Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
105. Mengalah


Karina yang sedang memperhatikan wajah suaminya yang saat ini sedang terlelap tidur setelah percintaan mereka berdua.


Tampak air mata meleleh di kelopak mata Karina. Karena dia mengingat tentang nasibnya yang akan kesulitan untuk mempunyai anak dia merasa tak tega kepada suaminya yang menginginkan seorang anak untuk meramaikan suasana di rumah mereka.


" Maafkan aku yang sudah egois dan tidak mau jujur kepadamu. Tentang kondisiku pada saat dulu kau melamarku. Seandainya aku jujur waktu itu, mungkin kau tidak perlu menikahi wanita seperti aku yang udah bisa memberikan anak atau tidak untuk kamu!" terlihat butiran air mata mengalir di pipi karena yang merasa tertekan dengan nasibnya saat ini.


Karina mencium pipi suaminya dengan lembut kemudian dia bangkit dari atas ranjang. Karina menatap Andrew sekali lagi. Memastikan bahwa suaminya saat ini benar-benar sudah tertidur dengan lelap.


Karina kemudian menulis sesuatu di sebuah note yang ditinggalkan untuk suaminya.


" Maafkan aku sayang karena aku sudah tidak jujur sama kamu tentang masalah kesehatan aku. Aku ikhlaskan kalau kau ingin menikah lagi untuk mendapatkan keturunan. Aku nggak tega sayang. Kalau harus melihat papa seperti yang selalu merindukan kehadiran cucu di rumah kita! Kalau aku berada di sana, pasti aku kan kesulitan untuk melihatmu bersama dengan wanita lain. Jadi aku memilih untuk pergi dari hidup kamu. Sayang, tolong kau berbahagialah! Love you sayang!"


Setelah menuliskan catatan kecil itu Karina kemudian meletakkan catatan itu di atas nakas, yang ada di samping tempat tidur suaminya.


Karina juga meletakkan berkas perceraian yang sudah dia tandatangani beserta dengan note kecil yang sudah dia persiapkan.


Setelah mencium kening suaminya satu kali lagi. Karina pun kemudian mengambil satu buah koper kecil yang sudah dia siapkan sebelum nya. dengan air mata yang mengalir di pipinya Karina pun kemudian memutuskan untuk meninggalkan kediaman Andrew dan memulai kehidupan yang baru.


Karina memang sudah Ikhlas untuk menjalani kehidupannya. Untuk merelakan sang suami tercinta untuk berbahagia dengan wanita lain. Demi memiliki seorang anak yang akan meneruskan nama keluarganya.


Karina langsung masuk ke dalam mobilnya. Walaupun hatinya penuh sesak sekali karena harus meninggalkan suaminya yang seganteng dan sebaik Andrew.


Laki-laki yang telah hampir 5 tahun lamanya menjadi incaran dirinya. Akan tetapi nasib buruk tidak berpihak kepadanya. Pada saat pernikahannya tinggal beberapa hari lagi. Karina iseng-iseng menjalani medical check up untuk mengetes kesehatan dirinya sendiri dan ternyata dia menemukan sebuah penyakit dalam tubuhnya sendiri. Penyakit yang akan mengakibatkan dirinya kesulitan untuk hamil.


PCOS ( Polycystic ovary syndrome) atau syndrome politik ovarium yang terjadi akibat gangguan hormon reproduksi pada seorang wanita. Seorang wanita yang mengalami penyakit ini maka dia akan mengalami kesulitan untuk hamil dan penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi tetap bisa memiliki anak asal dilakukan penanganan secara tepat secara medis.


Akan tetapi Karina tidak tega untuk memberikan harapan kosong kepada suami dan mertuanya yang sangat menginginkan untuk mempunyai seorang keturunan.


Dengan kesedihan yang luar biasa Karina kemudian meninggalkan mansion keluarga Jhanson.


Karina memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dan dia pun sudah meninggalkan Amerika menuju Indonesia.


Akan tetapi Karina tidak mendatangi keluarganya di Indonesia. Karena dia ingin menyembunyikan diri dari siapapun yang mengenal dirinya.


Karina ingin memulai hidup baru dengan identitas baru di sebuah pulau terpencil yang ada di Indonesia. Karina mengabdikan dirinya untuk warga sekitar yang membutuhkan bantuan seorang dokter handal seperti dirinya yang memiliki banyak pengalaman selama bekerja di Amerika di rumah sakit Universe milik keluarga Jhanson yang sangat terkenal.


Sementara itu Andrew yang saat ini sedang kebingungan mencari istrinya. Setelah dia membaca notes dan juga berkas perceraian yang ditinggalkan oleh Karina yang sudah ditandatanganinya.


" Ah! Istrimu, kenapa dia harus melakukan hal seperti ini?" ujar Edward yang merasa kecewa dengan Karina yang terlalu cepat menyerah sebelum berusaha.


" Apakah Karina mendengarkan percakapan kita waktu itu?" tanya Andrew merasa kalut.


Edward hanya bisa menatap putranya yang tampak begitu bingung mencari keberadaan Karina.


" Ah perempuan hanya bikin pusing saja! Makanya Papa lebih memilih sendiri hingga sekarang!" Edward pun kemudian meninggalkan putranya sendirian di sana untuk berpikir lebih jernih.


Setelah mengatakan itu, Edward kemudian masuk ke dalam ruang kerjanya dan menghubungi anak buahnya untuk membantu mencari keberadaan Karina yang saat ini sudah ada di Indonesia.


