Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
131. Melinda datang


Begitu datang ke Amerika Melinda langsung menemui Alex yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.


" Ya ampun Sayang! Kenapa jadi kayak gini?" tanya Melinda tampak begitu khawatir dengan keadaan Alex yang lebam dan mulai agak membaik.


Alex yang melihat kedatangan Melinda sempat tersenyum merasa senang kekasihnya ternyata masih peduli dengannya. Padahal sudah beberapa kali dia selalu mengecewakan Melinda. Karena selalu lebih mengutamakan pekerjaannya daripada sang kekasih tercinta.


" Maafkan aku yang sudah membuatmu cemas kau bahkan sampai jauh-jauh datang kemari!" ucap Alex yang tampak merasa bersalah kepada Melinda.


" Kalau kau merasa bersalah padaku, maka kau keluarlah dari pekerjaanmu. Aku tidak suka kamu jadi asisten. Aku akan meminta kepada Ayahku untuk menjadikanmu sebagai Direktur di perusahaan kami!" ucap Melinda sambil bermanja kepada Alex yang hanya tersenyum melihat kekasihnya yang sedang misuh-misuh.


" Kalau aku memang menginginkan menjadi seorang direktur. Aku bisa mengelola perusahaanku sendiri!" ucap Alex kesal.


Bagaimanapun Alex bukanlah asisten biasa. Dia hanya merasa jenuh menjadi orang kaya. Oleh karena itu dia ingin mencicipi Bagaimana rasanya menjadi rakyat jelata dengan menjadi asisten dari Farel.



Visualisasi Alex dan Melinda.


" Maafkan aku karena sudah membuat Alex menjadi menderita seperti ini. Semua ini adalah kecerobohanku. Karena terlalu percaya diri ketika bertemu dengan Abian. Aku tidak pernah menyangka kalau dia akan berbuat nekat dan sangat jahat seperti itu kepada kami," terlihat Farel yang merasa sangat menyesal karena sudah membuat Alex ikut menderita seperti dirinya.


Melinda melirik sekilas kepada Farel yang saat ini sedang ditemani oleh Siska.


" Lain kali kalau mau melakukan sesuatu itu dipikir dulu dengan matang. Jangan hanya menggunakan emosi sesaat yang akhirnya malah memberikan bencana seperti ini!" terus Melinda dengan pedas.


Alex hanya menggelengkan kepalanya melihat emosi sang kekasih yang terlalu berlebihan menurutnya.


Alex tahu kalau Melinda sangat mencintainya oleh karena itu Melinda merasa marah dengan kondisi kekasihnya yang masih kritis itu. Wajahnya bahkan masih di perban setelah dilakukan beberapa perbaikan oleh dokter estetika wajah.


" Oh, Lihatlah Kekasihku yang tampan menjadi seperti ini. Ini semua gara-gara kau Farel!" sengit Melinda yang langsung melotot ke arah Farel.


Farel hanya menggelengkan kepalanya melihat emosi sepupu jauhnya yang sangat lama tidak bertemu dengannya.


" Sudahlah Melinda jangan marah-marah lagi. Tuan Farel bukannya jauh lebih parah daripada aku. Kalau tahu kau akan marah-marah begini. Aku tidak akan mau memanggilmu!" ucap Alex merasa tidak enak kepada Farel yang sejak dari terus saja diomeli oleh kekasihnya yang ngamuk.


" Sudahlah sayang jangan berlebihan aku baik-baik saja!" ucap Alex yang kemudian menyuruh Melinda untuk duduk di sampingnya karena dia benar-benar sangat merindukan kekasihnya.


Melinda yang marah pun akhirnya mengalah dan luluh melihat Alex yang terluka parah sekali dan dia pun duduk di samping Alex.


" Tolonglah jangan marah-marah terus kepada Tuan Farel. Dia juga sudah berusaha untuk melindungiku. Akan tetapi mereka berjumlah banyak dan tidak berperasaan!" ucap Alex berusaha untuk menenangkan kekasihnya.


" Baiklah, maafkan aku Farel." ucap Melinda pada akhirnya mengalah daripada dia harus bermasalah dengan Alex. Pria yang amat dia cintai sepenuh hatinya.


Farel hanya mengangguk kepalanya. Merasa tidak masalah dengan amarah Melinda. Karena bagaimanapun semuanya memang adalah kesalahannya.


Siska menyentuh tangan suaminya. " Sayang, Bagaimana kalau kita jalan-jalan di luar? Sudah beberapa hari Kau hanya berbaring di atas ranjang. Kau pasti lelah dan pasti juga bosan kan?" tanya Siska.


Farel yang mengerti maksud istrinya. Dia pun kemudian mengangguk dan menyetujui Keinginan Siska untuk berjalan-jalan ke luar kamar.


" Alex kami berdua akan jalan-jalan dulu di taman. Kalian mengobrol lah baik-baik." ucap Farel mengulas senyum kepada Alex.


