Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
223. Amora jadi Amira


Andreas saat ini sedang pusing tujuh keliling karena Amora yang tiba-tiba saja menghilang dari peredaran dunianya.


" Sebenarnya kamu ke mana? Kalau ada masalah. Bukankah sebaiknya dibicarakan baik-baik? Kenapa main kabur kayak gini? Apa yang harus kulakukan dengan kontrak yang sudah kau tandatangani?" Andreas terus mondar-mandir di dalam kamarnya masih berusaha untuk mencari keberadaan Amora.


Beberapa detektif bahkan sudah dikerahkan oleh Andreas menelusuri jejak yang ditinggalkan oleh Amora yang tanpa dia sadari sendiri.


Namun sudah hampir satu minggu lamanya Andreas belum mendapatkan kabar apapun dari mereka.


" Bukankah seharusnya mereka bisa menemukan jejak Amora? Melalui plat mobil yang digunakan Amora? Aih, kenapa jadi ribet seperti ini?" Andreas tiba-tiba merasa begitu frustasi untuk bisa menemukan kembali istrinya yang telah menghilang hampir satu minggu lamanya.


" Apa saja yang dilakukan para detektif bodoh itu sampai tidak bisa menemukan Amora?" Andreas terlihat begitu gemas dan terus mondar-mandir di dalam kamarnya.


Dari arah luar terlihat pembantu yang bekerja di rumahnya mengetuk pintu kamarnya.


Tok tok tok


" Siapa?"


" Tuan di luar ada detektif yang mencari anda," Andreas langsung keluar dari kamarnya dan menemui detektif yang saat ini sudah menunggunya di ruang tamu.


Andreas berharap ada kabar baik yang dibawa oleh mereka.


" Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan keberadaan istriku?" tanya Andreas terlihat tidak sabar untuk mendapatkan laporan dari detektif yang sudah dia sewa.


Tiga orang detektif itu saling menatap satu sama lain. Andreas yang sudah tidak sabar langsung menggebrak meja.


" Kalian datang kemari cuma untuk saling melihat? Cepat katakan padaku! Kalian punya Informasi apa?" terlihat Andreas yang sudah naik darah melihat detektifnya yang sejak tadi hanya diam dan terus menetap satu sama lain dan membuat Andreas kesal sekali.


" Maafkan saya Tuan Andreas. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan istri anda. Tapi, tapi, " detektif itu seperti kesulitan untuk melaporkan penemuan mereka kepada Andreas.


" Tapi apa?? Apakah saya membayar mahal kalian, hanya untuk membayar kegaguan kalian?" tanya Andreas yang sudah naik pitam melihat detektif yang nampak ragu-ragu untuk melaporkan hasil kerja mereka.


" Kami menemukan mobil Nyonya Amora yang masuk ke dalam jurang. Kemungkinan besar istri Anda sudah meninggal," lapor sang detektif kepada Andreas.


" What the hell? Jangan bercanda karena itu tidak lucu sama sekali! Di mana kalian menemukan mobil istriku? Antarkan aku ke sana karena aku harus mencari bukti-bukti kalau memang dia sudah meninggal!" Andreas sampai mencengkram kerah pakaian yang detektif yang melaporkan tentang kematian Amora kepadanya.


Sang detektif sampai gemetar ketakutan melihat amarah di mata Andreas yang tertuju kepadanya.


" Tenanglah Tuan Andreas! Amarah Anda tidak akan memberikan solusi apapun bagi kita. Kami masih terus menyelidiki tentang kejadian ini. Karena kami tidak menemukan jenazah istri anda dipuing-puing mobil yang jatuh ke dalam jurang!" Andreas menghela nafas lega mendengarkan laporan tersebut.


" Tuam Andreas. Kenapa anda tidak mencoba untuk melaporkan kehilangan istri anda ke kantor polisi? Mungkin saja ada berita yang bisa kita dapatkan dari sana." Andreas langsung melotot kepada detektif yang menurutnya terlalu bodoh.


" Kalau aku bisa melaporkan kehilangan istriku ke kantor polisi apakah mungkin aku sampai menyewa kalian untuk mencarinya? Istriku mempunyai identitas khusus yang tidak bisa aku laporkan ke kantor polisi. Oleh karena itu aku lebih rela menyewa kalian untuk mencarinya." pada detektif terlihat saling memandang satu sama lain.


Terlihat bahwa mereka merasakan beban yang begitu berat untuk tugas tersebut karena memang sangat sulit untuk menemukan sesuatu yang tidak komplit informasi yang diberikan oleh Andreas kepada mereka.


" Apakah istri anda itu adalah seorang penjahat sampai Anda tidak berani melaporkan kehilangannya kepada polisi?" Andreas langsung menghajar detektif yang sudah berani menghina istrinya.


" Apakah kamu saya bayar mahal untuk bertanya sesuatu yang bodoh seperti itu? Istriku adalah seorang artis terkenal. Kenapa aku tidak melaporkannya ke kantor polisi Aku memiliki alasanku sendiri dan tidak perlu untuk Aku berbicara kepada kalian tentang alasan itu. Paham?" Andreas terlihat begitu murka kepada orang yang sudah dia sewa untuk mencari keberadaan Amora.


Terlihat Andreas mencari ponselnya untuk menghubungi manajemen artis yang dari kemarin terus saja menterornya mencari keberadaan Amora.


" Maafkan saya Bu! Saya sudah berusaha untuk mencari keberadaan istriku, tapi sampai saat ini belum ada kabar apapun. Mungkin untuk kontrak yang sudah terlanjur ditandatangani olehnya, bisa dibatalkan atau kalau tidak dialihkan kepada artis yang lain yang stand by dan siap menggantikan tugas istriku!" terlihat Andreas yang begitu putus asa untuk bisa menemukan Amora.


