
Beberapa bulan kemudian
Farel saat ini sedang melihat laporan yang diberikan oleh detektif yang dia sewa untuk mengawasi Siska selama berada di Amerika.
" Jadi Siska sedang hamil? Malam itu ternyata berbuah manis!" tanpa Farel sadari dia tersenyum menyadari bahwa dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.
Akan tetapi Farel tampak mengerutkan keningnya dengan dalam. Ketika dia melihat foto Siska yang begitu dekat dengan dokter Andrew yang saat ini sedang merawatnya di rumah sakit.
" Entahlah kenapa aku merasa bahwa dokter Andrew sepertinya menyukai Siska? Apakah ini hanya perasaan aku saja? Yang tidak suka melihat istriku dekat dengan pria lain?" tanya Farel dengan mata nyalang.
Farel menimbang ponselnya. Ingin sekali rasanya Dia menelepon Siska dan menanyakan kabarnya secara langsung. Tetapi dia kembali ingat dengan janjinya kepada sang Ibu. Bahwa dia tidak akan pernah menghubungi Siska sampai sang Ibu merestui hubungan mereka dan menerima Siska sebagai menantunya.
Hati Farel begitu sesak melihat sang istri yang saat ini sedang online tetapi tidak ada keinginan untuk menghubunginya. Sungguh kalau saat ini Siska mengirimkan pesan untuknya. Farel pasti akan langsung berlari ke Amerika dan mengejar sang istri.
Seandainya Farel tahu bahwa Siska setiap hari selalu menerima foto dari ibu mertuanya tentang kedekatan Farel dan Amora mungkin Farel tidak akan pernah berpikir seperti itu.
Farel pasti bisa mengerti perasaan Siska yang saat ini sedang menderita. Karena berpikir bahwa suaminya sudah tidak mencintai lagi dan sudah lebih memilih untuk hidup dengan wanita lain yaitu mantan kekasihnya.
" Kamu online begitu lama sayang. Kau sibuk dengan siapakah? Tidak adakah keinginanmu untuk menghubungiku? Aku benar-benar sangat merindukanmu!" tampak bulir bening mengalir dari kelopak mata Farel yang begitu sedih dengan hubungannya yang harus berakhir begitu saja tanpa sepatah kata pun.
Saat Farel membulatkan tekadnya untuk menghubungi Siska, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan Amora menelponnya meminta panggilan video call.
Walaupun Farel merasa malas untuk melayani Amora. Tetapi dia pun tidak senang kalau sampai nanti ibunya mengomel karena aduan Amora kepada ibunya.
" Farel, aku rindu sekali dengan sentuhan kamu sayang. Apa bisa kau malam ini datang ke apartemenku sayang, tolong kau obati kerinduanku padamu!" ucap Amora sambil menggigit bibir bawahnya dengan begitu sensual dn mengundang birahi yang melihat.
Farel merasa risih melihat itu. Dia berniat untuk menutup panggilan telepon tetapi Amora mengancamnya akan bunuh diri dengan memegang cutter dan siap menghiris nadinya kalau Farel tidak mau datang ke apartemennya sekarang juga.
Jantung Farel berdebar sangat kencang melihat darah yang mulai menetes di telapak tangan Amora yang dia iris, sontak Farel pun langsung mengatakan bahwa dia akan segera datang ke apartemen Amora yang langsung bersorak kegirangan karena sudah berhasil memancing Farel untuk segera datang ke apartemennya.
Amora pun langsung menyiapkan semuanya. Dia pun telah menyiapkan sebuah kamera kecil yang akan merekam semua kegiatan mereka berdua di ruangan itu yang nantinya akan dikirimkan kepada Siska. Kamera itu di sembunyi kan oleh Amora dan tidak akan terlihat kalau tidak jeli memperhatikan.
Farel yang merasa khawatir dengan keadaan Amora. Dia pun kemudian menghubungi asistennya untuk melihat keadaan Amora sekarang di apartemennya.
