Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
136. Penjelasan


" Adrian Apa kau tidak tahu kalau aku memiliki seorang saudari kembar?" tanya Stefani sambil tersenyum kepada Adrian.


" Apa?" tanya Adrian yang merasa bingung dengan ucapan dari Stefani.


" Masa kita berhubungan selama 3 tahun kau tidak tahu kalau aku memiliki saudara kembar?" tanya Stefani sangat heran dengan Adrian yang tidak mengetahui hal tersebut.


" Kau jangan mengarang cerita yang hanya semakin memperburuk kelakuanmu di belakangku!" ucap Adrian yang langsung mengelak dan menghindari tatapan dari Stefani.


Stephanie kemudian mengambil ponselnya dan mengotak-atik sebentar lalu mencari galeri teleponnya.


" Lihatlah!" ucap Stefani sambil menyerahkan ponselnya kepada Adrian.


" Itu adalah fotoku bersama dengan saudari kembarku, dan juga tunangan dia. Dua minggu lagi mereka akan menikah. Itulah yang menjadi penyebab kenapa aku sekarang berada di Indonesia. Karena aku mau menghadiri pernikahan saudariku.


" Kau tidak bercanda?" tanya Adrian yang tiba-tiba merasa aneh dan malu dengan pemikirannya yang selama ini dia tanam tentang Stefani.


" Adrian untuk apa aku bercanda tentang hal seperti ini? Kalau kau tidak percaya padaku. Minggu depan aku akan mengajakmu ke acara lamaran mereka. Aku kembali ke Indonesia karena ingin menghadiri pesta pernikahannya. Aku juga membantu saudaraku untuk mempersiapkan pesta pernikahan dia!" Stephanie kemudian memperlihatkan semua persiapan pernikahan yang sudah hampir 80% fix yang ada dari ponselnya.


Dekorasi, hotel, catering, undangan, gaun pengantin dan semuanya ada di dalam ponsel milik Stefani. Karena memang dia yang sudah dipercaya oleh saudarinya untuk membantu mempersiapkan segalanya.


" Tidak usah!! Lagian untuk apa aku datang dan menghadiri pernikahan saudarimu?" tanya Andrian yang tampak begitu gugup.


Ya tiba-tiba saja Adrian merasa malu dengan pemikirannya sendiri yang waktu itu tanpa banyak bertanya atau pun konfurmasi, dia sudah mengambil kesimpulan sendiri bahwa Stefani telah berkhianat darinya.


Wajah Stefani dengan saudarinya benar-benar sangat mirip wajar kalau Adrian sampai salah paham dengan mereka apalagi Adrian tidak mengetahui kalau kekasihnya memiliki saudari kembar.


" Stefana dia sudah hamil. Makanya walaupun kuliahnya belum selesai kedua orang tua kami memutuskan untuk menikahkan mereka secepatnya!" ucap Stefani dengan suara pelan karena merasa malu kepada Adrian.


" Oh, sedihnya!" ucap Adrian yang entah kenapa merasa tiba-tiba hatinya mencelos.


' Syukurlah selama kami berhubungan. Aku tidak pernah menyentuh Stefani secara berlebihan.' bathin Adrian yang merasa sedih mendengarkan saudari Stefani mengalami nasib seperti itu.


" Ayolah Kok bisa datang ke sana sebagai teman ataupun sebagai kekasihku kau bisa memilih keduanya!" resep Stefani tersipu malu karena dia mengingat kembali Kejadian beberapa saat yang lalu.


" Apa yang kau pikirkan hah? Dasar gadis urakan!" ujar Adrian yang merasa malu dengan perbuatannya sendiri.


" Sudahlah sana pulang. Aku benar-benar sedang sibuk. Sebentar lagi ada klien dari luar negeri yang ingin bertemu denganku." ucap Adrian yang kemudian membukakan pintu ruangannya dan mempersilahkan Stefani untuk keluar.


Akan tetapi Stefani malah duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Adrian, alih-alih keluar dari sana.


" Kau ini kenapa sih Stefani sejak dulu tidak pernah mau berubah! Ayolah keluarlah Stefani. Sebentar lagi klien ku akan datang aku akan malu kalau mereka melihatmu ada di sini!" ucap Adrian berusaha untuk menarik tangan Stefani agar bangun. Akan tetapi Stefani malah dengan usil dan jahilnya malah menarik tangan Adrian menuju dirinya.


Karena kehilangan keseimbangan mau tidak mau Adrian pun akhirnya jatuh dalam pelukan Stefani dan bibir mereka bertemu tanpa dis sengaja. Saat Adrian hendak menarik tubuhnya tiba-tiba saja Stefani malah menahan dirinya untuk pergi meninggalkan dia.


" Aku mohon, sebentar saja. Aku rindu sekali dengan kamu Adrian!" ucap Stefani dengan mata berkaca-kaca.


Adrian kemudian memeluk Stefani yang matanya telah bergerimis.


Selama ini Stefani bertanya-tanya. Kenapa Adrian selalu menghindarinya. Padahal walaupun dia meminta putus dari Adrian, dia tidak benar-benar ingin terjadi hal seperti itu.


Saat itu dirinya hanya merasa takut tidak bisa menjalani hubungan LDR. Akan tetapi masa ini berjalannya waktu Stefani sadar bahwa dia benar-benar sangat mencintai Adrian dan tidak ingin berpisah dengannya.


Tetapi ketika Stefani sudah menyadari hal itu Adrian benar-benar tidak bisa dihubungi bahkan sudah memblokir nomornya. Ketika Stefani menghubungi dengan nomor lain pun ternyata nomor yang sudah diganti sehingga mereka benar-benar lost contact.


Semua akun media sosial milik Adrian pun sudah dihapus sehingga membuat Stefani benar-benar tidak mengetahui kabar Adrian yang terbaru.


