Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
174. Pulih?


Siska kemudian meninggalkan Steven. Setelah memberikan makanan yang memang sudah dia siapkan untuk pamannya.


" Bagaimana sayang?? Kenapa kau lama sekali sayang? Apakah ada masalah di sana?" tanya Farel ketika melihat Siska yang masuk ke dalam mobil.


Siska melihat Aaron yang sekarang sudah mulai terlenap dalam tidurnya.


" Kita pulang saja sayang. Paman Steven bilang kalau sekarang dia akan ke rumah sakit. Dia cuma mau mandi dan juga mengganti pakaiannya setelah itu akan kembali ke rumah sakit." ucap siska yang kemudian memerintahkan kepada sopir mereka untuk segera meninggalkan gedung apartemen di mana pamannya tinggal.


" Bukankah katamu perawat baru sudah ada?" saya Farel kepada Siska.


" Kita kan belum mengontraknya secara resmi sayang. Besok baru aku akan menemuinya di rumah sakit sekalian menawarkan surat kontrak itu untuk disetujui dan dia tanda tangani!" Farel aku kepala tanda bahwa dia sudah mengerti apa yang dikatakan oleh istrinya.


" Baguslah kalau sekarang Paman Adrian sudah memiliki perawat baru. Dengan begitu kita bisa lebih istirahat lebih baik. Selain itu keadaan Paman Adrian tidak bisa kita tangani sendiri harus ada pekerja yang profesional yang merawatnya dan membantu. Sehingga perkembangannya akan semakin baik." Siska setuju dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


Setelah mereka sampai di kediaman Handoyo Siska kemudian menyiapkan makan malam yang tadi mereka beli dari restoran.


Farel kemudian meletakkan Aaron di dalam kamarnya agar bisa beristirahat dengan baik.


Tadi setelah masalah perusahaan sudah beres. Mereka pun kemudian mengajak Aaron untuk berjalan-jalan di mall dan bermain di sana dengan puas bersama Farel.


" Bagaimana dengan masalah data-data perusahaan yang Kata paman Steven bermasalah?" Farel terlihat penasaran dan ingin tahu tentang masalah itu.


Siska tersenyum mendengarkan pertanyaan itu dari suaminya. Karena Siska tahu bahwa tadi Rossa mengancam Farel dengan masalah perusahaannya.


" Alhamdulillah Mas supaya sudah beres tim IT kami sudah menyelesaikan masalah itu dan tidak ada kendala apapun!" Siska bahkan sampai bergelayut manja di bahu sang suami Siska benar-benar sangat bangga dengan Farah yang selama berapa hari ini terus membuat dia kembang kempes karena bahagia.


" Kenapa kau sekarang menjadi begitu manja untuk menghadapi kehamilan keduamu ini?" tanya Farel kepada Siska yang sedang tersenyum kepadanya.


" Mungkin karena waktu kehamilan pertama tidak didampingi olehmu sayang. Jadi sekarang anak kita jadinya hanya selalu ingin dekat dengan ayahnya!" Siska bahkan sampai mencium bibir Farel tanpa merasa malu sama sekali padahal mereka masih ada di kamar Aaron.


" Aih sayang! Bagaimana kalau pengasuh Aaron masuk kemari? Kau sudah mulai nakal rupanya!" Farel pun kemudian menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar mereka.


Di sana mereka menyelesaikan acara mereka berdua yang tadi tertunda karena berpindah tempat. Siska benar-benar bahagia sekali karena semua masalah yang ada di dalam keluarga mereka bisa diselesaikan dengan baik. Bahkan keluarganya terlepas dari pelakor seperti Rossa yang sedang berusaha keras untuk memiliki suaminya.


Sekarang masalah yang ada di dalam kehidupan mereka hanyalah ingin melihat Adrian segera sadar. Sehingga kebahagiaan mereka bisa sempurna.


" Terima kasih karena kau sudah memberikan cinta yang begitu indah untukku!" Siska memeluk tubuh Farel dengan begitu erat.


Farel mengelus perut istrinya yang sedikit buncit karena kehamilan muda yang saat ini sedang dijalani oleh Siska.


" Aku berharap gadis urakan yang mempesona ini akan selalu bahagia menjadi istri seorang Farel Handoyo. Sayang!! Kalau semua masalah sudah selesai. Aku ingin sekali kita berkunjung ke Bengalo yang ada di Bali yang dihadiahkan oleh kakek untuk kita berdua!" Siska cukup terkejut mendengarkan keinginan suaminya seperti itu.


" Bengalo di Bali? Kenapa aku baru mendengar masalah tentang ini?" tanya siska yang cukup terkejut mendengarkan pernyataan dari suaminya yang saat ini masih memeluknya dengan erat di balik selimut mereka.


" Ya sayang!! Kakekku menghadiahkan sebuah bengalau di Bali untuk kita berdua. Sebagai hadiah pernikahan kita. Sampai saat ini aku belum juga menengok tempat itu. Karena kita yang selalu sibuk dengan urusan di Jakarta!" Farel pun kemudian menyerahkan surat yang ditinggalkan oleh kakeknya di dalam kotak musik yang dia temukan di dalam kamar ayahnya Siska.


Riska sampai terharu mendengarkan surat yang dituliskan oleh kakeknya Farel.


