
Mata Amora terpaku ketika melihat foto Adrian yang tergeletak di atas meja.
" Kau kenal Adrian Prayoga?" tanya Amora sambil menatap tajam kepada Indrana.
Indrana menatap kepada Amora yang saat ini sedang melihat ke arahnya dengan tatapan dalam.
" Tentu saja aku kenal dia. Dia adalah kekasihku. Kenapa? Apakah kau kenal juga atau mungkin kau adalah kekasihnya juga?" Indrana suaranya sudah mulai tidak bersahabat kepada Amora.
Amora menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Indrana. " Berarti kau adalah mantan kekasih Adrian? Karena yang aku dengar kalau Adrian sudah menikahi seorang wanita bernama Andini." Indrana terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Amora yang ternyata mengetahui banyak tentang keluarga Prayoga.
" Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kenal juga dengan Adrian?" tanya Indrana mulai tidak bersahabat dengan Amora.
Amora tersenyum mengerti bagaimana perasaan Indrana saat ini yang pasti mengira bahwa dirinya juga mantan kekasih dari Adrian.
" Aku bukan mantan kekasih Adrian, kau tenang saja. Mantan kekasihku adalah Farel. Suami dari Siska Prayoga. Apa kau kenal Siska Prayoga?" tanya Amora sambil menatap tajam ke arah Indrana yang mulai bersikap waspada kepada dirinya.
" Ada apa sebenernya?" Amora berusaha untuk bertanya dan membangun rasa kepercayaan dalam diri Indrana terhadap dirinya.
" Tidak ada apa-apa. Pulanglah ke kamarmu. Karena aku ingin tidur. Besok pagi-pagi aku harus segera meninggalkan tempat ini!" Indrana mengusir Amora untuk keluar dari kontrakannya.
" Kenapa kamu harus meninggalkan tempat ini?" tanya Amora benar-benar penasaran sekali.
" Bukan urusan kamu!" ucap Indrana ketus sekali.
Amora mencoba untuk bersabar dan mengerti apa yang saat ini dirasakan oleh Indrana.
" Apakah kamu sedang dikejar-kejar polisi?" Indrana terperanjat mendengar pertanyaan dari Amora.
" Jangan sok tahu! Pergilah sekarang juga. Karena aku tidak mau bicara lagi denganmu!" Amora kemudian bangkit dari duduknya dan persiapan untuk meninggalkan kontrakan itu.
Amora bisa mengerti kemarahan yang dirasakan oleh Indrana. "Kau jangan khawatir. Aku bukan musuhmu kok. Besok aku juga akan pergi meninggalkan tempat ini. Karena kalau polisi sampai mencari kamu ke sini dan melihat aku, pasti aku juga akan dalam bahaya." Indrana cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Amora.
" Apakah Kau juga sedang dikejar oleh Polisi?" tanya Indrana mulai penasaran.
Amora kemudian menceritakan semua kisahnya dengan jujur kepada Indrana agar dadis itu mau mempercayai dirinya.
" Kenapa suamimu mencarimu? Apakah kamu melakukan suatu kejahatan pada suami kamu? Sehingga harus melarikan diri darinya dan hidup dalam pelarian?" tanya Indrana yang sudah mulai tidak merasa canggung terhadap Amora.
Amora hanya tersenyum mendapatkan pertanyaan semacam itu dari indrana yang baru saja dia kenal beberapa hari yang lalu. Sejak wanita itu pindah di kontrakan yang sama dengan dirinya.
" Aku hanya ingin melupakan masa laluku yang terlalu terobsesi dengan Farel Handoyo yang selama ini tidak pernah mencintaiku. Ya! Sekarang aku lebih tenang dan ayem. Sejak aku pergi meninggalkan semuanya di tangan suami dan juga anakku, aku bisa menekan perasaan cintaku untuk Farel dan hidup dengan Kedamaian baru!" Indrana terus mendengarkan semua yang dikatakan oleh Amora dengan tekun dan takjub.
Ya, takjub!! karena ternyata saat ini dirinya sedang berhadapan dengan seorang artis internasional yang terkenal di negeri ini.
" Apakah kau benar-benar mencintai Farel? Kenapa kau tidak mau berusaha untuk mendapatkan cinta dia?" tanya Indrana yang merasa benar-benar penasaran tentang sosok Amora.
