
Dokter Andrew yang baru saja pulang dari rumah sakit tampak terkejut melihat pesan yang ditinggalkan oleh Farel untuk dirinya.
" Apa maksudnya Farel meninggalkan pesan seperti ini?" tanya dokter Andrew merasa benar-benar heran.
Andrew terus membaca berulang-ulang pesan yang ditinggalkan oleh Farel sehingga mengundang keheranan dari sang istri.
" Ada apa Sayang? Kenapa Kau tampak begitu aneh?" tanya Karina merasa ga suka melihat suaminya yang tampak tidak bahagia.
Andrew kemudian memberikan ponselnya kepada Karina.
" Dia memintamu untuk menolongnya karena saat ini dia sedang diculik oleh seseorang. Di sini tertulis alamatnya dan share lock nya!" ucap Karina kepada dokter Andrew.
Andrew menatap istrinya yang merasa heran dengan suaminya. Kemudian dia bertanya apa pendapatnya tentang pesan itu.
" Bagaimana menurutmu Apakah dia benar-benar diculik ataukah sedang prank saya?" tanya Andrew masih belum percaya.
" Kalau nge-prank kamu, aku rasa tidak mungkin sayang. Ngapain dia melakukan hal seperti itu? Bukankah dia adalah seorang CEO yang terkenal? Tidak mungkin dia punya waktu melakukan kekonyolan seperti itu," ucap Karina merasa bingung.
Saat ini perasaan Andrew, Jujur saja, dia merasa bingung. Kenapa Farel melakukan seperti itu? Kenapa Farel mengirimkan pesan seperti itu kepada dirinya?
Di saat Andrew masih bingung dan tidak mengerti dengan maksud Farel, tiba-tiba saja ponsel milik Andrew berdering.
" Hallo, apa kabar dokter Andrew?" tanya Siska menghubungi dokter Andrew yang sudah sangat lama tidak pernah dia hubungi.
" Ya Siska halo. Kabarku baik lalu bagaimana denganmu?" tanya Andrew merasa tidak nyaman dapat panggilan tersebut karena saat ini ada karena di hadapannya yang sedang menatap dia dengan tajam.
Kemudian Andrew sengaja meload speaker panggilan tersebut, agar Karina bisa mengetahui isi pembicaraan mereka berdua.
" Maafkan saya dokter Andrew. Kalau saya mengganggu waktu anda. Tapi saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda bertemu dengan suami saya? Saat ini yang Saya dengar dari anak buahnya kalau dia sedang berada di Amerika. Tetapi sejak kemarin saya kesulitan sekalian untuk menghubungi dia. Nomornya bahkan sudah tidak aktif lagi." ucap Siska bertanya kepada Andrew tentang Farel. Karena Siska berpikir mungkin saja mereka bertemu di Amerika.
Karina menatap Andrew, " kelihatannya pesan itu bukan Frank tetapi sebuah pesan meminta tolong kepadamu," ucap Karina pada Andrew.
Andrew sampai terkesiap mendengarkan ucapan dari Karina.
" Emangnya untuk apa Farel datang ke Amerika? Apakah ada sesuatu yang harus dia lakukan?" tanya Andrew pada Siska yang terdengar begitu khawatir kepada Farel.
Andrew bisa merasakan kekhawatiran Siska terhadap suaminya, " Farel datang ke Amerika untuk mengejar seorang koruptor yang sudah mencuri uang dari perusahaan kami sebesar 200 miliar. Dia pergi bersama dengan asistennya sejak sekitar 3 hari yang lalu. Tapi sejak tiga hari yang lalu nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi lagi," ucap Siska menjelaskan kepada Andrew dengan nada khawatir kepada Farel.
Andrew kemudian menjelaskan kepada Siska bahwa Farel mengirimkan pesan kepadanya untuk menolong Farel dan menyelamatkan dari penculikan seseorang.
" Ya Allah aku yakin kalau saat ini Farel pasti sedang dalam bahaya," ucap Siska merasa cemas luar biasa.
" Dokter Andrew. Apakah kau bisa mengirim kan beberapa orang bodyguard atau keamanan untuk menolong suami saya? Saya mohon dokter, tolong suami saya dokter, untuk pembiayaannya nanti saya akan membayar semuanya. Saya ingin suami saya pulang dengan selamat!" ucap Siska yang mulai menangis tersedu.
