Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
148. Keselnya!!!


Steven yang saat ini sedang menunggu Jasmine di depan toilet merasa senang ketika melihat sekretarisnya sudah selesai.


" Maafkan saya pak! Bapak jadi harus melakukan ini semua. Padahal kita sedang buru-buru dan bodohnya Aku melakukan banyak kesalahan di hari pertama aku kerja!" ucap Jasmine benar-benar merasa bersalah kepada Steven.


Steven hanya tersenyum melihat Jasmine yang benar-benar merasa bersalah kepadanya.


" Sudahlah Jasmine. Ayo kita segera berangkat ke bandara saja. Tampaknya Kakakku sudah tidak sabar untuk menunggu kita!" Steven pun kemudian melangkahkan kakinya untuk segera menuju ke basement perusahaan dan mencari sang kakak yang ternyata benar-benar sudah meninggalkan dia bersama dengan Jasmine.


Jasmine sudah bisa menduga hal itu. Dan Dia tidak aneh dengan kelakuan Adrian.


" Kita naik taksi saja atau bagaimana Pak?" tanya Jasmine benar-benar semakin merasa bersalah karena gara-gara dia mereka harus ditinggalkan oleh mobil yang dikendarai Adrian bersama Amel.


" Kita naik mobilku saja. Ayo masuklah!" ucap Steven yang untungnya saja membawa kunci mobilnya bersama dirinya.


" Semua file yang dibutuhkan sudah dibawakan?" tanya Steven pada Jasmine.


Jasmine memeriksa kembali barang-barang yang tadi di bawa dan di sudah yakin bahwa semuanya sudah siap.


" Apakah kita tidak akan menginap di sana Pak?" tanya Jasmine penasaran.


" Tidak! Urusan di sana hanya sedikit dan bisa kita selesai kan hari ini juga. Setelah selesai kita akan langsung kembali ke Jakarta!" ucap Steven.


Jasmine hanya menganggukkan kepala bagaimanapun ini adalah kali pertamanya dia bekerja di Jakarta Jadi belum terlalu mengerti ritme dan alur pekerjaannya yang baru.


Kalau bukan karena ingin dekat dengan Adrian dan memulai kembali untuk merajut hubungannya yang kandas dulu. Jasmine pun tidak rela untuk berjauhan dengan sang ibu.


' Adrian kalau kau tidak mengapresiasi. Apa yang kulakukan ini berarti kau memang benar-benar bukan manusia!' batin Jasmine benar-benar merasa gemas dengan kelakuan Adrian yang begitu cuek dan nyaris tidak memperdulikan kehadirannya di sana.


Setelah mereka berada di bandara. Ternyata pesawat mereka sudah terbang. Sehingga mengakibatkan Steven dan Jasmine akhirnya memutuskan untuk menunggu penerbangan selanjutnya.


" Pa, bagaimana kalau kita makan siang dulu? Sambil menunggu pesawat kita terbang. Sejak tadi pagi kita sibuk sekali untuk mengurus berkas-berkas yang akan kita bawa ke Purwokerto. Saya yakin bapak pasti lapar juga kan? Karena kebetulan sejak tadi pagi saya juga belum makan Pak. Tadi pagi saya bangun kesiangan dan tidak punya waktu untuk sarapan. Sudah seperti itu, Pak Adrian sudah benar-benar membuat saya stress luar biasa. Sehingga tidak memiliki waktu untuk makan sama sekali!" keluh Jasmine pada Steven yang hanya terus menyimak semua yang dikatakan oleh Jasmine.


Steven bisa melihat bahwa Jasmine adalah tipe seorang gadis yang easy going dan terlihat ceria.


Padahal sejak tadi pagi kakaknya benar-benar sudah memberikan banyak masalah kepadanya. Akan tetapi Jasmin sama sekali tidak terlihat sedih ataupun loyo. Steven benar-benar merasa bangga dengan apa yang dia lihat dari Jasmine.


" Baiklah. Ayo kita makan di sekitar bandara saja. Agar kita tidak terlambat lagi!" ucap Steven menyetujui ide dari Jasmine Karena sejujurnya dia pun juga mulai merasa lapar.


Mereka berdua pun kemudian tanpa menikmati makan siang mereka tanpa memperdulikan apapun yang akan dilakukan oleh Adrian Ketika nanti bertemu dengan mereka di Purwokerto.


Steven bisa bersantai sejenak karena dia mengetahui jadwal pertemuan dengan pihak perusahaan yang diadakan Purwokerto tidak terlalu terburu-buru.


Penerbangan jakarta-purwokerto pun tidak terlalu lama. Steven yakin nanti sore mereka sudah sampai ke Purwokerto dan pada malam harinya bisa bertemu dengan klien.


***


Adrian dan Amel yang sudah sampai duluan di Purwokerto. Mereka pun langsung menuju hotel yang sudah di pesan sebelumnya.


" Wah sekretaris Anda yang dulu benar-benar luar biasa dia sangat tahu selera anda Tuan! Lihatlah hotel ini begitu menakjubkan!Walaupun Hotel sederhana tetapi tetap tidak meninggalkan nilai estetikanya!" ucap Amel tampak begitu kagum.


Adrian hanya menembus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Amel.


