
Setelah Andrew mendapatkan keberadaan Karina dari ayahnya. Dia mengatakan kepada ayahnya untuk membiarkan istrinya berpikir dulu agar bisa memikirkan rumah tangga mereka sedikit lebih jernih.
" Biarkan saja Pah. Semoga saja dengan perpisahan ini akan semakin membuka pikiran kami untuk melihat apakah Kami memang benar-benar saling mencintai ataukah tidak. Kalau memang Karina tidak pernah mencintaiku, percuma juga kalau aku memperjuangkan dia!" ucap Andrew kepada ayahnya yang menata putranya dengan sendu dan merasa sedih.
" Andrew. Karina meninggalkanmu pasti karena Papa yang menginginkan seorang cucu darinya. Sehingga dia merasa terbebani dengan keinginan Papa Maafkan papa nak yang sudah membuat rumah tanggamu menjadi kacau begini!" ucap Edward yang benar-benar merasa bersalah kepada putranya.
Edward merasa yakin 100% bahwa menantunya pasti telah mendengarkan semua percakapan dia dengan Andrew pada waktu itu di ruang kerjanya.
" Sudahlah Pah itu semua bukan salah Papah. Mungkin memang ini adalah ujian cinta kami berdua yang harus kami lewati!" ucap Andrew sambil tersenyum kepada ayahnya yang tampak begitu sedih dan murung.
Andrew jadi merasa bersalah kepada ayahnya yang tercinta. Selama ini Edward selalu hidupnya ceria dan tidak pernah terlihat sedih seperti saat ini.
" Aku menikah karena ingin memberikan kebahagiaan kepada papa dengan melihatku mempunyai seorang istri. Akan tetapi, ternyata aku malah memberikan penderitaan kepada Papa yang jauh lebih besar!" Andrew benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi. Saat ini hatinya benar-benar sesak dan juga sedih setelah tahu kalau Karina sekarang sudah hidup bersama laki-laki lain di Pulau terpencil itu.
Tampaknya ada kesalahpahaman yang dilaporkan oleh anak buah Edward kepada Andrew. Sehingga membuat Andrew menjadi salah mengambil kesimpulan.
" Sudahlah Nak! Sekarang mari kita istirahat saja. Kalau memang Karina adalah jodohmu suatu saat Kalian pasti akan bertemu lagi!" ucap Edward sambil menyentuh bahu putranya yang sekarang terlihat begitu ringkih.
" Papa juga istirahatlah dapat terlihat begitu lelah karena mengurus masalah Andrew. Maafkan Andrew Pah!" ucap Andre yang saat ini benar-benar merasa sangat bersalah kepada ayahnya.
Edward kemudian masuk ke dalam kamar dan kembali melihat laporan-laporan yang diberikan oleh anak buahnya yang setiap hari selalu mengawasi Karina selama berada di Pulau terpencil yang ada di Indonesia.
Edward sangat kram melihat kebersamaan Karina dengan laki-laki yang berada di dalam foto tersebut.
" Aku yakin masalah penyakitnya itu hanya menjadi alasan saja. Sebenarnya dia memang tidak menginginkan untuk bersama dengan Putraku. Dia benar-benar wanita keji!" terlihat Edward sangat marah melihat foto-foto yang dikirimkan oleh anak buahnya.
Berdasarkan foto-foto itu Karina saat ini sudah menikah lagi dengan Pemuda yang tinggal di tempatnya sekarang.
" Aku tidak akan pernah membiarkan kau mempermainkan Putraku dan menyakitinya!" ucap Edward dengan air mata dan kemarahan yang bercampur menjadi satu.
Sungguh ada sebuah kesalahpahaman di sana. Sebetulnya laki-laki yang bersama dengan Karina adalah sahabatnya yang saat ini sedang menikah dengan kekasihnya. Pada saat foto itu diambil, Karina sedang menjadi pendamping dari mempelai wanita. Akan tetapi tertangkap di dalam kamera bawa Karina sedang bersama dengan pemuda itu. Sehingga mengakibatkan kesalahpahaman bagi orang yang melihat foto-foto tersebut tetapi tidak tahu tentang kebenarannya karena tidak berada di dekat acara itu.
