
Andrew terkejut bukan kepalang mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya mengenai anak hasil perselingkuhan ayahnya dengan sahabatnya.
" Gila!" ucap Andrew yang benar-benar terkejut mendengarkan kenekatan istrinya yang benar-benar di luar dugaan semua orang yang ada di ruangan itu.
Messi yang berada di dalam kamar pun langsung keluar dan marah-marah.
" Kamu gila Karina! Bagaimana mungkin anakku akan kau jadikan sebagai anak adopsimu? Aku gak akan rela!" ucap Messi dengan mata berapi-api.
Karina kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Messi yang saat ini sedang melotot ke arahnya.
" Aku juga tidak rela kalau sampai rumah tangga kedua orang tuaku hancur di tanganmu. Apalagi memberikan sebuah kehormatan yang begitu tinggi untuk pelacur seperti kau! Turuti apa yang kukatakan tadi atau aku akan membuka semua rahasia bejatmu di waktu kita masih SMA dulu!" bisik Karina di telinga Messi yang auto melotot.
" Apa?" tanya Messi terkejut.
" Jangan lupa Messi! Kalau aku memiliki kartu AS tentang hidupmu di masa lalu. Bahwa kau pernah berprofesi sebagai seorang pelacur untuk para Om-om senang. Bahkan Kau pernah dua kali menggugurkan kandunganmu karena profesi menjijikkanmu itu!" ucap Karina tersenyum penuh kemenangan di hadapan Messi.
Mendengarkan semua ucapan Karina, Messi seketika lemas dia langsung melorot ke lantai kehilangan semua kekuatan yang dia miliki.
Masa lalu yang begitu kelam yang sekuat tenaga berusaha untuk dia lupakan tiba-tiba diingatkan kembali oleh Karina membuat seluruh hidupnya terasa gelap seketika.
" Aku mohon Karina berbaik hatilah padaku!? Bagaimanapun kita pernah menjadi sahabat dekatmu kan?" tanya Messi sambil menggenggam telapak tangan Karina yang saat ini sedang berdiri dengan angkuh di hadapannya yang mulai menangis.
" Aku akan mengadopsi anakmu dan ayahku. Dan Kau pergilah tinggalkan kehidupan Ayahku untuk selamanya. Jangan sekali-kali kau mengganggu lagi kehidupan kedua orang tuaku ataupun memberikan kesedihan kepada ibuku yang saat ini sedang berjuang untuk melawan mautnya!" ucapan Karina benar-benar seperti ucapan dari neraka yang sangat membuat Messi bersedih bukan kepalang.
Bagaimana tidak? Apakah Messi harus mengikhlaskan mimpinya untuk menjadi Nyonya Hartono? Itu benar-benar sesuatu hal yang sangat gila dan tidak mungkin bisa dia lepaskan begitu saja.
" Bagaimana?" tanya Karina menatap tajam kepada Messi yang semakin pucat wajahnya.
' Kalau aku melepaskan anakku dan pergi dari keluarga Hartono. Pasti hidupku akan sengsara dan aku tidak akan memiliki jackpot apapun lagi. Tetapi kalau aku nekat pun, Mas Hartono pasti akan membenciku. Karena selama ini aku telah menipunya. Setidaknya kalau Mas Hartono masih mencintaiku, masih ada harapan suatu saat dia datang mencariku dan memberikan apapun yang aku mau!' bathin Messi yang tampak begitu Dilema untuk melepaskan seorang Hartono yang sekarang berusia 59 tahun dengan memiliki harta yang berlimpah.
" Kamu jangan gila Karina! Papa tidak akan membiarkan anak Papa adopsi olehmu. Lagi pula Papa sudah tidak mencintai ibumu lagi. Karena dia tidak bisa memberikan anak untuk papa. Papa ingin anak laki-laki Karina. Anak yang akan meneruskan nama keluarga kita yang akan menjadi pewaris perusahaan kita!" ucap Hartono menerangkan segalanya kepada Karina dan semua orang yang ada di sana.
