
Adrian dan juga Steven saat ini sedang kebingungan untuk mencari keberadaan Siska dan Farel yang sudah hampir tiga hari tidak diketemukan keberadaannya.
" Kemana mereka? Ponsel mereka semuanya tidak ada yang aktif mobil Mereka pun tidak ditemukan di mana-mana," terlihat Adrian terus bolak-balik dan mencari keberadaan Siska dan Farel yang masih misterius hingga saat ini.
Andini berusaha untuk menenangkan mereka berdua agar tidak khawatir terus seperti itu.
" Kita lapor polisi ini sudah lewat dari 24 jam. Aku yakin pasti terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka berdua sehingga membuat mereka menghilang tanpa bekas!" ucap Andini memberikan ide kepada Steven dan Andrian.
" Aku sudah melaporkan ke kantor polisi dua hari yang lalu, cuma belum ada kabar sampai saat ini. Polisi bilang kita masih harus menunggu penyelidikan yang sedang dilakukan oleh mereka." Adrian menggenggam telapak tangan Andini yang terus berdampingan dengannya.
Rosa Mandalika juga datang ke kediaman Prayoga untuk menenangkan kekasihnya karena Siska dan Farel yang tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar berita.
" Ini bukan karena perbuatan kamu kan Rossa?" tanya Steven sambil menatap tajam kepada Rossa yang auto melotot mendengar tuduhan tersebut.
Rossa tidak menyangka kalau dia akan dituduh seperti itu oleh laki-laki yang dia cintai. Apalagi sejak pembicaraan pada hari itu, mereka berdua hubungan yang semakin membaik. Oleh karena itu Rosa benar-benar tidak menyangka kalau Steven akan menuduhnya melakukan kejahatan kepada Farel dan Siska.
" Kenapa kau berfikir bahwa aku yang sudah melakukan kejahatan kepada mereka berdua? Bukankah setiap hari aku selalu bersamamu? Apakah kau melihat ada celah untuk diriku melakukan kejahatan itu?" tanya Rossa sambil menatap tajam kepada Steven.
Steven terlihat begitu prestasi dia benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa.
" Stevan. Tenanglah adikku! Kau jangan gegabah begitu. Aku yakin bukan Rossa yang melakukan ini. Aku yakin ada orang lain di balik menghilangnya mereka berdua!" Andini terlihat terus memperhatikan mereka terpisah yang begitu mencemaskan keberadaan orang-orang yang sangat mereka cintai.
" Tunggulah sebentar aku akan ke kamar dulu." Andini berpamitan kepada mereka bertiga untuk masuk ke dalam kamarnya.
" Apa yang mau kau lakukan? Lakukan di sini. Jangan membuat kami mencurigaimu mau melakukan sesuatu yang buruk!" ucap Rossa sambil menatap kepada Andini.
Andini hanya menarik nafas dengan dalam dan mengacuhkan apa yang dikatakannya oleh Rosa kepadanya.
Di dalam kamar terlihat Andini yang sedang mengotak-atik laptopnya. Dia sedang berusaha untuk menghack semua CCTV yang berada di sekitar kantor maupun kediaman Handoyo. Akan tetapi Andini tidak bisa menemukan keberadaan mereka.
" Aneh sekali sebenarnya ke mana mereka?" tanya Andini yang masih tetap belum mau menyerah untuk menemukan keberadaan keduanya.
Andini menghack data-data rumah sakit, kantor polisi, bandara dan beberapa tempat yang dia curigai tentang keberadaan mereka.
" Apa yang sedang kau lakukan Andini?" tiba-tiba saja Rossa sudah berada di dalam kamar Andini dengan menatap tajam kepada gadis itu.
Andini langsung menutup laptopnya. Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai Rossa mengetahui bahwa dirinya adalah seorang hacker yang pernah melumpuhkan perusahaan Mandalika Group.
" Aku hanya sedang memeriksa beberapa data yang ada di rumah sakit. Ada apa kau masuk ke dalam kamarku tanpa permisi?" tanya Andini yang kemudian menyimpan laptopnya kembali.
