
Siska yang saat ini sudah berada di perusahaan. Saat ini sedang menunggu kedatangan Stevan.
" Bagaimana Siska apakah masih belum ditemukan solusi dari masalah itu?" tanya Steven yang tampak begitu khawatir setelah mengetahui bahwa data-data perusahaan telah dijebol oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.
" Saya sudah mengundang ahli IT dan sekarang mereka sedang berusaha untuk mengembalikan data-data Perusahaan kita. Maafkan saya Paman. Karena sudah mengganggu Paman untuk menjaga Paman Adrian." Siska terlihat merasa tidak enak kepada Steven karena sudah mengganggu weekend-nya yang seharusnya menjaga Adrian full seharian.
Steven langsung menggelengkan kepalanya.
" Tidak masalah. Kebetulan hari ini suster yang dipilih oleh dokter Abizar sudah datang dan dia menggantikanku untuk menjaga Kak Adrian." Siska merasa excited mendengarkan kabar tersebut bawa sekarang Pamannya sudah memiliki seorang suster pribadi.
" Nanti saya akan membuat kontraknya untuk bisa dia tandatangani sehingga kerjasama Kita dengannya legal secara hukum." Stevan hanya menganggukan kepala setuju dengan apapun yang akan diatur oleh Siska untuk kebaikan kakaknya.
Saat ini mereka sedang menunggu tim IT yang sudah dipanggil oleh Siska untuk memperbaiki dan mengembalikan data-data perusahaan yang telah dicuri oleh orang jahat yang tidak bertanggung jawab.
" Apakah ada satu nama yang kau curigai?" tanya Steven kepada Siska yang saat ini tampak kelihatan begitu pusing kepalanya.
" Amora? Mungkin hanya Gadis itu yang bisa melakukan kejahatan seperti ini." Siska menatap Stevan dengan lekat.
Terlihat Stefan yang begitu frustasi dengan nama satu itu yang selalu saja mencari masalah dengan mereka sejak dulu.
" Entahlah! Kenapa wanita itu sejak dulu selalu saja membuat pusing kepala?" terlihat Steven yang saat ini sedang duduk di kursi yang ada di dalam ruangan team IT perusahaan mereka.
" Apa kita perlu untuk merekrut tim it baru? Sampai kita mengalami kebobolan seperti ini. Bukankah itu artinya bahwa tim IT kita sangat lemah?" tanya Steven pada Siska yang wajahnya sampai saat ini masih belum relax.
" Kita akan diskusikan itu pada saat rapat dewan berikutnya. Tapi yang jelas kita pasti akan merekrut tim IT yang baru. Agar perusahaan kita semakin kokoh dan kuat. Sehingga orang jahat tidak mudah untuk menembus Perusahaan kita!" Siska melihat bahwa pamannya saat ini benar-benar sedang frustasi.
" Bagaimana kalau kita makan siang dulu?? Semoga setelah itu kita bisa semakin rileks dan mereka juga sudah berhasil untuk mengembalikan data-data Perusahaan kita!" Steven akhirnya hanya mengagumkan kepala dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Siska.
Bagaimanapun dirinya juga sedang lapar. Karena sejK pagi dia belum makan apapun. Masalah Adrian dan juga masalah kantor benar-benar membuat Stevan menjadi tidak bisa fokus dengan dirinya sendiri.
Steven dan Siska pun kemudian menuju sebuah restoran untuk makan siang.
Siska mengerutkan keningnya ketika melihat suaminya yang saat ini sedang berbicara dengan seorang wanita.
" Bukankah itu Farel?" tanya Steven yang terlihat kurang melihat Farel bersama dengan wanita lain.
Tetapi Siska yang percaya bahwa suaminya pasti sedang memiliki urusan dengan wanita itu. Dia hanya bersikap santai saja bahkan dia duduk di belakang Farel. Farel yang saat ini sedang serius sekali berbicara dengan Roa tidak menyadari kehadiran Siska dan juga Steven dibelakangnya.
" Dengar Rosa! Aku tidak mau mendengarkan alasan apapun dari kamu. Tapi yang jelas, jangan pernah datang lagi ke perusahaanku!! Ataupun menghubungi aku! Kau benar-benar seorang wanita yang sangat tidak tahu malu! Bagaimana mungkin kau mengejar seorang laki-laki yang sudah punya anak istri?" Farel bahkan sampai menggebrak meja untuk melampiaskan emosinya sekarang.
" Tidak perlu kau melakukan hal seperti itu untuk menjatuhkan aku. Karena aku tidak akan terpengaruh sama sekali! Satu kali lagi kau berani datang ke perusahaanku! Yakinlah Rosa! Aku pasti akan menghancurkan Mandalika group!" ancam Farel sambil menatap tajam kepada Rosa yang malah tertawa terbahak-bahak mendengarkan ancaman semacam itu.