" Apakah Papa sudah melakukan tes DNA kepada anak yang ada di dalam kamar itu?" mendengarkan perkataan karena semua orang yang ada di dalam ruangan sontak melotot ke arahnya tidak terkecuali Messi.
" Karina! Aku bersedia menerima semua pengaturanmu tapi tolong hentikan semuanya Karina, aku mohon!" ucap Messi sambil bersimpuh di hadapan Karina yang menatapnya dengan penuh kebencian.
Hartono sampai bingung melihat apa yang terjadi di sana.
" Apa yang terjadi sayang?" tanya Hartono yang tidak setuju dengan apa yang diinginkan oleh Messi yaitu menyerahkan Putra mereka ke tangan Karina untuk diadopsi.
" Karina aku yakin kau bisa memenuhi janjimu untuk memberikan kehidupan bahagia pada Putraku. Tanpa harus mengungkit siapa ayah dari anakku!" bisik Messi di telinga Karina.
Karina tersenyum kepada Messi yang tampak sudah begitu pasrah dengan kehidupannya yang saat ini sedang berada di genggaman Karina Sahabat yang memiliki semua rahasia hidupnya yang begitu kelam ketika dulu mereka bersahabat di masa SMA.
" Karina Kau tidak perlu untuk mengadopsi anak wanita itu. Biarkanlah Mama nanti yang akan mengurusnya. Kalau seandainya mereka mau berpisah dan Papamu ingin menjalani kehidupan kami berdua seperti dulu!" ucap Maya sambil menatap tajam kepada Karina yang langsung menggelengkan kepalanya.
Karina pernah menjalani pemeriksaan atas tubuhnya dan dia tahu kalau dia tidak akan bisa memberikan anak untuk Andrew. Kalau pun bisa, itu akan sangat sulit sekali bagi mereka untuk memperjuangkan itu. Oleh karena itu keputusan untuk mengadopsi anak Messi adalah sebuah keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Karina sejak pertama kali dia melihat foto yang disodorkan oleh ibunya.
Melihat ketakutan Messi ketika dia berbicara tentang tes DNA karena bisa menebak bahwa anak itu bukanlah anak kandung ayahnya.
Tetapi dia pun harus menyelamatkan kehidupan Ibunya dan menyelamatkan rumah tangga kedua orang tuanya. Karina sangat tahu kalau ibunya sangat mencintai ayahnya dan tidak akan mungkin bisa hidup tanpa sang ayah.
Karina juga mengingat tentang penyakit ibunya yang sangat membahayakan nyawa sang ibu yang saat ini dalam kondisi pemulihan setelah menjalani operasi yang terakhir kali pada saat pernikahan Karina dan Andrew di Amerika.
" Sayang kelihatannya kita perlu berbicara serius!" ucapin Bro yang langsung menarik tangan Karina menuju ke teras rumah menjauh dari semua orang yang saat ini sedang menatap kepada mereka berdua.
Andrew menatap Karina dengan lekat. Dia sedang mencari sesuatu yang saat ini sedang dirasakan oleh istrinya.
" Katakan padaku sayang. Apa alasanmu dalam keputusanmu untuk mengadopsi anak wanita itu? Aku rasa kamu tahu kalau anak itu bukanlah anak dari ayahmu. Benar begitu?" tanya Andrew yang terus menetap wajah istrinya yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
" Tolonglah katakan sesuatu padaku jangan membuatku gila seperti ini!" ucapkan terus sambil menggoncangkan kedua tangan Karina yang masih diam seribu bahasa.
" Sebelum kita menikah. Aku pernah melakukan pemeriksaan atas tubuhku. Aku mendapatkan kenyataan, kalau aku akan kesulitan untuk memberikan keturunan untukmu. Oleh karena itu, sejak pertama kali aku melihat foto mereka bertiga. Aku sudah merencanakan ini semua. Setidaknya akan ada keramaian di rumah kita berdua." ucap Karina dengan mata berkaca-kaca.
Andre terkejut luar biasa mendengar Pengakuan dari istrinya yang tidak pernah dia duga sebelumnya.
