
Siska melirik sekilas kepada Farel. Sebenarnya Siska merasa iba melihat Farel yang begitu merana setelah mendengarkan dia memiliki kekasih.
" Pergilah kepada Amora yang sudah tidur denganmu aku tidak mau menerima barang bekas orang lain! Tolong hentikan mobil ini karena aku ingin segera turun dan menemui Kekasihku!" ucap Siska dengan tatapan dingin dan tanpa perasaan sama sekali.
Walaupun jauh di lubuk hati Siska saat ini Siska sedang menangis menjerit ketika dia mengucapkan kata-katanya sendiri.
Akan tetapi bukannya berhenti Farel marah semakin mempercepat laju kendaraannya. Sehingga membuat Siska benar-benar ketakutan bahkan di belakang sudah ada mobil polisi yang mengikuti mereka.
" Tolong Farel perlambat laju kendaraan ini. Aku mohon! Apa kau tidak mendengar suara sirene mobil polisi mengejar kita?" tanya Siska masih berusaha membujuk Farel Untuk menghentikan mobilnya tetapi Farel sama sekali tidak mempedulikan semua itu.
Hati Farel yang sedang terluka dan juga bingung. Farel benar-benar tidak bisa diajak kompromi lagi. Dia lebih baik memilih mati daripada harus melihat Siska bersama dengan laki-laki lain.
" Aku mohon Farel hentikan mobilnya Farel!" air mata bahkan sudah mengalir deras di pipi Siska. Akan tetapi Farel terus melajukan kendaraannya sampai masuk ke area pantai.
Ketika mobil Farel sudah berhenti, Siska langsung keluar dari mobil dan berlari untuk menjauhi Farel akan tetapi Farel langsung mengejarnya dan memeluknya dengan sangat erat.
" Aku mohon dengarkan dulu penjelasanku sayang. Jangan kau begitu cepat mengambil kesimpulan dengan apa yang kau lihat. Aku mohon Sayang! Dengarkanlah penjelasanku!" ucap Farel sambil terus memeluk tubuh Siska dan mencium keningnya.
Siska terus merontak dan memukuli dada Farel agar terlepas dari pelukannya tetapi Farel benar-benar bersikeras tidak mau kehilangan Siska lagi.
Farel sudah bersusah payah mencari Siska seperti orang gila selama satu minggu lamanya. Bagaimana mungkin dia akan melepaskan Siska begitu saja setelah bertemu dengannya?
Siska akhirnya menyerah dan menangis dipelukan Farel meluapkan semua sakit hatinya selama berjauhan dengan Farel.
" Kamu jahat Farel! Kau bilang hendak pergi bertemu dengan klienmu. Akan tapi ternyata kau pergi bertemu dengan Amora dan kau bahkan tidur di apartemen dia. Kau bukan manusia Farel, kau pembohong dan kau juga penjahat keji! Huhuhu!" Siska menangis menggugur di pelukan Farel yang seakan kehabisan kata-kata untuk bisa menjelaskan semuanya kepada kekasih hatinya.
Farel membiarkan Siska melampiaskan kekesalan dan juga marahnya walaupun kemejanya menjadi basah karena air mata Siska yang membanjir layaknya air bah yang tidak bisa dikontrol lagi.
Farel mencium kening Siska berkali-kali dengan penuh kerinduan. Seakan ingin menyatukan tubuh mereka dan tidak ingin berpisah lagi.
" Ayo kita duduk aku akan menjelaskan semuanya kepadamu sehingga kau tidak salah paham lagi padaku!" pinta Farel sambil meraup wajah Siska dengan kedua tangannya yang berusaha untuk mendekatkan wajah kekasihnya dengan dirinya.
Kening mereka beradu dan tidak ada jarak sama sekali di antara keduanya.
Air mata Siska masih terus mengalir deras dpp-nya membuat hati Farel benar-benar sangat sakit dan menderita karenanya.
Suara deburan ombak pantai menjadi semacam nyanyian alam yang menjadi backsound dalam adegan romantis antara keduanya yang saat ini sedang dilanda rindu.
" Aku sudah melihat semuanya dengan jelas. Aku tidak perlu lagi kebohongan kamu. Aku sudah melihat semuanya dengan jelas. Foto-foto itu dan juga tubuhmu yang polos tanpa kain saat berada di ranjang Amora yang juga bersamamu tanpa menggunakan pakaian sedikitpun. Itu adalah suatu bukti yang paling konkret yang tidak bisa kau bantah lagi Farel!" suara Siska gemetar ketika dia mengatakan semuanya.
Hati Farel benar-benar bingung dan kepala nya juga mulai merasa pusing.
