Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
37. Mengapa?


Setelah mendapatkan semua hal yang ingin dia ketahui. Farel pun langsung meninggalkan kota Bandung menuju Jakarta untuk segera bertemu dengan Siska dan kedua orang tuanya.


" Aku harus menyampaikan semua pesan yang ada di dalam kotak musik ini kepada mereka. Agar mereka percaya bahwa semua ini memang diatur oleh kakek sejak lama!" monolog Farel ketika dia fokus menyetir.


Akan tetapi Farel merasa terkejut ketika dia melihat bahwa mobilnya sedang dikejar oleh dua buah mobil di belakangnya.


" Ya ampun! Siapa mereka? Kenapa mereka mengejar aku?" tanya Farel dengan gugup ketika melihat kedua mobil itu mulai memojokkannya untuk terus ke area samping di sepanjang jalan yang dia lalui.


Seketika jantung Farel merasa berdegup sangat kencang. Dia merasa bahwa dirinya sedang berada dalam bahaya.


" Ya ampun! Siapa Mereka itu? Kalau dari gelagatnya tampaknya Mereka itu sangat ingin mencelakai ku!" Ucap Farel mulai merasa terancam.


Farel kemudian menghubungi saudaranya yang ada di Bandung untuk meminta bantuan.


Akan tetapi lama sekali teleponnya tidak diangkat sehingga membuat Farel benar-benar jengkel dibuatnya.


Farel kemudian menghubungi Siska dan langsung diangkat oleh gadis itu.


" Ada apa? Kenapa kau menghubungiku malam-malam begini?" tanya Siska sambil menguap karena sedang mengantuk.


" Tolong sampaikan kepada pamanmu untuk mengirimkan polisi ke lokasiku saat ini berada. Aku saat ini sedang dikejar oleh dua mobil yang terus mengikutiku sejak aku meninggalkan kediaman Kakek kamu!" Ucap Farel dengan suara terburu-buru.


" Kirimkan lokasimu sekarang. Aku akan segera ke sana bersama kedua Pamanku dan juga polisi!" ucap Siska yang langsung mematikan ponselnya dan segera mencari kedua pamannya yang masih berada di ruang keluarga sedang menonton televisi.


" Ada apa siska? Kenapa wajahmu sangat pucat begitu?" tanya Adrian merasa bingung melihat keponakannya yang sangat gugup dan juga ketakutan.


Siska mengambil jaket dan juga topi untuk menghangatkan tubuhnya.


" Ayo paman kita harus segera menolong Farel. Dia sedang ada dalam bahaya sekarang karena ada dua mobil yang katanya terus saja mengikutinya sejak dia keluar dari kediaman kakekku!" ucap Siska menerangkan semuanya kepada Adrian dan Steven yang tampak bingung dengan situasi yang sedang terjadi.


Siska langsung menarik tangan kedua pamannya untuk segera mengikutinya.


" Bagaimana ini? Kita harus menelepon polisi dan mengerahkan anggota polisi yang ada di tempat Farel saat ini!" ucap Adrian memberikan ide.


Mereka setuju dan mereka pun langsung pergi menuju ke tempat Farel saat ini berada.


" Hubungi Farel Siska! Tanyakan keberadaan dia sekarang ada di mana!" perintah Steven yang sedang fokus menyetir.


Tampak Siska yang terus berusaha untuk menghubungi Farel. Tetapi lebih dari setengah jam tidak diangkat juga.


Siska benar-benar khawatir dengan keadaan Farel saat ini. Ketika dia mencoba untuk menghubungi Farel lagi nomor teleponnya sudah tidak aktif.


" Bagaimana ini aku tidak bisa menghubungi Farel Paman!" ucap Siska dengan begitu khawatir.


" Kita melapor saja dulu ke kepolisian ke tempat di lokasi terakhir Farel mengabarkan kondisinya kepadamu!" ucap Adrian yang langsung menghubungi polisi untuk membantu Farel saat ini.


Namun tiba-tiba saja di radio mendapat kabar berita bahwa ada sebuah mobil yang masuk ke dalam jurang sehingga membuat Siska benar-benar lemas ketika.


" Paman! Apakah itu mobil Farel?" tanya Siska sambil menggenggam tangan Adrian yang berusaha untuk menguatkan keponakannya yang saat ini sedang sedih.


