Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
111. Bertemu


Andrew kemudian turun dari pesawat begitu sampai di Jakarta. Madelin pun sama dan dia terus mengikuti Andrew karena benar-benar merasa penasaran dengan pria tampan yang duduk dekat dengannya pada saat di pesawat tadi.


" Kau mau ke mana?" tanya Madeline kepada Andrew saat melihat laki-laki itu tidak ada yang menjemputnya di bandara.


Andrew memang datang secara mendadak dan dia juga tidak berniat untuk minta disambut oleh siapapun juga.


Andrew hanya ingin bertemu dengan istrinya. Tanpa merasa takut bahwa Karina akan pergi begitu mengetahui kedatangannya. Dia ingin memberikan kejutan kepada istrinya.


" Aku akan pergi ke daerah Kalimantan. Kenapa?" tanya Andrew sambil menatap Madeline yang tersenyum kepadanya.


" Apakah aku boleh ikut denganmu? Aku janji aku tidak akan merepotkanmu!" Andrew melotot sempurna mendengarkan permintaan Gadis itu yang sangat tidak mungkin bisa dia kabulkan dengan mudah.


Dirinya akan bertemu dengan Karina yang saat ini sedang bermasalah dengannya. Bagaimana mungkin dia akan menemui istrinya dengan membawa seorang gadis cantik seperti Madeline? Bisakah kacau balaulah rumah tangganya dengan Karina. Kalau sampai Karina berpikir bahwa Madeline adalah kekasihnya yang baru. Bisa hancurlah rumah tangga mereka berdua.


" Maafkan Aku Made! Tapi aku tidak bisa mengajakmu pergi ke Kalimantan. Kau lanjutkanlah urusanmu dan aku akan mengurus urusanku sendiri. Selamat tinggal!" Andre pun langsung meninggalkan Madeline tanpa banyak bicara karena dia tidak mau mengundang fitnah yang akan membuat hidupnya susah.


Andrew tau berurusan dengan seorang wanita nekat adalah sesuatu yang sangat sulit untuk bisa dihadapi.


Andrew sebisa mungkin menghindari masalah yang tidak perlu dalam hidupnya. Dengan tidaj melayani Seseorang seperti Madeline yang dia tahu pasti sedang menghadapi masalah dengan keluarganya.


Terlihat Madeline yang begitu sedih mendapatkan penolakan dari Andrew.


Akan tetapi Andrew tidak mau kalau sampai dirinya menjadi lemah hanya karena melihat ekspresi Madeline yang begitu menyedihkan.


" Aku harus kuat aku tidak boleh menoleh kalau tidak maka aku pasti akan kalah oleh gadis itu!" ucap Andrew yang terus saja mensugesti dirinya sendiri.


Begitu sampai di loket penerbangan menuju Kalimantan. Andrew langsung check in menuju ke Kalimantan. sangat panjang perjalanan yang dilalui oleh Andrew demi menggapai cintanya untuk Karina.


Walaupun Andrew tidak tahu apa yang akan dihadapi ketika bertemu dengan Karina. Tetapi dia memiliki keyakinan bahwa cinta mereka pasti akan menang mengalahkan segalanya.


Andrew memang selalu mendapatkan laporan dari detektif yang ditanamkan oleh ayahnya di sekitar Karina tetapi Hendro tidak bisa mempercayai 100% semua informasi yang diberikan oleh orang suruhan ayahnya.


Kalau dia tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri atau Karina yang mengatakan semuanya secara langsung. Amdrew tidak akan pernah memegang kenyataan itu.


Andrew tetap percaya bahwa Karina masih menjaga ikatan suci pernikahan mereka oleh karena itu dia begitu bersemangat untuk bisa menemukan istrinya.


Andrew percaya bahwa istrinya adalah wanita yang baik dan tidak mungkin dia jatuh cinta kepada seorang wanita yang jahat.


Andrew terus menanamkan sugesti baik dan positif di dalam pikirannya untuk membuat dirinya menjadi bersemangat untuk menemui sang istri tercinta yang sedang berada di desa terpencil di pulau Kalimantan.


