Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
115. Waspada


Siska dan Farel hari ini berencana akan pergi berjalan-jalan bersama dengan Aaron. Mereka berusaha melupakan semua kejadian buruk yang selalu menimpa kehidupan mereka karena orang-orang yang tidak senang dengan pernikahan mereka berdua.


Akan tetapi di tengah perjalanan, Farel sadar kalau dia melihat Amora yang sejak tadi terus memperhatikan mereka dari kejauhan.


' Bagaimana mungkin Amora cepat sekali bebas? Bahkan ini belum 2 tahun!' bathin Farel merasa tidak nyaman ketika melihat Amora tanpa sengaja saat keluarga kecilnya tengah menikmati waktu bersama di taman yang tidak terlalu jauh letaknya dari kediaman mereka berdua.


" Ada apa Sayang? Kenapa kau tampaknya begitu gelisah?" tanya Siska yang begitu khawatir melihat Farel yang sejak tadi terus memperhatikan ke sekeliling mereka.


Seperti orang yang merasa terancam.


" Tadi aku rasanya seperti melihat Amora. Aku takut kalau dia akan melakukan suatu kejahatan untuk keluarga kita. Entar sayang aku akan menghubungi pengawalku dulu agar bersiaga dekat kita!" ucap Farel yang kemudian mengambil ponselnya.


Hati Farel benar-benar tidak bisa tenang kalau belum memastikan Siapa wanita yang tadi dia kira sebagai Amora.


Karena berdasarkan hasil persidangan seharusnya Amora dipenjara lebih dari 20 tahun mengingat kejahatannya yang sangat banyak kepada keluarganya.


" Kenapa Amora sudah bisa bebas sayang? Padahal belum 2 tahun bukan sejak hukuman di jatuhkan?" tanya Siska yang juga mulai merasa panik mendengarkan perkataan dari Farel tadi.


" Sebentar Sayang aku akan menghubungi pengawalku dulu!" ucap Farel yang kemudian mulai berbicara dengan pengawalnya ditelepon.


Memang sejak masalah Amora dan David, serta pengasuh yang hampir membahayakan kehidupan Aaron, Farel dan Siska selalu waspada dalam menyikapi hidup mereka.


" Cepatlah kalian datang ke taman. Karena aku melihat ada suatu keganjilan di sini. Khawatirnya keamanan kami terancam!" ucap Farel dengan wajah yang begitu serius.


Farel langsung menutup panggilan telepon tersebut. Setelah mendapatkan persetujuan dari pimpinan pengawal yang ada di perusahaan keluarga nya.


Farel memang sengaja membentuk divisi pengawal untuk selalu bersiaga ketika ada pimpinan ataupun dewan direksi di perusahaan yang dia pimpin yang mungkin saja akan membutuhkan pengawalan. Karena merasa hidupnya dalam ancaman.


Kehidupan dunia bisnis yang sangat keras memang membuat semua orang harus memiliki persiapan untuk selalu waspada dengan segala sesuatu.


Mereka berdua pun. Kemudian bersiap-siap untuk menuju ke mobil. Farel langsung menggendong Aaron dalam pelukannya.


Sungguh Farel benar-benar sangat posesif terhadap putra tersayangnya. Karena beberapa kali Aaron hampir saja meninggal karena perbuatan orang jahat yang dendam kepada kedua orang tuanya, maupun kepada mereka berdua, yaitu Siska dan Farel.


" Sayang kenapa aku rasanya begitu gugup?" tanya Siska yang sejak tadi tidak juga melepaskan genggaman tangannya pada Farel.


Farel sangat mengerti bagaimana perasaan Siska saat ini pasti dia sangat ketakutan dan juga khawatir dengan keselamatan keluarga mereka.


" Tenanglah Sayang. Ada Aku disini yang akan menjaga kalian. Aku juga sudah memanggil satuan pengamanan dari perusahaan kita!" ucap Farel yang kemudian membantu Siska untuk membereskan bawaan mereka.


Siska dan Farel memang selalu membiasakan diri untuk menghabiskan waktu mereka di taman setiap weekend.


Sambil memperhatikan Aaron yang bermain dengan anak-anak kecil yang lainnya. Berlarian ke sana kemari melihat tawanya yang sangat membahagiakan bagi mereka.


