
Andika saat ini sudah berada di dalam pesawat yang siap mengantarkannya kembali ke Australia untuk menjalani pengobatannya di sana. Andika pulang ke Indonesia hanya untuk menghadiri pemakaman ayahnya yang meninggal beberapa hari yang lalu.
Awalnya dia ingin di Indonesia barang satu atau dua bulan untuk menemani ibunya yang sedang sedih setelah meninggalnya sang ayah. Akan tetapi setelah bertemu dengan Siska dan Farel, seketika hati Andika merasa tidak mampu untuk menghadapi itu semua.
Andika tidak mau memperburuk kesehatannya sendiri dengan membuat hatinya berdarah karena melihat Farel dan Siska yang selalu mengumbar kemesraan di hadapannya bila mereka bertemu.
Sementara Andika tidak mampu untuk menghindari Siska apabila dia berada di Indonesia. Pasti selalu ingin menemui Siska yang sampai saat ini masih merajai hatinya.
Sejujurnya sampai saat ini Andika masih sangat penasaran dengan Siska yang tiba-tiba berubah haluan dari mencintainya menjadi membencinya sedemikian rupa.
Andika memilih untuk tidur sepanjang perjalanan menuju Australia. Seharusnya dia saat ini sedang berada di rumah sakit dan menjalani kemoterapinya. Akan tetapi Andika memohon kepada dokter yang merawatnya agar diizinkan kembali ke Indonesia demi menghormati ayahnya untuk terakhir kali.
Andika tidak sadar kalau sejak tadi seorang wanita cantik terus memperhatikannya. Wanita itu tampak sedang mengingat sesuatu tentang Andika yang sekarang sudah banyak berubah dari fisik maupun penampilannya.
Penyakitnya benar-benar telah merubah Andika menjadi pribadi yang murung dan lebih cenderung pendiam.
Hanya Farel yang sanggup membangunkan singa tidur yang ada di dalam diri Andika yang selalu merasa kalah perang dari sepupunya yang telah mencuri wanita yang dia cintai.
Wanita itu adalah Sonya yang telah sepuluh tahun lebih ditinggalkan oleh Andika karena patah hatinya kepada Siska yang menikahi Farel dan meninggalkannya.
Sonya yang saat ini sudah menikah dengan seorang pengusaha dari Australia terus memperhatikan Andika yang sedang tertidur begitu lelap. Entah kenapa, hati Sonya merasa sedih sekali saat melihat keadaan Andika saat ini yang begitu rapuh dan juga lemah.
Rambut Andika sekarang sudah mulai menipis akibat pengaruh dari kemoterapi yang dia jalani selama ini untuk menekan penyakit yang ada di dalam tubuhnya agar tidak berkembang dan menyiksanya.
' Apa sebenarnya yang terjadi kepada Andika beberapa tahun ini? Kenapa penampilannya 100% berubah drastis? Mau apa dia ke Australia? Apakah dia hendak melakukan perjalanan bisnis? Tapi kenapa sendirian saja tanpa membawa asisten bersamanya?' Sonya terlihat begitu penasaran dengan Andika yang masih terlelap.
Suami Sonya yang saat ini berada di sampingnya terlihat keheranan melihat istrinya yang memperhatikan Andika dengan tatapan yang tidak Dia mengerti.
" Sayang?? Apa kau mengenal laki-laki itu?' tanyanya heran.
Sonya yang terkejut mendapatkan pertanyaan dari suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena dia takut kalau suaminya curiga kalau saat ini dirinya sedang bersedih karena memikirkan masa lalunya.
" Kenapa memangnya?" tanya Sonya sedikit gugup melihat suaminya yang terus menatap kepada Andika.
" Aku mengenal laki-laki itu. Dia adalah pasien sahabatku di rumah sakit. Aku beberapa sekali pernah bertemu dengannya saat dia sedang melakukan kemoterapi." Sonya terkejut bukan kepalang mendengar apa yang dikatakan suaminya.
" Kemoterapi? Kau jangan bercanda begitu sayang. Lagi pula, untuk apa dia melakukan kemoterapi?" tanya Sonya yang tidak sanggup untuk menutupi rasa khawatirnya saat ini mendengar kabar tentang Andika.
Suaminya Sonya mengerutkan keningnya karena heran dan merasa aneh sekali. karena dia bisa merasakan suara istrinya yang bergetar dan matanya yang berkabut seperti sedang menahan tangis.
" Yang aku dengar dari sahabatku, laki-laki itu memiliki penyakit leukimia dan usianya tidak akan lama lagi." Sonya terkejut bukan kepalang. Sonya bahkan sampai menganga mulutnya dan menutupnya dengan kedua tangan sambil terus menggelengkan kepala.
Andre benar-benar terheran melihat kelakuan istrinya yang aneh luar biasa.
' Sebenarnya ada apa dengan Sonya? Tadi dia mengatakan kalau dia tidak kenal laki-laki itu. Tapi kenapa terlihat dari wajahnya dia begitu shock saat mendengar tentang laki-laki itu yang punya penyakit yang mematikan? Aneh sekali! Tampaknya mulai sekarang aku harus menyelidiki tentang kehidupan istriku di belakangku. Apakah dia menyembunyikan sesuatu dariku?' batin Andre merasa terganggu melihat ekspresi istrinya.
Sonya masih membeku di tempat dan terus memperhatikan Andika yang masih memejamkan matanya.
' Ya Allah!! Kenapa nasibnya harus semalang itu? Kenapa dia harus menderita penyakit yang begitu mematikan? Aku lebih senang mendengar dia berbahagia dengan istri dan anaknya. Daripada harus mendengar berita kematiannya seperti ini.' batin Sonya terlihat begitu sedih mendengar nasib Andika.
