
Mereka bersyukur karena masih bisa menyelamatkan Aaron yang telah diberikan racun oleh Sulastri. Entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu. Sehingga membuat dia begitu nekat untuk menyakiti bayi kecil yang tidak berdosa seperti Aaron.
" Syukurlah Mas. Aaron kita masih bisa diselamatkan! Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dalam hidupku kalau sampai Putra kita kenapa-napa!" ucap Siska yang sudah mulai menangis sejak tadi memikirkan putranya yang selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang jahat.
Farel dan Instagramnya tidak mengerti kenapa Sulastri yang selama ini terlihat begitu menyayangi orang sampai tega melakukan itu kepada anak mereka.
Sulastri yang ternyata meminum racun yang sama dengan Aaron. Tetapi dia minumnya dalam jumlah yang besar. Sehingga mengakibatkan dia langsung meninggal di tempat. Waktu itu Farel tidak memperhatikan tentang Sulastri. Dia berpikir mereka sedang tidur saja. Karena saat itu otak Farel hanya berpusat kepada Aaron.
Mereka berdua benar-benar seperti orang yang sedang tidur. Jadi tidak ada yang menyangka kalau ternyata mereka telah mengkonsumsi racun yang berbahaya.
" Tenanglah Sayang polisi sedang menyelidiki kasus ini! Kita akan segera mengetahui hasilnya!" ucap Farel berusaha untuk menenangkan Siska yang masih menangis di dalam pelukannya.
" Sepertinya kita harus memberitahukan kakek tentang hal ini. Mungkin kakek tahu siapa Bi Sulastri dan kenapa dia sampai melakukan hal nekat seperti ini!" ucap Siska.
Farel terdiam seperti mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh istrinya.
" Oh ya kau sudah menghubungi Om Steven dan Om Adrian?" tanya Farel kepada istrinya.
" Yah aku tadi sudah menghubunginya sebentar lagi mereka akan kemari!" ucap Siska kepada Farel.
Mereka berdua langsung menuju ke kamar perawatan Aaron setelah melihat anak mereka dibawa oleh suster menuju ruang perawatan.
Hati Farel dan Siska merasa lega setelah melihat Putra mereka berhasil diselamatkan.
" Syukurlah akhirnya Anak kita sudah lolos dari bahaya!" ucap Siska sambil mencium kening Aaron yang masih terlelap.
" Untungnya kalian cepat membawa anak kalian ke rumah sakit. Kalau tidak, saya tidak bisa membayangkan. Apakah bisa menyelamatkan dia atau tidak!" ucap dokter ketika Farel dan Siska menemuinya di ruang dokter. Farel bisa melihat perasaan lega di wajah dokter tersebut karena sudah berhasil menyelamatkan Putra mereka.
" Kami tidak tahu kalau itu adalah racun. Kami pikir dia sedangkan tidur saja. Kalau bukan karena istriku yang melihat wajah anak kami yang sudah membiru. Mungkin kami tidak akan tahu kalau dia keracunan!" ucap Farel menerangkan semua kronologisnya.
" Jadi pengasuhnya sudah meninggal?" tanya Dokter kepada Farel.
" Saat ini jenazahnya sudah di bawa ke rumah sakit ini dan akan segera di otopsi. Jadi kita akan tahu jenis Racun apa yang digunakan untuk melakukan kejahatan dia ini!" ucap Farel tampak begitu geram dan kesal.
Farel sangat marah ketika dia membayangkan tentang Sulastri yang begitu jahat hendak mencelakai Aaron, putra kesayangan yang baru saja berhasil melewati satu fase di mana David telah memperlakukannya seperti binatang saat menculik Aaron sewaktu di Amerika.
" Baiklah dokter! Terima kasih atas bantuan anda. Kami permisi dulu ingin melihat keadaan putra kami secara dekat!" setelah berpamitan kepada dokter Farel dan Siska pun langsung masuk ke dalam ruangan Aaron. Hati mereka menjelaskan ketika melihat Aaron yang membuka matanya.
