Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
Bab 240


" Tidurlah Rosa. Kamu jangan khawatir mama dan papa kan menjagamu di sini sampai suamimu pulang." Rosa merasa bahagia sekali dengan dukungan kedua orang tuanya yang selalu menguatkan dan juga memberikan masukan positif untuk dirinya.


Rosa kemudian tidur di dalam kamarnya sementara kedua orang tua Rosa pergi ke ruang keluarga dan berdiskusi di sana.


" Masalah keluarga Prayoga benar-benar sangat pelik sekali bahkan yang Mama dengar bahkan kematian kedua orang tua Siska pun sampai sekarang belum ditemukan. Padahal kasusnya sudah lebih dari 10 tahun. Sungguh kasihan sekali Siska. Di usia mudanya dia sudah diberikan tanggung jawab begitu besar untuk menanggung Prayoga group di pundaknya." terlihat Susan yang begitu prihatin dengan keadaan Siska yang sekarang bahkan masih berada di rumah sakit.


Dedi merasa bersalah karena sejak dulu selalu menargetkan perusahaan Prayoga Group sebagai saingan bisnisnya.


" Dulu Papa mengira kalau Steven dan Adrian adalah anak-anak muda yang sombong dan Arogan karena selalu menentang perusahaan papa. Bahkan mereka selalu menang tender setiap kali bersaing dengan perusahaan kami itulah yang membuat dulu Papa sangat membenci mereka berdua. Tapi Syukurlah!! Mereka memperlakukan Rosa dengan baik dan tidak pernah melampiaskan kemarahan mereka dengan semua keburukan yang pernah Papa lakukan di masa lalu terhadap perusahaan mereka. Mereka benar-benar anak muda yang baik." Dedi mengakui bahwa Steven, Adrian dan Siska adalah anak-anak muda yang hebat dan berbakat.


" Kenapa Papa tidak membantu mereka untuk menyelidiki kasus meninggalnya kedua orang tua Siska yang sudah hampir 10 tahun yang lalu. Bukan gak papa punya banyak kenalan di tim investigasi kriminal?" tanya Susan kepada suaminya yang seketika melirik kepadanya.


Dedi terlihat berpikir sejenak untuk menyanggupi apa yang dikatakan oleh istrinya.


" Papa akan mencoba untuk menghubungi mereka. Siapa tahu Papa bisa membantu untuk menemukan pembunuh dari kedua orang tuanya Siska. Kasihan juga mereka pasti dalam sana masih belum tenang karena pembunuhannya masih berkeliaran."


Dedi akhirnya menyetujui keinginan istrinya untuk membantu menyelidiki kasus pembunuhan kedua orang tua Siska yang terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu yang terpaksa di pending karena kurangnya bukti yang ditentukan oleh para tim Investigasi yang saat itu menangani kasusnya.


***


Di gudang, terlihat Steven yang menemui Irdina yang masih disekap oleh anak buah Adrian di gudang milik Prayoga Group yang sangat kotor dan pengap.


" Irdina! Tandatanganilah surat perjanjian di atas materai ini. Surat ini menyataka bahwa kamu tidak akan pernah mengganggu istriku maupun seluruh keluargaku. Maka hari ini juga aku akan membebaskan kamu dan mengantarkanmu kepada keluargamu yang ada di Bandung!" Steven menyodorkan surat perjanjian yang sudah dibuat sebelum datang ke tempat itu.


Bagaimanapun Steven tidak mau mencari masalah dengan berlama-lama mengurung Irdina di gudang. Irdina bagaimanapun pernah menjadi wanita spesial di dalam hidupnya yang pernah memberikan kebahagiaan kepada dirinya di masa lalu.


" Kamu jangan harap akan mendapatkan tanda tangan dariku. Karena seumur hidupku aku tidak akan pernah mau nelepaskanmu untuk wanita manapun! Steven!! Bagiku kau akan selalu menjadi kekasih yang paling kucintai untuk selamanya!" terlihat Irdina yang menangis sesegukan melihat Steven yang tidak bergeming sama sekali dengan permohonannya.


" Kamu mau apa sebenarnya? Kamu tahu kalau aku sudah punya istri bukan?? Bahkan istriku saat ini sedang hamil anakku. Tolonglah Irdina! Kau bersikaplah realistis dan masuk akal. Lupakanlah aku! Bukalah lembaran baru dalam hidup kamu. Aku yakin di luar sana banyak laki-laki yang pastinya menginginkan kamu untuk menjadi istri mereka!" Steven masih berusaha untuk bersikap lembut kepada Irdina yang terkenal keras kepala dan sangat sulit di bujuk oleh siapapun.