Andika yang terjaga dari tidurnya merasakan bahwa ada seseorang yang terus memperhatikannya dari kejauhan. Andika lalu memalingkan wajahnya ke belakang dan di saat itulah matanya beradu dengan Sonya.
Untuk beberapa saat lamanya mereka bertatapan satu sama lain. Andika merasakan hatinya berdenyut nyeri ketika melihat Sonia yang saat ini duduk di sebelah suaminya.
" Sayang, kau baik-baik saja kan?" tanya suami Sonya yang merasa khawatir melihat keadaan istrinya yang seperti sedang tertekan.
Andre menatap Andika yang menganggukkan kepala kepadanya sambil tersenyum. Andika juga membalas senyuman Andre.
Andika pun kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke tempat semula. Andika menatap ke depan dengan perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya.
Andika benar-benar tidak mengerti dengan jalan hidupnya sendiri. Dia saat ini sedang bingung dengan skenario Tuhan yang diciptakan untuk dirinya.
' Punya dosa apakah diriku hingga harus menjalani kehidupan seperti ini? Harus melihat kehidupan para wanita yang pernah kau sakiti sekarang hidup bahagia dengan kehidupan baru mereka. akan tetapi aku disini sekarat dan berjuang untuk mempertahankan hidupku yang tinggal setiap ari.' tanpa terasa air mata lolos di kelopak mata Andika yang saat ini perasaannya benar-benar sedang kacau sekali.
Perjalanan Andika menuju Indonesia benar-benar telah meruntuhkan pertahanan hidupnya. Seketika Andika merasakan penyesalan yang teramat dalam dengan keputusannya pergi ke Indonesia.
" Ya Tuhan! Apa yang harus kulakukan sekarang?" Sepintas lalu Andika menengok ke belakang, ke tempat di mana Sonya dan suaminya sedang berinteraksi satu sama lain.
Hati Andika merasa terhiris melihat Sonya yang sekarang sudah banyak berubah menjadi seorang wanita yang begitu Anggun dan elegan.
Dari tatapan mata Andre, Andika bisa menilai bahwa suami Sonya sangat mencintainya. Setidaknya hati Andika merasa lega.
Walaupun diakui oleh Andika bahwa dirinya selama ini telah menyakiti hati Sonya karena meninggalkan wanita itu tanpa alasan yang jelas lalu pergi ke Australia untuk menjalani pengobatannya di rumah sakit milik keluarga dari pihak ibunya.
Akan tetapi Andika sudah mewanti-wanti kepada pamannya agar merahasiakan penyakitnya tersebut pada pihak keluarganya.
Itulah syarat yang diberikan oleh Andika ketika dia menerima saran dari pamannya untuk dirawat secepatnya dari penyakit yang sangat mematikan itu.
Begitu pesawat mendarat di Bandara. Andika langsung masuk ke dalam mobil sang paman yang sudah menjemputnya.
Sonya dan Andre hanya menatap Andika yang masuk ke dalam mobil dengan tergesa.
Andika memang sengaja melakukan itu karena dia menghindari pertemuannya bersama Sonya maupun suaminya.
Andika tidak mau kalau sampai hatinya Kembali Sakit seperti dia bertemu dengan Siska dan Farel.
" Jalan Pak!" perintah Andika kepada sopir yang dikirimkan oleh pamannya untuk menjemput dirinya.
Andre memeluk pinggang Sonya kemudian dia pun mengajak istrinya untuk segera kembali ke rumah mereka.
Andre sebenarnya ingin bertanya tentang Sonya yang begitu sedih setiap melihat Andika. Akan tetapi Andre memilih untuk bersabar dulu setidaknya sampai mereka tiba di rumah dan beristirahat.
' Apakah Sonya pernah memiliki hubungan dengan laki-laki itu kenapa dia tampak begitu sedih setelah mendengar bahwa laki-laki itu memiliki leukemia?' bathin Andre yang merasa heran sekali.
Setelah berada di rumahnya Sonia langsung masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya di sana tanpa memperdulikan Andre yang memanggilnya sejak tadi.
'' Sayang kau tidak mandi dulu? Setidaknya gantilah dulu pakaianmu dan setelah itu kita makan malam." Ucap Andre sambil memegang bahu istrinya yang sedang memejamkan matanya.
Sonya berusaha untuk menegarkan hatinya dan berhadapan dengan Andre.
" Aku sangat lelah sayang. Aku ingin tidur! Bolehkah?" tanya Sonya sambil menatap tajam kepada suaminya.
" Baiklah. Tidurlah sebentar nanti kalau makan malam sudah siap. Aku akan membangunkanmu." ucap Andre sambil mencium bibir Sonya yang terlihat bergetar.
Andre sadar bahwa saat ini istrinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Tetapi dia tidak mau mengungkit hal itu dulu. Andre saat ini melihat sang istri yang perasaan sedang kacau dan dia tidak mau hal itu akan memperbarui situasi dan suasana hati Sonya.
Andre kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Selama berada di dalam kamar mandi Andre terlihat sedang mengingat kembali semua hubungannya bersama Sonya yang selama ini baik-baik saja dan tanpa ada rintangan sama sekali. Walaupun Andre tidak terlalu mengetahui masa lalu Sonya, tapi baginya semua itu tidaklah penting. Baginya yang penting Sonya saat ini adalah istrinya dan ibu dari anaknya.
Apalagi selama menjadi istrinya, Sonya tidak pernah berbuat macam-macam di luar sana sehingga Andre selalu tenang dan percaya kepada istrinya yang tercinta.