Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
46. Berusaha Mencari


Dengan lunglai dan tidak semangat Farel meninggalkan kediaman Siska.


Pembantu Siska yang melihat semua adegan itu benar-benar merasa kasihan kepada Farel dan tanpa sepengetahuan Adrian dan Steven wanita paruh baya itu mendekati Farel dan memberitahukan keberadaan Siska sekarang.


" Non Siska sekarang ada di Amerika. Dia hendak melanjutkan kuliahnya di sana. Karena kemarin Non Siska mendapatkan panggilan beasiswa untuk belajar senirupa." ucap wanita paruh baya itu memberitahukan Farel yang merasa sangat senang sekali dengan bantuannya.


Farel pun langsung tersenyum bahagia. Semangat hidupnya seakan kembali lagi.


" Terimakasih bi!" ucap Farel sambil menggenggam telapak tangan pembantu Siska dan kemudian langsung meninggalkan kediaman Prayoga.


Farel kemudian langsung menghubungi sekretarisnya untuk dibooking kan tiket pesawat menuju Amerika karena dia akan mencari Siska di sana.


Farel pun menghubungi teman-temannya yang masih kuliah di Amerika untuk mengambil S2 maupun S3.


Farel meminta tolong kepada mereka untuk mencari informasi tentang Siska.


Selama dalam perjalanan itu Farel merancang begitu banyak hal untuk bisa menemukan Siska yang melarikan diri darinya karena kesalahpahaman yang telah dibangun oleh Amora dengan cara menjebaknya.


" Awas kamu Amora! Aku tidak akan pernah mengampunimu lagi. Seumur hidupku aku tidak akan pernah sudi bertemu denganmu lagi!" ucap Farel sambil memukul setir mobilnya dengan gemes dan penuh emosi.


Begitu sampai di unit apartemennya. Farel langsung menyiapkan barang-barang dan juga pakaiannya untuk dia bawa ke Amerika dalam rangka mencari Siska.


" Tunggulah aku sayang. Aku pasti akan datang untuk menjemputmu kembali. Aku akan membuat kamu menikah denganku! Karena pernikahan kita sudah di takdirkan dan di atur sejak dulu!" ucap Farel dengan penuh keyakinan.


Setelah semua barang-barangnya siap dan tiket pun sudah dikirimkan oleh sekretarisnya Farel pun kemudian langsung berangkat menuju bandara dan bersiap untuk terbang menuju Amerika.


Farel juga sudah menemukan keberadaan Siska setelah mendapatkan informasi dari KBRI yang ada di Amerika.


Dengan mengantongi nama universitas tempat Siska kuliah, Farel pergi ke Amerika untuk menjemput calon istrinya.


Farel tidak memperdulikan sama sekali keadaan wajahnya yang hancur lebur dan penuh dengan luka lebam di sekujur wajah dan tubuhnya. Saat ini yang ada di dalam pikirannya hanyalah ingin bertemu dengan Siska dan menjelaskan semuanya kepada wanita yang dia cintai.


Sementara itu Amora saat ini sedang mengamuk di apartemennya. Setelah kepergian Farel yang sudah membuat harga dirinya sangat terluka dengan semua penghinaan yang di berikan oleh Farel.


" Kurang ajar kamu Farel! Beraninya kamu menghina dan merendahkanku akan kubuat kau mengerti siapa itu Amora!" ucap Amora dengan mata penuh emosi dan tangan yang terkepal keduanya.


Amora kemudian menghubungi seseorang dan Dia menyuruh orang itu untuk segera menghabisi Siska. Karena dia tidak akan pernah membiarkan Farel menikah dengan orang lain selain dengan dirinya.


" Habisi perempuan itu! Aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya. Pokoknya aku mau dia menghilang dari dunia ini malam ini juga!" perintah Amora kepada orang suruhannya.


Satu jam kemudian Amora mendapatkan telepon dari anak buahnya yang mengatakan bahwa Siska sekarang sudah tidak ada di Indonesia lagi.


" Apa kau yakin kalau dia tidak ada lagi di Indonesia? Kejar dia di manapun dia pergi! Aku gak mau tahu kau harus membunuh dia!" Amora benar-benar tidak bisa diganggu gugat.