Karena takut mendapatkan kecurigaan. Anak buah yang dikirimkan Edward hanya mengambil foto-foto itu dari jarak jauh tanpa mengetahui cerita di balik foto-foto itu. Sehingga akhirnya mengakibatkan salah paham bagi Andrew maupun Edwards yang menerima laporan tersebut.
Saat ini Andrew sedang menatap foto-foto pernikahannya bersama dengan Karina yang tampak begitu indah dan juga romantis.
Sementara itu Karina yang sekarang sedang ada di sebuah pulau di luar Jawa. Dia mulai mengabdikan hidupnya dan juga ilmunya untuk warga sekitar yang membutuhkan bantuan medis akan tetapi mengalami kesulitan karena kendala Jalan maupun transportasi.
" Terima kasih Dokter Karina karena anda mau jauh-jauh datang dari kota ke tempat kami." ucap ketua adat yang benar-benar merasa terbantu dengan adanya Karina di desa mereka.
" Sama-sama Pak saya juga merasa berterima kasih karena kalian mau menerima saya untuk berada di desa kalian!" ucap Karina dan senyum bahagianya.
Karena sudah memutuskan bahwa dia akan menghabiskan hidupnya untuk mengabdi kepada warga yang ada di pulau terpencil itu.
Karina berada di pulau Kalimantan, di daerah yang sangat pedalaman dan sangat sulit untuk dijamah oleh orang luar maupun transportasi darat.
Bahkan Karina saja untuk datang ke tempat itu harus menggunakan helikopter yang dia sewa dari temannya.
Daerah di mana Karina berada saat ini benar-benar terisolir dari dunia luar. Oleh karena itu Karina merasa ketenangan dan juga kebahagiaan. Karena dia tidak perlu memikirkan siapapun untuk membahagiakan mereka. Baginya semua Kesunyian itu jauh lebih berarti dari apapun.
Kemewahan dan juga harta dunia yang selama ini dia kejar-kejar dengan sepenuh hati. Sekarang tidak nampak indah bagi Karina. Sekarang di matanya semua itu hanya memberikan derita kepada Karina.
Karina sudah memutuskan bahwa dia akan hidup di daerah terpencil itu dan melepaskan semuanya yang pernah dia miliki.
Setiap hari kesibukan Karina adalah selain menjadi dokter di daerah tersebut, Karina juga mengajari anak-anak untuk belajar menulis dan membaca serta menghitung.
Karina benar-benar menemukan kebahagiaan hidupnya berada di antara mereka yang membutuhkannya dan juga menghargainya sebagai seorang manusia.
Perasaan dirinya yang tidak diinginkan karena tidak bisa memiliki anak. Telah benar-benar membuat Karina merasa insecure dan tidak percaya diri untuk berdiri di samping Andrew yang terlalu sempurna untuk dirinya yang memiliki banyak kekurangan.
" Coba sekarang kalian perhatikan apa yang ibu guru tulis?" tanya Karina kepada murid-muridnya yang hari ini datang dengan begitu antusias untuk belajar kepada dirinya.
Murid-murid Karina bukan hanya anak-anak kecil tapi banyak juga remaja-remaja dan ibu-ibu yang buta huruf dan ingin belajar kepadanya.
Begitulah setiap hari Karina menjalani hidupnya di tempat terpencil itu.
Karina tidak pernah merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa yang saat ini sedang dia kecap. Semua terasa begitu sempurna untuknya dan dia tidak mau kehilangan kebahagiaan itu.
Merasa dibutuhkan dan merasa dihargai. Hal itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Karina. Dan sanggup membuat Dia melupakan beban di hatinya karena masalah penyakit yang dia Derita selama ini yang membuat dia kesulitan untuk memberikan keturunan kepada suaminya.