" Terimakasih Tuan!" ucap Alex sambil tersenyum kepada Siska dan juga Farel.


" Sayang aku ingin sekali mencium bibirmu, tetapi wajahmu semuanya diperban begini. Bagaimana ini?" tanya Melinda yang tampak begitu sedih melihat wajah kekasihnya.


Alex tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.


" Nanti kalau aku sudah selesai dengan perawatanku. Aku akan memberikan ciuman yang banyak sekali untukmu sayang. Untuk membayar hutangku. Karena sudah membuatnya berada pada tahap ini. Maafkan aku sayang. Karena aku sudah membuat kamu khawatir dengan aku!" ucap Alex.


Walaupun seluruh wajah Alex di perban, akan tetapi bibirnya masih baik-baik saja. Tetapi Melinda ngeri-ngeri sedap untuk mencium wajah kekasihnya.


Hati Melinda mencelos seketika. Melihat sang kekasih yang tampak kesakitan.


Melinda memeluk Alex dan menyalurkan cinta kasihnya yang begitu besar untuk sang kekasih tercinta.


Sementara itu Farel dan Siska yang satu ini berada di taman rumah sakit, mereka tampak saling menggenggam telapak tangan masing-masing dengan bahagia.


" Aku bersyukur karena kita berdua masih dipertemukan! Sayang Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Kalau tidak bisa bersamamu lagi. Kau tahu? Ya Allah! Jantung aku hampir copot ketika mendengarkan Andrew, mengatakan bahwa kau dalam keadaan kritis!" ucap Siska dalam pelukan Farel yang terlihat kesakitan karena lukanya sedikit tertekan oleh Siska ketika memeluknya.


" Awww... itu sakit sayang!" ucap Farel sambil meringis sehingga membuat Siska menjadi merasa bersalah sekali.


" Maafkan aku sayang!" ucap Siska sambil meniup luka Farel.


Wajah Farel pun saat ini sedang diperban sama seperti Alex. Karena luka mereka memang hampir sama satu sama lain.


" Sayang setelah ini kita kembali ke Indonesia ya? Aku rasanya tidak tega kalau harus meninggalkan Aaron terlalu lama. Kita akan menjalani pengobatan Indonesia. Aku yakin di sana juga bagus untuk pengobatanmu!" ucap Siska kepada Farel.


Dua hari yang lalu Steven sudah kembali ke Indonesia karena banyak sekali pekerjaan yang harus ditangani. Apalagi sekarang Siska yang berada di Amerika. Maka secara otomatis semua pekerjaannya pasti harus di handle oleh Steven sebagai wakil CEO di perusahaan Handoyo Group.


" Maafkan aku sayang. Kau kalau ingin pulang, pulang lah sayang. Aku ingin terus menjalani pengobatan di sini sampai tuntas. Kau tahu kan kalau rumah sakit dokter Andrew adalah salah satu rumah sakit terbaik yang ada di Amerika dan aku ingin menjalani pengobatan secara tuntas sampai sembuh agar tidak menjadi beban ke depannya!" Ucap Farel dengan perasaan penuh penyesalan kepada istrinya.


Siska pun mengerti apa yang dirasakan oleh sang suami dan akhirnya dia pun tidak memaksakan lagi keinginannya kepada Farel.


" Baiklah kita akan di sini sampai penyakitmu sembuh. Aku nanti akan setiap hari video call bersama dengan Putra kita! Sebagai obat rindu sama Aaron kesayangan aku!" ucap Siska sambil terkekeh bahagia.


Farel menyentuh lengan kita dan berusaha untuk membuat istrinya merasa nyaman.


Farel sangat tahu kalau beberapa hari ini Siska bahkan sangat kesulitan untuk tidur cara memikirkan tentang kesehatannya.


" Katakan padaku sayang. Bagaimana tentang kasus itu? Apakah sudah ditangani oleh Polisi atau belum?" tanya Farel benar-benar merasa penasaran tentang Abian dan juga Amora.


Siska terlihat menundukkan kepalanya. Bagaimanapun Dia sangat kesulitan untuk memberitahukan kepada Farel. Bahwa perusahaan milik Abian sudah dijual oleh Amora dan sekarang menghilang entah ke mana. Tidak ada rimbanya.


" Katakanlah sayang. Kenapa Kok diam saja? Apakah ada masalah yang tidak diketahui!??" tanya Farel kepada Siska yang tampak merasa Dilema antara ingin bercerita ataukah ingin menyembunyikannya.


Farel yang memiliki insting kuat dia sadar bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh istrinya.


" Katakanlah sayang apa yang terjadi? Kenapa kau sangat sulit untuk berbicara padaku?" tanya Farel kepada istrinya yang terlihat begitu sepi memikirkan tentang nasib perusahaan Handoyo group yang sekarang di terancam gulung tikar gara-gara perbuatan Abian.


' Aku akan mengerahkan segala kemampuan aku untuk menolong perusahaanmu bisa bangkit lagi seperti dulu!' bathin Siska.