
Farel langsung masuk ke dalam kamarnya setelah sampai di apartemennya. Farel langsung membuka tas dan dompet milik sang ibu yang dia temukan di dalam apartemen Amora.
Setelah membuka semuanya dan tidak ada hal yang mencurigakan. Farel pun kemudian mulai mencharge ponsel sang Ibu yang tadi terlihat lowbat dan dia matikan dayanya.
Baby Sister yang waktu itu datang untuk mengasuh Aaron terpaksa dikembalikan lagi ke tempat asalnya karena sampai saat ini Putra Farel belum juga ditemukan.
Yang menjadi bahan kebingungan Farel, kenapa kalau misalkan itu adalah sebuah kasus penculikan. Kenapa tidak ada telepon dan meminta tebusan ataupun berunding dan diskusi dengan Farel untuk mengembalikan anaknya yang di ambil mereka?
Sementara Farel menunggu ponsel ibunya selesai di carger. Farel memilih untuk mandi dan memasak makan malam untuk dirinya sendiri tadi ketika di apartemen Amora Farel tidak sempat mencicipi masakan Amora karena dia langsung meninggalkan apartemennya setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.
Sementara itu di kediaman Amora. Terlihat Amora yang terus mencari keberadaan Farel setelah selesai memasak makanan kesukaan Farel sesuai permintaan laki-laki itu.
" Farel makananmu sudah siap. Cepatlah datang kemari!" ucap Amora dengan wajah sumringah dan penuh kebahagiaan.
Karena selama ini Farel selalu bersikap dingin padanya. Jangankan untuk meminta masakannya, walau hanya sekedar bertutur sapa baik-baik saja Farel selalu saja pergi dan menghindarinya.
Amora mengerutkan keningnya ketika dia tidak melihat atau menemukan Farel dimanapun juga.
Tiba-tiba Amora seakan mengingat sesuatu.
" Ah, sial! Sepertinya Farel memang sengaja menjebakku. Jangan-jangan ponsel dan dompet milik Tante Meliana sudah dia ambil juga? Apa itu artinya dia sudah mengetahui kalau sebenarnya akulah yang sudah membunuh ibunya? Ya ampun! Gawat kalau sampai Farel mengetahui kalau akulah yang sudah membunuh ibunya!" tampak sekali kekhawatiran di wajah Amora yang mulai terlihat gugup sekali.
" Aku harus segera menghubungi David. Aku harus menyuruh dia untuk menggunakan anaknya Farel untuk mengancamnya agar tidak menuntutku!" ucap Amora yang langsung mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan apartemen miliknya untuk pergi ke kediaman David.
Amora benar-benar ketakutan kalau sampai Farel mengetahui kalau dialah yang sudah membunuh Meiliana.
" Lihat saja aku pasti tidak akan membiarkan Siska untuk keluar dari penjara. Tidak akan kubiarkan!" ucap Amora benar-benar seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat.
Amora langsung turun dari mobilnya ketika dia sudah sampai di apartemen milik David.
Sejak kejadian malam itu, Amora dan David mulai menjalani hubungan rahasia dan mulai merencanakan untuk bisa merebut perusahaan Farel.
Ternyata David selama ini tidaklah sesederhana wajahnya. Karena dia ternyata menyimpan banyak duka dan dendam terhadap Farel yang selama ini selalu memperlakukannya dengan semena-mena membuat David menjadi tidak senang dan ingin membalaskan dendamnya tersebut kepada Farel dengan merebut perusahaan keluarganya yang sekarang hampir 50% sudah berada di tangannya.
" Ada apa kau malam-malam datang kemari? Jangan sampai nanti hubungan rahasia kita tertangkap oleh orang lain dan itu akan sangat berbahaya dengan tujuanku!" tanya David yang merasa tidak senang dengan kehadiran Amora di apartemennya.
" Mana anaknya Farel? Bukankah kau mengatakan kau akan mengasuh anak itu baik-baik?" tanya Amora sambil terus memperhatikan ke sekeliling apartemen milik David yang sangat luas dan juga sangat mewah.