Hari ini Stefani baru mengetahui alasan tersebut Mengapa kekasihnya dulu sampai melakukan hal begitu frontal terhadapnya.


Adrian sejak tadi berusaha untuk mengendali kan debaran jantungnya yang terasa begitu kencang. Desiran darahnya sulit dia kendalikan. " Maafkan aku!" bisik Adrian di telinga Stefani.


Stefani merasa bahagia sekali berada di dalam pelukan kekasih yang selama ini selalu dia rindukan. Sekarang salah paham mereka berdua sudah terselesaikan.


" Kau mau kan nanti datang ke pernikahan saudariku? Aku mau kau membuktikan apa yang Aku katakan padamu!" ucap Stefani berusaha untuk membujuk Adrian agar mau datang ke pesta pernikahan saudarinya.


" Baiklah. Aku akan menemani kamu!" ucap Adrian dengan suara perlahan.


Stefani sangat senang sekali mendapatkan janji tersebut. Dia bahkan sampai menangis karena merasa sangat terharu dengan keberadaan Adrian di sisinya.


" Baiklah aku akan mengantarmu untuk pulang ke rumahmu. Sebentar lagi klien ku akan datang! Aku mohon Stefani Aku tidak mau kalau mereka berpikir kalau aku menghabiskan waktu bekerja untuk urusan pribadi dengan mengundang seorang wanita ke kantorku!" ucap Adrian yang kemudian bangkit dari duduknya dan menggengam tangan Stefani agar mau ikut dengannya.


Pada saat Stefani dan Adrian sudah hendak keluar dari ruangan Adrian terlihat 3 orang laki-laki muda dan tampan sedang berjalan ke arah mereka.


Melihat Siapa yang datang, Stefani auto melotot dan bersiap untuk meninggalkan tempat itu. Akan tetapi Stefani sudah terlambat karena pria itu sudah bisa melihat dia.


" Stefani mau lari ke mana kau?" tanya Adam yang Auto mengejar Stefani yang sudah melarikan diri darinya.


Adrian benar-benar meresa heran melihat Stefani yang pergi begitu saja ketika melihat tamunya datang.


" Kenapa?" tanya Adrian bingung pada Adam yang sekarang kembali lagi ke hadapan dia.


" Dari mana kau mengenal perempuan itu?" tanya Adam yang terlihat kelelahan setelah mengejar Stephanie tetapi tidak mendapatkannya karena Stefani sudah pergi duluan dengan menggunakan mobilnya.


" Kenapa memangnya apakah ada masalah?" tanya Adrian merasa penasaran.


" Kau tahu? Perempuan tadi adalah tunangan aku. kami dijodohkan oleh orang tua kami. Tetapi dia tidak pernah mau datang di setiap acara keluarga yang telah diatur untuk mempertemukan kami berdua. Adrian apa kau mengenal wanita itu?" tanya Adam menatap Adrian dengan serius.


" Jadi kau belum pernah bertemu dengan Stefani sebelumnya jadi dari mana kau mengetahui kalau dia adalah calon istrimu?" tanya Adrian yang merasa bingung dengan pengakuan Adam.


" Kedua orang tuanya sudah memberikan foto dia sama aku. Jadi aku sangat tahu kalau wanita tadi adalah Stefani." ucap Adam yang terlihat sangat kelelahan setelah tadi dia berusaha keras untuk mendapatkan Stefani.


Adrian tanpa kesulitan dalam syarifahnya sendiri mendengar Pengakuan dari Adam yang mengatakan bahwa dia adalah tunangan atau calon suami dari Stefani.


Sungguh tidak ada hal yang lebih membagongkan dari semua itu bagi Adrian.


Bagaimana mungkin dirinya yang baru saja berdamai dengan Stefani, sekarang harus kembali menemukan masalah yang jelas-jelaskan akan menjadi penghalang hubungannya bersama Stefani menuju ke jenjang yang lebih serius.


Adrian benar-benar tidak mengerti kenapa hubungannya bersama Stefani seakan begitu rumit dan sangat sulit untuk diperjuangkan.


' Apakah ini pertanda bahwa Stefani dan aku memang tidak berjodoh dan aku harus mengikhlaskan dia untuk menjadi calon istri dari Adam?' batin Adrian merasa terhiris.


Adam adalah sahabat dari Adrian ketika dia berkuliah dulu dan sekarang mereka menjadi klien dan rekan bisnis setelah sama-sama dipercaya oleh kedua orang tua mereka untuk memanage perusahaan keluarga.


Adrian saat mengenal siapa Adam laki-laki hebat yang telah berhasil menaklukkan dunia bisnis dengan kemampuannya sendiri.


Adam juga seorang laki-laki yang sangat baik dan tidak mungkin kalau Stefani tidak akan jatuh cinta kepadanya ketika mereka sudah menikah suatu saat nanti.


" Sudahlah. Ayo kita melakukan meeting bersama. Karena aku harus segera pulang dan segera pindah ke apartemen baruku!" ucap Adrian pada akhirnya.


Adrian tidak mau sampai terjatuh dalam kesedihan yang luar biasa ketika dia mengingat tentang hubungannya bersama Stefani yang sepertinya akan sangat sulit untuk disatukan.


Memuanya memang salah Adrian. Karena dia lah yang telah memutuskan semua komunikasi di antata keduanya karena termakan api cemburu dan salah faham sehingga membuat kedua orang tua Stefani pasti berpikir bahwa mereka berdua telah benar-benar berakhir dan tidak akan pernah memiliki perasaan apapun lagi diantara keduanya.


Selama meeting tersebut Adrian benar-benar tidak bisa fokus karena pikirannya tertuju kepada Stefani.