Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
207. Bahagia itu sederhana


Steven menatap wajah Rossa yang saat ini sedang ada di balkon kamar mereka yang ada di hotel. Terlihat Rossa sedang memikirkan sesuatu yang sangat pelik terlihat dari wajahnya yang kusut dan tidak bersemangat.


" Sayang, ada apa? Kenapa sejak tadi siang aku perhatikan wajahmu tidak senang? Apakah kamu tidak bahagia dengan pernikahan kita berdua?" tanya Steven sambil memeluk Rossa dari belakang.


Rossa yang terkejut melihat Steven yang tiba-tiba saja sudah melingkarkan kedua tangan di pinggangnya. " Aku tidak apa-apa. Aku hanya sedikit lelah saja. Kenapa belum tidur? Bukankah ini sudah malam?" tanya Rosa yang berusaha sekuat tenaga untuk menekan perasaannya agar tidak terlihat menderita atau tertekan di hadapan Steven.


Bagaimanapun Rosa tidak mau kalau Steven mencurigai dirinya yang saat ini sedang memikirkan tentang Abian.


' Bagaimana mungkin Abian bisa datang ke pernikahanku? Sejak kapan dia bersama dengan Mery?' Rosa sampai saat ini masih belum menemukan jawaban dari semua pertanyaannya.


Steven bisa mengetahui kalau saat ini Rossa sedang memiliki beban pikiran yang dia tidak ketahui sebab musababnya.


" Katakan padaku. Ada apa? Siapa tahu aku bisa membantumu untuk menyelesaikan masalahmu." Stevan masih belum mau menyerah untuk membujuk istrinya agar bercerita kepadanya.


Akan tetapi Rossa semakin merasa sedih melihat perhatian Steven yang begitu besar padanya, ' Seandainya aku bertemu dengan kamu duluan, bukan bertemu dengan Abian yang ternyata b******* . Laki-laki itu telah benar-benar menyakiti hatiku dan membuatku sangat sulit untuk move on. Entah bagaimana aku harus menghadapi dia kedepannya!' Rosa tampak begitu prestasi memikirkan tentang Abian yang sepertinya belum mau melepaskan masa lalu mereka.


" Sayang, aku mohon! Ceritalah padaku masalah kamu. Apa kamu tidak percaya dengan suamimu?" Steven benar-benar tidak nyaman melihat wajah Rossa yang terlihat murung dan tidak bahagia.


" Aku hanya merasa lelah saja, sayang. Kamu percayalah padaku. Ayo kita tidur saja. Bukankah besok pagi-pagi kita harus berangkat ke luar negeri untuk berbulan madu? Aku tidak mau kita ketinggalan pesawat." ucap Rosa yang merasa belum waktunya untuk bercerita kepada Steven tentang Abian.


Steven yang tidak ingin mengganggu suasana hati sang istri, karena takut akan mengganggu malam pernikahan mereka yang sepertinya tidak akan berjalan lancar kalau melihat raut wajah Rossa yang tidak bahagia.


" Kenapa aku merasa kalau kau tidak berbahagia malam ini? Katakanlah padaku sayang. Apakah aku telah membuatmu sakit hati atau menderita?" tanya Steven yang benar-benar merasa frustasi.


" Di pesta pernikahan tadi, aku nelihat ada dua orang wanita cantik yang memperhatikan kita berdua dengan tatapan sendu dan sedih. Katakan padaku! Siapa mereka?" akhirnya Rossa mencari cara agar bisa terbebas dari pertanyaan Steven yang sejujurnya mencekik dirinya yang sedang pusing gara-gara Abian.


Steven terkejut mendengar pertanyaan Rossa yang ternyata mengetahui tentang Irdina dan Indrana. " Kedua gadis itu adalah mantan kekasihku dan juga mantan kekasih Kak Adrian. Mereka kakak beradik yang sudah lama tidak pernah berhubungan dengan kami berdua. Aku tidak tahu bagaimana caranya mereka mengetahui pernikahan kami berdua sehingga bisa datang ke acara pernikahan kita." Rossa benar-benar merasa terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Steven tadi.


Rossa tidak menyangka kalau mantan kekasih Steven pun hadir di acara pernikahannya bersama Steven.


' Apa itu artinya kalau aku bercerita tentang Abian sebagai mantan kekasihku pun, Steven tidak akan marah?' bathin Rosa ya saat ini hatinya benar-benar sedang galau luar biasa.


Steven melihat dengan jelas bahwa saat ini istrinya sedang tidak merasa senang.


" Katakanlah padaku kalau kau memiliki rasa penasaran di hatimu. Tentang segala sesuatu yang mungkin telah slah aku lakukan. Aku siap memberikan segala penjelasan kepadamu, sehingga kau merasa plong dan tidak lagi merasa penasaran!" ucap Steven sambil mencium leher Rosa dengan lembut yang terasa merinding.


Sementara itu di dalam mobil yang bisa melihat ke arah balkon. Di mana menjadi tempat Steven dan Rossa saat ini sedang bercengkrama dengan penuh kemesraan. Terlihat Irdina yang sedang meneteskan air matanya karena hatinya yang benar-benar merasa sakit melihat itu semua.


Hingga saat ini Irdina masih sangat mencintai Steven dan Dia tidak rela kalau kekasihnya bersama dengan wanita lain. Irdina tidak pernah merasa bahwa dirinya sudah putus bersama Steven. Dia tidak pernah merasa telah mengucapkan kata putus dengan pria yang selama keberadaannya di Inggris telah menjadi penyemangat hidup untuk dirinya.


