
Begitu sampai di kantornya. Siska benar-benar tidak bisa melupakan ketika melihat Farel yang bersama dengan perempuan muda yang pulang bersamanya saat di restoran tadi.
Apalagi saat melihat kegugupan Farel ketika melihat dirinya bersama gadis itu.
" Apakah ada sesuatu yang kau lewatkan dalam kehidupanmu?" monolog Siska.
***
Farel yang saat ini sedang berada di kantornya terlihat duduk bersama gadis tadi yang dilihat oleh Siska bersama dengan suaminya.
" Ih, kenapa sih? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya gadis itu merasa tidak senang dengan tatapan Farel kepadanya.
" Gara-gara kamu yang tiba-tiba saja datang dan menyusul ke restoran itu. Membuat istriku pasti berpikir macam-macam tentang kamu!" ucap Farel yang terlihat kesal.
Gadis itu bernama Rosa Mandalika. Dia adalah putri dari Mandalika grup yang saat ini menjadi investor utama di perusahaan Farel.
Gadis manja dan urakan itu selalu saja mengganggu Farel di setiap kegiatan bisnisnya dan membuat Farel benar-benar kesulitan untuk melakukan pekerjaannya.
" Kamu sebenarnya maunya apa sih? Kenapa tidak ada habisnya kau menggangguku? Kalau begini caranya aku lebih baik mengembalikan semua Investasi ayahmu di perusahaan ayah kamu. Daripada Kau menghancurkan rumah tanggaku bersama istriku!" sengit Farel yang benar-benar sudah tidak tahan dengan kelakuan Rossa.
Rosa Mandalika dia hanya tertawa mendengarkan ucapan Farel yang terdengar begitu absurd di telinganya.
Rossa tidak percaya bahwa Farel benar-benar akan mengembalikan investasi milik ayahnya yang hampir lebih dari 100 Milyar jumlahnya.
" Cobalah! Aku ingin mengetahui apakah kau benar-benar mampu melakukannya!" Farel benar-benar geram dengan apa yang dikatakan oleh Rossa.
Farel berniat untuk meninggalkan Gadis itu dan pergi keluar untuk menghirup udara segar. Karena saat ini dirinya merasa benar-benar sesak dan tidak bisa bernafas.
Farel benar-benar merasa seakan terjebak di dalam permainan yang sudah dibuat oleh Rossa sejak dia menerima investasi dari Mandalika group di perusahaan miliknya.
" Ya ampun dia mencari laki-laki sensi sekali. Aku ingin tahu, bagaimana dia bisa mengembalikan investasi Mandalika grup di perusahaan Handoyo grup." ucap Rosa Mandalika yang terdengar seakan dia sedang menyepelekan Farel Handoyo.
Bagaimanapun bagi Farel harga dirinya jauh lebih penting daripada apapun. Hal itulah yang membuat dia bahkan dalam keadaan terdesak sekali oun, Farel tidak pernah meminta bantuan dari Siska ataupun perusahaan Prayoga group.
Alex sebagai asisten Farel sudah beberapa kali memperingatkan Farel untuk tidak mau menerima investasi dari Mandalika Group. Karena Alex sudah bisa menangkap apa yang sedang direncanakan oleh mereka terhadap Farel. Khususnya Rosa Mandalika. Alex sangat tahu tentang reputasi Gadis itu di dunia bisnis yang selalu membuat kekacauan dan pembuat onar sejati.
Akan tetapi Farel tetap bersikeras untuk menerima investasi itu. Karena memang saat ini perusahaannya sedang membutuhkan dana yang sangat besar untuk bisa menunjang tanda-tanda perusahaan yang sedang mereka tangani.
Terlihat Farel yang saat ini sedang berada di atas rootrof perusahaannya. Alex yang melihat Farel tadi naik ke sana. Dia mengikuti Farel untuk naik ke atas rootrof dan menemani Bos besarnya yang kelihatannya sedang memikirkan sesuatu yang berat.
" Bos ada apa denganmu? Kenapa wajahmu kusut sekali?" tanya Alex kepada Farel.
Untuk beberapa saat lamanya Farel terkesiap ketika melihat Alex yang tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya.
" Aku hanya sedang ingin menyendiri dan memikirkan tentang perusahaan kita yang saat ini benar-benar sedang kacau! Semua ini gara-gara Abian yang sudah menghancurkan Perusahaan kita hingga sampai ke titik ini!" Alex tahu kalau Farel benar-benar membenci Abian yang benar-benar sudah membuat perusahaan mereka menjadi seperti sekarang.
Setiap hari Farel harus mendapatkan komplain dari para dewan direksi yang selalu meminta pengembalian investasi mereka di perusahaan Handoyo Group.
Farel hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam. Bagaimanapun juga dia tidak mungkin menceritakan apa yang dilakukan oleh Rossa terhadap dirinya selama hampir satu bulan ini ketika mereka hanya berdua saja di dalam ruangan Farel.
