
Farel dibawa oleh tiga orang anak buah David, secara paksa. Mereka masuk ke dalam gudang yang sejak tadi siang terus saja diperhatikan oleh Farel.
" Kenapa kamu tega melakukan ini David? Apa kesalahan yang sudah kulakukan padamu? Sehingga kau begitu tega kepadaku melakukan hal buruk seperti ini?" tanya Farel merasa penasaran sekali.
" Seharusnya kau bertanya kepada ayahmu apa yang sudah dia lakukan terhadapku dan juga ibuku!" ucap David sambil mengangkat dagu Farel yang saat ini sudah terikat tangan dan kakinya.
Mata Farel terbelalak ketika dia melihat Aaron yang saat ini berada di box bayi yang ada di dalam ruangan itu.
" Jadi kau adalah b******* itu yang sudah tega menculik anakku? Dia hanyalah anak kecil yang baru saja lahir. Apa kesalahan dia kepadamu? Kenapa kau begitu tega huh?" tanya Farel sambil mengepalkan kedua tangannya karena menahan emosi di dadanya yang sejak tadi bergelora dan ingin sekali menghajar David yang saat ini sedang tertawa terbahak-bahak melihat Farel yang tidak berdaya seperti itu.
David kemudian mengambil Aaron yang saat ini sedang menangis di box bayi yang ada di ruangan itu. David menentengnya layaknya jemuran pakaian usang.
Farel mengeram amarah melihat putranya diperlakukan seperti itu oleh David.
" Lepaskan anakku dan berikan dia kepada Istriku. Kalau kau memiliki dendam terhadap keluarga Handoyo, maka kau bisa melampiaskan nya kepadaku! Bukan kepada anakku yang tidak berdosa!" ucap Farel sambil menatap tajam kepada David yang malah tertawa melihat emosi Farel yang meluap-luap.
David menenteng Aaron yang saat ini menangis. Kasihan sekali bayi berusia 4 bulan itu. Di diperlakukan tidak manusiawi oleh David. Bahkan wajahnya saja begitu kotor dan bau badannya bisa tercium oleh Farel dalam radius 10 meter, jarak Farel dengan Aaron saat ini. Bisa dibayangkan berapa lama bayi kecil itu tidak dimandikan oleh laki-laki jahat seperti David?
Farel sampai menangis melihat keadaan bayinya yang begitu menyedihkan berada di tangan David yang seperti kehilangan akal sehat lagi.
" Lepaskan anakku dan berikan dia padaku. Apa yang kau butuhkan? Apa? Apa yang kau mau? Cepat katakan dan aku akan segera mewujudkan semua keinginanmu! Asalkan kau melepaskan kami berdua dari sini!" Ucap Farel berusaha untuk membujuk David.
David terlihat tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Farel yang begitu putus asa dan merasa sedih melihat keadaan putranya yang saat ini begitu membuat terhiris hati bagi siapapun yang melihatnya.
Hati David yang saat ini sedang diliputi dengan amarah dan dendam masa lalu terhadap kedua orang tua Farel. Sehingga Dia seakan kehilangan jati dirinya sendiri.
David yang saat ini berdiri di hadapan Farel bukanlah David yang dikenal oleh Farel lebih dari 10 tahun menjabat sebagai asistennya.
" David katakanlah apa yang kau inginkan dariku. Aku pasti memberikan semuanya kepadamu. Asalkan kau berikan anakku padaku sekarang juga. Tolong kau jangan melukainya!" Uca Farel.
Farel sebenarnya saat ini sedang mengulur waktu sambil menunggu kedatangan Adrian dan Steven. Mereka semua sedang menuju ke tempat dirinya berada saat ini. Bersama dengan anak buah dan juga polisi yang sudah dihubungi oleh Adrian.
" Aku mohon David! Tolong bersikaplah lebih manusiawi. Aaron hanya bayi kecil yang tidak tahu apa-apa dan tidak mempunyai dosa kepadamu!" ucap Farel sedih sekali.
Sungguh seumur hidup Farel. Baru kali ini dia memohon dengan begitu pedih kepada seseorang. Apalagi pada David yang selama ini selalu menjadi bawahannya dan selalu menerima perintah dan juga teguran darinya sebagai pemimpin Handoyo Grup.
David meletakkan Aaron begitu saja di atas lantai nyaris tanpa merasa kasihan sama sekali kepada bayi kecil itu. Kemudian David melemparkan berkas-berkas di hadapan Farel.
Hati Farel benar-benar teriris melihat putranya diperlakukan seperti itu oleh David yang notabene adalah paman dari Aaron.
