
Irdina menatap Steven dengan lekat ada perasaan rindu dendam dan cinta kasih yang begitu besar di mata Irdina. Steven merasa tidak enak melihat penderitaan gadis itu yang harus menanggung sakitnya kehilangan cinta.
Steven dulu pernah begitu mencintainya. Akan tetapi semua itu sudah berlalu. Apalagi sekarang dirinya sudah mempunyai seorang istri dan calon anak.
' Calon anak?' bathin Steven yang seakan mendapatkan sebuah ide untuk membuat Irdina mau mendengarkan bujukannya untuk berdamai.
" Irdina. Bagaimana kalau kita menambahkan satu poin dalam perjanjian ini? Aku yakin kamu pasti akan menerimanya." Steven terlihat begitu sumringah dengan ide yang tiba-tiba muncul di dalam kepalanya.
" Apa?"
" Aku akan menambahkan satu poin apabila suatu saat nanti kita memiliki anak, laki-laki dan perempuan, maka kita akan menjodohkan mereka. Akan tetapi bila anak kita sama-sama laki-laki kita akan menjadikan mereka sebagai saudara angkat. Dengan begitu kamu masih bisa bertemu denganku sebagai besan atau pun sahabat kami. Bagaimana?" tanya Steven dengan wajah sumringah dan berharap Irdina mau menerima penawarannya.
Irdina terlihat histeris mendengar apa yang dikatakan oleh Steven. " Aku tidak ingin menjadi sahabatmu ataupun besanmu. Aku menginginkan untuk menjadi istrimu! Kenapa kau menganggap lelucon sekali perasaanku untukmu?" Irdina terlihat begitu frustasi karena Steven yang sepertinya menganggap cintanya tidak berarti apa-apa.
Steven menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Stefan benar-benar sudah kehilangan akal untuk bisa membujuk irdina agar menghentikan semua kekonyolan ini yang benar-benar sudah menguras tenaga dan waktunya.
" Baiklah terserah kau mau melakukan apa. Kalian semua!! Tinggalkan saja wanita ini di gudang ini dengan keadaan terikat begitj!! Terserah dia mau mati atau mau hidup!" akhirnya Stevan memberikan perintah kepada anak buah Adrian. Hal itu dia lakukan karena kesabaran yang sudah habis.
Mendengar perintah dari Steven Irdina seketika menciut nyalinya. Hati Irdina benar-benar sakit mendengar perintah dari laki-laki yang sangat ia cintai untuk meninggalkan dan menelantarkan dirinya di gudang yang sudah tidak pernah dipakai lagi oleh Prayoga Group karena kondisi gudang yang sudah tidak layak guna selama bertahun-tahun.
Hanya membayangkan dirinya tinggal di gudang itu sendirian saja. Sudah membuat Irdina ketakutan luar biasa. Irdina terus memikirkan penawaran yang diberikan oleh Steven yang terakhir kali.
' Lebih baik aku terima saja penawaran itu, apa ya?? Setidaknya aku masih memiliki kesempatan untuk bisa melihat Steven yang pasti tidak akan menganggap aku sebagai sesuatu yang berbahaya di dalam rumah tangganya.' bathin Irdina sedang mempertimbangkan penawaran yang diberikan oleh Steven untuk dirinya.
" Kalau aku setuju. Apa yang akan kau lakukan? Apa kau benar-benar akan menepati janjimu untuk menikahkan kedua anak kita?" tanya Irdina terlihat ragu-ragu dengan penawaran dari Steven.
Steven tersenyum merasa ada sebuah harapan untuk kedamaian bersama yang sedang dia usahakan saat ini dengan Irdina yang pernah menjadi mantan terindah Steven.
Mungkin kalau dulu Irdina tidak pergi ke luar negeri tanpa pamit, sekarang mereka sudah menjadi suami istri yang saling mencintai.
Akan tetapi takdir memang telah mempermainkan hidup mereka dan mengombang-ambing perasaan mereka dalam ketidakpastian yang sangat menyakitkan hati mereka.
" Baiklah aku akan menandatangani perjanjian itu. Pada usia 18 tahun putriku, kau harus datang melamarnya untuk dijadikan sebagai menantu kamu!" Steven cukup terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Irdina.
" 18 tahun?? Ya ampun!! Kenapa 18 tahun sudah menikah?? Aku tidak mau!! 25 tahun aku baru akan meminang putri kamu untuk anakku!" Steven tidak mau kalau sampai putranya menjalani pernikahan dini yang tidak sehat.
" 25 tahun?? Itu terlalu lama Steven! Jangan-jangan kamu malah sudah lupa dengan perjanjian kita hari ini atau jangan-jangan, malah putramu sudah menikahi wanita lain dan menjadikan putriku sebagai istri keduanya. Aku tidak sudi kalau sampai Putri berharga aku hanya dijadikan sebagai istri keduanya!" Irdina begitu mengatakan dengan pendapatnya.