Jalanan yang begitu panjang menjadi sebuah sejarah untuk Andrew dalam Mengejar cintanya dan membuktikan kasih sayangnya untuk Karina yang tidak habis dimakan waktu.


Dengan menggunakan helikopter sewaan, Andrew menembus jalanan sulit menuju desa yang saat ini ditempati oleh Karina.


" Kau seorang wanita yang hebat. Kau bisa hidup di tempat terbatas seperti ini selama berbulan-bulan tanpa meminta bantuan kepada siapapun. Aku benar-benar sangat bangga kepadamu Karina!" ucap Andrew sambil tersenyum.


Andrew kemudian mencari alamat Karina sesuai dengan yang diberikan oleh detektif sang ayah kepada warga di sekitar yang langsung mengetahui tentang Karina.


" Anda siapanya dokter Karina?" tanya warga yang di tanya oleh Andrew.


" Saya adalah suami dokter Karina. Saya datang dari Amerika untuk menjemput istri saya!" ucap Andrew sambil tersenyum ramah kepada wanita paruh baya itu.


Terlihat wanita itu sedih mendengar ucapan Andrew, " Kemalangan bagi desa kami kalau sampai dokter Karina meninggalkan Desa ini!" ucapnya sedih sekali.


Andrew tidak mengerti apa yang dikatakan oleh ibu itu, " Kemalangan?" tanyanya.


Ibu paruh baya itu kemudian menceritakan semua hal yang sudah dilakukan oleh dokter Karina di desa mereka. Sampai mereka menganggap bahwa Karina adalah orang yang paling penting di desa itu. Bagaimana Karina yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajari anak-anak yang buta huruf, kekurangan gizi, memperbaiki akses jalan dan banyak hal yang sudah dilakukan oleh Karina untuk desa mereka.


Andrew benar-benar terkesiap mendapatkan berita tersebut. Ternyata apa yang dia terima dari laporan anak buah ayahnya 100% berbeda dengan apa yang dia lihat di lapangan saat ini. Ternyata istrinya berada di tempat itu untuk mengabdikan hidupnya bagi warga yang membutuhkan bantuannya dan juga ilmunya.


Andrew kemudian memperlihatkan sebuah foto pernikahan yang terlihat antara Karina dengan seorang pemuda yang sangat sederhana penampilan nya.


" Oh ini? Ini adalah pernikahan dari Andreas dan Melisa! Saat itu dokter Karina menjadi pendamping pengantin wanita, dan Andreas meminta di foto dengan Dokter Karina yang sudah banyak sekali berjasa kepada desa kami!" ucapnya.


Andrww benar-benar lega mendapatkan kenyataan itu. Bahwa ternyata benar bahwa istrinya masih memegang teguh pernikahan mereka berdua.


Karina datang ke tempat itu bukan untuk bermain gila tetapi untuk mengabdikan hidupnya bagi warga yang membutuhkan huluran tangannya.


" Ayo saya antarkan ke rumah dokter Karina. Biasanya jam segini dia sedang pulang untuk beristirahat makan siang!" ucapnya dengan senyum yang begitu tulus.


Andrew kemudian mengikuti Ibu paruh baya yang banyak bercerita tentang Karina selama berada di desanya.


Andrew bisa mendengar kekaguman dan juga rasa terima kasih seseorang yang tulus kepada istrinya. Andrew sangat bangga sekali dengan semua itu.


" Itu rumah dokter Karina. Dia sepertinya sedang menjemur pakaian!" ucapnya sambil menunjuk rumah Karina yang begitu sederhana.


Andrew menatap wanita yang begitu dia rindukan selama beberapa bulan lamanya. Wanita yang saat ini sedang menjemur pakaian dengan menggunakan pakaian sederhana tanpa brand terkenal seperti Karina yang dia kenal dulu.


Karina yang berdiri di hadapan Andrew saat ini menjelma menjadi wanita desa yang begitu anggun dan cantik, nyaris tanpa make up tebal seperti yang dulu-dulu ketika berada di Amerika bersamanya.


" Sayang. Apa kabarmu?" tanya Andrew dengan suara yang tersekat di tenggorokannya.


Karina yang saat ini sedang menjemur pakaian sontak mendongakkan kepalanya.