Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
117. Paket misterius


Setelah mendapatkan perintah dari Siska, kepala pengawal langsung membawa paket misterius yang tadi dibawa oleh pembantu kepada Siska ke luar mansion.


Dengan peralatan perlindungan yang lengkap. Kepala pengawal kemudian membuka kotak tersebut dengan tingkat kewaspadaan luar biasa. paket tanpa nama itu sudah benar-benar membuat resah keluarga Farel.


" Hati-hati yang aku takutkan kalau isinya adalah bom!" ucapannya membuat anak buahnya menjadi gemetar ketakutan.


" Bos Kalau kau curiga ini adalah boom. Kenapa tidak kita lemparkan ke tanah kosong saja? Jadi kita tidak usah was-was seperti ini," ucap anak buahnya yang terlihat juga khawatir dengan keselamatan dirinya sendiri.


" Sudahlah tinggal dibuka saja!"


" Bagaimana kalau ini benar-benar bom dan setelah dibuka ternyata meledak? Bukankah itu sama saja dengan saya mati konyol?" tanyanya dengan wajah pucat.


Terlihat pemimpin pengawal itu berpikir keras. Bagaimana pun dia juga tidak mau kalau sampai ada korban yang tidak perlu.


" Tapi kalau ini benar-benar bom, kalau kita lemparkan. Bukankah dia akan langsung meledak? Berbeda kalau kita buka secara perlahan, kalau benar-benar bom, kita masih ada kesempatan untuk menjinakannya"


Akhirnya dengan kesepakatan bersama. Mereka pun kemudian membuka kotak itu secara perlahan-lahan.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat isi kotak itu. Ternyata di dalam kotak itu ada bangkai tikus yang sudah membusuk. Serta tulisan ancaman yang di tujukan untuk Farel dan Siska.


" Bersiap-siaplah! Mulai saat ini hidup kalian tidak akan tenang lagi. Karena aku akan membuat hidup kalian serasa berada di neraka!"


Tulisan itu dibuat dengan menggunakan darah. Sungguh mengerikan sekali.


" Fotolah dulu kemudian kirimkan kepada Tuan Stanley, lalu kita kuburkan. Kita harus semakin waspada. Kita harus tingkatkan pengawasan dan penjagaan kita. Semua harus semakin ketat." ucapnya khawatir.


Setelah difoto dan dikirimkan kepada Farel. Mereka pun kemudian mengubur bangkai tersebut di belakang mansion.


Suasana di mansion benar-benar sangat mencekam dan menakutkan. Kehidupan dalam teror sungguh tidak menyenangkan.


" Kurang ajar! Aku tidak pernah menyangka kalau perempuan biadab itu berani sekali mengancam keluargaku!" ucap Farel yang begitu marah dengan keberanian Amora yang sungguh lancang mencari masalah dengan dirinya dan juga keluarganya.


Farel kemudian menghubungi Adrian dan Steven dalam panggilan group. Farel harus mendiskusikan hal apa yang harus mereka lakukan untuk menghadapi ancaman Amora.


" Kemarin aku melihat dia berada di taman yang sama dengan kami. Dia bahkan berani menaruh boom di mobil kami. Dia juga berani memotong rem mobil kami. Dia benar-benar berniat untuk membunuh kamu!" ucap Farel menceritakan semua kejadian yang sesungguhnya kepada mereka berdua.


" Aku tidak yakin kalau itu benar-benar Amora. Karena yang aku tahu, dia masih ada di dalam penjara di Amerika. Aku benar-benar tidak tahu. Siapa gerangan orang yang telah menggunakan nama Amora untuk mengancam kalian." ucap Adrian bingung.


" Aku akan mengecek ke penjara. Apakah benar-benar Amora masih berada di sana." ucap Steven yang kemudian memutuskan hubungan telepon dengan mereka berdua karena dia perlu menghubungi penjara di Amerika untuk mengetahui tentang kabar Amora di sana.


setelah mengetahui kabar yang terbaru tentang Amora. Steven kemudian kembali menghubungi keduanya.


" Berdasarkan kabar pihak penjara. Amora telah dibebaskan oleh seseorang dari keluarga Handoyo. Katanya mereka sudah mencabut tuntutan atas pembunuhan ibumu!" ucap Steven merasa heran dengan kabar itu.