Kalau ada orang yang saat ini mendengar semua percakapan mereka. Mereka pasti akan tertawa terpingkal-pingkal. Begitu pula dengan Ketiga orang anak buah Adrian yang saat ini sedang mengawasi mereka di tempat itu.
Terlihat mereka menahan tawa karena merasa konyol dengan Steven dan Irdina yang sedang asyik berdebat tentang anak yang belum ada di atas dunia air. Irdina saja belum menikah dan sama sekali belum mempunyai calon suami. Tetapi sudah membayangkan Dia memiliki seorang putri yang akan dinikahkan dengan Putra Steven.
Dan konyolnya sekarang mereka sedang berdebat tentang usia pernikahan keduanya.
" Kamu tidak bisa begitu Irdina! Kenapa kau tidak pernah mempercayai apa yang aku katakan padamu huh? Sejak dulu kamu selalu meragukan semua yang kukatakan kepadamu dan kamu di sini begitu lancangnya mengatakan kalau kamu benar-benar mencintaiku. Cih! Cinta macam apakah yang kau miliki untukku? Kalau kau tidak memiliki rasa percaya sama sekali denganku?" tanya Steven menatap tajam kepada Irdina yang kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar semua yang dikatakan oleh Steven tentang dirinya.
Irdina terlihat sedang berpikir keras untuk membuat negosiasi agar pihaknya tidak terlalu dirugikan dan ditipu oleh Steven suatu saat nanti.
" Baiklah!! Saat usia anakku 20 tahun!! Kau harus datang meminangnya untuk menjadi istri dari putra kamu!" Steven menghela nafas karena cukup berbangga hati dirinya bisa menggoyahkan prinsip hidup Irdina yang selama ini sangat sulit untuk digoyahkan dengan apapun juga.
" Baiklah saat usia putrimu 20 tahun aku akan meminang putrimu. Ingatlah kau untuk selalu mengabariku dimanapun keberadaanmu. Supaya aku bisa melacak dimana calon menantuku berada. Oh ya, kamu juga harus mendidik putrimu dengan baik jangan sampai Putraku mendapatkan bekas orang lain sebagai istrinya. Kamu harus bisa menjaga kesuciannya dan pergaulannya agar tidak menjadi wanita nakal!" ucapan Steven membuat Irdina sedikit tersinggung.
" Baiklah jangan khawatir! Aku pasti akan mendidik putriku untuk menjadi wanita terbaik dan membuat putramu jatuh cinta kepadanya!" Irdina tampak begitu percaya diri bahwa suatu saat dirinya akan memiliki seorang putri yang akan dinikahkan dengan putra Steven yang saat ini sudah berada di dalam kandungan istrinya. Padahal jenis kelamin anaknya hingga saat ini belum bisa di deteksi. Steven benar-benar konyol dengan idenya.
" Aku akan segera menikah agar anakku tidak terlalu jauh usianya dengan anakmu." Steven merasa senang sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Irdina yang berjanji akan segera menikah.
" Baguslah! Kau undanglah kami sekeluarga untuk datang ke pernikahanmu. Sehingga kami bisa yakin bahwa calon menantuku akan launcing ke dunia ini. Ingat Irdina! Kau tidak boleh membuat Putraku menjadi perjaka tua karena terlalu lama menunggu calon istrinya!" Steven memberikan peringatan kepada Irdina.
Semua anak buah Adrian benar-benar tidak mampu untuk menahan tawa mereka. Sehingga akhirnya terbelak dan menyadarkan Stevan dan irdina bahwa mereka tidak hanya berdua di dalam ruangan itu.
sungguh apa yang sedang dilakukan oleh Steven ini benar-benar sebuah kekonyolan yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun.
Dari mana mereka mendapatkan sebuah keyakinan bahwa irdina akan memiliki anak seorang perempuan? Dan dari mana Steven mengetahui bahwa saat ini istrinya sedang hamil anak laki-laki padahal usia kandungan Rosa masih muda dan belum bisa dideteksi jenis kelaminnya.
" Apa yang kalian tertawakan? Ya ampun!! Sungguh tidak sopan sekali!" Irdina terlihat murka dengan apa yang dilakukan oleh anak buah Adrian yang menertawakan mereka berdua yang saat ini sedang membicarakan masa depan anaknya. Hahaha! Author juga ga bisa berhenti tertawa sama seperti anak buah Adrian.
Sementara itu di Jakarta, Rosa dan kedua orang tuanya terlihat mengerutkan keningnya mendengar semua perjanjian yang sedang dibicarakan oleh Steven dan Irdina untuk menyelesaikan konflik mereka saat ini.
" Ya ampun kekonyolan Apa yang sedang dilakukan oleh suamimu bisa-bisanya dia memikirkan hal seperti itu? Apakah benar kalau aku harus menjadi ibu mertua dari anak mantan kekasihku yang psikopat itu? Ya ampun!! Tidak ada hal yang lebih membagongkan dari semua ini!" Rosa terlihat tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Steven yang sedang mempermainkan masa depan anaknya yang masih ada dalam kandungannya.