Darah Irdina seakan mendidih melihat itu semua. Hatinya merasa sangat cemburu melihat kebersamaan Steven dan istrinya.


" Seharusnya aku yang berada di sana bukan wanita itu. Seandainya dulu aku tidak dipaksa oleh ayah untuk kuliah ke Inggris, mungkin aku sudah memiliki anak bersama Stevan. Aku ingat dulu Steven sangat mencintaiku." Irdina terlihat begitu menyesali masa lalu yang pernah hadir di dalam hidupnya.


Indrana yang tadi pergi keluar untuk membeli makanan, kini terlihat begitu sedih melihat adiknya yang saat ini sedang menangis pilu.


Tatapan mata Indrana mengikuti pandangan mata Irdina yang saat ini masih terus memperhatikan semua adegan panas dan penuh dengan kemesraan yang terpampang jelas di hadapan mereka.


Irdina semakin menangis terisak ketika melihat keduanya sambil berciuman masuk ke dalam kamar mereka, setelah itu lampu utama terlihat dimatikan hanya menyisakan lampu tidur yang kemarin dan menciptakan suasana yang romantis diantara keduanya.


Saat ini Steven sedang berpacu untuk mencapai kenikmatan bersama Rosa yang telah memasrahkan hidupnya untuk bersama dirinya di malam pernikahan mereka yang indah dan sendu.


" Kebahagiaan itu sederhana. Asalkan kita bisa bersama dengan orang yang kita cintai. Walaupun lautan api di hadapan kita, pasti akan terasa bahagia. Karena Kita percaya kita menghadapi lautan api bersama-sama." ucap Steven yang saat ini sedang memeluk tubuh polos Rosa yang ada di dalam pelukannya.


Rossa hanya menyesapi semua ucapan yang dikatakan oleh Steven malam ini. Rossa sampai saat ini masih belum berani untuk mengungkapkan tentang Abian yang datang ke pesta pernikahan mereka.


" Sayang, Apakah tidak masalah kalau mantan kekasih kita datang di pernikahan kita berdua?" tanya Rosa berhati-hati sekali karena takut kalau sampai Steven marah.


Steven mencium kening Rossa dengan lembut dan penuh cinta. Kebahagian di hatinya setelah mereka melalui malam indah bersama dengan penuh cinta yang menggebu rasanya tidak ada sesuatu yang bisa membuat Steven marah saat ini.


" Emangnya kenapa dengan mantan pacar yang datang ke acara pernikahan kita? Bagiku yang penting kan mereka sudah tidak ada artinya dalam hidup kita. Aku tidak mempermasalahkan mereka datang untuk mengucapkan selamat atas pernikahan kita!" Steven mengingat tentang Irdina yang terus menetap ke arahnya seakan tidak rela melihat dirinya menikahi Rosa.


Rosa merasa lega mendengar jawaban dari suaminya. ' Tampaknya tidak apa-apa kalau aku bercerita kepada Steven soal Abian yang mantan kekasihku!' bathin Rosa masih terus mempertimbangkan segala hal dari segala Sisi dan segala kemungkinan yang akan terjadi kepada mereka berdua yang masih pengantin baru.


" Apa kau kenal Abian Handoyo?" tanya Rosa kepada Steven yang kemudian menyandarkan tubuhnya di dasboard ranjang dan memainkan rambut Rosa yang indah dan panjang. Tampaknya mulai hari ini Steven telah memutuskan untuk menjadikan rambut Rossa sebagai favoritnya.


" Abian adalah sepupu dari Farel. Suaminya Siska. Tentu saja aku mengenalnya. Dia adalah laki-laki brengsek yang tidak punya otak dan sangat jahat!" Rosa cukup terkejut mendengar ucapan Steven yang menceritakan segala kejahatan Abian ke pada dirinya sekarang.


" Kenapa?" saat terlihat begitu penasaran dengan semuanya dan ingin sekali mengetahui jawabannya.


" Apa kau tahu Handoyo grup pernah jatuh dan terpuruk sampai pada titik terendah perusahaan itu bahkan sampai menjual surat pribadi milik Handoyo group untuk menutupi kebutuhan dana yang diakibatkan oleh seorang koruptor yang mencuri dana perusahaan? Itu semua gara-gara Abian yang telah menggelapkan dana perusahaan Handoyo ke atas nama pribadinya." Rosa terkejut luar biasa mendengarkan cerita dari Steven tentang Abian yang begitu jahat.


" Bahkan ketika Farel dan Asistennya mengejar Abian dari pelariannya yang ada di Amerika. Dengan begitu kejamnya Abian menyiksa Farel dan asistennya hanya untuk mendapatkan tanda tangan Farel untuk merebut Handoyo group dari tangannya. Farel dan Alex bahkan sampai masuk rumah sakit selama beberapa hari. Saat itu adalah saat-saat yang benar-benar sangat riskan dan juga sangat berat untuk keluarga kami gara-gara makhluk bernama Abian." Rosa sampai lemas seluruh tubuhnya mendengar semua cerita yang disampaikan oleh Steven.


' Ya Tuhan ternyata ada hal semacam itu di dalam kehidupan Prayoga grup dan Handoyo grup dan itu semua gara-gara kejahatan Abian. Ya Tuhan! Apakah itu artinya Steven akan marah padaku, kalau aku mengakui bahwa Abian adalah mantan kekasihku?' tanya Rosa kepada dirinya sendiri.


Mendengar semua yang dikatakan oleh Steven, benar-benar menyurutkan nyali Rossa untuk bercerita tentang Abian kepada suaminya yang mulai terlihat menguap dan mengantuk.