
Indrana tampak tertawa melihat Adrian yang cemberut. " Mau apa sih kamu? Apa kau tahu kalau aku tuh sangat lelah sekali setelah melakukan perjalanan yang jauh? Semaleman aku naik mobil. Astagfirullah!" ucap Adrian yang merasa kesal kepada Indrana.
Indrana lalu memeluk Adrian yang hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat kekasih barunya itu, yang suka aneh-aneh. Berbeda dengan kekasih Adrian yang dulu yang selalu jaim dan menjaga image-nya di depan dia.
" Indrana apa yang kau lakukan?" tanya Adrian merasa sangat frustasi sekali.
Bagaimana tidak? Gadis itu seperti sengaja menyentuh sesuatu yang di jaga Adrian hingga kini untuk sang istri kelak.
" Keluar lah! Kau ini seorang gadis. Kenapa bisa sembrono sekali masuk ke dalam kamar seorang laki-laki?" tanya Adrian mulai kesal setengah mati.
Indrana akhirnya keluar juga karena dia juga merasa gugup karena tadi tanpa sengaja dia telah menyentuh sesuatu milik Adrian.
Dia kemudian pulang ke rumahnya karena merasa malu untuk bertemu dengan Adrian.
" Aku gak nyangka gadis itu barbar banget! Hampir saja aku kecolongan!" monolog Adrian yang benar-benar merasa kacau sekali gara-gara Indrana.
" Aku akan minta putus sama gadis itu. Otakku bisa kacau gara-gara gadis agresif itu yang sepertinya tidak pernah merasa takut melakukan apapun!" Adrian kemudian memilih untuk mandi karena waktu sudah semakin sore dia sudah tidur terlalu lama.
Rasa lelah di tubuhnya pun sudah semakin berkurang dan dia sekarang sudah duduk di meja makan bersiap untuk makan malam bersama dengan ibunya.
" Aku akan pindah ke apartemen mulai besok! Sebaiknya Mama tidak usah menghalangiku. Karena aku tidak mau diracuni oleh Mama dengan pikiran kotor mama!" ucap Adrian merasa kesal luar biasa ketika dia mengingat lagi Ibunya menyuruh dia untuk merebut perusahaan Siska yang dipercayakan kepadanya untuk dijaga dan diawasi.
" Kamu memang laki-laki yang sangat bodoh, Adrian! Mama benar-benar sangat kecewa denganmu!" ucapnya kesal.
Akan tetapi Adrian tidak memperdulikan sama sekali. Karena Adrian percaya bahwa kebaikan akan selalu membuahkan kebaikan dan kejahatan pasti akan selalu menghasilkan kejahatan juga.
" Terserah apa yang akan dikatakan oleh Mama. Tapi yang jelas aku tidak akan pernah mau melakukan apa yang mama katakan!" ucap Adrian dengan tegas.
Setelah selesai makan. Adrian langsung pergi keluar dari Mansion milik keluarga Prayoga. Dia berniat untuk mencari apartemen untuk dirinya bisa tinggal dan menetap di sana.
" Aku harus tetap menjaga kewarasanku dengan berada di luar rumah. Dengan begitu ibuku tidak akan mempunyai kesempatan untuk mempengaruhiku melakukan sesuatu yang jahat!" ucap Adrian sambil mengendarai mobilnya.
Ketika Adrian melihat sebuah gedung apartemen yang dekat dengan kantornya, dia pun iseng untuk main ke sana. Sekedar mencari info dari management yang mengelola apartemen itu.
" Adrian? Sedang apa kamu di sini?" tanya seorang gadis yang sangat cantik.
Adrian masih membeku di tempatnya melihat gadis itu yang sekarang malah mendekat ke arahnya.
" Aku sedang mencari apartemen untukku!" ucap Adrian berusaha untuk se normal mungkin. Jujur saja Adrian merasa gugup berhadapan dengan gadis yang pernah ada di dalam masa lalunya ketika duduk di bangku SMA dulu.
" Kamu sedang apa di sini Stefani?" tanya Adrian sambil melihat ke arah gadis itu yang sudah berada di hadapannya.
" Ya ampun! Apa kau pura-pura tidak tahu? Kalau gedung Apartemen ini kan milik keluargaku!" ucap Stefani sambil terkekeh.
Adrian hanya mangut-manggut kemudian dia pun berpamitan kepada Stefani untuk menemui pihak manajemen apartemen itu.
" Apa kau sedang mencari apartemen untuk dibeli atau untuk disewa?" tanya Stefani yang malah mengikuti Adrian di belakangnya.
" Mungkin disewa untuk beberapa bulan saja. Karena setelah masalah di sini selesai ya Aku akan kembali ke Jakarta!" ucap Adrian sambil tersenyum kepada Stefani.
