
Amora yang saat ini sudah ada di Australia. Dia terlihat sedang memperhatikan foto dirinya bersama dengan Farel pada saat mereka masih berhubungan sebagai sepasang kekasih. Tampaknya sampai saat ini Amora masih belum juga bisa move on dari perasaannya terhadap Farel.
Amora yang sekarang sudah mengganti semua identitasnya hanya untuk menghindari Farel maupun Abian yang pasti saat ini sedang mencarinya karena telah mencuri semua harta kekayaan milik Abian yang masih berstatus sebagai suaminya hingga saat ini.
" Aku tidak percaya kalau aku benar-benar kalah dari Siska yang hanya gadis biasa saja dan tidak memiliki kelebihan apapun. Aku benar-benar tidak mengerti. Apa sebenarnya yang dilihat oleh Farel dari wanita itu? Kenapa dia sampai segitunya mempertahankan cinta dia untuk Siska yang hanya gadis urakan yang benar-benar sangat menyebalkan!" monolog Amora pada dirinya sendiri.
Saat ini Amora sedang melihat langit malam di balkon kamarnya sambil menyesap wine nya yang sekarang seolah menjadi minuman favorit nih untuk melepaskan penat dan segala kepusingan dalam hidupnya.
Amora yang bahkan sampai melakukan operasi plastik hanya untuk menghindari kejaran polisi maupun Farel dan Abian. Amora sekarang kembali menggeluti profesinya sebagai seorang artis dan model dengan nama baru dan wajah yang baru. Sehingga tidak ada siapapun yang mengenali dia.
Amora mengganti namanya menjadi Alexis dan dia memulai kehidupan dan debut barunya di Australia melalui film layar lebar yang dia danai sendiri dengan menggunakan uang yang dicuri dari tangan Abian.
Amora benar-benar menikmati hidupnya sebagai orang kaya. Dia bahkan membangun perusahaan agency dengan menggunakan uang tersebut. Amora telah benar-benar memanfaatkan pengalamannya di masa lalu sebagai seorang artis untuk bisa meraup uang dan memperbanyak uang yang telah diambil dari tangan Abian.
" Mempunyai uang banyak sendiri itu, ternyata benar-benar sangat menyenangkan. Aku dulu hanya bisa menghabiskan uang dari kedua orang tuaku. Sekarang aku memiliki kuasa untuk uangku sendiri. Semoga saja kau hidup berbahagia di penjara sana Abian dan tidak akan pernah bisa keluar lagi! Hahaha!" terlihat Amora yang tertawa terbahak-bahak karena sudah terpengaruh oleh wine yang sedang dia tenggak dari tadi.
Andreas manager barunya yang saat ini kebetulan sedang mampir ke apartemen Amora, untuk mempersiapkan pakaian dan juga semua kebutuhan Amora untuk syuting besok tampak memperhatikan semua hal yang dilakukan oleh Amora.
" Apa yang Alexis lakukan? Kenapa dia malah minum di tempat gelap seperti itu?" tanya Andreas menatap heran kepada Amora.
Dengan perlahan dan tanpa suara, Andreas pun kemudian mendekati Amora yang tampaknya sudah mabuk gara-gara meminum hampir 2 botol wine sejak sore tadi.
" Alexis Apa yang kau lakukan di tempat gelap seperti ini?" tanya Andreas sambil mendekati Amora yang tampak terkesiap mendengar ada seseorang di dalam apartemennya.
" Farel? Dari mana Kau bisa berhasil dan menemukan tempat persembunyianku? Oh Farel!! Aku sangat merindukan kamu!" rancau Amora yang tampak begitu menyedihkan.
Andreas yang mendengarkan nama orang lain dari mulut Amora hanya bisa mengerutkan keningnya. Andreas memang baru mengenal Amora beberapa saat yang lalu ketika dirinya diterima sebagai manajer artis untuk Amora.
" Kamu mabuk Alexis? Ayolah beristirahat besok pagi-pagi kau harus pergi syuting ke luar kota. Apakah kau lupa?" tanya Andreas sambil mendekati Amora yang tampaknya benar-benar sudah kehilangan kesadaran akibat mabuk.
Tiba-tiba saja Amora menubruk tubuh Andreas sehingga keduanya begitu dekat dan hanya dipisahkan dengan hidung mereka.
" Farel Aku benar-benar sangat merindukan kamu. Kenapa kau tidak bisa kembali padaku Farel? Aku rindu sekali padamu. Hiks hiks!" tiba-tiba saja Amora sudah mencium bibir Andreas
visualisasi Andreas
Untuk beberapa saat lamanya Andreas terkesiap dengan apa yang dilakukan oleh Amora terhadapnya.
" Alexis, kau, apa yang kau lakukan?" tanya Andreas begitu gugup ketika melihat nomor yang sekarang mulai membuka semua pakaiannya di hadapannya.
Andreas terlihat kesulitan menelan salivanya sendiri melihat Amora yang sekarang sudah polos di hadapannya.
" Farel, Ayo kita bercinta Aku benar-benar sangat merindukanmu Farel!" ucap Amora dengan mata berkabut dan air mata yang mulai mengalir di pipinya.
Andreas benar-benar tidak mengerti harus melakukan apa saat ini bagaimanapun dia tidak mau mengambil keuntungan dari bosnya yang saat ini tampaknya sedang dalam keadaan lemah karena merindukan orang yang dia cintai.
" Alexis! Ayo ke kamar kamu. Kamu harus istirahat dan tidur sehingga ah mabukmu akan sedikit demi sedikit bisa sembuh. aku akan membuatkan stop anti pengar untukmu." setelah mengatakan itu Andreas kemudian keluar dari kamar Amora.
