Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
70. Hamil?


Siska cukup terkejut mendengarkan keterangan Andrew bahwa dirinya sedang hamil. Bagaimana tidak? Pernikahannya sedang di ujung tanduk karena ibu mertuanya yang tidak merestui pernikahan mereka bahkan menyuruh kepada putranya untuk membatalkan pernikahan mereka berdua.


Mata Siska tampak berkaca-kaca. Sedih dan bingung.


Dokter Andrew tidak tahu apa yang harus dia lakukan, melihat Siska yang begitu kacau saat ini. Dia hanya bisa memeluk Siska dengan erat berusaha untuk menghibur gadis pujaannya agar baik-baik saja dan tidak bersedih lagi.


" Bagaimana aku bisa hamil Andrew? Ya Tuhan! Sementara pernikahanku sebentar lagi akan dibatalkan oleh suamiku. Siapa yang akan menjadi ayah dari anakku?" tanya Siska tampak sangat frustasi.


Andrew terkejut mendengarkan keterangan dari Siska bahwa pernikahannya akan dibatalkan oleh Farel. Antara senang dan sedih menjadi satu di dalam hati Andrew.


" Tenanglah Siska. Aku pasti akan berusaha untuk menjadi Ayah dari anakmu. Kalau misalkan Farel tidak mau mengakui dia sebagai anaknya!" ucap Andrew sambil mencium kening Siska.


Siska merasa terkejut ada orang sebaik Andrew yang mau menerima anak orang lain menjadi anaknya.


Siska tampak kebingungan. Tetapi dia hanya bisa menangis di dalam pelukan Andrew. Setidaknya saat itu hanya tangisan yang bisa mengobati luka di hatinya. Karena sang suami yang tidak mau berjuang untuk cinta mereka berdua untuk melawan sang ibu mertua yang telah menghalangi cinta mereka.


Semakin mengingat nasib pernikahannya dengan Farel, hal itu membuat Siska semakin sedih dan menangis semakin kencang. Andrew hanya bisa membiarkan wanita yang dia cintai terus menangis. Setidaknya dengan menangis akan membuat perasaan Siska semakin lebih baik setelah meluapkan kesedihan yang ada di hatinya.


Setelah merasa lebih baik, Siska kemudian tidur di pelukan Andrew. Dokter tampan itu merasa kasihan dengan nasib Siska.


' Walaupun aku tidak mengetahui alasan dari suamimu yang berniat untuk membatalkan pernikahan kalian. Tetapi di atas itu semua, aku merasa senang karena aku akan memiliki kesempatan untuk bisa dekat denganmu lagi dan mengambil hakku untuk menjadi suamimu!' bathin Andrew sambil menyelimuti Siska yang kini mulai terlelap karena menangis terlalu banyak.


Andrew kemudian meninggalkan Siska sendiri di dalam kamar perawatannya karena dia harus berkeliling untuk memeriksa pasien-pasiennya yang lain.


Andrew menelpon ayahnya untuk bisa membawakan keperluan Siska selama dia tinggal di rumah sakit.


Kesehatan fisik dan mental Siska benar-benar buruk. Sehingga dia harus dirawat di rumah sakit untuk merecover semuanya menjadi lebih baik. Apalagi saat ini Siska yang sedang hamil muda benar-benar harus ekstra hati-hati untuk menjaga kandungannya.


" Papa tolonglah datang ke rumah sakit dan bawakanlah beberapa kebutuhan untuk menetap selama beberapa hari di sini. Saat ini Siska sedang hamil tetapi tidak ada orang yang merawat dia di sini. Kita harus membantu dia melewati saat sulit ini." ucap Andrew kepada ayahnya yang merasa terkejut mendengarkan kabar terbaru dari Siska.


" Baiklah Andrew! Papa akan menyiapkan kebutuhan untuk Siska selama di rumah sakit. Semoga setelah bertemu dengan papa secara langsung, Siska akan mengingat tentang siapa kamu yang sesungguhnya!" ucap Edward dengan penuh harap.


Andrew hanya bisa mengaminkan di dalam hatinya. Karena bagaimanapun saat ini status Siska masih istri sah dari Farel. Karena dia belum memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka.


Setelah menelpon ayahnyaAndrew kemudian langsung berkeliling memeriksa pasiennya dan memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Setelah dirinya free dari tugasnya sebagai seorang dokter, Andrew langsung ke kamar Siska untuk bisa mendampingi Siska melewati hari-hari terberat dalam hidupnya.