" Cepatlah kau datang ke apartemen Amora dan lihat apa yang sedang dia lakukan! Kalau Amora bertanya tentang aku, katakan kalau aku sedang melakukan perjalanan bisnis ke Australia dan minta dia untuk tidak pernah menggangguku di sana!" ucap Farel kepada asistennya yang selalu setia kepadanya.
Setelah memberikan perintah itu kepada asistennya. Farel pun kemudian bersiap untuk meninggalkan apartemennya dan pergi ke Amerika untuk menemui Siska.
Bagaimanapun hati Farel saat ini sedang tidak tenang. Karena dia melihat kedekatan Siska dengan dokter Andrew selama ini yang benar-benar membuat harga dirinya merasa dijatuhkan dan Farel merasa terancam sekali.
Farel yang saat ini sedang dilanda api cemburu. Setelah dia tadi melihat laporan dari detektifnya yang memperlihatkan kebersamaan Siska selama seharian bersama dengan dokter Andrew di rumah sakit tempat Siska di rawat sekarang.
Farel tahu bahwa dokter Andrew bukanlah tipe laki-laki sederhana seperti penampilan dia selama ini. Andrew adalah pewaris dari rumah sakit yang saat ini ditempati oleh Siska.
Ayahnya Andrew adalah seorang dokter bedah yang sangat terkenal dan memiliki banyak pasien bahkan di luar negeri banyak yang datang ke Amerika hanya untuk mendapatkan pengobatan dari beliau.
Saat ini Farel sudah berada di pesawat komersial yang akan membawanya pergi ke Amerika. Farel sengaja menggunakan pesawat itu untuk menyamarkan kepergiannya ke Amerika dari sang ibu.
Sementara itu, jet pribadi milil keluarganya dia berangkat kan menuju ke Australia untuk menyamarkan kepergian nya menuju cabang perusahaan keluarga Handoyo yang ada di Australia.
Farel benar-benar menyiapkan semuanya dengan rapi dan terencana sangat matang. Padahal ide itu muncul saat dia mendapatkan laporan detektif nya bahwa saat ini Siska sedang makan malam bersama Andrew setelah pulang dari rumah sakit.
Semua penyamaran kepergian Farel ke Amerika di lakulan agar sang Ibu tidak curiga dengan kepergiannya mencari sang istri.
Setidaknya Farel ingin memberikan penjelasan kepada Siska tentang kondisinya saat ini di mana sang ibu yang menginginkan dia untuk bercerai dengan sang istri.
Farel benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak bertemu dengan Siska. Setelah hampir beberapa bulan tidak bertemu dengan sang istri yang sangat dia cintai.
Sementara itu Amora yang sekarang berada di apartemennya. Amora sedang marah dan mengamuk karena kedatangan asisten Farel atas perintah Farel.
Amora benar-benar kesal sekali. Setelah semua persiapan matangnya untuk menjebak Farel malahan gagal total. Karena Farel yang tidak datang ke apartemennya, tetapi sang asisten yang sangat Dia benci yang malahan hadir dan menemuinya dalam balutan lingerie super seksi yang menggoda iman asisten Farel yang sebenarnya sudah lama tertarik dengan Amora.
Amora yang tadi sudah minum wine yang dia campur dengan obat perangsang sekarang dia harus menderita karena ulah yang dia buat sendiri.
Asisten Farel yang melihat gelagat aneh dari Amora yang saat ini wajahnya begitu merah dan terus menggeliat kepanasan. Akhirnya dia sadar kalau Amora sedang berada dalam pengaruh obat perangsang yang juga sudah dia berikan ke dalam minuman yang sudah dia siapkan untuk Farel.
Tetapi semua rencananya gagal total karena minuman itu malahan di minum oleh Asisten Farel yang merasa kegerahan melihat tubuh Amora yang benar-benar membuat sesuatu di balik celananya menggeliat tanpa dia bisa kendalikan.
Akhirnya di bawah pengaruh obat perangsang, terjadilah pergulatan panas antara Amora dan asisten Farel yang tampan itu. Tanpa mereka sadari sampai akhirnya pagi menjelang dan mereka sama-sama bangun dalam keadaan polos di bawah selimut yang sama di kamar Amora.