Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
Bab 239


Farel dijemput oleh Steven dan Rossa di bandara. Farel yang merasa khawatir dengan keadaan Siska langsung minta di antar ke rumah sakit. Akan tetapi Stevan menasehati Farel untuk pulang dulu ke rumah untuk beristirahat dan mandi, membersihkan dirinya karena saat ini kondisi Siska belum stabil sehingga keluarga yang berkunjung harus steril dari segala sesuatu yang mengganggu kesehatan Siska.


Farel baru saja pergi keluar kota dan banyak kuman-kuman yang menempel padanya. Apalagi di musim pandemi semacam ini yang sangat riskan dan berbahaya bagi kesehatan Siska dan calon anak mereka yang kondisinya belumstabil.


Karena sejak meninggalnya Andini. Siska banyak sekali mengalami stres dan kepusingan yang luar biasa untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan kasus tersebut.


" Pulanglah dulu Farel. Setelah kau istirahat dan sudah fit. Baru kau bisa menemui Siska di rumah sakit. Kau jangan khawatir! Paman dan Rossa pasti akan menjaga istrimu dengan baik." Farel menurut dengan apa yang dikatakan oleh Steven demi kesehatan istri tercinta dan juga calon anak mereka.


" Bagaimana dengan Aaron paman?" tanya Farel yang mengkhawatirkan kondisi Putra sulungnya.


" Aaron baik-baik saja. Dia di rumah sakit dengan Andi dan Anto bersama beberapa orang Bodyguard yang menjaga mereka di sana kamu tidak usah mengkhawatirkan mereka sekarang kau beristirahatlah dan bolehkan kondisimu agar tidak lelah lagi." Farel kemudian masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat di sana.


Hati Farel merasa sangat lega setelah tahu Siska aman dan sekarang sedang mengandung anak kedua mereka yang sudah lama di tunggu setelah keguguran dulu gegara kecelakaan yang mereka alami.


Sampai saat ini Farel belum mengetahui orang yang sudah menyelamatkan dirinya dan Siska pada saat kecelakaan waktu itu. Dia masih mencari tahu siapa yang sudah berbaik hati menolong dirinya dan Siska.


Kalau waktu itu dirinya tidak di selamatkan dan segera di bawa ke rumah sakit, pasti mereka berdua sudah meninggal di jalanan sama seperti supir pribadi Farel yang mati mengenaskan pada hari kejadian karena tidak diselamatkan oleh penyelamat yang menolong Farel dan Siska.


Setelah mengantarkan Farel ke kediaman keluarga Handoyo, Steven dan Rossa pun kemudian kembali ke rumah mereka. " Sayang kau beristirahatlah di kamar. Kamu sudah lelah seharian ini. Aku mau menengok Irdina yang masih dikurung oleh anak buah Kak Adrian di gudang. Aku khawatir kalau terjadi apa-apa dengan dia dan akan memberi masalah kepada kita semua. Kamu jangan khawatir sayang! Aku akan menaruh beberapa anak buahku untuk menjagamu. Atau kau bisa menghubungi Ibu ataupun saudaramu yang lain untuk menemanimu di sini." Rosa hanya menganggukkan kepala.


Walaupun hati Rossa merasa cemburu melihat Steven yang akan menemui mantan kekasihnya yang sekarang sedang dikurung oleh anak buah Adrian, tetapi Rosa berusaha untuk menekan semua perasaan tidak enak itu dan dia percaya bahwa suaminya tidak akan menghianatinya.


Semua yang saat ini dilakukan oleh Steven dalam rangka melindungi dirinya dan juga calon anak mereka oleh karena itu Rosa berusaha untuk berpikir positif dan menenangkan dirinya sendiri.


" Kamu harus mempercayai suamimu dia saat ini sedang berjuang untuk menolong dan juga menyelamatkanmu. Kamu gak boleh melemahkan semangatnya untuk melindungimu dan anak kami, buah cinta kasih kami berdua." monolog Rosa yang sedang berusaha untuk memberikan sugesti positif kepada dirinya sendiri.


Rossa kemudian menelpon ibunya untuk menemani dirinya di rumah yang terasa begitu sepi karena semua orang sedang sibuk untuk mengurus Siska dan para pembunuh yang sedang mengancam jiwanya dan juga anaknya.


" Mamah. Tolonglah datang ke rumahku sekarang. Aku kesepian di sini," Rosa meminta kepada ibunya untuk segera datang ke rumahnya.


Ibunya Rossa kemudian langsung datang ke kediaman Prayoga karena sejak ancaman dari Irdina itu mereka semua waspada takut terjadi apa-apa kepada Rossa.


Susan dan Dedi terkesiap melihat keamanan di kediaman Prayoga yang super tinggi demi menjaga putri mereka.


" Tampaknya suamimu sangat mencintaimu. Lihatlah Rosa!! Semua keamanan kelas tinggi ini yang diberlakukan hanya untuk melindungi kamu dan cucu Mamah!" Susan tampak begitu takjub melihat Bodyguard yang berjejer di depan pintu untuk menjaga putrinya.