Siska terus mendengarkan semua penjelasan Farel tanpa menjedanya sama sekali.
Farel Kemudian menceritakan semua kejadiannya dari awal sampai akhir dan dia akhirnya berpisah dengan Amora tanpa ada satu bagian pun yang disembunyikan oleh Farel.
Farel juga bahkan menceritakan tentang kenikahan Amora yang memotong dagingnya hingga dia akhirnya masuk ke IGD.
" Amora memotong nadinya? Ya ampun! Diala benar-benar wanita yang menakutkan!" ucap Siska sambil menggelengkan kepalanya.
Farel pun kemudian menceritakan semuanya tentang Amora. Bahwa Amora adalah wanita yang sangat nekat dan bisa melakukan apa saja demi mengepatkan apa yang dia mau.
" Tolong sayang. Percayalah padaku! Aku sangat mengenal Amora sejak dulu. Dia pasti menjebakku karena ingin kita berpisah sayang. Agar dia bisa masuk ke dalam hidupku lagi. Tapi aku benar-benar sudah tidak bisa untuk hidup bersama dengan Amora lagi!" ucap Farel sangat lesu.
" Bohong! Kau pasti masih mencintai Amora kan? Jauh di lubuk hatimu yang paling dalam. Buktinya kau masih mau diajak bertemu oleh dia kan? Bahkan kau menemaninya sampai larut malam. Kalau kau memang tidak lagi mencintainya, tidak mungkin kau mau melakukan semua itu Farel!" ucap Siska sambil melirik sinis kepada Farel yang langsung mengacak rambutnya karena benar-benar sangat frustasi.
" Kalau aku memang mencintai Amora, aku tidak mungkin ada di sini untuk mencarimu sayang. Aku pasti sekarang sedang berada di rumah sakit dan menjaga perempuan itu. Tapi lihatlah sayang! Saat ini aku ada di sini dan bersamamu. Karena aku hanya mencintaimu dan hanya peduli denganmu!" ucap Farel kembali menarik Siska kedalam pelukannya.
Walaupun Siska sudah menolak tetapi Farel benar-benar tidak bisa dibantah sama sekali.
Hingga akhirnya Siska pun menyerah dan menelusukan wajahnya di dada bidang laki-laki yang dia cintai.
Deburan ombak yang begitu kencang dan angin yang bersilir, membuat perasaan keduanya menjadi tenang dan jiwa menjadi lebih terkendali sekarang.
Farel yang tadi wajahnya sangat mengkerut dan marah Sekarang dia sudah mulai rileks dan bisa bicara dengan tenang bersama Siska.
Siska pun sekarang sudah mulai bisa berbicara secara normal dengan Farel tidak marah-marah lagi seperti tadi.
" Percayalah kepadaku sayang! Semua itu hanyalah akal-akalan Amora dalam rangka memisahkan kita berdua! Sayang, Kamu harus percaya padaku bahwa Aku lebih mencintaimu daripada Amora!" ucap Farel lagi dan tidak mau menyerah kepada Siska.
Siska yang sebenarnya di dalam hatinya merasa senang akan tetapi dia masih ingin melihat kesungguhan Farel dalam meyakinkan dirinya.
" Aku mohon jangan temui lagi Amora dengan alasan apapun. Karena aku tidak sanggup untuk memikirkan apa yang akan perempuan itu lakukan padamu! Amora sangat terobsesi denganmu Farel. Oleh karena itu dia akan rela melakukan apa saja hanya untuk bisa kembali mendapatkanmu! Wanita itu benar-benar sangat menakutkan!" ucap Siska dengan suara gemetar dan menahan tangis.
Farel pun kemudian mengangguk dan mengusap air mata Siska yang terus berderai tanpa henti. Farel mencium kelopak nata Siska dan mencium bibir Siska dengan lembut. Farel melampiaskan segala rindu dan dendamnya kepada Siska selama satu minggu tak bertemu dengan wanita yang dia cintai dengan sepenuh hati.
Siska menyesap aroma tubuh Farel dalam-dalam. Aroma yang selalu berhasil menenangkan jiwa raganya.
" Berjanjilah kepadaku sayang! Apapun yang terjadi di antara kita. Kau tidak boleh untuk mengulangi lagi hal seperti ini. Kabur dan pergi dariku. Sayang, kau benar-benar telah membuatku hampir gila karena mencarimu selama satu minggu ini!" ucap Farel sambil mencium kening Siska yang berada di dalam pelukannya.
Siska hanya mengangguk saja. Karena dia pun tidak mau kehilangan kedamaian yang saat ini dirasakan.