Dengan tanpa merasa malu ataupun canggung. Amora berlari mendekati Andreas yang sebentar lagi sudah membuka pintu kamar itu.
" Aku mohon Farel! Please! Tolong kau jangan tinggalkan aku lagi. Aku berantakan! Ketika kau pergi meninggalkan aku!" ucap Amora yang sedih sekali hatinya saat ini.
Amor ah memeluk Andreas dari belakang sehingga membuat jantung Andreas berdebar sangat kencang karena gundukan kenyal milik Amora tentu saja menyentuh punggung pemuda tampan itu.
Andreas berusaha sekuat tenaga untuk tetap bisa mempertahankan dirinya agar tidak terjerumus ke sesuatu yang akan disesali olehnya pada akhirnya.
Saat ini tubuh Andreas bergetar hebat. Karena merasakan rangsangan yang begitu kuat yang diberikan oleh Amora terhadap dirinya. Seakan ada listrik ribut volt yang menyentuh dirinya. Andreas kesulitan untuk menahan semuanya.
" Apa yang kau katakan? Aku bukan Farel! Aku adalah Andreas managermu. Alexis tolong kau gunakan lagi pakaianmu dan tidurlah. Aku akan ke dapur untuk membuatkan sup anti pengar untukmu!" ucap Andreas yang masih berusaha untuk berpikir waras.
Akan tetapi Amora malah memberikan tubuh pemuda itu dan kembali menciumnya.
Akhirnya sesuatu yang seharusnya tidak terjadi terjadi di antara keduanya, akhirnya terjadi pada malam itu.
Setelah selesai melakukan hal itu terhadap Andreas. Amora pun tertidur pulas di atas ranjangnya.
Andreas sampai saat ini masih bingung menatap mata Amora yang begitu sembab karena terlalu banyak menangis sejak tadi sore gara-gara memikirkan tentang Farel yang selalu membenci dirinya.
Andreas bisa melihat penderitaan dan juga beban batin yang dirasakan oleh Amora saat ini. Andreas tahu apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Amora. Kesepian?? Mungkin itu yang sedang dipikirkan oleh Andreas tentang Amora yang baru dia kenal kurang lebih sekitar 1 bulan lamanya.
" Aku tidak tahu masa lalu seperti apa yang sudah kau lewati. Tapi aku bisa merasakan penderitaan di matamu!" monolog Andreas ketika dia melihat wajah Amora yang begitu sedih dan juga kalut.
Andreas menyadari bahwa Amora saat ini sedang tidak sadarkan diri dan pasti akan marah kepadanya ketika besok bangun.
Andreas kemudian langsung membersihkan tubuhnya dan membersihkan tempat itu dari sisa-sisa percintaan mereka tadi agar besok ketika Amora bangun, maka Amora tidak akan tahu apa yang terjadi pada malam ini antara dirinya dan Amora.
Setelah dirasakan semuanya sempurna dan bersih. Andreas pun kemudian keluar dari apartemen milik Amora.
Sementara itu Amora masih terlelap dalam tidurnya dan Andreas sekarang sudah berada di apartemen miliknya sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen milik Amora.
" Ya Tuhan apa yang sudah kulakukan dengan Alexis? Tapi dia sudah tidak virgin. Itu artinya aku tidak merusak dia. Aku yakin kalau Alexis sudah memiliki suami terlihat dari cincin yang melingkar di jari manisnya." ucap Andreas bermonolog dengan dirinya sendiri.
" Tapi sudah satu bulan ini aku tidak pernah melihat Alexis bersama dengan siapapun. Apakah laki-laki yang bernama Farel itu sudah meninggalkan dia sehingga membuat Alexis menggila seperti itu? Yah itu pasti yang sedang terjadi. Oleh karena itu membuat Alexis menjadi mabuk dan begitu menderita! Laki-laki seperti apakah Farel itu? Kok sampai membuat Alexis menggila seperti itu?" tanya Andreas yang terus saja bermonolog Karena rasa penasaran yang begitu besar di hatinya tentang kehidupan Amora di masa lalu.
Mulai sekarang kita akan memanggil Amora dengan panggilan Alexis.
" Ya ampun! Bagaimana kalau nanti Alexis jadi hamil gara-gara perbuatanku malam ini?" terlihat Andreas yang begitu kalut dan pusing memikirkan kejadian tadi yang benar-benar tidak ada di dalam rencana hidupnya.
Terlihat Andreas mengecat rambutnya dengan begitu frustasi.
" Haduh! Bodohnya kau Andreas! Bagaimana ini? Kenapa aku harus lari dari sana tadi? Kalau tidak, nanti ketika dia hamil, tentu aku bisa membuktikan diri kalau anak itu adalah milikku!" Andreas sampai memukul kepalanya karena menyadari kebodohannya yang telah lari dari apartemen Alexis.
" Semoga saja dia tidak hamil dan semoga saja hubungan tadi tidak akan pernah terulang lagi. Ah!! Ayolah Andreas! Berpikirlah positif! Kau baru saja memulai karirmu sebagai manajer artis dan jangan jangan kau hancurkan kehidupanmu hanya untuk hubungan satu malam seperti itu!" akhirnya Andreas memutuskan untuk melupakan kejadian malam itu dan melanjutkan hidupnya sebagai manajer dari Alexis.
Dengan berpikir seperti itu Andreas kemudian tertidur karena besok pagi dia harus bangun pagi-pagi sekali. Untuk mengantarkan Alexis syuting ke luar kota. Alexis paling tidak senang keterlambatan dan dia tidak mau dimarahi oleh wanita yang telah mengajarkan kenikmatan dunia untuk pertama kali kepada dirinya yang masih berusia 25 tahun.