" Kenapa harus lari sih sayang? Kita masih bisa membicarakan semuanya baik-baik. Aku tidak membutuhkan anak. Kalau gara-gara itu aku harus kehilanganmu. Aku ingin anak karena aku ingin kita bahagia bersama. Sebagai bukti cinta kita berdua. Aku mohon sayang. Kenapa kau harus melakukan ini?" tulis Andrew untuk Karin.


Andrew mencintai Karina dan dia siap untuk mengubur keinginannya untuk memiliki anak asal kan bisa bersama dengan Karina.


Sejak tadi Andrew hanya membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Terasa begitu lemas seluruh tubuhnya. Ketika dia memikirkan Karina yang sekarang entah dari mana.


Andrew sudah menghubungi kedua mertuanya tetapi tidak menemukan keberadaan sang istri.


" Tampaknya istrimu memang sengaja tidak ingin kita temukan. Oleh karena itu dia menghindari semua tempat yang pasti akan kita cari!" ucap Edward sambil memijit pelipisnya yang terasa begitu pusing.


Masalah rumah sakit saja sudah benar-benar menguras pikirannya. Ditambah sekarang dia harus berpikir tentang Karina. Hal itu benar-benar sudah membuat Edward mengalami banyak kesulitan.


" Kalau tahu pernikahanmu hanya akan membuat kepala pusing begini. Papa tidak akan pernah merestui pernikahan kalian. Setidaknya ketika kau menggilai Siska, otakmu masih waras. Tidak seperti sekarang, membuatmu tidak bisa melakukan apa-apa. Sehingga semua pekerjaan di rumah sakit jadi terbengkalai. Bahkan para pasienmu sekarang semuanya dilimpahkan kepada papa. Andrew Papamu ini sudah tua. Sudah waktunya untuk papa beristirahat dan tidak terlalu memusingkan tentang rumah sakit lagi. Papa berharap kamu bisa mengambil alih rumah sakit yang sekarang menjadi tanggung jawabmu." Andrew hanya menatap ayahnya yang merasa sedih dengan keadaan rumah tangga nya.


" Maafkan saya Pah. Karena sudah sebesar ini masih menjadi beban untuk papa!" ucap Andrew yang merasa sedih luar biasa.


Sungguh kalau ada waktu yang harus diulang kembali oleh Andrew, maka dia pasti akan mengunci pintu kamarnya, agar sang istri tidak kabur dan tidak perlu meninggalkan dia seperti sekarang ini.


" Papa tidak merasa dibebani olehmu atau pernikahan kamu. Maafkan Papa. tampaknya Papa memang sudah semakin tua sehingga berbicara semakin ngelentur saja. Papa hanya menyayangkan atas tindakan istrimu yang gegabah dan ceroboh!" Andrew kemudian berpamitan kepada ayahnya.


" Papa Istirahatlah dulu Pah. Karena Andrew juga ingin beristirahat. Biarlah besok akan Andrew coba untuk cari ke Indonesia. Siapa tahu Karina berada di sana!" ucap Andrew.


Edward kemudian masuk ke dalam kamar dan kembali menghubungi anak buahnya yang sudah dia siagakan di bandara.


" Apa Kau menemukan keberadaan menantuku?" tanya Edward sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Beban kerja yang ditanggung oleh Edward sungguhlah banyak. Selain harus menghandle manajemen Rumah Sakit milik keluarganya. Edward juga harus selalu menghandle pasien-pasien yang mengharap kan mendapatkan kesempatan untuk dioperasi olehnya. Karena Edward adalah salah satu dokter terbaik dalam bidang Dokter syaraf.


" Tidak ada Tuan. Saya tidak menemukan keberadaan menantu Anda. Saya sudah menanyakan ke pihak bandara bahwa menantu anda meninggalkan Amerika menuju Indonesia sekitar pukul 2 pagi kemaren. Kemungkinan dia sudah ada di Indonesia sekarang!" ucapnya melaporkan kepada Edward.


" Tuan berikut akan saya kirimkan laporan dari anak buah saya yang berada di sana yang saat ini sedang mengawasi Nyonya Karina. Dia juga sudah mendapatkan alamat yang pasti keberadaan Nyonya Karina!" ucap detektif itu melaporkan semua hal kabar terbaru tentang Karina yang dia dapatkan dari anak buahnya yang berada di Indonesia.


Edward kemudian mengucapkan terima kasih kepada detektif tersebut yang sudah bersusah payah mendapatkan informasi tentang keberadaan menantunya.


Setidaknya Edward tahu kalau sekarang Karina berada di Indonesia dan itu bisa memperkecil ataupun mempersempit lingkup pencarian mereka.


Edward kemudian mengirimkan pesan kepada putranya tentang keberadaan Karina. Karina saat ini ada di sebuah pulau terpencil yang terisolir, sesuai dengan laporan dari anak buahnya.


Anak buah Edward yang tersebar di beberapa negara telah bekerja sangat ekstra untuk bisa menemukan lokasi Karina yang terbaru.


" Ternyata aku benar kalau Karina memang berada di Indonesia. Tapi kenapa dia tidak pulang ke kediaman kedua orang tuanya saja? Tapi dia malah memilih untuk tinggal di daerah terpencil seperti ini. Apakah Karina memang menginginkan agar aku tidak bisa menemukan dia?" Andrew bermonolog dengan dirinya sendiri.


Andrew menatap foto yang dikirimkan oleh ayahnya yang tadi diberikan oleh anak buah sang ayah yang saat ini sedang memata-matai Karina