" Apa sekarang kau tinggal di Jakarta?" tanyanya kepo luar biasa.
Stephanie kemudian menunjukkan kepada Adrian pihak manajemen apartemen tersebut.
" Kalau kau mau, kau bisa menempati unitku di sini. Kebetulan aku tidak menempatinya. Paling cuma sesekali aja kalau aku lagi bete tinggal di rumah dan butuh suasana baru!" Adrian langsung menolak tawaran tersebut karena dia tidak mau tergantung kepada seorang perempuan.
" Aku bisa menyewa apartemen untuk diriku sendiri. Terima kasih atas kebaikanmu!" ucap Adrian sambil tersenyum kepada Stefani yang terlihat kecewa.
" Baiklah. Tak masalah. Ayo aku antar kau untuk menemui pihak manajemen yang mengurus gedung ini!" Stephanie pun kemudian memperkenalkan Adrian kepada manajer yang dipercaya oleh ayahnya untuk mengurus gedung tersebut.
Adrian kemudian menyampaikan niatnya untuk mendapatkan sebuah apartemen yang bisa dia sewa selama beberapa bulan ke depan. Karena mendapatkan kode dari Stefani sejak tadi, manajer pun langsung mengantarkan Adrian ke beberapa unit.
Saat Adrian sedang sibuk melihat apartemen yang ditunjukkan kepadanya. Terlihat Stefani yang mendekati Manager.
" Tunjukkan dia apartemen milikku dan berikan harga sewa yang murah padanya!" ucap Stefani sambil berbisik kepada manajer.
Manajer hanya menganggukan kepalanya. Karena dia juga tidak mau berurusan dengan anak pemilik gedung tersebut yang dia kenal sebagai gadis manja yang suka cari masalah.
" Tuan mari saya tunjukkan pada Anda. Sebuah unit yang sangat bagus dengan harga sewa yang murah. Saya yakin Anda pasti akan menyukainya!" ucapnya sambil tersenyum kepada Stefani dan juga Adrian.
Adrian yang melihat hal tersebut benar-benar sudah Curiga dengan plakat aneh dari sang Manager dan juga Stefani.
Akan tetapi Adrian tidak mau menyakiti hati orang. Dia pun kemudian dengan santainya mengikuti mereka berdua yang memperhatikan sebuah apartemen mewah yang bergaya feminim ya karena apartemen itu milik Stefani pantas kalau didesain secara feminin.
Manager tampak bingung bagaimana cara untuk mempromosikan tempat itu sementara ada yang adalah seorang laki-laki.
Manajer hanya bisa menggarukkan kopi yang tidak gatal dan sesekali menatap ke arah Stefani meminta pertolongan dari gadis itu.
" Aku ini seorang laki-laki. Bagaimana mungkin aku akan tinggal di apartemen ini? Apa kata teman-temanku kalau mereka mengunjungi tempat ini?" tanya Adrian yang sekali pandang sudah mengetahui kalau itu adalah apartemen milik Stefani.
Adrian sangat kenal dengan gaya dan style dari seorang Stefani yang selama hampir 3 tahun pernah menjadi kekasihnya.
" Kalau kau mau kita bisa mengganti style dari Apartemen ini sesuai dengan seleramu." ucap Stephanie sambil tersenyum kepada Adrian.
Akan tetapi Adrian langsung menggelengkan kepalanya menolak tawaran tersebut.
" Tidak usah, terima kasih Stefani. Aku akan mencari unit yang sudah permanen dan tidak perlu repot untuk melakukan perubahan apapun lagi. Aku hanya akan menyewanya selama beberapa bulan. Jadi tidak usah menghabiskan banyak biaya untuk renovasi apapun!" ucap Adrian kepada sang Manager yang kemudian menatap Stefani.
" Di sebelah Apartemen ini ada unit yang kosong. Ayo kita lihat! Mungkin kau akan tertarik untuk tinggal di sana!" setelah mengatakan itu Stefani langsung menarik tangan Adrian.
Adrian hanya menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah Gadis itu yang sejak dulu tidak pernah berubah.
" Stephanie! Apa sih yang mau kau lakukan sebenarnya?" tanya Adrian yang tampak prestasi dengan kelakuan gadis itu.
" Aku hanya ingin menunjukkan unit yang bagus untukmu. Semoga kamu menyukainya. Kan aku akan suka kalau kamu sampai menyewa apartemen di sini!" ucap Stefani dengan senyumnya yang khas.
Adrian hanya menggelengkan kepalanya melihat gadis itu yang selalu saja bisa membuat dia kehilangan kata-kata.
" Ayolah Adrian. Terimalah kebaikanku ini. Aku hanya ingin supaya kau bisa segera mendapatkan apartemen untuk tempatmu tinggal!" ucap Stefani sambil tersenyum.