Bocah tampan yang baru berusia 2 tahun itu tersenyum kepada mereka. Begitu melihat ibu dan ayahnya datang.
Siska langsung memeluk tubuh Aaron dengan begitu erat. Penuh kasih dan sayang.
" Mulai sekarang mama yang akan menjagamu Nak. Mama tidak akan pernah membiarkan siapapun lagi menyakitimu!" ucap Siska sambil mencium kening Aaron berkali-kali.
Siska dan Farel benar-benar sudah merasakan trauma yang sangat dalam. Pada seorang baby sister yang mengasuh anak mereka. Hingga akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk tidak akan pernah lagi mencari dari kita untuk mengasuh Aaron.
" Syukurlah anakku karena Allah masih melindungimu. Karena Allah masih menjaga dan memberikan kekuatan untuk bisa bertahan!" ucap Farel sambil mencium kening Aaron yang kini sudah mulai berseri.
Setelah dinyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya, Aaron pun kemudian dibawa pulang oleh Farel dan Siska.
Sulastri sudah dimakamkan oleh pihak Kepolisian. Setelah mendapatkan hasil otopsi dari tubuhnya. Sulastri telah meminum racun serangga yang mengakibatkan dia meninggal.
" Sekarang kita harus menyelidiki kamar Sulastri. Aku yakin pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan di sana!" ucap Farel ketika mereka sudah sampai di kediaman mereka.
Tetapi bersih tidak ada apa-apa di sana. Padahal pada saat kejadian itu, Farel sudah mengunci kamarnya sehingga tidak ada siapapun yang bisa masuk ke dalam kamar itu selain dirinya dan Siska.
" Aneh sekali. Sebenarnya punya motif apakah Bi Sulastri melakukan kejahatan seperti ini?" tanya Siska benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Sulastri yang aneh dan menyimpan sejuta misteri.
Mereka pun kemudian kembali ke kamar dan memutuskan mulai malan itu, Aaron akan tidur bersama mereka.
Siska benar-benar tidak mengizinkan siapapun untuk menyentuh putranya.
Gara-gara dua kejadian yang sudah hampir membahayakannya nyawa Aaron, membuat Siska dan Farel untuk menjadi over protektif kepada anak itu.
Rasa cinta Siska dan Farel sangat besar untuk Aaron. Oleh karena itu mereka tidak ingin kalau sampai kejadian buruk terjadi kepada anaknya.
Sementara itu Steven dan Adrian tampak sedang berbincang-bincang di kantor mereka.
" Apa kau sudah menyelidiki? Siapa itu Sulastri dan kenapa dia sampai berbuat begitu nekat untuk menyakiti anak Siska dan Farel?" tanya Adrian kepada Steven.
Steven kemudian menyerahkan file-file yang diserahkan oleh anak buahnya ketika menyelidiki tentang Sulastri.
Mereka sengaja tidak memberikan laporan itu kepada Farel dan Siska karena takut mereka akan cemas dan khawatir.
" Jadi Sulastri ini adalah selingkuhan Papanya Farel? Ya ampun! Apa itu artinya dia adalah ibu dari David?" tanya Adrian seperti tidak percaya dengan penemuan dari adiknya.
" Kelihatannya Sulastri ini memang adalah ibu dari David. Entah kenapa mereka berdua bisa berpisah. Ini yang tidak bisa diselidiki oleh anak-anak buahku. Seperti ada orang yang sengaja menutupinya!" ucap Steven menerangkan kepada Adrian.
Terlihat Adrian berpikir sangat keras untuk mendapatkan solusi dari masalah yang seakan itu dituduh menghampiri rumah tangga Siska dan Farel.
" Entah kenapa rumah tangga mereka selalu saja banyak sekali masalah yang membuat kepala pusing!" ucap Steven merasa prihatin dengan keponakannya.
" Sepertinya Kita juga harus menyelidiki tentang kematian ayahnya Siska. Aku yakin ada sesuatu yang tersembunyi dari kisah itu!" ucap Ardian menyuarakan pendapatmu tentang kematian kakaknya yang tiba-tiba dan secara misterius.