Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
24. Kecemburuan Andika


Karena melihat begitu banyaknya penggemar Farel yang sedang meminta tanda tangan kepadanya. Akhirnya Siska lebih memilih untuk pergi dari sana.


Disaat Siska sedang asyik melamun karena melihat laki-laki yang akan bertunangan dengannya dikerumuni oleh teman-temannya.


' Ya ampun pesonanya sungguh sangat kuat. Dia hanya bermain ke sini untuk menjemputkh. Lihatlah itu! Betapa banyaknya perempuan yang mengelilinginya saat ini!' batin Siska sambil menatap kepada Farel yang tampak sangat sibuk melayani permintaan teman-temannya untuk berfoto dan juga tanda tangannya.


Berkali-kali Siska menarik nafasnya dalam-dalam. Dia terus berusaha untuk sabar menunggu Farel sampai bisa terbebas dari teman-temannya yang barbar dan histeris dengan kedatangannya ke sekolah.


" Ikutlah denganku ada yang sesuatu yang ingin kau bicarakan denganmu!" tiba-tiba saja Andika Sudah berdiri di samping Siska.


Siska mengerutkan keningnya melihat Andika yang tampak bermuram durja sejak dirinya datang ke sekolahan.


" Mau apa? Kita bicarakan saja di sini!" ucap Siska menolak permintaan Andika.


Andika langsung menarik tangan Siska untuk masuk ke dalam ruangannya.


Farel terus memperhatikan interaksi antara Siska dan Andika. Di antara kesibukan nya yang melayani keinginan para siswa-siswa SMA yang menjadi penggemarnya.


" Kenapa kau mau menerima pertunangan itu, huh? Bukankah kau mencintaiku?" tanya Andika to the point bertanya kepada Siska.


Siska terkejut dengan pertanyaan dari gurunya itu yang benar-benar tidak pantas menurutnya.


" Maafkan saya Pak Andika yang terhormat. Saya rasa kita tidak memiliki hubungan apapun yang membuat saya harus berdiskusi masalah pertunangan itu dengan anda. Sebaiknya anda perhatikan saja kekasih anda kenapa Anda harus sibuk-sibuk memikirkan tentang pertolongan saya dengan Tuan Farel Handoyo? Hal itu bukanlah masalah anda dan anda tidak punya hak apapun untuk berbicara tentang masalah itu kepada saya!" ucap Siska dengan tegas.


Tiba-tiba saja Andika langsung berdiri dan mendekati Siska. Dia seperti berniat untuk menciumnya kembali seperti dulu pada malam meninggalnya kedua orang tua Siska.


" Menjauh dariku dan jangan coba-coba untuk menyentuhku!" ucap Siska dengan wajah ketakutan dan memasang kewaspadaan tingkat tinggi untuk menghindari segala hal yang akan dilakukan oleh Andika kepadanya.


Andika tampak meraup wajahnya dengan kedua tangannya seperti begitu frustasi menghadapi Siska yang sangat keras kepala.


" Aku mencintaimu Siska dan aku siap untuk meninggalkan kekasihku untukmu. Asal kau menolak perjodohan itu dan datanglah padaku sayang!" ucap Andika berusaha untuk memeluk Siska yang sudah selama beberapa hari ini sangat dia rindukan.


Siska berusaha untuk menghindari Andika dengan berusaha untuk keluar dari ruangan kerja Andika yang sepi.


" Jangan berpikir aneh-aneh Pak! Karena saya sudah melupakan perasaan saya terhadapmu sejak lama. Bapak lanjutkanlah hubunganmu dengan kekasihmu. Kareba aku tidak tertarik untuk menikah denganmu!" ucap Siska berusaha untuk meninggalkan ruangan itu tetapi Andika tidak mengizinkannya.


Tidak lama kemudian Farel pun masuk ke dalam ruangan dengan mata memerah dia menatap Andika dengan penuh emosi.


" Apa yang kau lakukan kepada muridmu? Apakah begini perilakumu sebagai seorang guru? Kau benar-benar sangat memalukan!" ucap Farel sambil menatap tajam kepada Andika yang seperti tidak memperdulikan apa yang dia katakan.


" Siska adalah milikku dan aku tidak akan membiarkan dia menikah denganmu!" ucap Andika menatap tajam kepada Farel yang langsung tertawa terbahak-bahak ketika dia mendengarkan lelucon yang disampaikan oleh Andika yang masih merupakan sepupu jauhnya.


Andika tampak mengerutkan keningnya merasa kesal dengan kelakuan Farel yang menertawakannya.


