
Hari itu juga Farel menuju Bandung untuk menemui Andi Prayoga yang memilih untuk menetap di sana bersama dengan istrinya.
Farel tahu kalau Adrian dan Steven masih berada di Jakarta. Karena tugas mereka masig belum selesai untuk mentraining Siska menjadi seorang CEO yang handal.
" Aku harus segera bertemu dengan Kakek Andi dan menanyakan semua kebenaran tentang perjodohanku dengan Siska di masa lalu. Aku tidak tahu kalau ternyata calon istri yang selama ini kucari adalah Siska!" ucapnya bermonolog sendiri.
Perjalanan bandung-jakarta dilalui oleh Farel dalam kesunyian dan pikiran yang berkecamuk. Farel terus mengabaikan panggilan dari ibunya maupun dari Amora.
Farel tahu kalau ibunya masih mengharapkan dirinya memiliki hubungan kembali dengan Amora. Akan tetapi Farel sudah terlanjur menyukai Siska dan menganggapnya sebagai calon istrinya.
Tanpa disadari Farel telah benar-benar jatuh cinta kepada Siska sang gadis urakan yang mempesona.
Walaupun kadang Farel dibuat jengkel dengan tingkah laku Siska yang seperti cuek dan tidak terlalu memperhatikan tentang penampilan Padahal dia adalah seorang CEO dari perusahaan investasi yang terkenal.
Tetapi justru dari situlah bunga cinta semakin bermekaran di dalam hati Farel untuk Siska. Farel lebih menyukai gadis yang apa adanya daripada seorang perempuan yang munafik yang selalu menjaga penampilannya tetapi ternyata di belakangnya merupakan gadis yang barbar yang menyebalkan.
Farel sudah mengetahui siapa itu Amora. Oleh karena itu dia tidak mau lagi berdekatan dengan perempuan itu yang selalu membuatnya merasa tidak nyaman ketika bertemu dengannya lagi.
Berkali-kali Amora mengajak bertemu Farel tetapi selalu ditolak olehnya dengan alasan kesibukan dan tak ada waktu.
Tetapi Amora bukanlah tipe gadis yang bisa menyerah begitu saja dengan keadaan. Tidak berhasil mendekati Farel, Amora dengan gigih terus mendekati ibunda Farel dan tidak malu untuk meminta dukungan dari perempuan paruh baya itu agar membantunya kembali dekat dengan putranya.
Ibunya berkali-kali menjebak Farel untuk bertemu dengan Amora dengan berpura-pura sakit dan sebagainya. Sehingga membuat Farel merasa sangat kesal terhadap ibu kandungnya sendiri karena ibunya ternyata bisa dimanfaatkan oleh gadis seperti Amora.
Dahulu ketika dirinya hendak melamar, gadis itu menolaknya mentah-mentah tanpa berpikir dulu dan sekarang ketika cinta itu sudah pergi dari hati Farel dengan seenak hatinya Amora mengganggu kembali kehidupan Farel yang sudah susah payah ditata untuk bisa move on dari gadis yang telah memberikan waktu terberat dalam hidupnya.
Butuh waktu bertahun-tahun bagi Farel untuk bisa melupakan seorang Amora di dalam hidupnya. Dia bahkan sampai harus merelakan pendidikan S3 nya hanya karena menghindari Amora dan kembali ke Indonesia.
Farel merasa sangat sedih dan tidak bisa bangkit dari keterpurukannya. Ketika dirinya berada dalam satu negara bersama Amora.
Oleh karena itu Farel mengundurkan diri dari Universitas tempatnya belajar dan kembali ke Indonesia tanpa membawa gelar S3 yang sudah lama dia perjuangkan.
Saat itu keinginan Farel hanyalah ingin hidup damai dan berusaha melupakan wanita yang telah menorehkan luka yang begitu dalam untuk dirinya.
Begitu sampai di Bandung, Farel langsung disambut oleh Mang Ujang sopir pribadi ayahnya Siska yang telah ditarik oleh sang kakek untuk bekerja di Bandung. Sementara Siska diberikan sopir baru yang bernama Darno yang merupakan supir sang Nenek, ibu dari Adrain dan Steven.
Andi Prayoga langsung menyambut kedatangan Farel dan mempersilahkannya untuk langsung masuk ke ruang kerjanya.