" Kakekmu ternyata sangat menyayangi kita berdua. Dia bahkan sampai menghadiahkan Bengalo untuk pernikahan kita. ternyata Perjodohan kita memang sudah diatur sejak dulu oleh kedua Kakek kita!" Entah kenapa Siska merasa bahwa hal itu benar-benar sangat sweet banget untuk kisah cinta mereka berdua.


Sekarang Siska mengerti kenapa sampai Abian merasa bahwa kakeknya tidak adil kepada mereka.


" Pantas saja Abian bahkan sampai rela mencuri dari perusahaan Handoyo Pasti karena dia merasa iri dengki denganmu yang selalu dicintai oleh kakekmu sejak dulu!" Farel benar-benar tidak suka Ketika istrinya membicarakan tentang Abian yang telah memberikan waktu terberat di dalam hidupnya.


" Sudahlah sayang jangan membicarakan manusia khianat itu lagi aku benar-benar marah kalau sudah mengingat tentang dia!" padahal kemudian bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan Siska yang merasa bersalah setelah mengungkit luka hati Farel karena sepupunya yang jahat yang sekarang sudah berada di dalam penjara.


Alex sekarang sudah menikah dengan Melinda dan tidak diperbolehkan untuk menjadi asisten Farel lagi.


Sekarang Farel harus bekerja dengan asisten baru yang telah dipilih oleh Alex sebagai penggantinya.


Abian yang hampir saja membunuh dirinya bersama Alex. Membuat Farel benar-benar membenci sepupunya yang jahat itu.


" Sayang maafkan aku kalau kau merasa bahwa aku telah berbuat kesalahan dengan menyebut nama Abian di depanmu!" Siska berusaha untuk mengetuk pintu kamar mandi Farel tetapi tidak ada suara sama sekali di sana.


Saat ini Farel sedang berendam di bathtub. Hatinya tiba-tiba saja merasa marah setelah mendengar Siska membicarakan tentang Abian orang yang benar-benar jahat dan hampir saja membunuhnya.


" Sayang! Apa kau marah padaku?" Siska yang sekarang sudah berada di dalam kamar mandi memegang bahu Farel yang sedang memejamkan matanya.


Farel yang terkejut mendapatkan Siska sudah berada di dalam sana. Akhirnya dia membuka matanya.


" Oh, Tidak sayang! Aku tidak marah padamu kok sudahlah lupakan saja! Aku hanya sedang merasa pusing dan ingin berendam di sini!" Farel tersenyum kepada Siska yang benar-benar merasa bersalah karena sudah membicarakan hal yang begitu sensitif dengan suaminya.


" Cepatlah mandinya sayang. Jangan lama-lama ya? Bukankah kita berdua belum makan malam? Aku lapar sekali sayang!" ucap Siska yang mulai melancarkan aksi manjanya kepada suaminya.


Farel paling menyukai Siska yang kembali ke versi pertama kali dulu saat dia bertemu dengan Siska. Manja dan terkesan urakan. Gadis urakan yang mempesona yang telah membuat seorang Farel Handoyo tergila-gila kepadanya hingga rela melakukan apa saja demi mendapatkan Siska sebagai istrinya yang tercinta.


" Baiklah!! Bagaimana kalau kita mandi bersama saja sayang? Supaya menghemat waktu!" akan tetapi Siska langsung menggelengkan kepalanya dan memilih untuk keluar dari kamar mandi.


" Noo!! Yang ada bukan menghemat waktu tetapi memperpanjang waktu. Karena aku selalu tahu apa yang akan kau lakukan kalau kita sudah berada di sana bersama!" Farel hanya tertawa terbahak mendengarkan ucapan istrinya.


" Sayang! Memang hanya kau yang sangat mengenalku sejak dulu hingga sekarang!" Farel memuji Siska akan tetapi Siska sudah pergi meninggalkan Farel di dalam kamar mandi. Siska malah memilih untuk membaringkan tubuhnya yang masih terasa pegel dan capek setelah tadi olah raga bersama Farel.


" Aih, Entah kenapa kehamilan kedua ini benar-benar sangat melelahkan dan aku cepat sekali capek. Apa aku harus mengajukan cuti dulu ya sebagai CEO di perusahaan dan fokus dengan kehamilanku ini?" monolog Siska kepada dirinya sendiri ketika dia merasakan tubuhnya yang begitu lelah dan capek sekali.


Farel yang sudah selesai mandi melihat istrinya yang terlihat begitu lemas di atas ranjang.


" Apa kamu sakit sayang?" tanya Farel pada Siska yang memejamkan matanya bahkan tidak merespon apapun yang dikatakan oleh Farel. Sehingga membuat Farel menjadi khawatir dan juga takut dan kondisi istrinya.


Farel segera memeriksa kening Siska yang terasa begitu panas.


" Aih sayang!! Sejak kapan kau demam seperti ini?" Farel benar-benar bingung Padahal tadi ketika mereka bercinta, Siska baik-baik saja dan suhu tubuhnya pun normal tidak seperti sekarang sangat panas dan demam.


Tubuh Siska bahkan menggigil sehingga membuat Farel benar-benar khawatir dengan kondisi istrinya.


Farel kemudian mengambil pakaiannya dan mengambilkan pakaian yang sopan untuk istrinya. Dia kemudian memakaikan pakaian itu kepada Siska dan langsung membawa Siska ke rumah sakit.


Farel tidak mau kalau sampai kehilangan istri dan juga anaknya. Di saat mereka baru saja merasakan bahagia. Setelah masalah pergi dari kehidupan mereka.