" Kamu tidak mengerti kesulitanku Alex. Sehingga kau tidak akan bisa memahaminya!" ucap Farel yang kemudian memilih untuk menatap burung-burung yang saat ini sedang berterbangan di atas rootrof perusahaannya.
" Aku tahu kalau kau sedang dibingungkan oleh kelakuan Rossa yang hampir setiap hari selalu menterormu dengan kemanjaan dan juga kelakuannya yang urakan." ucapan Alex benar-benar langsung mengena ke hati Farel.
" So? Kamu ngerti kan? Bagaimana sekarang perasaanku? Apalagi tadi Siska sudah melihat apa yang dilakukan oleh Rossa kepadaku. Oh Alex!! Rasanya aku hampir gila ketika memikirkan kejadian yang aku alami saat di restoran tadi!" Alex mengerutkan keningnya ketika mendengarkan Farel bercerita tentang kejadian tadi.
" Bayangkan saja kalau sama gandeng tanganku di hadapan Siska. Dia juga duduk di sebelahku sambil menyenderkan kepalanya di bahuku. Ya Tuhan! Aku rasa gadis itu benar-benar sudah gila!" Alex benar-benar terkejut mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Farel kepadanya.
Melihat Alex yang menghalang nafas begitu benar-benar membuat Farel menjadi gila dibuatnya.
" Alex! Malam ini kita harus lembur. Kita akan menghitung ulang berapa kira-kira investasi yang bisa kita kembalikan kepada Mandalika Group. Aku tidak mau terus-terusan di teror oleh gadis gila itu! Aku tidak mau kehilangan Rumah tanggaku cuma gara-gara investasi konyol yang diberikan oleh mereka!" Farel sepertinya sudah tidak bisa mengendalikan lagi amarahnya ketika dia mengingat semua yang telah dilakukan oleh Rossa kepada dirinya.
Alex kembali menghela nafas dengan berat dan hal itu benar-benar membuat Farel benar-benar sangat frustasi.
" Tenanglah Bos. Aku akan mencoba untuk bertanya ke Melinda. Kira-kira perusahaan keluarga dia bisa membantu kita atau tidak." ucap Alex yang kemudian langsung menghubungi kekasihnya.
Sekitar setengah jam lamanya Alex menghubungi Melinda dan berbicara tentang permasalahan perusahaan mereka.
" Baiklah aku akan mencoba untuk berbicara dengan Ayahku. Siapa tahu Kusuma grup bisa membantu kalian!" ucap Melinda kepada Alex yang sekarang sudah menjadi tunangannya.
Melinda sebenarnya sudah melarang Alex untuk menjadi asisten Farel. Apalagi setelah perusahaan milik Farel mengalami kesulitan untuk mendapatkan klien baru.
" Aku jadi merepotkan kamu terus! Maafkan aku alex!" Farel merasa benar-benar bersyukur mendapatkan orang-orang baik yang ada di sekitarnya seperti Alex dan juga keluarga Prayoga Group.
" Tenanglah bos kita ini bukan orang lain. Sejak dulu kau adalah idolaku. Aku pasti akan selalu membantumu dan juga mendukung Setiap keputusan yang aku ambil untuk kebaikan perusahaan kita!" Farel benar-benar terharu dengan ketulusan Alex kepada dirinya.
" Percayalah padaku Alex. Aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik setelah kita melewati semua krisis ini!" janji Farel sambil memeluk Alex dengan erat sebagai rasa syukur dan juga terima kasihnya atas bantuan Alex.
" Oh Ayolah Bos! Berhentilah untuk bersikap sentimental begini. Anda tahu kan sifat ini bukanlah milik Farel Handoyo?" tanya Alex yang malah menggoda Farel.
Farel untuk sementara bisa melupakan masalahnya tentang Rossa yang telah membuat boom waktu di dalam pernikahan nya bersama Siska. Karena dia berbicara dengan Alex yang sangat mengerti tentang kepribadian dan juga kehidupannya selama ini. Hubungan mereka berdua tidak hanya sekedar sebagai asisten biasa tetapi sebagai sahabat dan juga saudara yang erat.
Alex maupun Farel selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik di antara keduanya dengan saling menghormati satu sama lain.
" Oh ya bagaimana tentang rencana pernikahanmu dengan Merinda?" tanya Farel yang tiba-tiba teringat tentang rencana itu.
" Semuanya baik. Kedua orang tuaku sudah mulai mengurus tentang semuanya!" Farel merasa lega karena akhirnya Alex bisa menemukan Pelabuhan terakhirnya dan berani memutuskan untuk menikah bersama dengan Melinda yang sudah menemani selama beberapa tahun belakangan ini.
Farel yang malam ini lembur bersama dengan Alex karena mereka sedang menghitung berapa kira-kira investasi yang bisa dikembalikan kepada Mandalika Group.
Farel benar-benar sudah positif dan juga mantap ingin memutuskan hubungan dengan Mandalika grup secara permanen. Oleh karena itu Farel sedang berusaha keras untuk kembali membicarakan tentang pengembalian dana investasi yang diberikan oleh mereka ke perusahaan Handoyo grup yang dia pimpin.