Amora yang saat ini sedang digelapkan oleh api cemburu dan kemarahan. Dia tidak bisa melihat lagi akal sehat dan logika yang saat ini ingin dia lakukan hanyalah menghabisi Siska dan membuat Farel kembali kepadanya.


Setelah memberikan perintah kepada anak buahnya Amora langsung membanting ponselnya sangking marahnya karena ternyata anak buahnya tidak mau untuk mengejar Siska ke Amerika.


" Benar-benar laki-laki tolol! Masa diberikan perintah seperti itu saja dia tidak mampu? Aku harus mencari orang lain agar mau melaksanakan tugas itu tanpa banyak bacot!" Amora kemudian mencari nomor telepon anak buahnya yang lain yang biasa dia perintah untuk melakukan kejahatan ketika dia ingin menghabisi seseorang yang membuat hidupnya tidak nyaman.


Ternyata orang itu pun sama tidak bersedia untuk berangkat ke Amerika Karena jelas itu adalah sebuah pekerjaan yang mustahil apalagi mereka tidak mengetahui lokasi dan juga kondisi Siska yang ada di Amerika.


Bagaimanapun dia tidak mau bunuh diri di negara orang lain.


Amora sampai kesal sekali karena beberapa kali dia menghubungi orang-orang yang biasa melakukan kejahatan untuk dirinya tetapi pada menolak semuanya. Karena mereka tidak mau mengambil resiko melakukan kejahatan di negara orang lain.


" Tampaknya Aku harus pergi ke Amerika sendiri dan menyusun kembali rencana untuk menghabisi perempuan itu!" ucap Amora sambil tersenyum licik ketika dia mendapatkan ide untuk mengejar Siska ke Amerika.


Malam itu juga Amora langsung terbang ke Amerika dengan modal nekat dan juga dendam yang besar di hatinya.


Amora ternyata sangat mencintai Farel. Dia bahkan sampai rela melakukan apa saja untuk pria itu agar bersedia kembali lagi kepadanya. Memang dulu semuanya adalah kesalahannya yang sudah menolak lamaran Farel demi karirnya yang menjadi cita-cita dan impiannya sejak dulu.


Akan tetapi sekarang Amora sudah tidak mempedulikan lagi karir dan juga kecemerlangannya. Dia hanya ingin segera mendapatkan Farel kembali sebagai jackpot dalam hidupnya yang akan membuat dia mendapatkan segalanya di atas dunia.


Gaya hidup Amora yang glamor dan sangat mahal jelas tidak bisa ditangani oleh laki-laki sederhana yang tidak memiliki harta dunia.


Amora sadar bahwa hanya Farel lah yang pantas dan layak untuk menjadi incaran dirinya untuk dijadikan sebagai sandaran hidup dan masa depannya.


" Aku pasti akan menghabisi Siska dan aku berjanji, aku membuatmu datang kepadaku!" ucap Amora dengan tatapan yang sangat menakutkan apabila ada orang yang melihatnya.


Tatapan mata yang penuh dengan Ambisi dan juga rindu dendam.


Saat ini hati Amora sedang diamuk dengan kecemburuan, keserakahan dan juga amarah. Semuanya membuat dia tidak bisa berpikir dengan jernih.


" Aku tidak mengerti Farel. Kenapa sekarang kau begitu kejam padaku. Padahal dulu kau selalu menempatkanku sebagai yang utama dalam hidup kamu dan kamu bahkan sampai rela untuk melawan keluargamu hanya untuk bersamaku! Hiks hiks! Aku rindu dengan kamu yang dulu Farel yang selalu menjadi orang terdepan untuk membela dan selalu memperjuangkan kebahagiaanku!" ucap Amora bermonolog sendiri ketika dia sudah berada di dalam pesawat menuju Amerika.


Kenekatan Amora memang benar-benar sangat luar biasa. Cinta dan ambisinya telah membutakan hati nurani dan menumpulkan akal dan logikanya dan membuat dia rela melakukan hal konyol dan bodoh dalam hidupnya yang pasti akan dia sesali nantinya.