Amora bangkit dari tempat duduknya kemudian dia menceritakan segala hal tentang keburukan dan semua hal gila yang pernah dia lakukan hanya demi mempertahankan cintanya kepada Farel.
" Aku bahkan pernah membunuh ibunya Farel hanya untuk menjebak Siska dan menjebloskannya ke dalam penjara. Aku ingin membuat wanita itu dibenci oleh Farel. Apa kau tahu apa yang dilakukan oleh Farel saat itu?? dia malah secara diam-diam mencari bukti untuk bisa membebaskan istrinya yang tercinta dari penjara dan akhirnya dia menemukan bukti bahwa akulah yang sudah membunuh ibunya. Dia sangat murka dan akhirnya menjebloskan aku masuk dalam penjara. Semua pengorbanan yang aku lakukan untuk dia, sepertinya tidak ada artinya sama sekali di atas cintanya untuk Siska." Amora terlihat meneteskan air matanya ketika dia kembali mengingat tentang masa lalunya yang begitu menyakitkan saat mencintai Farel.
Indrana terlihat juga meneteskan air mata Karena rasa harus mendengar cerita yang begitu mengharu biru. Amora ternyata sangat mencintai Farel yang pernah beberapa kali dia temui.
" Farel Handoyo memang seorang laki-laki yang sangat tampan dan juga keren wajar kalau kau Mencintainya seperti orang gila begitu. Sama seperti aku yang juga mencintai Adrian Prayoga. Aku juga sama sepertimu yang tidak bisa melepaskan cinta di masa lalu yang begitu menyakitkan. Aku Belum lama ini sudah membunuh istri dan juga calon anaknya dari mantan kekasihku." Amora benar-benar terkejut mendengarkan itu.
" Apakah kau sedang bercanda? Bagaimana mungkin wanita selembut kamu bisa melakukan itu? sungguh sesuatu yang benar-benar sulit untuk dipercaya oleh nalar dan akal sehat!" Amora terlihat menggelengkan kepalanya karena merasa heran sekali.
Indrana kemudian menatap Amora. "Aku memang tidak berani untuk membunuh dia secara langsung tetapi aku meminta kenalanku untuk mengeksekusi nya di depan mataku sendiri. Apa kau tahu?? Aku benar-benar merasa bahagia ketika melihat dia menjerit kesakitan dan minta tolong kepadaku! Sampai saat ini aku belum melupakan sensasi itu. Aku benar-benar merasa puas sekali karena sudah berhasil membuat mantan kekasihku yang jahat itu menangis dan kehilangan akal sehatnya setelah ditinggal mati oleh istri dan calon anaknya!" Amora bisa melihat kebencian yang begitu besar di wajah Indrana yang sedang bercerita kepadanya dengan begitu enteng nyaris tanpa beban.
' Rupanya perempuan ini jauh lebih gila daripada aku di masa lalu. Dia bahkan membunuh saingan cintanya tanpa merasa takut sama sekali dengan Kepolisian ataupun kekuatan Prayoga Group!' batin Amora yang merasa begitu takjub kepada Indrana.
"Kamu sangat hebat karena kamu berpikir untuk bisa menyingkirkan wanita yang dicintai oleh mantanmu yang jahat itu. Aku yakin, Adrian Prayoga Sekarang pasti sedang menangis kejar karena ditinggalkan oleh istri yang dia cintai!" Amora terlihat tersenyum senang dengan semua cerita yang disampaikan oleh Indrana yang sudah sukses memberikan rasa kesedihan di dalam keluarga yang sangat Dia benci.
Kalau bukan karena keluarga Prayoga group yang menjodohkan Farel dengan Siska saat ini dirinya pasti sedang hidup berbahagia bersama laki-laki yang dia cintai.
" Kamu keren banget! Sungguh! Aku benar-benar salut kepadamu!" Amora memuji Apa yang dilakukan oleh Indrana yang sudah berani dan tega membunuh Andini yang merupakan istri dari Adrian Prayoga.
Walaupun secara tidak langsung Amora tidak terlalu memiliki keterikatan dengan keluarga Prayoga grup. Tetapi dia benar-benar membenci Siska sampai ke tulang dan tidak akan pernah bisa melupakan rasa sakit hati setiap kali ditolak dan diacuhkan oleh Farel hanya untuk membuat Siska merasa bahagia dan tidak Merasa dikhianati oleh sang suami yang memcampakan dirinya seperti kotoran anjing.