Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
124. Alex bingung


Setelah terbangun keesokan harinya, Alex kemudian melihat ponselnya jangan begitu banyak log panggilan dari Melinda.


Alex menepuk kepalanya karena lupa dengan janjinya terhadap sang kekasih untuk menghubunginya ketika sudah sampai di Amerika.


" Ah, Melinda pasti mengamuk dan marah-marah karena aku yang ketiduran!" ucap Alex yang mulai bingung.


Alex sejak dulu memang tidak terbiasa untuk membuat Melinda marah. Akan tetapi entah kenapa setiap apa yang dia lakukan pasti selalu berhasil membuat Melinda selalu ngambek kepadanya.


Saat Alex tampak kebingungan untuk menghadapi Melinda terlihat Farel yang membangunkannya dari arah luar pintu kamarnya yang tidak dia kunci.


" Alex Apa kau sudah bangun?" tanya Farel dari balik pintu kamarnya.


Dengan perasaan malas dan sambil menguap berkali-kali, Alex pun kemudian bangkit dari ranjangnya dan membuka pintu untuk Farel.


" Ada apa Bos?" tanya Alex sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ayo kita sarapan! Ini sudah pukul 08.00 pagi. Sebentar lagi kita harus menuju ke kantor milik Abian!" ucap Farel.


Demi mendengarkan perkataan Farel, Alex sampai terlongong di buatnya.


" Bos! Apa bos yang bikin sarapan untuk kita berdua?" tanya Alex seperti tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


Farel hanya menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari kamar Alex yang masih membeku di tempat.


" Cepatlah kau mandi dan bersiap-siap aku menunggumu di meja makan!" Uca Farel sambil melongokkan kepalanya di pintu.


Alex yang merasa bersalah karena sudah membuat Farel membuat sarapan untuknya akhirnya bergegas masuk ke kamar mandi untuk segera beres-beres dan membersihkan tubuhnya agar bisa terlihat fresh dan tidak lagi mengantuk.


Setelah meyakinkan bahwa penampilan yang sudah perfect Alex pun kemudian menyusul padahal yang saat ini sedang menunggunya di meja makan.


Setelah berhadapan dengan Farel, auto Alex melupakan tentang Melinda. Tentang niatnya tadi untuk menelepon kekasihnya.


" Maafkan saya bos karena terlalu lelah Saya jadi tertidur begitu lelap sampai bos yang harus membuat sarapan untuk kita!" ucap parah benar-benar merasa bersalah dengan kejadian pagi ini.


Farel hanya tersenyum ketika mendapatkan permohonan maaf dari asistennya.


" Udah tidak apa-apa. Kau makanlah. Lagi pula aku sudah lama tidak memasak tidak tahu apakah masakan ini enak atau tidak!" ucap Farel sambil tersenyum kepada Alex.


Alex kemudian mengambil masakan yang sudah susah payah dibuat oleh Farel dengan perasaan penuh syukur.


Farel memang seorang bos yang baik dan tidak pernah menekan anak buahnya untuk selalu melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya.


Hanya saja sifat Farel yang terlalu perfeksionis kadang memaksa Alex untuk melakukan segala sesuatu sesuai standar Farel sehingga Alex terkesan begitu ngoyo dalam mengerjakan tugasnya.


Alex sudah beberapa kali Ingin melamar Melinda tetapi selalu digagalkan karena harus mengikuti Farel bertugas ke luar kota maupun luar negeri seperti saat ini.


Farel memang selalu memiliki agenda dadakan yang tidak terjadwal sehingga membuat Alex kesulitan untuk mengikuti jadwal pribadinya dengan jadwal sang Bos.


Alhasil Melinda harus selalu mengulas dada untuk bisa bersama dengan kekasihnya.


Beruntungnya Alex memiliki kekasih seperti Melinda yang sangat mengerti kesulitan pacarnya yang bekerja sebagai asisten dari seorang bos besar seperti Farel.


***


Saat ini Melinda sedang makan malam bersama dengan adik tirinya. Romi Kusuma.


" Cepat katanya kau mau bercerita tentang Alex! Kenapa sejak tadi hanya melihatku saja?" protes Melinda kepada adiknya.


Romi hanya tersenyum melihat Melinda yang tampak tidak sabar untuk mendengarkan ceritanya tentang Alex.


" Ckckck!" ucap Melinda berdecak kesal pada adiknya yang menyebalkan itu.


Akan tetapi rasa penasaran mengalahkan semua rasa kesal itu yang akhirnya meluluhlantakan ego seorang Melinda.