Tidak lama kemudian satu mobil Jeep masuk ke pelataran taman dan mendekati Farel.


" Bagaimana Tuan apa yang harus kami lakukan?" tanya Pimpinan pengawal yang baru saja datang dengan 10 orang temannya yang lain yang sudah bersiap dengan persenjataan lengkap di balik pakaian hitam-hitam mereka.


" Pertama-tama tolong periksalah dulu keamanan mobil kami. Kami takut kalau ada apa-apa di sana!" ucap Farel memberikan perintah kepada Bastian, pimpinan pengawal.


Bastian kemudian memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk melaksanakan perintah dari Farel.


Hampir 1 jam mereka memeriksa keamanan mobil Farel. Farel tampak terkejut ketika mendapatkan laporan dari salah satu anak buah Bastian yang mengatakan bahwa mereka menemukan sebuah bom kecil di mobilnya. Bom yang cukup untuk menghancurkan mobil tersebut ketika melaju dalam kecepatan yang sudah ditentukan untuk mampu meledakkan bom itu.


" Ya Allah Sayang. Tampaknya Amora memang benar-benar sudah kembali. Dia mengincar nyawa kita!" tubuh Siska bahkan sampai gemetar melihat bom yang ada di tangan anak buah Bastian.


" Saya sudah menjinakkan bom ini dan dia tidak akan lagi meledak!" ucapnya.


Anak buah Bastian kemudian memeriksa hal lainnya di dalam mobil Farel. Keamanan dan juga kenyamanan saat berkendara juga diperiksa oleh mereka dengan sangat detail.


" Tuan Kami menemukan kalau rem di dalam mobil ini sudah dipotong!" lapor anak buah Bastian yang lainnya.


" ****!! Tampaknya Amora memang menginginkan kematian kami! Kalian tahu kan wajah Amora? Cari perempuan itu di sekitar Taman ini. Tadi aku melihatnya berkeliaran di sini memperhatikan kami terus! Tangkap perempuan gila itu dan masukkan kembali ke dalam penjara. Aku yakin kalau dia pasti sudah kabur dari penjara!" Ucap Farel memberikan perintah kepada anak buah Bastian dengan wajah yang benar-benar khawatir.


' Sebelum aku menangkap Amora. Hidup kami pasti tidak akan aman. Wanita ular itu benar-benar sangat mengkhawatirkan!' bathin Farel sambil matanya terus melihat ke sekeliling untuk memastikan keberadaan Amora yang tadi sempat dia lihat untuk beberapa saat lamanya ada di tempat itu.


" Bagaimana ini? Aaron tampaknya sudah mengantuk." ucap Siska.


" Nyonya biar kalian bertiga diantarkan oleh anak buahku dengan menggunakan mobil Kami. Biarkan saya mengurus mobil kalian agar aman untuk dikendarai!" ucap Bastian memberikan solusi untuk mereka bertiga.


" Baiklah! Ayo sayang kita pulang sekarang. Pastikan tiga orang mengikuti kami untuk menjaga keamanan kami di rumah. kalian kalau sudah selesai tugas untuk menemukan wanita itu langsung bawa dia ke kantor polisi dan laporkan semua yang kalian temukan di sini! Apa kau faham?" tanya Farel pada Bastian yang langsung mengangguk faham.


Siska dan Farel pun kemudian diantarkan oleh sopir kendaraan para pengawal yang kemudian mulai sibuk untuk menyisir tempat itu untuk mencari keberadaan Amora yang di curigai masih ada di taman.


" Tenanglah Tuan. Kami pasti akan menjaga keselamatan Anda sekeluarga!" ucap Andi yang ditugaskan oleh Bastian untuk menjaga mereka ketika berada di kediaman pribadi keluarga Handoyo.


" Semoga saja Amora segera ditangkap kembali agar hidup kami bisa kembali aman!" ucap Farel dengan wajah khawatir.


Sementara itu Siska yang saat ini sedang memeluk Aaron terus menetap suaminya dengan penuh kekhawatiran dan ketakutan.


Amora benar-benar telah menebarkan teror di dalam kehidupan Farel dan Siska sejak semua kejadian buruk yang hampir membuat Aaron meninggal telah membuat trauma kepada keduanya.