Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
204. Pernikahan


Abian yang saat ini sedang merencanakan untuk membuat kejutan bagi orang-orang yang pernah menyakiti hatinya di masa lalu.


Abian hadir di pernikahan Rossa bersama Steven. Mery sudah berdandan sangat cantik dan bersiap untuk pergi pernikahan tersebut.


Sementara itu Steven saat ini sedang berada di ruang ganti dan menunggu kekasihnya yang sedang dirias dan berganti gaun pengantin yang telah dipilih oleh dosa sendiri pada saat persiapan pernikahan mereka dulu.


Tak jauh berbeda dengan Adrian yang saat ini sedang berada di ruangan yang berbeda dengan Steven, Adrian juga sedang menunggu Andini yang sedang dirias oleh make up artis yang sengaja didatangkan oleh Silvia untuk mempercantik menantunya.


Bagaimanapun juga Silvia tidak mau mempermalukan dirinya dan juga keluarga Prayoga grup kalau sampai menantunya tidak terlihat cantik di dalam acara pesta pernikahan yang sudah dia siapkan dengan susah payah.


Adrian adalah calon pewaris yang telah dia pilih untuk menggantikan perusahaan yang saat ini dipimpin olehnya yang ada di Bandung.


" Andini Kau sangat cantik sekali," Adrian begitu terkesiap ketika melihat hasil make up yang sudah dipersiapkan oleh MoA yang begitu profesional sehingga membuat Andini terlihat benar-benar sangat cantik.


MoA setelah mendandani Andini kemudian menyuruh Adrian untuk dirias juga. Supaya tidak jomplang ketika bersanding dengan Andini yang sudah tampil maksimal dan seperti Tuan Putri yang begitu cantik jelita.


" Sebaiknya pengantin wanita menunggu di tempat pemotretan dulu sambil menunggu mempelai pria di rias dulu." ucap MoA yang tadi memake up Andini.


Adrian sebenarnya tidak mau kalau sampai di tinggalkan oleh Andini yang sebentar lagi akan resmi menjadi istrinya akan tetapi Andini harus pergi ke ruang pemotretan untuk melakukan photoshoot bersama sahabat-sahabatnya dan juga keluarga mereka sebagai kenang-kenangan hari pernikahan mereka.


" Tenanglah sebentar lagi dia akan menjadi istrimu dan hidup bersamamu selamanya berpisah sebentar tidak masalah kan?" tanya MoA yang melihat ketidakrelaan di wajah Adrian ketika Andini melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruang pemotretan di mana Rosa dan keluarga serta sahabatnya sudah menunggu di sana.


Melihat kehebohan Rossa dalam berfoto bersama sahabat dan juga keluarganya. Hal ini membuat Andini terlihat murung karena dirinya hanya memiliki kedua adiknya saja, tidak ada kedua orang tuanya yang akan mendampingi dirinya di hari pernikahannya.


Perasaan haru dan juga sedih dirasakan oleh Andini. Sehingga tanpa dia sadari sebening air kristal mengalir di pipinya.


Rossa yang melihat Andini sedang bersedih jadi tidak enak hatinya. Karena teman-teman dan saudaranya yang begitu heboh untuk berfoto sementara Andini hanya bengong melihat mereka semua dalam beraktivitas.


Selama ini Rossa tahu kalau Andini adalah tipe gadis yang pendiam dan juga sangat sederhana. Kehidupannya selama ini hanyalah dipenuhi dengan bekerja dan tanggung jawab sebagai seorang kakak untuk kedua adiknya.


Andini dan kedua adiknya sudah menjadi anak yatim piatu sejak mereka masih kecil.


Rosa pun kemudian mendekati Andini dan mengajaknya untuk bergabung dan berfoto bersama dengan mereka.


Rosa memperkenalkan Andini kepada teman-teman dan juga saudaranya sebagai kakak iparnya.


" Perhatian semuanya. Dia adalah kakak iparku namanya Andini calon istri dari Kak Adrian. Mohon untuk berbaik hati pada dia ya? Dan kalian tidak boleh berbuat macam-macam padanya. Kalau tidak, maka aku akan marah kepada kalian semua!" terlihat Rossa yang cemberut membuat teman-teman dan saudaranya menjadi terbahak karena merasa lucu dengan tingkah dan polah Rosa yang sedang imut dan amat menggemaskan.