Begitu bertemu Farel langsung mengeluarkan liontin dan juga kotak musik kuno milik sang kakek di hadapan Andi Prayoga.
Andi terkejut melihat dua benda yang sudah lama tidak pernah dia lihat lagi sejak masalah perjodohan cucunya dulu ditunda karena tidak ada kabar dari sahabatnya.
" Dari mana kau mendapatkan Dua benda ini?" tanya Andi sambil mengerutkan keningnya.
Farel duduk di hadapan Andi Prayoga dia menatap laki-laki yang masih termasuk tampan di usia senjanya yang duduk di hadapannya dengan begitu gagah dan keren.
" Liontin ini sudah lama berada di tanganku sementara kotak musik kuno ini aku menemukannya berada di dalam kamar Pak Hendri Prayoga kemaren malam!" ucap Farel menatap tajam kepada Andi yang tampak terkejut mendengarkan keterangannya.
Andi kemudian mengambil liontin dan juga kotak musik yang tadi diserahkan oleh Farel kepadanya.
Andi kemudian memasangkan liontin ke sebuah lubang yang ada di dalam kotak musik tersebut dan secara ajaib tiba-tiba saja kotak musik itu terbuka.
Andi mengambil sepucuk surat yang ada di dalam kotak musik itu dan kemudian membacanya dengan seksama.
" Ketika Kalian membaca surat ini, itu artinya bahwa kedua cucu kita sudah bertemu. Maka kalian harus segera melangsungkan pernikahan keduanya dengan menggunakan cincin yang sudah aku siapkan di dalam kotak ini. Aku juga akan memberikan sebuah bengalau dan hotel di Bali untuk hadiah pernikahan mereka berdua. Aku mendoakan Mereka semua selalu hidup bahagia. Kelolalah hotel itu sebagai harta bersama yang akan menyatukan cinta kalian berdua!" tulis Kakaknya Farel.
Andi kemudian membuka kotak lain yang berada di dalam kotak musik itu yang ternyata adalah kotak cincin. Ketika dibuka, di dalam kotak berlapis kain beludru berwarna biru itu ada dua buah cincin berlian yang sangat cantik dan juga berkilau dengan indah.
Farel sangat terkejut melihat benda-benda yang ada di dalam kotak musik tersebut.
Andi Prayoga juga menemukan sebuah kunci dan surat lain di dalamnya.
" Kunci ini adalah kunci penyimpanan harta karun dari keluarga Handoyo yang kuserahkan sepenuhnya kepada Siska dan Farel. Kalian bisa menemukan harta karunnya di dalam bengalau yang aku hadiahkan untuk kalian sebagai hadiah pernikahan!" tulisnya lagi.
Sungguh hari ini Farel benar-benar sangat terkejut mendapatkan kenyataan tentang sang kakek yang ternyata memberikan begitu banyak barang berharga yang tersimpan di balik kotak musik kuno yang dia temukan di dalam kamar ayahnya Siska.
" Apakah kakek tahu tentang semua hal yang ada di dalam kotak musik ini?" tanya Farel sambil menatap Andi yang sedang tersenyum kepadanya.
" Tentu saja. Aku yang sudah merancang kotak musik ini dan aku juga yang telah menaruh semua barang milik kakekmu ini di dalamnya. Apa kau tahu? Liontin yang digunakan sebagai kunci dari kotak musik ini adalah barang keramat yang sangat berguna untuk kamu bisa menemukan harta karun yang dibicarakan oleh kakekmu di dalam surat ini. Liontin itu adalah kunci dari harta karun tersebut. Sekarang menjadi tugasmu untuk bisa memecahkan teka-teki yang diberikan oleh kakekmu untuk bisa menemukan harta karun tersebut!" ucap Andi Prayoga sambil tersenyum kepada Farel yang masih bingung dengan semua yang dia temukan hari ini.
" Kenapa kalian membuat hal misterius seperti ini? Kalian benar-benar tidak ada kerjaan sekali!" sungut Farel merasa kesal sekali dengan keusilan sang kakek yang memberikan tantangan misterius kepadanya dan juga Siska untuk bisa memecahkan perihal harta karun yang dikatakan oleh kakeknya di dalam surat wasiatnya yang tersimpan dalam kotak musik kuno milik sang kakek tercintanya.