atas korupsi yang dia lakukan di dalam perusahaan Handoyo?" tanya Cynthia sambil menatap Axel dengan begitu putus asa.
" Mah, Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Axel seperti yang bingung.
Cynthia bahkan sampai merosot dan terduduk di lantai. Dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Selama ini yang menangani keuangan dan juga perusahaan adalah suaminya sementara sekarang Zaenal berada di ruang ICU dan belum sadarkan diri.
" Sebentar lagi polisi pasti akan datang ke rumah kita untuk mencari Kak Abian. Apa yang harus kita lakukan mah?" tanya Axel benar-benar merasa bingung dengan kondisi saat ini.
Axel tahu kalau kakaknya telah mengkorupsi dana milik perusahaan dan dia gunakan untuk berjudi dan main perempuan.
" Sepertinya kita harus bertanggung jawab dengan kejahatan Kak Abian. Mama tidak masalah kan kalau kita menjual rumah kita untuk mengganti kerugian perusahaan. Nanti Mama dan Papa bisa tinggal di apartemen Axel." ucap Axel dengan begitu dewasa.
Axel memang memiliki temperamen yang berbeda seperti Abian. Dia adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab dan juga sangat dipercaya oleh Farel di perusahaan Handoyo.
Farel bahkan banyak mempercayakan tender-tender besar kepada Axel yang dia percaya dengan penuh.
" Lakukanlah Nak. Asal nama baik keluarga kita bisa selamat. Mama tidak peduli kita dan tinggal di mana. Bagi Mama yang penting nama keluarga kita jangan sampai rusak!" ucap Cynthia sambil menatap kepada putranya yang selama ini selalu menanggung kesalahan Abian.
" Abian memang sangat keterlaluan Mama tidak akan pernah memaafkan dia!" ucap Cynthia dengan begitu geram.
Axel kemudian memeluk ibunya yang sedang tadi terus saja menangis sedih.
" Sudahlah Mah. Semuanya sudah terjadi. Bagi Axel yang penting sekarang kita harus memperbaiki nama keluarga kita di dalam keluarga besar Handoyo. Jangan sampai cemar dan membuat kita dijauhi oleh keluarga besar!" ucap Axel berusaha meyakinkan ibunya.
Cynthia hanya bisa menangguhkan kepala menyetujui apa yang dikatakan oleh putranya.
" Percayalah Mah. Kita pasti akan melewati masa-masa sulit ini!" ucap Axel berusaha untuk menghibur ibunya yang sedang sedih karena perbuatan kakaknya yang sangat keterlaluan sekali.
' Aku heran sekali ke mana Kak Abian menghabiskan uang 200 miliar? Tidak mungkin semua uang itu habis di meja judi maupun bermain perempuan. Pasti Kak Abian melakukan sesuatu dengan uang yang dia curi dari perusahaan Handoyo!' batin Axel penasaran, " aku harus menyelidiki ke mana uang itu lari!' tekat Axel di dalam hatinya.