
Setelah keadaan Andrew mulai membaik. Karina memutuskan untuk kembali ke Amerika bersama dengan suaminya.
" Terima kasih Dokter karena anda sudah mengabdikan hidup anda di desa kami! Kapan-kapan datanglah kembali ke mari kami pasti akan menerima anda dengan senang hati!" ucap kepala adat ketika melepaskan kepergian dokter Andrew dan dokter karena Desa mereka.
" Semuanya gara-gara perempuan itu yang sudah mau mencelakai dokter Andrew jadilah dokter Karina pergi dari Desa kita!"
" Padahal dokter Karina sudah baik hati sekali dengan kita. Dia bahkan mau mengajarkan anak-anak kita untuk sekolah dan juga pengobatan gratis! Benar-benar perempuan itu sudah membuat semua orang sedesa jadi sengsara sekarang!"
" Ah, kesel aku jadinya!"
Banyak komentar warga desa yang menyayangkan perbuatan perempuan yang kemarin berbuat tidak baik kepada Dokter Andrew dan hendak mencelakainya hanya untuk kepentingan pribadi.
Wanita itu yang merasa bersalah dengan perbuatannya dia sampai menangis terisak. Dia sekarang merasa takut untuk berhadapan dengan warga desa karena pasti dia akan dibully oleh mereka.
" Sebaiknya aku juga meninggalkan Desa Ini hidupku tidak akan aman berada di sini. Apakah Dokter Karina dan dokter Andrew bersedia untuk mengajak aku keluar dari desa ini? Ah tidak mungkin mereka pasti tidak akan mau!" wanita itu bermonolog dengan dirinya sendiri kemudian dia memilih untuk meninggalkan kerumunan warga ya saat ini sedang bersedih melepaskan kepergian Karina dan Andrew.
" Terima kasih atas izin kalian dan penerimaan untuk memberikan tempat untuk istri saya mengabdi selama berada di tempat ini. Mohon Maafkan Kalau kami berbuat kesalahan di tempat ini. Setelah kami sampai di Amerika. Nanti kami akan mengirimkan tim kami untuk membangun rumah sakit dan juga fasilitas pendidikan di sini yang akan dibiayai oleh perusahaan keluarga saya," ucap dokter Indro ketika dia berpidato menyampaikan salam perpisahan untuk yang terakhir sebelum mereka meninggalkan desa.
" Nanti rumah sakit Ibu saya yang akan mengantarkan obat-obatan gratis untuk seluruh warga dan juga perkampungan lainnya," ucap dokter Karina menambahkan pidato dari suaminya.
" Terima kasih Dokter Endro dan dokter Karina karena sudah mau memberikan kebaikan untuk desa kami Semoga rumah tangga kalian akan baik-baik saja dan segera diberikan momongan!" ucap ketua adat sambil memeluk Karina dan juga Dokter Andrew yang sangat bahagia sekali dengan doa yang diberikan oleh ketua adat untuk mereka berdua.
Yah mereka memang membutuhkan doa-doa baik dari orang-orang yang baik. Agar mereka bisa mempunyai anak. Karena itulah harapan terbesar mereka saat ini untuk diberikan keturunan.
Semua orang melepaskan kepergian dokter Karina dan dokter Andrew dengan kesedihan yang mendalam. Karena tidak akan ada lagi dokter baik hati yang akan memberikan pengobatan kepada mereka dengan tulus ikhlas tanpa pamrih.
Setelah helikopter datang untuk menjemput dokter Karina dan dokter Andrew yang akan langsung membawa mereka ke Amerika.
Ya mereka berdua memutuskan akan menggunakan helikopter untuk perjalanan mereka ke Amerika yang akan mereka anggap sebagai honeymoon bagi mereka berdua.
Apabila mereka melihat pemandangan ataupun negara yang indah. Maka mereka akan berhenti untuk menikmati waktu mereka bersama sebagai seorang suami dan istri.
" Terimakasih sayang karena sudah mau repot untuk menjemput saya!" ucap Karina merasa terharu dengan cinta yang ditunjukkan oleh Andrew kepadanya.