Tidak biasanya Rosa bersikap demikian. Oleh karena itu mereka sangat bahagia dengan pernikahan Rossa yang telah berhasil merubah Rosa menjadi lebih manusiawi.


Mereka bisa merasakan kalau Rosa telah mengalami begitu banyak perubahan dalam sikap maupun perilakunya menjadi seorang yang mempunyai kepribadian yang mau menerima dan juga menghargai orang lain yang dipandang lebih rendah stratanya daripada dirinya yang merupakan anak konglomerat di negeri ini.


" Tenanglah kami pasti akan memperlakukan kaka iparmu seperti saudara kami sendiri." Mereka pun kemudian terhanyut dengan acara foto-foto yang terlihat begitu seru.


Sampai akhirnya calon suami mereka datang untuk menjemput mereka menuju ke ballroom pernikahan.


Steven merasa sangat senang setelah melihat Rosa yang begitu baik terhadap Andini yang merupakan calon kakak iparnya yang dulu pernah dia cintai.


" Sayang ayo kita ke ballroom pernikahan kita. Karena tamu dan juga penghulu sudah menunggu kita di sana." ucap Steven sambil menengadahkan tangannya untuk menggenggam telapak tangan Rosa.


Hal yang sama pun dilakukan oleh Adrian yang merasa begitu bahagia melihat keakraban antara Adrian dan Rossa dan juga saudara-saudaranya yang lain.


" Kamu sungguh cantik sekali. Ayo kita ke sana dan kita resmikan pernikahan kita hari ini." Adrian tersenyum ketika melihat Andini.


Andini begitu bahagia karena hari yang telah ditunggu akhirnya tiba.


Melihat Adrian yang tersenyum kepadanya benar-benar membuat Andini sangat bersyukur telah dipertemukan dengan laki-laki baik yang mau menerima dirinya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.


" Terima kasih karena kamu sudah mau hadir dalam hidupku dan melengkapinya!" Adrian berbisik di telinga Andini yang sontak tersipu.


" Terima kasih juga karena kau sudah memilihku untuk menjadi pendamping hidupmu. Semoga pernikahan kita akan langgeng dan selalu bahagia." Doa tulis suci yang terbersit dari hati terdalamnya.


Adrian menggenggam telapak tangan Andini dan melangkahkan kakinya ke area ballroom pernikahan bersama Andini dengan harapan menggenggam masa depan dan juga impian cinta mereka berdua.


Hati kedua mempelai pengantin yang berbahagia karena hidup mereka telah diberkati dengan pasangan yang sempurna di dalam hidup mereka.


Pada hari itu menjadi hari yang paling bersejarah untuk dua pasang pengantin yang saling mencintai.


Setelah penghulu menyatakan bahwa mereka telah sah menjadi suami istri hati Andini benar-benar merasa terharu apalagi ketika dia melihat kedua adiknya yang terlihat menangis karena terharu dan juga bahagia akhirnya sang kakak telah resmi menjadi seorang istri.


Kedua orang tua Rosa juga tidak kalah terharunya dengan kedua adiknya Andini yang masih muda belia.


" Papa benar-benar tidak menyangka kalau Rossa benar-benar menjadi seorang istri dari Steven Prayoga. Padahal dulu Kami adalah saingan bisnis yang sangat sengit dan tidak pernah akur dalam segala hal. Siapa yang menyangka sekarang mereka malah menjadi suami istri dan kita telah berbesanan dengan Prayoga Group tanpa ada ikatan perjanjian bisnis di dalamnya. Papa benar-benar berharap kebahagiaan untuk mereka!" ucap ayahnya Rossa dengan penuh kebahagiaan.


" Mama juga berharap semoga Rossa akan semakin lebih baik lagi dan Steven bisa membimbing Putri kita untuk menjadi seorang wanita yang anggun dan ibu yang baik untuk anak-anak mereka!" suami istri itu pun saling memeluk satu sama lain.


Siska dan Farel begitu bahagia karena akhirnya Adrian dan Stevan menemukan Pelabuhan hati mereka dan meraih cinta sejati mereka.