" What?" tanyanya dengan wajah bingung.
" Maafkan aku sayang. Karena aku yang tidak jujur dengan keadaanku padamu. Saat itu aku hanya menginginkan untuk bersamamu aku benar-benar tidak sanggup kalau harus berpisah denganmu." ucap Karina sambil bersujud di bawah telapak kaki Andrew yang tampak begitu shock mendengarkan kabar dari Karina.
Bagaimana mungkin Karina menyembunyikan hal sebesar itu dari dirinya? Andrew sampai saat ini masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi di hadapannya.
" Kalau kau tidak ingin mengadopsi anak itu, aku yang akan mengadopsinya. Kau tidak usah khawatir. Kalaupun kau inginkan kita berdua untuk bercerai, maka aku akan segera mendatanginya tanpa membuat keributan apapun dengan kamu!" Andrew sampai tidak bisa berkata-kata mendengarkan apa yang dikatakan oleh Karina yang benar-benar sangat gila menurutnya.
" Kau ingin menyelamatkan rumah tangga kedua orang tuamu. Akan tetapi kau ingin menenggelamkan kapal kita berdua yang baru saja berlayar? Apa kau masak akal Karina?" tanya Andrew tampak begitu kecewa dengan keputusan Karina yang begitu gegabah menurutnya.
Karina hanya bisa meraup wajahnya dengan Kedua telapak tangannya.
" Ibuku mempunyai penyakit jantung dan dia baru saja menjalani operasi bypass. Kondisi dia dalam pemulihan yang membutuhkan waktu istirahat dan ketenangan. Kalau dia harus menerima kenyataan yang begitu pahit, dengan bercerai di usia setua itu. Apa kau bisa membayangkan bagaimana perasaannya ketika itu? Aku gak sanggup untuk melihat ibuku unfall lagi!" Ucap Karina yang kemudian menangis tersedu-sedu.
Andrew kemudian membawa tubuh Karina ke dalam pelukannya dan berusaha untuk menenangkan hati istrinya. Dia tahu pasti saat ini sedang gundah gulana.
" Tenanglah aku akan mencari solusi untuk masalah ini!" ucap Andrew berusaha untuk bisa mengerti apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Karina.
Andrew sudah mengetahui bagaimana perasaan ketika melihat ibunya sakit tetapi dia tidak mampu melakukan apa-apa.
" Baiklah sayang. Aku akan setuju untuk mengadopsi anak wanita itu. Akan tetapi kau harus berjanji padaku. Bahwa aku akan nurut sama aku dan menjalani pengobatan. Kita akan berusaha untuk mendapatkan anak kita sendiri! Ok?" tanya Andrew sambil membingkai wajah Karina dengan kedua tangannya.
" Terimakasih sayang!" ucap Karina sambil menangis di dalam pelukan Andrew yang saat ini, perasaan pria tampan itu sedang tidak karu-karuan.
Bagaimanapun Andrew sudah merasakan kalau dia mencintai Karina. Bagaimana mungkin dia akan merelakan kisah cintanya dengan Karina, harus kandas begitu saja? Hanya karena masalah keturunan yang akan sulit mereka dapatkan.
' Ya Tuhan semoga kami berhasil untuk melewati ujian cinta yang begini berat di dalam kehidupan rumah tangga kami!' batin Andrew ketika mereka akhirnya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam ruangan yang sedang tampak keributan di dalamnya.
Terlihat ayahnya Karina yang saat ini sedang berdebat dengan Messi yang tidak setuju kepada keputusan Messi yang akan menyerahkan Arjuna untuk di adopsi oleh Karina dan dibawa ke Amerika oleh pasangan muda itu.
" Aku tidak setuju dengan keputusanmu itu. Bagaimanapun Arjuna adalah anakku. Aku memiliki hak untuk mengatur hidupnya! Apa kau gila Messi? Bagaimana mungkin anakku harus menjadi Ibu dari Adiknya sendiri?" tanya Hartono sambil menatap tajam kepada wanita yang selama hampir 3 tahun menjadi selingkuhannya.