Irdina terus menggelengkan kepala. Bahkan dia menangis terisak. Tangisan Irdina benar-benar sangat memilukan hati Steven yang memiliki perasaan lembut dan baik hati.


" Tapi aku tidak mau menikah dengan mereka semua. Karena aku hanya mencintaimu Steven. Aku mohon!! Aku tidak masalah walaupun harus jadi istri kedua. Asal kamu memberikan sedikit waktu dan sedikit cintamu untukku itu sudah lebih dari cukup untukku!" Irdina terus berusaha untuk membujuk Steven agar goyah hatinya dan mau menerima kehadiran dirinya di dalam kehidupannya.


" Apakah cintaku ini salah? Kenapa kalian begitu bersikeras untuk membuatku menjauhimu? Steven! Apa kau lupa dulu kaulah yang selalu mengejarku dan ingin menjadikanku sebagai Kekasihmu. Lalu kenapa sekarang setelah aku mencintaimu setengah mati kau malah melakukan ini padaku?" tanya Irdina benar-benar begitu frustasi memikirkan tentang hubungannya bersama dengan Steven.


Steven mendekati Irdina dan berusaha untuk menjelaskan segalanya agar wanita itu mau move on dan melupakan dirinya yang sudah beristri.


" Dengarkan aku Irdina. Semua itu sudah berlalu dan lewat jauh sekali! Kau sudah melewatkan perasaan cinta yang kumiliki untukmu dan sekarang cinta itu sudah menghilang. Cinta itu sudah berubah menjadi cinta untuk Rosa dan juga calon anak yang saat ini sedang dia kandung." Steven memegang wajah Irdina dengan tangannya hingga mendongak ke atas.


Terlihat Indina yang kesakitan dengan apa yang dilakukan oleh Steven kepadanya.


***


Rosa yang saat ini sedang menyaksikan semua yang terjadi di gudang itu melalui panggilan video call yang dilakukan oleh anak buah Adrian kepadanya. Rosa, Susan dan Dedi terlihat begitu bangga dengan apa yang sedang dilakukan oleh Steven.


" Lihatlah suamimu begitu mencintaimu. Kenapa kau masih meragukan dia?" tanya Dedi sambil matanya terus menetap ke arah kamera yang seperti ini yang disembunyikan dari Steven sehingga Steven tidak melihat bahwa saat ini dirinya sedang melakukan video call dengan ponsel milik anak buah Adrian.


Susan menaruh telunjuknya di bibirnya. memberikan isyarat kepada suaminya. Bahwa saat ini mereka sedang melakukan panggilan rahasia yang tidak diketahui oleh Steven.


Dedi akhirnya diam dan kembali menyaksikan semua kejadian yang terjadi di gudang melalui ponsel anak buahnya Adrian yang ternyata memiliki peran ganda sebagai anak buah Dedi.


***


" Cepatlah tanda tangani baik-baik. Waktuku benar-benar sempit Irdina! Aku harus segera kembali ke Jakarta. Apa kamu tahu kalau kakakmu sekarang sudah ditangkap di Surabaya? Sekarang sudah dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjalani proses persidangan." Steven dengan terpaksa akhirnya membuka rahasia itu di hadapan Irdina.


Steven berharap dengan berita itu akan membuat e


Irdina menjadi terbuka pikirannya dan mau untuk menerima penawaran dirinya dan segera menandatangani surat perjanjian yang dia buat demi keamanan seluruh keluarganya.


Steven benar-benar membutuhkan pernyataan dari Irdina yang berjanji tidak akan lagi mengganggu keluarganya dengan begitu, bila suatu saat Irdina bertingkah, dia bisa menggunakan surat itu untuk menuntutnya. Steven saat ini benar-benar sedang berusaha untuk mendapatkan kebaikan untuk semua orang.


Steven sebenarnya tidak terlalu menyetujui apa yang telah dilakukan oleh Adrian dengan menculik dan mengurung Irdina di sana. Hal itu benar-benar sangat berisiko untuk mereka semua.


" Aku mohon Irdina. Pikirkanlah semuanya secara matang dan jauh ke depan. Masa depanmu masih sangat panjang. Begitu pula dengan masa depanku dan keluargaku. Marilah kita membuka lembaran baru dengan berdamai dan saling memaafkan satu sama lain agar kita bisa menjalani kehidupan yang jauh lebih damai dan bahagia bersama orang yang mencintai kita." Stevan masih terus berusaha dan tidak mau menyerah untuk membujuk Irdina agar mau menandatangani surat perjanjian itu.