Melinda kemudian menghabiskan makanannya dengan cepat karena dia ingin mendengarkan cerita dari adiknya.


" Makananku sudah habis! Cepat kau cerita soal Alex!" ucap Melinda tampak tidak sabar mendengarkan cerita adiknya.


Romi hanya tertawa melihat kakaknya yang sejak tadi terus mendesak dirinya untuk bercerita tentang Alex yang berencana untuk melamar sang kakak.


Romi terlihat mengelap-mulutnya yang agak berminyak setelah memakan makanan chinese food yang tadi mereka pesan.


" Faiz kau memang betul-betul manusia menyebalkan!" umpat Melinda yang sudah bersiap-siap untuk meninggalkan adiknya yang dari tadi hanya mengulur waktu dan membuat Dia kehilangan kesabaran.


Romi tergelak melihat ekspresi sang kakak yang benar-benar lucu menurutnya.


" Baiklah Ayo kita pulang ke rumah orang tua kita. Nanti aku akan bercerita sambil dalam perjalanan ke sana!" ucap Romi yang kemudian bangkit dari duduknya.


Akan tetapi Melinda sudah kadung jengkel dia malah meninggalkan Romi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Romi hanya menggelengkan kepalanya melihat sang kakak yang begitu temperamental dan tidak sabaran sekali.


" Ya sudahlah. Besok bisa aku ceritakan!" ucap Romi yang akhirnya melajukan kendaraannya menuju kediaman Kusuma.


Sementara itu Melinda yang sudah kesal luar biasa terhadap Romi malah melarikan mobilnya menuju ke klub malam.


Melinda yang seharian ini memang sudah kesal dengan Alex yang sampai saat ini belum juga meneleponnya. Dia memilih untuk menari dan minum alkohol untuk melepaskan kekesalan dan juga stres yang melandanya selama seharian.


Saat Alex menghubunginya, Melinda sedang sibuk di lantai dansa, meliukkan tubuhnya dan menghapus rasa kesal serta jengkelnya dengan menari sesuka hatinya.


Melinda bisa dikatakan termasuk gadis yang cukup bebas dalam pergaulannya. Akan tetapi Alex selalu bisa mengekangnya untuk menjaga diri dan tidak terlalu berlebihan dalam berhadapan dengan dunia malam.


Biasanya ketika bersama dengan Alex, Melinda pasti tidak akan sampai berani masuk ke klub malam apalagi sampai mabuk dan berdansa sebebas itu karena Alex paling tidak menyukai kekasihnyanya berprilaku urakan seperti itu.


Setelah merasa puas menari dan minum Merinda pun kemudian memutuskan untuk pulang ke apartemennya.


Saat sudah sampai di rumah Melinda baru memeriksa ponselnya. Ternyata banyak panggilan dari Alex.


Alex juga Meninggalkan pesan untuknya dan isinya adalah permintaan maaf karena lupa untuk menghubungi Melinda ketika sampai di Amerika " Maafkan aku sayang. Karena aku terlalu kelahan. Sehingga lupa untuk menghubungimu. Aku baru terbangun tadi pagi dan melihat banyak sekali panggilanmu!"


Seketika terbit senyum di bibir Melinda membaca pesan tersebut.


Ketika Melinda menelpon Alex, ternyata tidak diangkat. Karena saat itu Alex sedang bersama dengan Farel dan sudah bersiap untuk berangkat menuju perusahaan Abian.


Alex menatap Farel yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya. Tampaknya sedang berbicara dengan Siska.


' Apa aku juga menelepon Melinda?' bathin Alex saat melihat Farah yang saat ini sedang video call dengan Siska dan juga Aaron.


Akan tetapi Alex benar-benar tidak memiliki nyali sebesar itu untuk melakukan hubungan pribadi ketika jam kerja sudah di mulai.


Alex benar-benar menerapkan prinsip hidup efisien dan profesionalisme dalam pekerjaan nya. Oleh karena itu Alex tidak berani untuk melangkahi Farel dengan mengurus Masalah pribadi di saat Farel bersama dengan nya.


Padahal Farel adalah tipe bos yang tidak terlalu mempedulikan tentang hal-hal seperti itu. Bagi Farel yang penting Alex sudah selesai mengerjakan pekerjaan dia, maka Farel tidak mempermasalahkan apapun selain masalah pekerjaan mereka.


Setelah mereka sampai di kantor Abiyan yang begitu megah, Alex dan Farel langsung masuk ke dalam kantor tanpa membicarakan apapun di antara keduanya.