Rosa hanya menghela nafas berat. Kedua orang tuanya terlihat heran melihat Rossa yang seperti merasa tersiksa. " Kenapa?? Apa kamu merasa tidak senang berada di sini? Pulanglah ke rumah kita kalau kamu merasa terancam di sini. Papa juga bisa memberikan tingkat keamanan super tinggi untuk menjagamu." Dedi menggenggam telapak tangan putrinya yang sekarang tampak begitu cantik dan lebih dewasa dari sebelumnya.


Dedi bisa melihat bahwa Steven sudah berhasil untuk mendidik putrinya menjadi wanita yang anggun dan bertanggung jawab dengan pernikahan mereka. Terlihat dari Rosa yang sekarang Sudah jarang sekali hangout bersama teman-temannya.


Padahal dulu sebelum menikah dengan Steven bisa dikatakan Rossa adalah pemuja dunia malam dan setiap malam tidak pernah ada di rumah. Karena lebih disibukkan dengan clubbing dan juga pesta bersama teman-temannya dari kalangan high Society yang membuat Rosa menjadi pribadi yang egois dan tidak memperdulikan siapapun yang ada di sekitarnya.


" Bukan begitu Pah. Hanya saja aku merasa terganggu karena sekarang Steven sedang menemui mantan kekasihnya yang sedang dikurung oleh kak Adrian. Kak Adrian sekarang masih di Surabaya mengurus pembunuhan istrinya yang akan segera dipindahkan ke Jakarta untuk menjalani persidangan kasus pembunuhan Kak Andini. Dia takut terjadi apa-apa dengan mantan kekasihnya yang akhirnya akan memberikan masalah kepada keluarga kami." Rosa mengutarakan keluh kesahnya kepada kedua orang tuanya yang hanya bisa saling menatap satu sama lain.


Mereka bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh putri mereka yang pasti merasa cemburu dan khawatir dengan suaminya yang saat ini sedang menemui mantan kekasihnya yang psikopat dan berniat membunuh Putri mereka.


" Kamu harus percaya dengan suamimu. Dia saat ini sedang berjuang untuk melindungimu dan anak kalian. Jangan dikalahkan oleh pikiran negatif yang akan merusak pernikahan kalian berdua. Ingatlah Rossa tidak banyak laki-laki yang bisa memahami tabiat dan juga tingkah lakumu. Steven ada laki-laki yang sangat sabar dan dia sudah berhasil merubahmu menjadi wanita yang sangat membanggakan Papa dan Mama!" Dedi berusaha menasehati putrinya agar percaya kepada Steven dan tidak dikalahkan oleh pikiran negatif yang sejak tadi mengganggu pikirannya.


" Benar yang dikatakan oleh papamu sayang. Kamu harus tahu bahwa suamimu tidak sedang melakukan kesalahan di luar sana. Akan tetapi dia sedang memperjuangkan keselamatanmu dan juga anak kalian. Kalau sampai perempuan gila itu melarikan diri dari kurungan anak buah Adrian. Hal itu akan sangat berbahaya untuk keselamatanmu. Karena wanita gila itu sedang mengincar dirimu. Percaya sama suami kamu. Maka kamu bisa membebaskan pikiran negatif itu." Susan memeluk putrinya dengan lembut dan berusaha untuk meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Dedi terus menasehati putrinya agar berpikir positif dan jangan membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna dengan mencurigai suaminya di luar sana.


" Kalau memang suami mau berniat untuk bermain gila di luar sana dengan mantan kekasihnya. Tidak mungkin dia sampai membahayakan nyawanya sendiri dengan lebih memilih menikah denganmu. Suami kamu, sudah memilihmu untuk menjadi istrinya berarti dia yakin dan percaya bahwa kamu adalah cinta sejatinya. Percayalah Sayang bahwa cinta kalian pasti akan selalu diberkati ketika kalian saling mempercayai satu sama lain dan saling mendukung dalam situasi apapun juga.


Begitulah orang tua yang baik. Mereka akan selalu memberikan nasehat terbaik untuk anak-anaknya. Bukannya mengkompori ataupun membuat panas suasana dengan pendapat-pendapat negatif yang meresahkan anaknya sehingga menuju kehancuran dalam sebuah rumah tangga.


Orang tua yang baik akan selalu memberi semangat dan juga dukungan menuju sebuah kebaikan bukan sebuah keburukan yang akan menjerumuskan anak-anaknya ke lembah kenistaan dan penderitaan dalam rumah tangga.


Mereka akan menasehati anak mereka untuk bijaksana dalam menghadapi setiap masalah yang ada di dalam rumah tangga karena sejatinya sebuah rumah tangga yang baik harus didasari dengan pondasi yang kuat dengan cinta kasih dan juga komunikasi yang baik di antara pasangannya.