Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
193. Akhirnya


Siska dan Farel yang masih dalam keadaan, setelah mengalami kecelakaan fatal di rumah sakit. Amora yang kebetulan saat itu lewat menolong mereka akan tetapi Amora tidak mau menghubungi pihak keluarga mereka. Karena Amora ingin memonopoli Farel.


Sebenarnya Amora tidak mau menolong Siska juga. Akan tetapi Andreas bersikeras untuk membawa Siska juga bersama mereka karena dia tidak tega melihat Siska yang berlumuran darah kita membutuhkan pertolongan segera dari dokter.


Adrian mendapatkan telepon dari pihak kepolisian bahwa ada seseorang yang melaporkan tentang Siska dan Farel di sebuah rumah sakit yang ada di pusat kota.


Amora yang mendaftarkan Farel dan Siska atas namanya. Sehingga pihak kepolisian maupun orang suruhan Adrian tidak bisa melacak keberadaan Farel di rumah sakit itu.


" Syukurlah akhirnya ada kabar tentang Farel dan Siska. Semoga kita bisa kembali berkumpul seperti dulu." doa Adrian untuk keluarga besar mereka.


Mereka yang merasa bahagia karena akhirnya setelah Penantian hampir dua minggu lebih mencari kepada dan Farel dan Siska akhirnya berbuah hasil.


" Apakah kakak tidak bertanya kepada polisi? Siapa yang sudah memberikan kabar tentang mereka kepada kita?" tanya Steven ketika mereka bersama menuju ke rumah sakit.


" Polisi mengatakan kalau orang tersebut tidak mau diketahui identitasnya dan meminta untuk dirahasiakan. Kita suatu saat pasti akan menemukan siapa orang tersebut yang sudah berbaik hati kepada kita." Adrian merasa bahagia sekali karena Akhirnya bisa menemukan kembali Siska dan Farel.


Andini dan Rossa yang selalu setia mendampingi kekasih mereka yang saat ini benar-benar dalam keadaan terpuruk setelah kepergian Farel dan Siska.


" Sabarlah kita pasti akan bertemu dengan mereka." Andini meremas telapak tangan kekasihnya yang telah menjadi tunangannya setelah acara lamaran yang sudah dilakukan oleh Adrian beberapa saat yang lalu.


Adrian hanya menganggukkan kepala mendengar apa yang dikatakan oleh Andini.


Rossa yang sebenarnya hatinya masih merasa sakit setelah dituduh oleh Steven mengakibatkan hilangnya Siska dan Farel sebenarnya sudah tidak mau untuk menemui Steven.


Akan tetapi Andini terus membujuknya dan menjelaskan bahwa semua itu adalah karena Stefan yang sedang frustasi memikirkan keponakan mereka yang menghilang tiba-tiba.


Bagaimanapun Andini tidak mau dirinya kembali pusing kalau sampai Steven dan Rossa berpisah.


Andini tahu bahwa Stefan pernah mencintai dirinya dan kesulitan untuk mengakui perasaan tersebut padanya.


" Rossa bagaimana dengan masalah perusahaanmu? Apakah sudah beres?" tanya Adrian sambil melirik kepada Andini.


" Ya Alhamdulillah sudah beres. Karena Hacker itu sudah kembali mencabut virus yang dia tanamkan di perusahaan kami. Dia juga sudah mengembalikan data-data yang dia curi dan sekarang perusahaan sudah kembali normal seperti dulu!" Rosa Mandalika tersenyum kepada Adrian yang perduli kepada perusahaan keluarganya.


Andini hanya tersenyum kepada Rossa tanpa mengatakan apapun.


" Syukurlah kalau perusahaanmu sudah beres lagi. Jadi kamu ga usah datang lagi ke perusahaan kami udah menuduh kalau perusahaan kamilah yang sudah berbuat jahat kepadamu." ucap Steven yang tampaknya masih kesal kepada Rossa.


Rossa memang pernah menuduh perusahaan Prayoga group yang berada di balik lumpuhnya sistem perusahaan mereka.


Rossa berusaha untuk menyebarkan dirinya menghadapi sikap Steven yang kembali dingin seperti dulu.


Rosa sendiri tidak mengerti kenapa Steven melakukan itu semua kepadanya. Padahal selama ini hubungan mereka berdua baik-baik saja dan tidak ada masalah.


Rossa bahkan mau memaafkan apa yang sudah dilakukan oleh Steven kepada dirinya perihal menghilangnya Siska dan Farel. Di mana Stefan menuduh dirinya yang telah mengakibatkan mereka menghilang.


Begitu mereka sampai di rumah sakit mereka langsung mencari ruangan yang sudah diberitahukan oleh kepolisian.


Saat mereka sampai di rumah sakit mereka juga melihat polisi yang sudah ada dan berkumpul di depan ruangan Farel dan Siska saat ini dirawat.


Amora yang melihat polisi berada di depan ruangan Farel dia tidak berani untuk mendekat Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai ditangkap oleh mereka.


' Sialan!! Siapa yang sudah membocorkan informasi tentang keberadaan Farel di tempat ini sehingga polisi bisa mengetahui tentang dia?" Amora tampak begitu geram dengan apa yang dia lihat sekarang.


Andreas yang berdiri di samping Amora saat ini. Dia hanya bisa menatap polisi dengan perasaan gamang.


" Ayo kita menyingkir dari tempat ini jangan sampai nanti polisi salah paham dengan kehadiran kita di sini." Andreas langsung menarik tangan Amora untuk meninggalkan Rumah Sakit tempat Farel dan Siska dirawat.