Ternyata selama bertahun-tahun David menjadi asisten Farel, dia telah menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya.
" Kenapa kok diam saja huh? Cepat katakan padaku. Di mana anaknya Farel?" tanya Siska mulai hilang kesabaran melihat David yang malah memilih untuk meminum wine yang ada di tangannya daripada menjawab pertanyaannya.
" Mau apa kau mencari anak Farel huh? Dia aman bersama dengan orang kepercayaanku! Kau tidak usah mengkhawatirkan dia. Kau urus saja bagianmu untuk memastikan bahwa istrinya Farel masuk penjara dan mempertanggungjawabkan perbuatanmu yang sudah membunuh ibunya Farel!" ucap ucap delfed mengingatkan Amora.
Amora tanpa kesulitan menelan salivanya sendiri mendapatkan perkataan seperti itu dari partner kejahatannya.
Waktu itu Amora dan David memang bekerja sama untuk menjebak Meiliana agar datang ke apartemen kosong yang sudah mereka sewa. setelah berada di tempat itu David ya memang sudah menunggu kedatangannya langsung menyekap mulut ibunya Farel dengan obat bius dan selanjutnya Amoralah yang mengeksekusi untuk menghabisi nyawa ibunya Farel dengan sangat sadis.
" Ada kemungkinan kalau Farel mengetahui kalau akulah yang sudah membunuh tante Meliana!" David terperanjat mendengarkan perkataan Amora.
" Bagaimana bisa? Jelas-jelas kita sudah mengatur semuanya dengan sangat rapi. Seakan-akan Siska lah yang benar-benar telah membunuh ibunya Farel yang sombong dan belagu itu!" ucap David dengan mata berapi-api.
David kembali mengingat apa yang sudah pernah dilakukan oleh ibunya Farel terhadap ibu kandungnya yang merupakan selingkuhan dari ayahnya Farel ketika masih hidup.
" Cepat katakan padaku. Apa yang sudah kau lakukan pada Farel sehingga dia akhirnya bisa mengetahui kalau kaulah yang sudah membunuh ibunya?" tanya David merasa tidak sabar untuk mendengarkan penjelasan dari Amora.
" Farel menjebakku dengan pura-pura datang ke apartemenku dan memintaku untuk memasak. Sementara itu dia menggeledah apartemenku dan menemukan dompet serta ponsel milik tante Meliana!" ucap Amora tampak begitu lemas ketika dia menceritakan semuanya kepada David.
" Kau memang perempuan paling bodoh yang pernah aku tahu. Lagi pula untuk apa juga kau memelihara dan menyimpan barang-barang perempuan itu huh? Kau yang sedang cari penyakit sendiri!" umpat David sambil menatap tajam kepada Amora yang merasa tidak senang dipanggil bodoh olehnya.
" Cepat kau beritahukan di mana anaknya Farel. Aku akan menggunakan anak itu untuk mengancam Farel agar tidak melaporkan aku ke kantor polisi dan membiarkan istrinya untuk terus berada di dalam penjara!" ucap Amora dengan nada keras seakan sedang menegaskan bahwa dalam rencana mereka, dialah yang menjadi pemimpin atas semua rencana dan semua keputusan.
" Aku kan sudah bilang padamu kalau aku memiliki rencana yang jauh lebih besar tentang anaknya Farel itu! Maafkan aku Amora aku tidak bisa mengorbankan tujuan besarku hanya untuk menyelamatkan perempuan bodoh sepertimu! bukankah kau yang sudah mencari penyakitmu sendiri Jadi silakan kau cari penyembuhnya sendiri. jangan coba-coba kau memerintahkanku untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin kulakukan!" ucap David.
David mendekati Amora sambil membingkai wajah Amora dengan kedua tangannya lalu dia mulai mencium bibir wanita itu yang pernah tidur dengannya pada malam Farel meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Amerika mengejar Siska.