Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
210. Bertemu lagi


Pagi itu Farel berangkat ke kantornya pagi-pagi sekali untuk menemui sang asisten yang tadi malam sudah dia perintahkan untuk menyelidiki tentang Abian dan juga Merry.


Farel sampai saat ini masih penasaran. Bagaimana caranya Abian yang dipenjara tiba-tiba saja bisa hadir di acara pernikahan kedua pamannya? Itu sungguh aneh sekali.


" Aku harus segera menemui asistenku. Oskar pasti sudah mendapat kabar soal mereka. Selama ini dia tidak pernah mengecewakanku untuk tugas-tugas yang kuberikan padanya." Dengan langkah mantap Farel melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangannya yang terlihat masih begitu sepi.


Farel terhenyak seketika ketika melihat Kesunyian yang ada di dalam ruangannya yang entah kenapa tiba-tiba menyesakkan dadanya. Farel terkejut saat seseorang masuk ke dalam ruangannya.


" Andika?? Mau apa kau datang kemari?" terlihat Farel yang merasa tidak senang melihat kedatangan sepupu jauhnya.


Andika tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Farel yang menurutnya begitu lucu.


" Kenapa? Apa kau merasa ketakutan melihat kau datang kemari? Aku rasa aku takut bersaing denganku kan?" tanya Andika dengan senyum tengilnya yang benar-benar menyebalkan menurut Farel.


Farel tersenyum sinis melihat Andika yang begitu percaya diri dan juga belum berubah seperti dulu. Padahal sudah lebih dari 10 tahun tetapi Andika masih tetap menyebalkan dan membuat dia merasa muak melihatnya.


" Tidak usah kau berbasa-basi. Cepat katakan padaku! Kau mau apa datang kemari?" tanya Farel sudah mulai kehabisan kesabaran melihat sepupu jauhnya yang sejak dulu selalu membuat dia kesal dan jengkel.


Andika terlihat memperhatikan seisi ruangan yang ada di dalam ruangan Farel. Mata Andika terhenti ketika dia melihat foto pernikahan Farel dan Siska yang begitu cantik dan mempesona.


Seketika Andika mengingat kembali tentang masa lalunya yang dulu pernah menjadi idola Siska selama hampir tiga tahun lamanya ketika Siska berada di bangku SMA.


Farel mengikuti arah pandangan mata Andika dan dia hanya tersenyum sinis ketika melihat sepupunya yang belum bisa move on dari istrinya yang telah menjadi Nyonya Handoyo.


" Sudah lebih dari 10 tahun dan kau masih belum juga melupakan istriku? Apakah kau pikir wanita di atas dunia itu hanya satu saja? Kau bisa mencari seorang yang lain yang bisa kau jadikan sebagai istrimu." Farel terlihat mengejek Andika yang masih belum bisa melupakan perasaannya terhadap Siska yang Sekarang telah menjadi istri dari sepupunya.


Andika mendengus kesal ketika dia melihat kecongkakan dan juga kesombongan Farel karena telah berhasil menjadikan Siska sebagai istrinya.


" Kalau bukan karena keluargamu yang menjodohkanmu dengan Siska tidak mungkin kau bisa menjadikan dia sebagai istrimu. Farel! Kau hanyalah laki-laki pengecut yang tidak berani bersaing denganku untuk mendapatkan Siska secara adil. Tidak usah kau sombong di hadapanku karena tidak mempan sama sekali." Terlihat Andika yang begitu geram melihat Farel yang terlalu membanggakan dirinya telah menjadi suami dari Siska. Wanita yang sangat dia cintai.


Farel bangkit dari tempat duduknya kemudian Dia menyuruh Andika untuk segera keluar dari ruangannya. " Maafkan aku! Tapi aku tidak punya cukup banyak waktu untuk melayani orang yang gagal move on sepertimu. Aku memiliki pertemuan penting yang harus segera aku hadir. Keluarlah dari ruanganku!" Farel mengusir Andika dari ruangannya.


Ketika Andika hendak bangkit dari tempat duduknya, tiba-tiba saja Siska masuk ke dalam ruangan suaminya.


Andika tampak terkesiap melihat wanita yang dia cintai selama bertahun-tahun saat ini sedang berdiri di hadapannya.


" Siska??" tanya Andika yang mengejutkan Siska yang sejak tadi tidak memperhatikan kalau di ruangan Farel ada orang lain selain suaminya.