Akan tetapi Farel sama sekali tidak menggubris apa yang dia katakan.


" Ayo kita pulang, maafkan kalau kau merasa syok dengan apa yang disampaikan oleh sepupu jauhku itu. Dia memang punya obsesi untuk selalu merebut apapun yang menjadi milikku sejak dulu!" ucap Farel sambil tersenyum kepada Andika yang langsung melotot kepadanya.


Siska merasa terkejut mendengarkan bahwa ternyata Andika dan Farel adalah sepupu jauh. Sungguh sangat kebetulan.


" Maafkan saya Pak Andika. Tetapi saya tidak bisa menolak keinginan kakek saya untuk menjodohkan saya dengan Farel. Karena itu juga merupakan wasiat dari kedua orang tua saya sebelum beliau meninggal." Andika merasa terkejut mendengarkan perkataan Siska yang tidak mengindahkan keinginannya.


Andika mendekati Siska dan menarik tangannya dari genggaman Farel yang sangat erat dan tidak mau melepaskannya.


" Aku tahu kalau kau mencintaiku sejak di bangku SMA kelas 1. Kenapa setelah aku menyambut perasaanmu kau malah memperlakukanku seperti ini?" tanya Andika dengan raut wajah kesal.


Siska sampai gelagapan mendengarkan pernyataan dari guru yang selama 3 tahun menjadi idolanya.


" Maafkan saya Pak. Perasaan saya kepada Anda hilang dan menguap begitu saja setelah saya mengetahui bahwa anda sudah memiliki kekasih dan bersiap untuk menikahinya. Saya seorang wanita juga Pak. Tidak mungkin saya merebut tunangan orang lain hanya untuk kebahagiaan saya sendiri!" ucap Siska yang kemudian langsung menarik tangan Farel dan keluar dari ruangan Andika.


Andika mengejar Siska hingga sampai ke parkiran sekolah di mana mobil Farel berada di sana.


" Aku akan memutuskan Sonya dan segera datang ke rumahmu bersama kedua orang tuaku untuk melamarmu!" ucap Andika berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Siska yang tampak hengah dengan kelakuan Andika yang benar-benar absurd di matanya.


Farel yang merasa kesal dengan kelakuan Andika akhirnya dia langsung menarik tangan Andika untuk menjauh dari Siska yang tampak tidak nyaman dengan kelakuannya.


" Kau adalah seorang guru di sekolahan ini. Tolonglah untuk menjaga kehormatanmu sendiri dengan tidak melakukan hal amoral seperti ini!" ucap Farel dengan emosi yang memuncak di dadanya melihat tingkah Andika yang seperti tidak memperdulikan apapun lagi.


" Sayang, Apa yang sedang kau lakukan di sini sejak tadi aku terus meneleponmu tetapi kau tidak mengangkatnya!" ucap Sonya yang tiba-tiba berdiri di antara mereka bertiga.


" Siska kau juga ada di sini? Oh ya aku ingin mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya kedua orang tuamu!" ucap Sonya sambil menyalami tangan Siska yang tersenyum canggung kepada wanita itu.


Andika seketika terdiam melihat Sonya yang sekarang sudah berada di antara mereka.


" Baiklah kau uruslah kekasihmu. Kami pergi dulu!" Ucap Farel yang menggunakan kesempatan itu untuk bisa lepas dari seorang Andika yang sejak tadi ngeyel dan tidak mau di ajak bicara baik-baik oleh mereka.


Setelah berada di mobil Farel pun langsung menstarter mobilnya dan meninggalkan sekolah Siska.


" Ya ampun kau benar-benar seorang wanita yang luar biasa. Aku hanya meninggalkanmu sebentar dan kau sudah berada di satu ruangan dengan sepupuku sendiri!" ucap Farel seperti tidak senang.


Siska yang mendengarkan perkataan itu seakan sedang disindir oleh Farel.


" Bukankah kau menikmati masa-masamu menjadi seorang bintang huh? Mana kau mengingatku sebagai calon istrimu ketika sudah dikelilingi oleh gadis-gadis cantik?" tanya Siska sambil melipat kedua tangannya di dada.


" Jangan katakan kalau kau cemburu padaku!" Ucap Farel dengan kebanggaan yang sangat luar biasa. Ketika dia sadar bahwa Siska sedang cemburu kepada dirinya. Dia sedih ketika dia mendapatkan kenyataan bahwa Siska berjuang mati-matian untuk menolak pertunangan mereka kepada kakeknya.