Andreas merasa miris hatinya ketika melihat foto-foto yang diberikan oleh detektif yang telah dia sewa.


Amora memang sengaja memasukkan mobilnya ke jurang untuk menghilangkan jejak dirinya yang ingin meninggalkan hiruk pikuk dunia ke artisan yang sudah membuat dia merasa muak. Selain itu Amora juga takut kalau sampai Farel dan Abian bisa menemukan jejaknya.


Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Amora untuk menutupi keberadaan dirinya saat ini.


Amora sekarang telah hidup dengan identitas baru di pesisir pantai sebagai wanita biasa yang tidak dikenal oleh siapapun.


Amora memilih menjadi seorang pelayan restoran dengan penampilan culun yang sengaja dia ciptakan untuk membuat orang tidak mengenalinya sebagai seorang artis Ibukota yang terkenal, hanya untuk mencari sesuap nasi dan meninggalkan semua kemewahan yang dia miliki untuk Andreas dan putri kecilnya yang sekarang tinggal di Australia bersama dengan mertuanya.


Siang itu Amora yang sekarang telah berganti nama dengan Amira tampak begitu rajin bekerja di sebuah restoran kecil yang ada di pesisir pantai.


Entah kenapa Amora malah merasa bahwa kehidupannya sekarang jauh lebih indah daripada segala kemewahan yang dia miliki sebelumnya yang membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak dan makan enak. Karena ketakutan tertangkap oleh Abian dan Farel yang selalu mengejarnya.


" Amira!! Cepat kau layani pembeli itu dari tadi kok lelet sekali!" Panggil pemilik restoran kepada Amira yang tadi sempat melamun ketika melihat sebuah mobil yang melintas di depan restorannya.


Mendengar panggilan dari pemilik restoran Amira langsung mendatangi pembeli yang saat ini sedang menunggu kedatangannya.


Penampilan culun dan pakaian sederhana benar-benar telah menutupi identitas seorang Amora yang selama ini selalu dan tampil glamor dan mewah.


Ketiga tamu itu adalah detektif yang sedang mencari Amora yang sudah menghilang lebih dari 2 minggu. " Maaf Kalian mau pesan apa?" Tanya Amira kepada para detektif yang saat ini sedang berdiskusi tentang Amora yang sedang mereka cari.


" Aiya!! Tuan Andreas itu benar-benar seorang yang memiliki temperamental yang sangat tinggi. Mungkin saja istrinya kabur karena tidak tahan dengan dia yang suka marah." terlihat sang detektif yang memperhatikan Amora yang sejak tadi hanya dia mematung mendengar percakapan mereka.


" Kenapa kau malah berdiri di situ? Cepat bawa pesanan kami kemari karena kami sudah lapar!" ucap detektife yang bernama Cecep kepada Amira.


Amirah terkejut mendengarkan laki-laki itu yang berbicara kasar kepadanya.


" Maaf tuan! Dari tadi saya menunggu pesanan kalian. Kalian belum membuat pesanan apapun!" ucap Amira berusaha untuk bersikap setelah mungkin agar tidak dicurigai oleh mereka bertiga.


Tidak sia-sia Amora selama ini menjadi seorang artis terkenal. Karena aktingnya benar-benar sangat natural dan tidak dicurigai oleh siapapun.


" Sudahlah jangan membuat perhitungan dengan pelayan kecil seperti dia! Urusan kita jauh lebih besar daripada kau marah-marah tidak jelas kepadanya!" terlihat kepala detektif yang menjadi atasan mereka bertiga mulai menengahi perdebatan itu.


Amira masih berdiri di tempat menunggu pesanan yang akan mereka buat. setelah mereka menyebutkan makanan apa saja yang mereka inginkan Amira pun langsung mencatat dan meninggalkan mereka.


" Sudah dua minggu kita berusaha untuk mencari wanita itu. Tapi tidak ada kabar sama sekali. Sepertinya dia memang sengaja menghilangkan semua jejak agar tidak bisa ditemukan!" terlihat detektif yang bernama Cecep itu sangat frustasi.


" Kang kita cari itu adalah soal artis terkenal. Jadi kita harus memasang mata baik-baik untuk menemukan keberadaannya. Aku yakin dia pasti menyamar menjadi seseorang sehingga kita kesulitan untuk menemukan keberadaannya." ucapnya sambil meminum air putih yang ada di hadapannya.


Amira langsung masuk ke dapur mendengar semua percakapan mereka. Dia tiba-tiba Amira merasa gugup dan merasa takut kalau sampai keberadaan dirinya di tempat itu diketahui oleh mereka.


" Wanita itu benar-benar sangat merepotkan sekali!" Cecep terlihat memiliki sifat dan temperamental yang tinggi dibandingkan teman-temannya yang lain.


" Jangan begitu! Ingatlah, Cep! Gara-gara wanita yang kau bilang merepotkan itu, kita di digaji besar oleh Tuan Andreas untuk bisa menemukannya. Sudahlah berhenti mengeluh aku pusing mendengarnya!" Mereka pun kemudian memilih untuk mengkonsumsi makanan yang sudah mereka pesan dari restoran.


Sementara itu Amira lebih memilih untuk duduk di balik meja kasir dan terus menundukkan kepalanya.


Jantung Amira saat ini berdebar sangat kencang. Dia benar-benar tidak ingin kembali ke kehidupan yang lalu yang hanya berisi amarah dan dendam terhadap Farel yang selalu menyakiti hatinya dengan selalu menolak cintanya.