Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
54. Mengalah


Matteo yang sejak tadi terus menunggu Siska yang meminta kepadaNya untuk dijemput. Akhirnya dia pun memilih untuk meninggalkan basement apartemen Siska setelah menunggu hampir 2 jam lamanya.


" Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Siska? Kenapa dari tadi dia nggak datang-datang? Bahkan teleponnya juga sampai sekarang tidak mau diangkat-angkat juga! Ya Tuhan! Dia benar-benar sudah membuat aku sangat khawatir seperti ini!" Matteo meraup wajahnya dengan kasar dan kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya untuk segera meninggalkan basement apartemen.


Matteo kebingungan dengan dirinya sendiri. Karena dia begitu khawatir dengan kondisi Siska bersama dengan pria macam Farel yang telah menunjukkan sifat-sifat labil di dalam dirinya.


" Ya Tuhan! Jangan katakan padaku kalau aku benar-benar telah jatuh cinta kepada Siska! bagaimanapun kami berdua sudah memiliki calon suami dan juga calon istri Aku tidak boleh bermain-main dengan perasaan seperti ini!" Matteo berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri agar tidak terlibat perasaan yang lebih mendalam diantara dirinya dan Siska yang kemaren meminta kepada dirinya untuk menjadi kekasih Siska selama dia berada di sana.


Awalnya Matteo merasa bingung sekali dengan alasan Siska. Kenapa seorang wanita cantik seperti Siska harus melakukan hal seperti itu dengan dirinya?


Di kampus Matteo sering menjadi bahan Bullyan teman-temannya yang lain karena penampilannya yang cupu dan terbilang tidak tampan di mata orang lain.


" Sudahlah! Lebih baik aku tidur saja dan besok berangkat kuliah pagi-pagi. Aku harus bertanya kepada Siska tentang kejadian tadi pagi dan semua kejadian hari ini yang membuatku sangat heran dengan Siska!" akhirnya Matteo memutuskan untuk kembali ke Mansion milik kedua orang tuanya.


Setelah sampai di mansion Matteo langsung pergi ke kamarnya. Dia tidak memperhatikan kedua orang tuanya yang begitu mesra di ruang keluarga sambil menonton film.


Di rumah itu Mateo hanyalah anak laki-laki tunggal dan selalu sendiri. Kedua orang tua Matteo memiliki kehidupan mereka sendiri dengan kebahagiaan masing-masing. Matteo tidak pernah mengganggu gugat kehidupan mereka. Karena dia menganggap dirinya sudah dewasa dan tidak membutuhkan perhatian orang tuanya.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Matteo memutuskan untuk langsung tidur agar besok pagi dia bisa bangun dengan fresh.


Setelah mulai terlelap, Matteo baru bisa melupakan masalahnya hari ini yang benar-benar membuatnya lelah lahir batin. Karena seharian dia hanya menunggu Siska yang membutuhkannya. Akan tetapi pada akhirnya tidak pernah datang dan Siska hanya membuatnya harus menunggu terus. Matteo terus menunggu Siska seperti orang bodoh.


Sementara itu Amora, saat ini sedang berada di apartemennya tampak sedang mengamuk. Setelah dia melihat berbagai pemberitaan tentang dirinya di media sosial.


" Brengsek sekali! Siapa yang sudah sangat lancang mereka kejadian memalukan itu?" tanya Amora kesal sekali.


Kejadian dirinya menggila di pinggir pantai tadi siang telah menjadi sorotan dan juga pembicaraan di dalam beberapa media sosial yang telah membuat nama Amora hancur seketika di buatnya.


Sejak tadi ponsel Siska terus berdering dan membuat kepalanya terasa sangat pening.


" Kurang ajar! Kenapa mereka masih bisa melukaiku tanpa harus melakukan apa-apa terhadapku?" Amora benar-benar hilang akal.


Setelah dia berusaha untuk mengkonversi melalui akun media sosialnya sendiri. Amora pun kemudian memutuskan untuk kembali ke Indonesia dulu dan menghentikan niatnya untuk mengejar Farel terus hingga akhir.