Farel langsung memeluk pinggang Siska dengan posesif bisa akan menunjukkan daerah teritorialnya dihadapan musuh besar yang ingin merampas miliknya.


Siska terkesiap mendapatkan perlakuan seperti itu dari Farel.


" Pak Andika? Bagaimana anda bisa ada di sini sepagi ini? Jadi anda yang sudah memaksa suamiku untuk datang ke kantor pagi-pagi? Suamiku bahkan sampai tidak sarapan hanya untuk sampai ke kantor secepatnya." terlihat Siska yang cemberut dan merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Andika.


Andika benar-benar merasa cemburu mendengar Siska yang terus mengatakan Farel sebagai suaminya. Hatinya benar-benar merasakan pilu. ' Seharusnya aku yang menjadi suamimu. Karena sejak 3 tahun kau ada di bangku SMA, kau selalu mencintaiku. Entah kenapa kau malah menikahi Farel yang brengsek itu daripada aku yang mencintaimu!' batin Andika yang merasa marah luar biasa dengan kenyataan yang tidak berpihak padanya.


Andika benar-benar marah kepada pamannya yang sudah menyabotase jodoh untuk dirinya.


" Tidak! Aku tidak punya janji temu dengan Farel sebelumnya. Aku kebetulan lewat di perusahaan ini dan ingat bahwa di sini ada sepupuku. Oleh karena itu aku mampir untuk menyapanya. Mungkin suamimu memiliki janji dengan orang lain. Oh ya, tadi dia mengatakan padaku kalau dia ada janji temu yang sangat penting dan menyuruhku untuk segera pergi. Apa jangan-jangan suami kamu ini mau bertemu dengan selingkuhannya pagi-pagi begini? Ah, Mungkin dia ingin sarapan bersama dengan kekasih gelapnya makanya dia tidak sarapan di rumahmu!" Andika sedang berusaha menancapkan keraguan dan kecurigaan akan kesetiaan Farel di hati Siska terhadap suaminya.


Farel benar-benar murka mendengar apa yang dikatakan oleh Andika yang benar-benar sangat ngaco dan mengarang cerita.


" Apa sebenarnya yang kau inginkan Andika? Datang-datang kau menabur racun di dalam Rumah tanggaku!" Farel mengepalkan kedua tangannya karena begitu marah mendengar semua ucapan yang di katakan Andika.


Andika tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Farel yang tidak senang mendengar semua perkataannya.


" Hey! Apakah kau benar-benar marah? Kalau kau marah itu artinya kalau kau memang benar-benar memiliki selingkuhan yang kau sembunyikan dari istrimu. Bukanya itu benar Siska?" tanya Andika sambil mengalihkan pandangannya kepada Siska yang sejak tadi hanya menatap mereka berdua yang sedang bermain dagelan yang membuat Siska menjadi muak dan kesal melihatnya.


Siska menghela nafas dan kemudian menatap kepada Andika yang begitu bahagia hatinya. Karena sejak tadi Siska terus memperhatikan dirinya.


" Kau mungkin suka berselingkuh di belakang istri kamu. Oleh karena itu otakmu hanya memikirkan sesuatu yang buruk tentang orang lain. Jangan pernah mengukur setiap orang sama seperti dengan kelakuannya yang buruk. Kamu mengerti?" tanya Siska menatap tajam kepada Andika yang sontak terkesiap luar biasa mendengar ucapan tajam dari Siska yang menusuk hatinya.


Siska kemudian memeluk Farel dan mencium bibirnya dengan lembut." Sayang, tidak usah pusing dengan anjing yang menggonggong di depan kita. Sebaiknya kau sarapan dulu ya? Aku akan mengurus laki-laki ini untuk kamu. Supaya tidak datang mengganggumu lagi dan menggonggong sembarangan!" Siska kemudian menarik tangan Andika untuk keluar dari ruangan Farel tanpa menunggu jawaban Farel yang masih terkesiap melihat semua yang dilakukan oleh Siska kepadanya.


Andika melotot sempurna mendengarkan semua yang dikatakan Siska tentang dirinya. Andika benar-benar merasa heran sekali Bagaimana mungkin seorang Siska yang baik telah berubah menjadi seorang wanita yang bermulut pedas dan keji kepadanya? Andika masih belum sanggup menerima kenyataan.