Mereka sampai di tempat lokasi dan mereka melihat banyak polisi yang sudah stand by di sana.


Tubuh Siska benar-benar gemetar. Ketika dia melihat begitu banyak polisi dan juga warga yang tampaknya sedang mengevakuasi sebuah mobil yang jatuh ke jurang.


" Paman apakah itu adalah Farel?" tanya Siska benar-benar ketakutan bahwa calon suaminya mengalami kecelakaan fatal seperti ketika kedua orang tuanya meninggal.


Siska sampai lemas dan tidak sanggup untuk berdiri. Ketika pihak kepolisian berhasil mengangkat bangkai mobil yang jatuh ke dalam jurang.


Mobil itu remuk redam dan tidak bisa diselamatkan lagi. Hancur dan penyok di mana-mana.


Siska tidak bisa membayangkan tubuh manusia yang berada di dalam mobil itu sekarang bagaimana kondisinya.


" Paman tolong konfirmasi bagaimana korban keadaannya saat ini. Aku benar-benar tidak sanggup untuk pergi ke sana!" ucap Siska meminta tolong kepada Steven untuk mendatangi polisi yang sedang menyelidiki mobil yang jatuh ke jurang.


Setelah dekat dengan Polisi, terlihat Steven yang berbicara serius dengan komandan yang bertugas untuk menyelidiki kecelakaan.


Setelah mendapatkan informasi yang dia inginkan. Steven pun kemudian langsung menemui Adrian dan Siska yang berada dalam mobil menunggu dirinya.


" Itu bukan mobilnya Farel tetapi mobil orang yang berasal dari Bogor. Jenazah korbannya tadi sudah dibawa oleh pihak keluarga sekarang polisi hanya tinggal mengevaluasi bangkai mobil saja untuk keperluan pemeriksaan dan penyelidikan!" ucap Steven menerangkan kepada Siska apa yang tadi dia dapatkan dari komandan polisi.


Siska menarik nafasnya dengan lega karena ternyata orang yang mengalami kecelakaan itu bukanlah Farel tetapi orang asing yang tidak dia kenal.


" Syukurlah Paman Steven. Itu artinya Farel masih ada kemungkinan selamat saat ini. Hanya saja yang menjadi bahan pertanian di mana sekarang Farel?" tanya Siska dengan wajah sedih dan khawatir mengenai keadaan Farel saat ini.


Adrian mengelus tangan Siska yang terasa begitu dingin.


" Ini sudah tengah malam. Bagaimana kalau kita mencari hotel di sekitar sini untuk kau bisa beristirahat? Besok kita akan mencari lagi jejak Farel di sekitar sini. Siapa tahu nanti Farel menghubungimu lagi." ucap Adrian.


Siska yang saat ini sedang lelah lahir batin hanya bisa menganggukkan kepalanya menerima ide dari pamannya yang dia tahu sangat menyayanginya.


Mereka kemudian mencari hotel terdekat dari keberadaan mereka saat ini.


" Paman, ambil saja satu kamar yang besar agar kita bertiga bisa berada dalam satu ruangan. Aku benar-benar sangat takut sekarang!" ucap Siska dengan suara gemetar.


Adrian dan Steven saling menatap satu sama lain. Kemudian Adrian pun langsung menuju resepsionis hotel dan memenuhi keinginan Siska.


Bagaimanapun mereka berdua sejak kemarin sudah mengerti bahwa hidup Siska saat ini sedang berada dalam teror. Hanya saja hanya saja mereka tidak tahu siapa orang yang begitu tega telah menteror Siska dan Farel.


Setelah mendapatkan kamar yang diinginkan oleh Siska. Mereka bertiga kemudian beristirahat di kamar hotel tersebut.


Siska tidur di atas ranjang, sementara Adrian dan Steven tidur di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


Adrian dan Steven benar-benar menjaga Siska dengan baik dan mereka tidur bergantian untuk menenangkan Siska yang merasa hidupnya sedang terancam.


Sejak kemarin Siska telah mengalami banyak teror yang tidak diketahui dari mana asalnya.


Darno sopir Siska telah ditangkap oleh Polisi. Setelah diberikan bukti-bukti yang didapatkan oleh Adrian dan Steven atas perbuatannya yang sudah membuat teror di rumah Siska pada dua hari yang lalu.