Andreas kemudian mengajak Amora untuk pulang ke rumahnya tanpa mengatakan apapun karena dia tidak mau membuat Amora curiga terhadap dirinya.


***


Adrian dan Steven langsung menemui rumah sakit untuk mengetahui keberadaan dan kondisi Farel dan Siska yang terbaru.


" sampai saat ini nyonya Siska dan Tuan Farel, masih dalam kondisi koma. Kecelakaan itu benar-benar fatal dan mengakibatkan sopir mereka meninggal setelah di rawat di sini satu hari." ucap dokter memberikan keterangan kepada pihak keluarga.


Adrian dan Stevan benar-benar lemas mendengar semua keterangan tersebut.


" Apa yang harus kita lakukan Kak?" tanya Steven kepada Adrian.


Adrian melihat kondisi Siska dan Farel yang saat ini masih memejamkan matanya.


" Dokter. Apakah kami boleh untuk menengoknya?" tante Adrian pada pihak dokter yang bertanggung jawab untuk merawat Siska dan Farel selama ini.


" Silakan. Tapi ingat! Kalian jangan membuat kegaduhan. Karena bagaimanapun pasien membutuhkan suasana yang tenang untuk proses penyembuhan mereka!" dokter pun kemudian meninggalkan mereka agar bisa menjenguk Farel dan Siska dengan tenang.


Adrian dan Steven kemudian mendekat kepada Farel dan Siska.


Adrian menggenggam telapak tangan Siska dan Steven berada di samping Farel.


" Siska cepatlah bangun putramu sedang merindukanmu." Adrian tiba-tiba mengingat tentang kandungan Siska.


" Andini tanyakanlah kepada dokter tentang kondisi kandungan Siska saat ini. Aku tadi lupa untuk menanyakannya!" ucap Adrian menatap kepada Andini yang kemudian menganggukkan kepala dan keluar dari ruangan itu bersama Rossa.


Andini dan Rossa sebenarnya merasa sedih melihat kondisi Farel dan Siska yang sampai saat ini masih belum sadarkan diri.


" Aku harap janin yang ada di dalam kandungan Siska baik-baik saja. Siska pasti akan sangat sedih kalau terjadi apa-apa dengan anaknya." doa Andini untuk Siska dan calon bayinya.


Rossa hanya menganggukkan kepala. Karena bagaimanapun banyak sejarah buruk antara dirinya dan keluarga Farel. Kalau bukan karena dia yang mencintai Stevan. Mungkin dia tidak akan pernah ada di tempat itu bersama mereka untuk menjenguk Verrel dan Siska yang saat ini masih koma.


" Orang baik pasti selalu diberkati oleh Allah kita berdoa yang terbaik untuk mereka." ucapan Rossa benar-benar membuat Andini merasa tenang karena itu artinya Rossa sudah memiliki banyak perubahan.


" Yah mereka berdua sangat baik dan begitu memperdulikan Tuan Steven dan juga Tuan Adrian. Bahkan mereka berdua pula yang akan mempersiapkan pernikahanku bersama Adrian. Entah apa yang bisa kulakukan untuk membalas semua kebaikan mereka terhadap keluargaku." Rosa Mandalika tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Andini.


Setelah berada di ruangan dokter yang merawat Farel dan Siska. Mereka pun kemudian menanyakan perihal kandungan Siska saat ini sesuai instruksi dari Adrian.


" Kondisi kandungan Nyonya Siska sangat lemah pada saat di bawa ke rumah sakit. Bayinya sudah meninggal saat kami memberikan tindakan kepada ibunya. Oleh karena itu atas persetujuan dari orang yang membawa mereka ke rumah sakit untuk menolongnya. Kami terpaksa mengambil bayinya dari kandungan Nyonya Siska. Kalau kami tidak melakukan hal itu akan sangat berbahaya bagi ibunya." dokter terlihat menyesali apa yang sudah terjadi terhadap bayi Siska yang gagal mereka selamatkan pada saat kecelakaan itu terjadi.


Mendengar keterangan dari Dokter Adrian dan Steven yang tadi mengikuti Andini dan Rossa sontak merasa lemas.


" Riska pasti sedih sekali kalau kehilangan bayinya Padahal dia sudah benar-benar menunggu kehadiran bayinya, " Steven memeluk Adrian yang tadi hampir saja jatuh.


Stefan kemudian mengajak Adrian untuk keluar dari ruangan dokter dan mencari udara segar agar kakaknya tidak terlalu tertekan dengan masalah itu.


" Terima kasih Dokter atas informasinya kami permisi dulu," Andini dan Rossa pun kemudian mengikuti Steven dan Adrian yang saat ini sedang berada di sebuah Cafe yang tidak jauh dari rumah sakit.


" Tenanglah Adrian kau jangan terlalu terpuruk seperti ini semua yang terjadi kepada umat manusia tidak akan lepas dari kehendak Yang Maha Kuasa. Bersabarlah pasti akan ada hikmah dibalik semua ini," Andini berusaha untuk menghibur Adrian yang saat ini sedang menangis sedih.


Andini tidak mau kalau sampai Adrian pikirannya terlalu kalut. Bagaimanapun Adrian baru saja sembuh dari penyakitnya setelah kecelakaan fatal yang menimpanya.


" Benar Kak. Kita berdoa semoga Siska dan Farel segera siuman. kasihan Aaron kalau harus hidup tanpa mereka dia masih kecil dan masih membutuhkan dukungan dari kedua orang tuanya." Steven terlihat tertunduk lesu saat ini.