" Kau sangat lucu sekali farel! Aku baru mengirimkan 1 virus ke server ke perusahaan istrimu dan lihatlah!! Sekarang mereka kelimpungan karena kehilangan data-data penting perusahaan mereka! Hahaha!" Rosa Mandalika tertawa begitu senang setelah mengetahui bahwa anak buahnya telah berhasil melumpuhkan system Prayoga groups yang dipimpin oleh Siska.
Siska dan Steven tanpa begitu geram sekali mendengarkan pengakuan dari Rossa Mandalika yang ternyata adalah orang jahat dibalik masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh Prayoga group.
Siska sebenarnya hendak melabrak Rosa. Akan tetapi Steven melarang dia. " Tenanglah Siska! Pamannya yang akan membereskan perempuan kurang ajar itu!" Steven berbicara dengan halus dan pelan. Hal itu dia lakukan agar tidak didengarkan oleh Farel maupun Rosa. Rosa tampak tidak mau menyerah. Dia saat ini sedang berusaha untuk mengancam Farel agar mau menjadikannya sebagai istri keduanya. Apabila mau menyelamatkan perusahaan Prayoga group.
" Kita akan lihat. Apa yang akan dilakukan oleh Farel. Ayolah Siska bersabarlah sebentar saja. Kita akan melihat sejauh apa suami kamu mencintaimu!" Steven berusaha untuk menguatkan keponakannya agar tidak terlalu terpengaruh dengan apapun yang saat ini sedang dilakukan oleh Rossa kepada Farel.
Farel menggelengkan kepalanya karena benar-benar tidak percaya ada seorang wanita seperti Rosa yang sanggup melakukan hal tercela hanya untuk menekan dirinya.
" Lakukan saja semua yang ingin kau lakukan! Tapi yang jelas, aku tidak akan terpengaruh dengan apapun yang kau lakukan hanya untuk menggoyahkan pendirian aku!!" Farel kemudian meninggalkan Rossa yang terlihat begitu marah dengan apa yang di katakannya.
Siska merasa hatinya Nyes luar biasa. melihat yang telah dilakukan oleh suaminya atas nama cinta mereka berdua.
" Tenanglah Siska teman pasti akan memberikan pelajaran kepada perempuan itu!" setelah mengatakan itu Steven kemudian bangkit dari duduknya dan mendekati Rossa dengan pura-pura menjatuhkan minumannya.
" Aih, kau itu tidak punya mata kah?" lihat Rossa yang sedang marah menjadi mengamuk karena ulah yang dilakukan oleh Stevan kepadanya.
Steven terlihat begitu merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan kepada Rossa. Rossa tampak murka sekali.
" Aduh, maafkan saya Bu!! Tadi saya benar-benar terburu-buru dan tidak melihat kalau ada Ibu di sini! Maafkan saya sekali lagi. Bagaimana ya, cara saya untuk bertanggung jawab membersihkan pakaian Ibu dari jus alpukat ini?" terlihat Steven yang merasa bersalah kepada Rosa.
Rossa terlihat menggeram kedua tangannya sudah mengepal di atas meja tatapan matanya membunuh menetap Steven.
" Ah, begini saja Bu! Bagaimana kalau ibu datang ke apartemen saya saja?? Kebetulan apartemen Saya tidak jauh dari sini. Nanti ibu bisa mengganti pakaian yang akan saya beli di butik terdekat, bagaimana Bu?" tanya Steven dengan tatapan penuh penyesalan dan merasa bersalah kepada Rossa.
" Ibu, ibu, ibu! Kau pikir aku ini Ibumu? Sejak kapan aku menikah dengan ayahmu?" Rossa melotot sempurna menatap Steven yang saat ini sedang menatapnya dengan rasa bersalah.
Steven sebenarnya saat ini sedang tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya melihat ekspresi rasa yang begitu lucu dengan amarah di matanya yang terlihat begitu menggemaskan baginya.
' Boleh juga nih, untuk bermain-main sebentar dengan nenek lampir satu ini!' monolog Steven di dalam hatinya ketika dia melihat ekspresi kemarahan yang luar biasa di mata Rossa dan itu benar-benar menyenangkan hatinya yang sedang kusut karena masalah Adrian dan juga masalah perusahaan yang dibuat oleh Rosa.
' Aku akan memberikan pelajaran kepadamu untuk jangan pernah mencoba main-main dengan keluarga Prayoga!' monolog Steven dengan senyum setampan mungkin.