" Siapa yang sudah mengatasnamakan keluarga Handoyo untuk membebaskan penjahat itu? Aku sama sekali tidak merasa, telah membebaskannya," ucap Farel.


" Farel Coba kau kumpulkan keluarga Handoyo dan tanyakan pada mereka satu persatu. Jadi kita tahu siapa sebenarnya orang yang memiliki niat jahat dan ingin segera menghabisimu!" ucap Adrian memberikan saran kepada Farel untuk meragukan introgasi secara menyeluruh di keluarga Handoyo.


Farel tampak terdiam. Karena dia benar-benar tidak memiliki gambaran sama sekali tentang orang di dalam keluarganya yang ingin membuat dirinya mati.


" Entahlah paman. Aku tidak tahu siapa gerangan di dalam keluargaku yang menginginkan kematianku. Sudah dua kali ada orang yang mengancam hidupku," Farel Kemudian menceritakan tentang dirinya yang dikejar-kejar oleh mobil orang yang sudah tidak dia kenal, saat dirinya pulang dari Bandung. Setelah menanyakan tentang misteri kotak musik milik kakeknya kepada Kakeknya Siska.


" Kenapa kau tidak menceritakan itu dari kemarin kepada kami? Kalau tidak, kami pasti bisa menyelidiki kejadian itu!" ucap Steven menyayangkan sikap diam Farel.


" Aku tadinya mengira kalau mereka hanyalah preman biasa yang mungkin saja hanya ingin merampokku. Aku tidak pernah berpikir bahwa mereka mungkin ingin membunuhku," ucap Farel membela diri.


" Baiklah Kami sekarang akan ke kediaman kamu. Kita akan diskusi bersama, apa yang akan kita lakukan ke depannya." ucap Adrian pada akhirnya memutuskan.


" Baiklah paman aku akan menunggu kedatangan kalian," ucap Farel yang kemudian menutup telpon nya.


Farel Kemudian bersiap-siap untuk pergi mansion miliknya. Farel benar-benar khawatir dengan keadaan Siska dan juga Aaron.


Sedikit demi sedikit misteri tentang orang yang selalu menteror kehidupan Farel semakin terkuak ke permukaan.


Farel tahu kalau keluarganya saat ini sedang dalam bahaya karena ada satu kekuatan misterius yang tidak dia ketahui sedang mengincar keselamatan keluarga kecilnya.


Begitu sampai di mansion, Farel langsung mencari Siska dan juga putranya.


" Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Farel ketika dia bertemu dengan Siska dan juga Aaron di kamarnya.


" Aku baik-baik saja sayang. Untunglah ada banyak pengawal di rumah kita dan mereka menjaga kami dengan baik!" ucap Siska sambil tersenyum kepada Farel.


" Syukurlah sayang. Aku benar-benar mengkhawatirkan kalian. Aku sampai tidak bisa fokus untuk bekerja. Aku tidak akan tenang sampai Amora berhasil di tangkap lagi. Paman Steven bilang, ada seseorang yang telah membebaskan amarah dengan menggunakan nama keluarga Handoyo," ucap Farel dengan sedih sekali.


Siska terkejut mendengarkan perkataan Farel tentang Amora yang telah dibebaskan oleh seseorang di penjara Amerika.


" Siapa kira-kira orang yang sudah begitu lancang membebaskan penjahat seperti Amora?" tanya Siska benar-benar kaget sekali.


Farel Kemudian menceritakan bahwa saat ini dirinya, Adrian dan Stevan akan berdiskusi untuk menangani masalah itu.


" Paman Adrian beranggapan kalau ada seseorang di dalam keluargaku yang sedang menginginkan kematianku!" ucapnya.


" Sungguh ngeri sekali! kita benar-benar harus waspada untuk keselamatan keluarga kita mulai sekarang. Pasti ini masalah harta warisan keluargamu yang jatuh ke tanganmu semuanya," ucap Siska mulai panik.


" Coba kau pikirkan sayang. Siapakah kira-kira orang yang selama ini selalu meributkan tentang perusahaan Handoyo dan juga kekayaan dari keluargamu itu," ucap Siska.