Mereka berdua bisa melihat begitu banyak cinta yang terpancar di mata kedua paman tampannya ketika menatap istri mereka yang berdiri di samping mereka.


" Aku berharap paman Steven dan Paman Adrian akan selalu dilimpahi kebahagiaan dunia dan akhirat. Menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah." doa Siska untuk kedua paman tampannya yang selama ini selalu menolong dan juga membantunya dalam setiap kesulitan yang datang dalam hidupnya.


Selama ini Adrian dan Steven telah memerankan diri mereka sebagai guardian angel untuk Siska sesuai dengan pesan kakeknya Sebelum meninggal.


Kakek Siska memang pernah berpesan kepada keduanya untuk selalu menjaga Siska dalam segala hal. Itu karena penyesalan sang kakek yang begitu besar karena tidak bisa menolong putranya pada saat dia kesulitan hingga ayah dan ibunya Siska akhirnya tewas dalam kecelakaan fatal yang terjadi kepada mereka berdua.


Hingga saat ini masih belum ditemukan penyebab maupun pembunuh yang telah membuat kedua orang tua Siska meninggal.


Polisi masih berjuang sangat keras untuk menemukan pembunuh yang sesungguhnya.


Terlihat Abian begitu kesal hatinya karena dia terlambat datang sehingga tidak bisa membatalkan acara akad nikah antara Steven dan Rossa. Abian merasa dirinya selalu saja terlambat kalau sudah berurusan tentang Rosa.


' Sial! Ini semua gara-gara Merry yang lama sekali berdandan di salon. Aku jadi terlambat untuk menghalangi pernikahan mereka. Sial! sekarang rasa sudah resmi dari seorang istri dari Steven. Aku jadi kesulitan untuk mengganggu dia ke depannya. Tapi tenang saja Rossa Aku pasti bisa mencari cara untuk mengganggumu. Aku tidak rela melihatmu dijadikan istri oleh Steven!' bathin Abian.


Abian melihat sinis kepada Farel yang saat ini sedang berdiri di samping Siska dengan begitu gagah dan tampan.


' Farel sampai saat ini masih saja sombong dan arogan. Rupanya dia masih berpikir bahwa dunia ini hanya berputar di sekitarnya. Lihatlah Farel, sebentar lagi, Kamu pasti akan melihat kehancuranmu!' Abian benar-benar muak dan marah melihat Farel yang dulu pernah membuat dia masuk dalam penjara.


Mery dari tadi terus mengguncang bahu suaminya yang sedang asyik melamun.


" Sayang? Kamu kenapa dipanggil dari tadi kok tidak menyahut? Sedang melamun apa sih?" tanya Mery terlihat begitu penasaran melihat suaminya yang sekarang mulai gugup karena tertangkap tangan sedang melamun saat menatap kepada mempelai pengantin yang sedang berbahagia di pelaminan.


Abian tersenyum kepada istrinya untuk menutupi kegundahan hatinya yang sejak tadi menatap Rosa dan Farel. Dua nama yang telah menjadi momok menakutkan dalam hidupnya selama ini.


Nama Farel yang selalu membuat dia emosi setiap mengingatnya di masa lalu.


" Aku baik-baik saja tidak usah khawatir denganku. Ayo kita ucapkan selamat kepada pengantin. Sayang, Aku berharap pernikahan kita juga akan selalu bahagia!" Abian mulai menancapkan kukunya pada Mery dengan gombalan receh yang hanya di bibir saja.


Sampai saat ini Abian masih belum bisa melupakan Rossa dan masih menginginkan perempuan itu untuk kembali hadir dalam hidupnya.


Akan tetapi Abian tahu bahwa Mery saat ini adalah pendukung terbesar dalam hidupnya. Abian tidak berani berbuat macam-macam kepada Merry sebelum dia berhasil mendapatkan semua harta kekayaan sang istri yang selalu mempercayakan segala hal kepadanya.


' Setelah aku berhasil mendapatkan semua harta Mery, aku akan membuangnya dan mulai merebut Rosa dari tangan Steven. Aku tidak rela kalau Rosa bersama pria lain!' Abian masih menatap lurus ke arah pelaminan.