" Jangan pergi lama-lama! Begitu aku keluar dari kamar mandi, kau harus sudah datang dengan membawa pakaian ganti untukku!" perintah Adrian dari dalam kamar mandi.


" Aiya! Dasar bos gila! Dia mengetahui kalau dirinya akan menetap di sini selama beberapa hari. Kenapa tidak membawa pakaian sendiri saja sih? Dan sekarang merepotkanku untuk membeli pakaian buat dia. Sementara aku tidak tahu ukuran pakaiannya!" ucap Amel yang merasa tidak sanggup lagi untuk berlama-lama menjadi ada sekretaris Adrian.


" Aku memang butuh pekerjaan. Akan tetapi aku bekerja untuk kebahagiaan hatiku. Kalau kerja dan harus membuatku stress seperti ini, lebih baik aku mencari pekerjaan lain saja!" ucap Amel yang benar-benar sedang Down.


Sejak kedatangan mereka di Purwokerto tidak ada habisnya Adrian terus memberikan perintah kepadanya. Sampai membuat kepalanya pening 7 keliling.


Akan tetapi demi profesionalnya Amel pun kemudian pergi ke sebuah mall besar yang ada di Kota Purwokerto.


" Baiklah nanti setelah Tuan Steven datang, aku akan membicarakan semua ini dengannya! pokoknya kalau Tuan Steven tidak mau menjadikan aku sebagai sekretarisnya lagi lebih baik aku mengundurkan diri saja dari Prayoga group! Walaupun Tuan Adrian tampan tetapi sifat dan tabiatnya benar-benar sangat menyebalkan!" ucap Amel yang tidak ada habisnya terus menggerutu.


Maklum saja selama ini Steven terlalu memanjakan Amel. Sehingga dia merasa amat tersiksa. Walaupun hanya diberikan sedikit beban oleh Adrian.


Pada saat Amel sedang memilih pakaian untuk Adrian dia mendapatkan telepon dari Steven.


" Halo Tuan Steven anda sekarang sudah di mana?" tanya Amel sambil memilih pakaian untuk Adrian.


" Kami sudah di hotel. Amel bukankah kau sekarang sudah ada di mall? Tolong sekalian belikan aku pakaian juga seperti kakakku. Tapi jangan sama modelnya ya. Karena aku ogah harua kembaran dengan dia!" ucap Steven memberikan perintah baru kepada Amel.


" Ya ampun Bos! Ini saja aku benar-benar sedang frustasi memberikan pakaian untuk Tuan Adrian. Kau kirimkanlah sekretarismu kemari untuk membantuku!" ucap Amel kepada Steven.


" Baiklah aku segera mengirim Jasmine ke situ! Oh ya, kamu sedang di mana?" tanya Steven pada Amel.


" Saya di Mall Ratu, Bos! Datanglah kesini. Bos berikan nomor teleponku kepada Jasmine nanti kami akan bertemu di sini!" ucap Amel pada Steven.


" Baiklah!" setelah mengatakan itu Steven pun kemudian memanggil Jasmine yang saat ini sedang memeriksa file-file yang tadi mereka bawa dari Jakarta.


Jasmine melirik ke arah Stevan yang sedang mendekatinya. " Jasmine susullah Amel sekarang di mall Ratu. Belikanlah aku beberapa pakaian untuk menetap di sini selama beberapa hari. Kau beli juga untuk kebutuhan kamu selama di sini!" ucap Steven pada Jasmine.


Jasmine terkesiap mendengarkan ucapan Steven, " Bukankah Anda mengatakan kalau kita tidak akan menginap di sini?" tanya Jasmine pada Steven.


Terlihat Steven mendudukkan dirinya di sofa yang ada di depan Jasmine.


" Awalnya kami memang tidak berniat untuk menetap sementara di sini. Akan tetapi kakakku mengatakan kelihatannya akan mengalami kesulitan untuk kita bisa memenangkan tender itu. Jadi kami akan mengawasi perusahaan itu selama beberapa hari ke depan!" ucap Steven pada Jasmine.


" Memangnya ada kendala apa?" tanya Jasmine merasa penasaran.


" Kakakku tadi sampai duluan di sini dan dia sudah berjalan-jalan serta bertanya-tanya di sekitar perusahaan tersebut. Survey awal gitu! Dan dia menemukan banyak kejanggalan di perusahaan itu!" ucap Steven.


Jasmine sangat tahu kalau Adrian memang sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya.


" Baiklah saya juga akan menemani kalian untuk mencari tahu tentang perusahaan itu! Saya adalah new corner dari perusahaan kalian. Jadi pasti mereka tidak mengenali saya. Saya bisa memata-matai perusahaan mereka dari dalam!" ucap Jasmine pada Steven dengan senyumnya.


" Wah ide yang sangat bagus! Hmmm, Kalau begitu Kau tidak boleh terlihat dekat bersama kami. Baiklah, sekarang sebaiknya kita memulai untuk berpisah dulu sampai di sini. Kau pesan lah hotel yang lain. Sehingga pihak perusahaan itu tidak akan curiga denganmu!! Oh ya, setelah kau membantu Amel untuk membeli pakaian untuk kami. Kita akan menempuh jalan masing-masing selama berada di kota ini!" ucap Steven.


Jasmine tampak menganggukkan kepala.