Bagaimanapun saat ini karirnya benar-benar sedang dipertaruhkan. Sementara dia belum pasti akan mendapatkan Farel sebagai jackpotnya lagi.


" Besok siang aku akan kembali ke Indonesia. Tolong pesankan tiket untukku!" Amora meminta tolong kepada asistennya yang ada di Indonesia untuk segera menyiapkan penerbangannya kembali ke Indonesia.


" Baguslah kalau kau akhirnya sadar bahwa kau sedang melakukan sesuatu yang bodoh di sana!" ucap asisten Amora yang sejak kemarin sangat jengkel dan kesal dengan kelakuan labil Amora yang sangat sulit diatur.


Setelah bicara dengan asistennya. Amora kemudian memilih tidur seharian ini otak dan juga tenaganya benar-benar telah terkuras habis gara-gara Farel.


Sungguh disaat hati dan pikiran sangat lelah, ranjang dan kasir empuk adalah obat yang paling manjur untuk mengistirahatkan diri dari kelelahan lahir dan batin.


Sementara itu kedua orang tua Farel yang berada di Indonesia. Mereka kelimpungan setelah mendapatkan telepon dari Farel yang meminta pernikahan mereka berdua harus segera dipercepat.


" Sebetulnya ada apa dengan anak ini di luar negeri? Dia selalu saja membuat masalah di mana-mana!" ucap ayahnya Farel sambil memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing gara-gara kelakuan putranya yang seenak jidatnya saja pergi ke luar negeri dan meninggalkan semua tugas-tugasnya sebagai seorang CEO di perusahaan mereka.


Ibunya Farel hanya dapat menggelengkan kepalanya. Ketika dia melihat sang suami yang tampak begitu tertekan dan juga stres gara-gara perbuatan putranya yang labil dan bucin tingkat akut terhadap Siska.


Ibunya Farel tahu sekali bahwa Farel memang benar-benar telah jatuh cinta dengan Siska dan dia tidak bisa untuk menghentikan putranya jatuh cinta kepada calon istrinya sendiri yang telah di jodohkan oleh Kakeknya sejak mereka masih kecil.


Hingga saat ini dia pun masih juga tidak mengetahui alasan yang sesungguhnya dari sang ayah yang telah sangat memaksa untuk menjodohkan Farel dan Siska.


Bahkan sampai di akhir hayatnya sang ayah bersikeras dan mengingatkan kepada mereka berdua tentang Perjodohan Farel dan Siska yang tidak boleh terputus.


" Sebaiknya aku mengikuti saja keinginan Farel yang menginginkan untuk pesta pernikahannya segera dipercepat. Walaupun aku benar-benar ragu. Apakah Siska juga bersedia melakukan ini atau tidak. Kalau mengingat terakhir kali Siska mengatakan bahwa dia ingin pernikahan itu dibatalkan!" ibunya Farel benar-benar dibuat pening dengan kelakuan mereka berdua.


Yang satu meminta dibatalkan dan yang satu lagi meminta untuk dipercepat. Entah yang mana keinginan yang harus dia dengarkan saat ini dari kedua sejoli yang dia tahu mereka saling mencintainya satu sama lain.


Sementara ayahnya Farel sedang tertidur pulas. Ibunya Farel kemudian menghubungi kedua pamannya Siska yang telah menjadi perwakilan dari sang kakek selama Siska berada di Jakarta.


" Ada apa Bu malam-malam begini menelpon saya?" tanya Steven kepada ibunya Farel.


" Saya mendapat telepon dari Farel meminta untuk mempercepat pernikahan Farel dan Siska. Apakah anda bisa memberitahukan kepada saya Sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua?" tanya ibunya Farel dengan sangat penasaran.


Steven melihat ke arah Adrian yang masih saja sibuk dengan laptopnya. Karena dia yang harus menyelesaikan pekerjaannya yang tadi tertunda banyak sekali gara-gara mereka harus menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan oleh Siska ketika dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.


Pekerjaan Adrian sekarang tambah banyak sehingga membuat dia benar-benar kelimpungan dan kehabisan waktu untuk dirinya sendiri.