Andrew merasa senang karena di sana ayahnya saat ini sedang mendampingi Siska dan tampak bercerita panjang lebar tentang kehidupan mereka sebelumnya.


Andrew hanya tersenyum melihat Siska yang sudah mulai kembali ceria seperti dulu. Hal itu terlihat dari senyumnya yang sejak tadi terus mengembang di bibir cantiknya.


" Sejak pertemuanmu dengan Andrew. Setiap hari Andrew bercerita tentangmu. Tetapi dia tidak berani untuk mengakui identitasnya karena melihat kau sudah bahagia dengan kekasihmu! Andrew tidak mau mengganggu kebahagiaan kalian!" ucap Edward tampak sedih melihat Siska yang sekarang malah di tinggalkan oleh Farel tanpa kejelasan.


Seandainya Siska tahu bahwa saat ini Farel pun sangat tertekan berada di Indonesia dengan ibunya yang memaksakan dia untuk segera membatalkan pernikahan mereka.


Ibunya Farel selalu mengancam putranya dengan mengatakan akan bunuh diri kalau Farel tidak mau menuruti keinginannya.


Karena rasa cintanya kepada Siska yang begitu besar. Hingga saat ini Farel masih belum memenuhi keinginan ibunya untuk membatalkan pernikahan mereka. Bahkan sudah hampir 2 bulan dari pernikahan mereka Farel masih belum memberikan kejelasan di dalam status pernikahan mereka berdua.


Farel hanya bisa menjanjikan kalau dia tidak akan bertemu atau menghubungi Siska sampai mendapatkan restu dari ibunya. Farel akan menunggu restu itu datang walaupun apa yang akan terjadi.


Setiap hari Farel hanya disibukkan dengan pekerjaan dan juga alkohol yang membuat ibunya benar-benar merasa sedih melihat keadaan putranya yang begitu berantakan.


Bahkan Farel sekarang sudah hampir tidak pernah lagi mencukur jenggot maupun kumisnya. Farel seperti yang sudah tidak tertarik lagi dengan kehidupannya sendiri.


Dia hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja dan selalu pulang malam setelah pulang dari bar dan minum-minum dengan para rekan bisnisnya maupun para klien yang selalu mengajaknya untuk berpesta.


Walaupun Farel berada di dalam keramaian, tetapi hatinya selalu merasakan kesedihan dan kesepian. Karena merindukan wanita yang dia cintai. Wanita yang tidak bisa di gapai dan tidak bisa dia raih. Karena restu dari sang ibu yang sampai sekarang tak kunjung datang kepada pernikahannya.


Amora tampak sudah mulai merasa jengkel kepada Farel yang sama sekali tidak pernah peduli dengan kehadirannya. Bahkan Farel selalu mengabaikan panggilan telepon darinya dan cenderung menganggap Amora sebagai pengganggu dalam hidupnya.


Bahkan Farel sekarang sudah pindah ke apartemennya. Karena dia merasa tidak senang dengan kehadiran Amora yang selalu saja merecoki kehidupan hari-harinya.


" Mah lakukanlah sesuatu kepada Farel. Aku tidak bisa setiap hari seperti ini terus. Astaga! Dua bulan sudah cukup terlalu lama untuk melihat tingkah laku Farel yang seperti kekanakan itu. Sangat menyebalkan!" protes Amora kepada ibunya Farel ketika mereka berdua bertemu di kafe untuk membahas tentang rencana mereka membuat Farel mau menikahi Amora.


" Sabarlah Amora! Mama saat ini sedang berjuang untuk membuat Farel bisa segera melupakan Siska dan akhirnya mau menikah denganmu!" ucapnya sambil mengelus lengan Amora dengan lembut.


' Kalau bukan karena aku mencintai Farel dan menginginkan dia untuk menjadi masa depanku. Aku malas sekali tahu gak sih untuk duduk-duduk denganmu!' bathin Amora merasa kesal luar biasa.


Ibunya Farel sering mengikuti Amora ke acara-acara keartisan dan membuat Amora merasa tidak senang. Ibunya Farel termasuk wanita high society yang mempunyai kelas tersendiri di kalangan mereka.


Selain karena status dari keluarga Handoyo yang memiliki banyak perusahaan di mana-mana. Mamanya Farel pun memiliki banyak butik dan juga perusahaan perhiasan yang sangat terkenal. Oleh karena itu dia selalu memanfaatkan pertemuannya dengan para artis saat dia ikut dengan Amora untuk mempromosikan barang-barang yang dia jual dan itu yang membuat Amora merasa kesal terhadap ibunya Farel yang membuat dia malu kepada teman-teman dia.