" Terima kasih Dokter Karina. Saya mohon dengan sangat. Tolonglah suami saya!" ucap Siska lagi dengan suara yang begitu panik.
Dokter Karina bisa merasakan bagaimana perasaan Siska saat ini yang kehilangan suaminya. Karena Siska pernah berada dalam situasi yang sama, merasa khawatir dengan suaminya yang hidup berpisah dengannya.
" Baiklah Siska. Kami akan melaporkan ini ke kantor polisi dan semoga saja polisi bisa membantu kita untuk menyelamatkan Farel dan asistennya!" Siska benar-benar merasa senang sekali mendapatkan jaminan dari Karina kalau mereka akan menolong Farel.
" Baiklah dokter. Terima kasih sekali lagi. Saya berdoa semoga kalian bisa menyelamatkan suami saya dan juga asistennya!" setelah berpamitan Karina pun kemudian menutup panggilan telepon tersebut.
Karina kemudian berbicara dengan Andrew, sesuai dengan apa yang tadi dia katakan kepada Siska. Bahwa mereka akan melaporkan hal itu ke kantor polisi dan akan membiarkan polisi yang mengurus segalanya untuk mereka.
" Baiklah kita akan berbagi tugas sayang. Aku akan ke kantor polisi dan kau datanglah ke pusat keamanan Rumah Sakit kita. Mintalah pertolongan dari mereka, dan kita akan bertemu di lokasi yang sudah di Sherlock oleh Farel," ucap Karina pada Andrew.
Andrew mengerti apa yang dikatakan Karina dan mereka pun kemudian bergegas dengan menggunakan mobil masing-masing menuju ke dua tempat yang berbeda.
Saat ini perasaan dokter Andrew benar-benar kacau balau. Karena dia tidak mengerti dengan semua itu. Bagaimana mungkin Farel bisa berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan seperti itu?
Begitu Andrew sampai di rumah sakit, dia langsung menemui bagian kepala keamanan rumah sakit dan memintanya untuk ikut dengan dirinya agar bisa membantu menyelamatkan Farel.
Setelah 10 orang bagian keamanan rumah sakit ikut dengan Andrew, Andrew pun kemudian langsung menuju ke lokasi yang sudah dikirimkan oleh Farel sebelumnya.
Dokter Karina pun sudah sampai di lokasi bersama sekitar 20 orang petugas polisi. Di mana mereka melihat sebuah gedung perkantoran yang megah yang sudah sepi karena para karyawannya sudah pulang.
" Apakah anda yakin bahwa teman Anda diculik di gedung kantor itu?" tanya petugas polisi kepada Karina.
Karina kemudian menceritakan semuanya kepada petugas tersebut. Di mana Farel saat ini sudah tiga hari tidak memberikan kabar apapun kepada istrinya.
" Baiklah mari kita berbagi tugas untuk menyusuri area gedung perkantoran ini!" ucap petugas itu yang kemudian langsung mengerahkan anak buahnya untuk masuk ke dalam gedung perkantoran dengan surat izin yang sudah dibawa olehnya dari kepolisian.
" Geledah semua ruangan yang ada di dalam perkantoran ini!" perintah petugas tersebut kepada security yang saat ini tampak amat kebingungan dengan datangnya para petugas kepolisian ke kantor mereka.
Sementara itu Abian yang saat ini masih menyiksa Farel di ruangan kosong ada di kantornya. Masih belum mengetahui tentang kedatangan polisi maupun petugas keamanan Rumah Sakit milik dokter Andrew ke gedung perkantoran miliknya.
" Cepat Farel kau tandatangani semua berkas itu sekarang! Kau jangan coba-coba untuk membuat kesabaranku hilang!" ancam Abian yang benar-benar sudah marah sekali karena sejak kemarin Abian dibuat marah oleh Farel dan juga Alex.
Akan tetapi Farel dan Alex yang sekarang sudah mulai, kesadarannya timbul tenggelam. Mereka sama sekali tidak merespon apapun yang dikatakan oleh Abian.
Hal itu benar-benar membuat Abian sangat murka kemudian menyuruh anak buahnya untuk kembali mengajar keduanya.
Farel dan Alex kini pingsan karena tubuh mereka sudah tidak kuasa lagi menahan semua siksaan yang diberikan oleh Abian dan anak buahnya yang bringas.