" Kamu adalah istriku kau adalah tanggung jawabku! Tentu saja aku harus mencarimu saat kau pergi meninggalkan aku!" ucap dokter Andrew kepada Karina.
" Semoga kebaikan akan selalu menyertai keluarga kita!" doa Andrew saat mereka meninggal kan negara yang mereka singgahi.
" Karina Maafkan papa kalau cita-cita Papa untuk mempunyai cucu menjadi tekanan untukmu!" ucap Edward merasa menyesal karena telah membuat Karina sampai meninggalkan putranya setelah mendengarkan percakapan dirinya bersama dengan Andrew.
" Tidak apa-apa Pah. Bukankah ingin mempunyai cucu itu adalah sesuatu yang wajar mungkin karena saja yang tidak mampu memberikan itu untuk papa dan juga Andrew. Maafkan karena Karina tidak menjadi seorang wanita yang sempurna yang tidak bisa memberikan keturunan untuk kalian!" Karina dengan penuh penyesalan.
Karina sudah berusaha untuk mencari pengobatan untuk dirinya sendiri agar penyakit yang dia derita bisa sembuh.
Selama di ada di desa terpencil. Karina telah mengalami begitu banyak pengalaman hidup yang telah mendewasakan dirinya dan memberikan begitu banyak pelajaran hidup.
" Percayalah! Tuhan pasti mendengarkan doa-doa dari kita semua. Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap berusaha karena saya yakin bahwa usaha tidak akan pernah menghianati hasil!" ucap Andrew berusaha untuk memberikan semangat kepada istrinya yang sedang down dan merasakan insecure dengan dirinya sendiri karena masalah penyakit yang tidak bisa memberikan keturunan untuknya.
" Percayalah tidak ada sebuah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kita bertiga adalah dokter aku yakin kita pasti bisa mencari obat terbaik untuk penyakitmu!" ucap Andrew.
" Yah papa akan mengerahkan mahasiswa-mahasiswa terbaik untuk melakukan riset dan juga penelitian untuk mencari obat yang terbaik agar kau bisa segera memiliki seorang anak! Dan bisa menyembuhkan penyakit kamu!" ucap Edward.
Edward merasa percaya dan yakin bahwa di dunia ini pasti ada obat untuk segala penyakit. Hanya kita yang belum bisa menemukannya dan ditantang untuk bisa menemukannya.
Mereka pun kemudian kembali ke Mansion keluarga besar Jhanson. Edward dan Andrew merasa bahagia sekali kau telah Karina mau dibujuk untuk kembali kepada mereka.
Andrew berjanji bahwa dia akan selalu berusaha membahagiakan istrinya. Dia akan membuat Karina lupa niat istrinya untuk pergi darinya lagi ketika merasa marah dan sedih.
Malam itu Andrew mengajak Karina untuk makan bersama di sebuah restoran mewah langganan mereka.
" Wah indah sekali!" ujar Karina ketika melihat pemandangan kota yang tersaji di tempat mereka duduk saat ini.
Karina benar-benar takjub dengan usaha yang sudah dilakukan oleh Andrew untuk membuatnya bahagia.
" Berbahagialah di sampingku! Karena aku tanpa kamu layaknya butiran debu. Aku gak akan sanggup untuk hidup tanpamu!" ucap Andrew sambil mencium telapak tangan istrinya dengan lembut dan penuh cinta.
Tidak ada hal yang lebih membahagiakan bagi keduanya. Ketika mereka berdua bisa saling mengungkapkan perasaan cinta yang terpendam di dalam hati yang paling dalam.
Mereka pun kemudian Menikmati keindahan kota berdua dengan saling bergenggaman tangan melewati rintangan demi rintangan dalam kehidupan mereka. Mereka berjanji akan selalu mendukung satu sama lain.
" Setiap masalah pasti akan ada sebuah solusi bukan pergi jalan dari semua itu. Aku mohon, Jangan pernah meninggalkan aku lagi!" ucap Andrew memohon pada Karina yang sampai menangis terharu.