Rossa terlihat mencurigai gerak-gerik Andini yang menurutnya sangat mencurigakan.
Andini terlihat gugup dan terus menatap kepada Rossa yang masih meminta jawaban darinya atas apa yang tadi dia lakukan di belakang mereka semua.
Adrian dan Steven yang tidak mau identitas Andini yang sesungguhnya terbuka di depan Rossa akhirnya berusaha untuk melindungi Andini.
Bagaimanapun juga mereka tidak mau kalau sampai apa yang sudah mereka lakukan diketahui oleh Rosa.
" Sudahlah Rossa Kau jangan mengganggu Andini yang sedang bekerja. Ayo temani aku untuk menanyakan teman-teman Siska dan Farel. Siapa tahu mereka sedang bermain ke salah satu teman mereka!" Steven kemudian mengajak Rossa untuk keluar dari kamar Andini.
Rossa yang tidak mau membuat Steven marah akhirnya mengikutinya.
Bagaimanapun setelah menghabiskan waktu bersama Steven Rossa menyadari bahwa dirinya benar-benar mencintai pemuda itu dan tidak mau kehilangannya begitu saja.
" Aku tidak tahu teman-teman Siska maupun Farel, aku saja baru mengenal mereka belum lama ini!" ucap Rosa Mandalika sambil duduk di depan Steven yang sedang sibuk menelpon teman-teman Farel dan juga Siska yang ada di dalam ponselnya.
Sementara itu Adrian yang saat ini berada di dalam kamar Andini dia mulai menanyakan apa yang dilakukan gadisnya.
" Apa yang kau lakukan di kamar sendirian saja?" tanya Adrian pada Andini.
Andini kemudian menunjukkan laptopnya dan memberitahukan semua yang tadi dia lakukan kepada Adrian dengan jujur.
" Tapi aku tidak menemukan jejak keduanya ini benar-benar sangat mengherankan. Aku mencoba untuk menghack GPS dari ponsel Mereka pun sampai saat ini belum bisa ketemu. Tampaknya Siska dan Farel sedang berurusan dengan orang hebat yang mengerti tentang IT sehingga bisa menyamarkan kepergian mereka." Andini mencoba menjelaskan semuanya kepada Adrian tentang penemuannya.
Adrian memperhatikan semua rekaman CCTV yang ada di depannya yang berhasil di-hack oleh Andini.
Mata Adrian melotot sempurna ketika melihat sebuah rekaman di mana ada sebuah kecelakaan fatal.
" Tolong perbesar rekaman itu aku seperti mengenal mobil itu." perintah Adrian kepada Andini yang sontak terkejut mendengarnya.
Andini pun kemudian memperbesar rekaman tersebut dan benar saja mobil itu adalah mobil Farel dan Siska yang mengalami kecelakaan di tikungan tajam.
" Coba dilihat di mana kejadian itu sehingga kita bisa datang ke sana." Andini melakukan semua perintah yang diberikan oleh Adrian.
" Lihatlah mereka bertiga dibawa oleh sebuah mobil. Mobil milik mereka sudah meledak." ucap Andini terlihat begitu sedih.
" Andini selidiki mobil yang membawa Farel dan Siska. Kita bisa melacak keberadaan mereka berdua dengan mobil itu." Andini mata hati kembali laptop yang dia gunakan untuk mencari informasi keberadaan Siska dan Farel.
" Nomor plat mobil ini palsu. Aku sudah mencari data mobil itu di kepolisian, tapi tidak ada plat ini di manapun. Itu artinya kecelakaan ini sudah direncanakan. Adrian. Siapa kira-kira yang memiliki niat jahat seperti ini kepada mereka berdua?" pertanyaan dunia sampai menatap kekasihnya yang saat ini sedang berpikir keras tentang kemungkinan orang yang begitu tega berbuat jahat kepada keponakannya.
" Hanya Amora yang bisa memikirkan kejahatan seperti ini terhadap Farel. Tetapi setahuku dia sudah menghilang dari Indonesia lama sekali. Semenjak dia masuk penjara di Amerika. Karena kasus pembunuhan ibunya Farel," Andini menatap kekasihnya yang terlihat begitu bingung.