" Lepaskanlah kedua tangan dan kakiku. Bagaimana caranya aku bisa mengambil dan menandatangani berkas itu? Kalau kau mengikat tangan dan kakiku?" tanya Farel berusaha bernegosiasi dengan David karena saat ini dia benar-benar ingin memeluk putranya.
" Jangan coba-coba kau mau membodohiku Farel! Aku tahu akal bulusmu itu Farel! Cepat segera kau tandatangani sebelum aku kehilangan kesabaran dan membunuh anakmu ini!" ucapan David benar-benar seperti ucapan setan yang berasal dari neraka yang membuat Farel rasa merinding sekujur tubuhnya.
Kemudian Farel langsung menjatuhkan dirinya untuk bisa mencapai berkas-berkas yang tadi dilemparkan oleh David di hadapannya. Dengan bersusah payah Farel baru bisa mencapai berkas-berkas itu dan mengambil pulpen yang ada di sampingnya.
" Cepat kau tandatangani sebelum aku kehabisan kesabaran!" gocap David yang sudah menaruh kakinya di atas kepala Aron yang semakin keras menangis.
Farel yang saat ini hatinya benar-benar teriris tidak sanggup lagi melihat penderitaan anaknya yang masih bayi yang sekarang sedang diancam maut oleh David yang tidak berperasaan dan kejam sekali.
Dengan susah payah Farel pun kemudian mendatangani semua surat-surat yang diberikan oleh David. Tanpa membacanya sedikitpun. Karena sungguh tidak ada waktu di hadapannya saat ini Farel sudah tidak memperdulikan apapun lagi. Dia hanya ingin bisa menyelamatkan nyawa anaknya yang saat ini ada dalam bahaya.
Melihat berkas-berkas itu semuanya sudah ditandatangani oleh Farel, dengan tanpa perasaan David langsung menendang tubuh bayi kecil itu ke arah Farel. Membuat Farel begitu ketakutan dan langsung terkejut setengah mati untuk menangkap putranya yang tadi tendang oleh David ke arahnya.
Tangan dan kaki Farel yang saat ini diikat membuatnya tidak bisa bergerak secara leluasa. Untung saja Farel cepat bertindak sehingga tubuh bayi itu jatuh ke pelukannya sebelum terlempar jauh dari jangkauan Farel.
Farel menangis begitu sedih melihat keadaan putranya yang begitu menyedihkan. David benar-benar sangat biadab. Dia bahkan tidak mempedulikan kesehatan dan juga kebersihan putranya.
" Kau kurang ajar sekali David! Bagaimana mungkin kau menculik anakku tetapi tidak memperhatikan dia huh? Kau lihat saja aku pasti tidak akan membiarkanmu!" ucap Farel dengan geram sambil menatap penuh kebencian kepada David yang sekarang sedang tertawa terbahak-bahak karena semua yang dia inginkan sudah ada di tangannya.
" Silakan kalau kau ingin membalas dendam padaku di kuburan sana Farel. Karena mulai hari ini, Kau pasti akan mati bersama dengan anakmu itu. Kau Lihatlah di sekitar gudang ini sudah tersiram bensin keseluruhannya dan aku hanya tinggal melemparkan api saja dan kau di sini akan menjadi Farel panggang yang nikmat! Hahaha!" setelah mengatakan itu David pun kemudian meninggalkan Farel dalam kepanikan yang luar biasa.
Semua anak buah David sudah keluar dari gudang itu. Kini hanya menyisakan Farel dan Aaron yang masih terikat di dalam gudang itu.
Farel melihat David yang berjalan keluar pintu gudang dan David terlihat sudah bersiap untuk melemparkan api yang tadi dia sulut menggunakan korek gas. David sudah bersiap untuk melemparkan api itu menuju ke arah Farel.
Sampai tiba-tiba terdengar sirena polisi dan juga Adrian yang langsung merebut korek yang berada di tangan David kemudian melemparnya keluar.
Sementara Steven dan juga Siska langsung masuk ke dalam gudang dan menyelamatkan Farel yang saat ini sedang menangis melihat keadaan putranya yang begitu menyedihkan.
Siska langsung memeluk putranya yang berada di dalam gendongan Farel yang masih menangis terisak.
Sementara Steven membantu untuk melepaskan ikatan di tangan dan kaki Farel.
David dan semua teman-temannya sudah diamankan oleh polisi yang dibawa oleh Adrian dan Steven.
Anak buah David sudah dibekuk sejak tadi. Dan sudah di amankan oleh polisi.